On Mon, 17 Jul 2000, Iman S. H. Suyoto wrote:
o gicu.
> kalo saya pengalaman nginstallin orang-orang pake suse, ya itu, sih.
> mereka sering pengen ngeliat saya nginstallin atau mereka pengen
> dituntun nginstallinnya. ada yang pengennya pake bahasa indonesia,
> tapi malah jadi pusing, gara-gara bahasa indonesianya ancur banget
> (btw, tau ga mas, siapa yang nerjemahin? kacou amat sih bahasanya)
He.he. itu saya yang terjemahin. tapi memang sulit karena akan ada kendala
buat orang yang terbiasa pakai bhsa INggris (pengalaman ttg ini ada di
satu paper di homepage saya).
Kesulitan lainnya adalah :
- Panjang kalimat yang ada terbatas (nggak seperti nerjemahin buku)
- versi 6.3 -- 6.4 terjadi perubahan program sehingga file mengalami
perombakan, sehingga ada beberapa bagian yang masih salah nongolnya
Kesulitan lainnya adalah terminologi yang dipakai dan style, beberap orang
menyukai style santai beberapa orang menyukai style formal
Bagi orang yang belum pernah paham istilah bahasa iNggrisnya memakai
istilah bahasa INdonesia, tak mengalami kesulitan (kami cobakan ke
guru-guru SMK yang belum pernah menginstall)
> nya dua kali, liat bahasa indonesia yang di installer, sama gara-gara
> penasaran katanya ada sax kalo di suse, terus dicobain. itu ualah
> bahasa indonesianya bahasa indonesia bagian mana lagi. sukur berhasil,
> kalo gagal kan bete tiga kali.
Ada problem di locale database. satu ditulsi sebagai in_id (padahal
seharusnya id_id. Dan beberapa program tak mengenali locale Indonesia
(kalau 6.1 seingat saya SAX-nya masih belum Indonesia).
> langsung jalanin sax, eh, luambuatnya amit-amit (berapa sekon, ya? eh,
> maksudnya berapa menit ya?) cuma buat preparasinya aja. kesel, di
> tengah jalan, saya teken reset aja. "ah, udahlah, paling entar fsck",
> i thought. kami tungguin deh tuh fsck. lambaaat juga. udah lah, pake
> XF86Config aja. manual tapi ga bete. baru deh jalan. (dan itu pun
> akhirnya dia bubar jalan ama linuxnya... udah cape-cape diinstallin,
Lambat karena si SAX akan melakukan autodeteksi, sehingga kadang nggak
ketemu card (apalagi card yang nggak jelas "alias busekan"). Sax yang
baru sudah lebih pinter dg database lebih lengkap.
Jadi pada dasarnya program installer di LINUX (misal antara MAndrake,
Caldera, SaX, dll) yang berbeda adalh database monitor, card, keyboard.
Kalau di JErman SAX sangat mulus karena isi databasenya sesuai dg database
card/monitor yang beredar di JErman (distro laiin kalah).
Saya sendiri maish pakai 486 dg WIndowmaker untuk jalanin StarOFfice
(he.h.e. bisa cepet koq...asal tahu tricknya)
IMW
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA
Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.