On Thu, 17 Jan 2008 09:17:47 +0700 (ICT) Ass.Wr.Wb. Selamat pagi, selamat tahun baru, selamat bekerja dengan semangat baru dan damai sejahtera untuk kita semua. Buat Pak Hari, Pak Subasita, Pak Tardjani, Pak Mahardi, Pak PHK dan buapak-buapak serta ibu-ibu para miliser yang masih rajin manggung, saya mohon maaf, agak lama tidak ikut nimbrung di arena. Sejak menjelang rapim dan dilanjutkan dengan penelaahan DIPA 2008, saya sengaja memilih cabut dulu dari jalur komunikasi maya ini. Ceritanya sih ingin konsentrasi penuh ke penelaahan DIPA 2008. Mohon dimaklumi saya orang baru, tidak ingin kepleset kulit pisang yang kadang dibuang orang di sepanjang jalan. Alhamdulillah, DIPA 2008 kanwil XXV DJPBN Kendari dapat selesai tepat waktu tanpa ada DIPA-S. Untuk masuk 10 besar atau tidak dalam penyelesaiaan DIPA memang tidak jadi target, tetapi mudah-mudahan lebih baik dari tahun lalu. Mengawali kegiatan di tahun 2008 ini saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang mendapat amanah promosi jabatan. Juga, kepada rekan-rekan yang hanya terkena mutasi, saya ucapkan selamat bertugas di tempat yang baru. Yakinlah, anda yang mendapat promosi atau sekedar mutasi, itu adalah amanah, kepercayaan pimpinan yang harus dijalani dengan ikhlas dan tetap menjaga integritas. Soal mutasi atau promosi yang menurut beberapa rekan di milis masih tanpa pola, hendaknya tidak menjadi alas an untuk menurunkan semangat dan integritas. Yakinlah, ini yang terbaik untuk anda. Khusus untuk mas Huda dan Pak Hari, saya juga punya tambahan info. Pak Sis pernah berkunjung ke Kanwil XXX DJPBN Jayapura pada akhir tahun 2004 (Jadi, jauh sebelum at cost). Walaupun Pak Tri selaku Kakanwil saat itu siap dengan segalanya, beliau tetap memilih yang biasa-biasa saja bahkan sempat jalan kaki dari GKN ke hotel tempat acara kumpul-kumpul dilaksanakan. Menyangkut pelaksanaan KPPN Percontohan, saya bersyukur bahwa KPPN Kendari termasuk yang mendapat kepercayaan mulai awal tahun 2008 ini. Menurut saya, rekan-rekan pendamping Pak Asep Cahyadi di KPPN Kendari memang pilihan. Saya amat mengenal mereka yang berasal dari Kanwil XXX DJPBN Jayapura (apalagi jika Ali Maksum juga masuk KPPN Kendari, ya Pak Subasita?). Tapi sedikit masalah di Bidang PA I/II, kehilangan rekan-rekan eks prodip yang selama ini menjadi ujung tombak. Saya mendapat limpahan 5 (lima) orang staf eks KPPN tetapi lebih �gatek� daripada saya. Bahkan ada yang diminta pegang mouse keluar keringat dingin. Selanjutnya, soal rame-rame mengenai database yang digunakan DJPBN. Menurut pendapat saya yang ketinggalan kereta soal �TI�, Mas Ary Nugroho benar tetapi para penyanggahnya juga benar. Sudut pandang saja yang membuat jadi berbeda. Hanya catatan saja, kalau pake Oracle maintain DB-nya harus khusus dan itu sulit dilakukan di kantor-kantor remote area dimana jalur komunikasinya masih jadi kendala. Sementara ini menurut saya MySql lebih pas digunakan. Bukan karena gratisannya, tetapi lebih kepada aspek kemudahan perawatannya. Sebagaimana komentar Pak Hari yang menggarisbawahi pandangan Pak PHK, kita memang harus belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu. Saya sependapat jika dikatakan aplikasi di DJPBN dalam beberapa tahun terakhir ini terkesan diburu-buru pengembangannya, kurang komprehensif. Mungkin saja hal itu disebabkan organisasi kita yang terlalu dinamis sehingga para desainer aplikasi kedodoran mengikutinya. Tetapi, jika dokumentasi desain aplikasi lengkap dan tertata dengan apik, hal ini tidak akan menjadi masalah. Kesan yang tampak, koordinasi antara pembuat program dan pengguna kurang terpadu. Selain itu, pergantian staf yang menangani pengembangan aplikasi, entah itu si pembuat program atau Sang Manajer aplikasi tampaknya belum diikuti dengan serah-terima dokumentasi yang lengkap, tertib dan terpadu. Saya juga sependapat jika aplikasi dikembangkan oleh vendor bertaraf internasional tidak selalu hasilnya lebih baik. Pengalaman membuktikan aplikasi-aplikasi lingkup Dep. Keuangan yang dikembangkan oleh pihak ketiga justru lebih banyak gagalnya. Bahkan beberapa aplikasi dinyatakan �fail� sebelum sempat diimplementasikan. Hal ini terjadi karena pihak ketiga terlalu banyak menghabiskan waktu untuk belajar lebih dahulu mengenai sistem, prosedur dan tatalaksana unit organisasi terkait. Gagasan yang dikemukakan di milis tentang pentingnya peran System Analyst atau tepatnya System Analyst & Designer (SAD) memang perlu mendapat perhatian. Dengan makin canggihnya paket-paket software saat ini tampaknya peran SAD kurang mendapat tempat, aplikasi dikembangkan tambal-sulam dan seperti disampaikan Pak Hari, ada field-field dalam record-file yang tertukar. Khusus menyangkut koordinasi antar unit organisasi (eselon-1), sejak jaman Pak Ali Wardhana menjadi Menteri Keuangan dan menggagas pengembangan Sistem Informasi Keuangan yang terpadu, koordinasi merupakan masalah yang sulit ditembus. Berdirinya PAIK yang diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antar unit-unit organisasi lingkup Dep. Keuangan juga tidak sukses berperan sebagai integrator. Saya berharap, pengembangan MPN dapat menjadi jembatan terkait dengan masalah koordinasi ini. Sebagai penutup, menggarisbawahi apa yang disampaikan Pak Hari, untuk selanjutnya mohon rekan-rekan di DSP tidak tergesa-gesa me-launching program-program baru sebelum dilakukan uji coba yang komprehensif. Oh ya, buat Mas Bambang Supriadi saya ucapkan met datang di milis. Pidan lakar melali ke Kendari, Beli? Terimakasih dan selamat berkarya.
Wassalam, Yangkung > --- antfebria <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> --- In [email protected], "Ary Nugroho" >> <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> > >> > Kenapa tidak memakai database engine yang lebih >> formal, misalnya Oracle >> > SQL Server, ABAP >> > Ada yang bisa memberi penjelasan?? >> > >> > ary >> >> >> yaa mahal toh mas... >> kita khan harus beli, sementara mysql gratisan. >> cukup handal kok... >> maaf... >> >> > > > > > ________________________________________________________ > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo.com/ > ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bagi anda Pelanggan TELKOM di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Nikmati Hari SABTU & MINGGU Anda untuk Internetan dengan tarif murah TelkomNet Instant, CUMA Rp.100/menit ALL IN (termasuk pulsa telepon). Nomor Akses : 080989999 User name: [EMAIL PROTECTED] Password : telkom Ayo buruan, promo ini cuma berlaku sampai 31 Desember 2007
