Assalamualaikum,
Masalah seperti ini sering terjadi, cuma kadangkala
kita heran juga, yang pertama orang itu nekat, yg
kedua pasti ada juga orang-orang yang disekitar kita
terlibat, paling tidak yang ngasih informasi.
Nampaknya registrasi no HP (pra bayar) tidak berjalan
dengan effektif.Yang LEBIH heran lagi (bukan mas
Heran Subagio) masih ada juga yang kena tepuuu!!!
Sebenarnya menurut saya rumusnya mudah saja. Kalau ada
tawaran manis, entah dari siapa dan ujung2 nya minta
duit. Bisa dipastikan itu penipuan!!! Yg saya tidak
mengerti, hari gini apa bener sih ditempat kita untuk
suatu penempatan/jabatan perlu imbalan??? Saya gak
percaya (maklum saya belum pernah punya pengalaman!).
Jadi sebaiknya hal hal semacam itu jangan di percaya!
Wassalam.
Subasita
--- huda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rahman wrote:
> Pak Samsul, kok bisa-bisanya ya tuh orang pake nomor
> fax DJPBN? Apa
> mesin fax itu bebas digunakan oleh pegawai di
> Setditjen? Jangan sampai
> deh ada orang dalam yang tanpa kewenangan/otorisasi
> menggunakan nomor
> tersebut untuk tujuan yang engga-engga.
>
>
> Saya :
> Enggak kok Mas.. Sang penelepon menyebutkan bahwa
> nomor yang bisa
> dihubungi apabila pejabat di daerah memerlukan
> informasi lebih lanjut,
> adalah nomor dimaksud, yang kebetulan (?) adalah
> nomor faks DJPBN.
>
> informasi tambahan, sampai hari ini kasus ini masih
> terulang. Nekat,
> bukan?
>
>
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/