Memang sulit sekali untuk membuat negara ini jadi bener. Untuk urusan nangkepin koruptor saja prestasi aparat kita blom bisa di andalkan. Yg bisa cuma tebang pilih dan kecil2. Yg gedenya blum kesentuh sama sekali krn mungkin sj sdh berhasil berlindung di balik ketiak yg punya kekuasaan. KKN Almarhum mantan presiden Soeharto yg beliau meninggal belum bisa diusut sampai sekarang.
Berat. Emang berat... Ada anekdot menarik soal beratnya ngurusin KKN Soeharto dan kroninya. Konon ada seorang nelayan yang sedang mancing ikan di tengah danau yg dalam. Sudah lama sekali kailnya nggak disentuh oleh ikan. Sedang asyiknya memancing sambil melamun tiba2 dilihatnya ada sebuah botol yg mengapung. Iseng2 diambillah botol tsb. Penasaran dibukalah tutup botol tsb. Mendadak si Nelayan pucat pasi ketakutan karena yg keluar adalah Jin yg jelek. Berperawakan tinggi besar. Kemudian sang Jin tadi berkata: " Hoh.. Hoh ... ! Hai nelayan, beruntung sekali aku ketemu sampeyan. "Kalau Nggak bisa seumur hidup aku terperangkap di botol sialan itu. Sebagai tanda terima kasihku aku beri kau tiga macam permintaan yg pasti akan aku kabulkan." Ujar Si Jin. Setelah hilang rasa takutnya barulah si Nelayan berani mengungkapkan permintaanya. " Okey, Jin yg baik hati, aku akan minta tiga hal padamu. Yang pertama Kembalikan harga BBM seprti dulu lagi yaitu Rp. 1000 seliter, biar akau bisa leluasa berlayar mencari ikan. Mendengar permintaan itu sang Jin pun berujar, Ah.. cetek sekali permintaanmu. Gampang itu. Nanti kalau sdh kembali ke darat kau akan lihat harga BBM pasti sdh sesuai permintaanmu, Trus yg kedua apa? Sang Jin coba menantang. Si Nelayan kembali mengajukan permintaan, " Yang kedua aku menginginkan agar nilai tukar rupiah sama seperti jaman dulu waktu aku masih kecil. Yaitu 1 dolar= Rp 2.500,-." Untuk permintaan yg kedua ini pun dengan mudah dipenuhi oleh Sang Jin. Kemudian si Nelayan kembali mengajukan permintaan yang ketiga alais yg terakhir. Wahai Jin yg baik hati dengarkan permintaan ku yg terakhir, "Aku minta supaya harta yg telah di Korup oleh mantan Presiden Soeharto dan Kroni2nya dikembalikan kepada negara dan semua pelakunya diadili dg seadil2nya." Mendengar permintaan ini buru2 sang Jin tadi kabur dan kembali masuk kedalam botol sambil berujar, "Wah,... wah... wahhh, kalau yg ini aku nggak sanggup deh, mendingan aku kembali masuk botol." --- In [email protected], tardjani Umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yth. Pak Ali > Terlepas valid tidaknya penemuan tersebut, saya > pribadi kurang yakin jika kekayaan itu akan > meningkatkan kemakmuran bangsa dan negara jika sistem > ekonomi yang kita anut kapitalistik seperti sekarang > ini. > Pengelola negara, baik pemerintah maupun DPR lebih > menekankan keselamatan pribadi dan golongan untuk > jangka pendek, yaitu memenangkan pemilu pada 5 tahun > berikutnya. Dan kemenangan ini didukung oleh pemilik > modal sekedar untuk membangun citra bukan untuk > kemakmuran bangsa dan negara. > Mudah-mudahan saja pengamatan saya tidak benar. > > > --- "M. Ali Hanafiah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Dear All, > > > > Dua hari yang lalu tepatnya 12 Februari 2008 Jawa > > Pos menyampaikan berita > > yang mengejutkan, isi lengkapnya bisa dibaca di > > e-mail ini... Pertanyaannya > > adalah : > > 1. Validkah penemuan tersebut? > > 2. Bila iya, akankah kita menjadi negara surplus > > minyak sehingga bisa > > mengurangi beban defisit keuangan negara? > > 3. Akankah kita mampu mengelola sumber daya yang ada > > secara maksimal, supaya > > kesalahan-kesalahan pengelolaan sumber daya alam > > yang salah dimasa lalu > > tidak kembali terulang? Menurutku, we really need > > sovereignty dalam > > pengelolaan SDA... > > > > Do'aku... semoga penemuan ini benar adanya.... > > semoga kita benar mampu > > > tardjani.blogspot.com > > > ____________________________________________________________________________________ > Looking for last minute shopping deals? > Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping >
