Saya yakin, perbedaan dalam proses penilaian kinerja bisa disikapi dengan 
dewasa asalkan ada transparansi dan standar yang jelas.
   
  Saya kira istilah ABS seperti yang ibu sampaikan itu (Bukankah kita (atasan) 
harus senang melihat orang lain (bawahan yang males kerja dan sering bolos) 
senang?) kemungkinan sangat jarang terjadi.
   
  Dalam pengalaman saya, yang sering terjadi adalah (ABS) sikap Asal Bos Senang 
dari para bawahan otomatis akan menghasilkan (abs) asal bawahan senang sehingga 
bisa sama-sama senang. Tentu para miliser sudah tahu atasan dan bawahan yang 
bagaimana yang "sama-sama senang".
   
  Yang kasihan adalah para bawahan yang kaku dan tidak bisa dan tidak terbiasa 
melakukan kegiatan yang membuat Asal Bos Senang (ABS), sehingga otomatis 
atasannya tidak bisa memberikan asal bawahan senang (abs) sebagai balasannya. 
Akibatnya akan bermunculan manajemen by like & dislike, MAC (memilih yang aku 
cuka /suka), dsb.
   
  Mungkin kita perlu menghilangkan dikotomi antara atasan dan bawahan. 
Kedua2nya adalah stakeholdes yang berperan penting pagi kemajuan DJPBN dan 
Depkeu. Keduanya perlu diperhatikan baik manajemennya, remunerasinya, 
kesejahteraannnya dan perlu sama2 dilindungi dari ketidak adilan terutama yang 
dilakukan oleh sistem yang kurang tepat.
   
  Semoga ke depan tidak ada lagi ABS dan abs yang membuat non ABS dan non abs 
menjadi terpinggirkan. Yang ada hanya pegawai yang berintegritas, bernurani, 
dan menganggap menjaga amanah adalah kehormatan yang hakiki.
   
  Mohon maaf bila kurang berkenan:)
   
   
   
  Lastly, sama dengan Pak Irvan, saya juga ragu apakah kita sesungguhnya telah 
siap menerima “perbedaan” dalam proses penilaian kinerja pegawai dengan 
menggunakan KPI kita nanti.  Saya khawatir jangan-jangan KPI yang cocok dengan 
kultur masyarakat kita adalah  “KPI model DP3”  yang penilaiannya 
didasarkan pada prinsip tenggang rasa dan “ewuh pakewuh”  kepada bawahan. 
 Dengan kata lain, KPI model ABS (Asal Bawahan Senang).  Bukankah kita 
(atasan) harus senang melihat orang lain (bawahan yang males kerja dan sering 
bolos) senang? Â Â Â Â Â Â Â Â Â 


       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke