Betul sekali Pak Yohan, Hanya sayangnya dinegara kita ini Demokrasi yang kelewat mahal itu seringkali pada prakteknya telah berubah menjadi 'DEMOCRAZY'. Pilkada yang berlarut larut, unjuk rasa yang cenderung anarkis adalah bukti nyata dari demokrasi yang telah berubah menjadi democrazy. Banyak yang menghalalkan segala cara dengan dalih demokrasi.
Salam hangat dari Kendari HaBeWe --- In [email protected], yohan gaol <yohang...@...> wrote: > > Memang negara kita kaya sehingga walau masyarkatnya masih banyak yang miskin.. > Disamping Biaya legislator yang mahal setelah terpilih ada lagi biaya yang sangat mahal yaitu penyelenggaraan PEMILU.. > Untuk memilih para Legislator tersebut...kemarin saya menerima DIPA 999 untuk propinsi Jawa tengah mencapai 1 Triliun lebih... > Kalau seluruh indonesia misalkan rata 500 Miliar berarti x 33 Propinsi udah mencapai 16, 5 Triliun. > Nanti setelah legislatif pemilihan Presiden Putaran I barau Putaran 2...berapa biayanya.. > Seperti Pilkada Jatim hampir 1 T..untuk pemilihan Gubernur. > kita bandingkan dengan BLT yang dua Bulan unduk penduduk miskin di seluruh Indonesia i hanya 2 T.. > Tapi ada yang bilang demokrasi itu mahal tapi demokrasi di indonesia sudah luaaaaaaaaar Biasa Mahal.. > Siapa yang salah.. > www.scholarship-ino.org > > > __Kala > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] >

