salam hormat, dalam melihat situasi yang salah, seharusnya ada niatan dan tindakan untuk memperbaikinya... dunia politik selalu dianggap kotor, merusak, dan sia-sia. lalu bagaimana caranya memperbaiki dan membangun demokrasi yang baik itu?
ada yang hanya diam saja, menjadi penonton, takut ikut-ikutan kotor. ada yang keras bersuara dari luar, berharap yang rusak dan kotor itu berubah dengan sendirinya. ada yang ikut berpartisipasi, dan akhirnya menjadi rusak dan kotor. ada yang ikut berpartisipasi, tidak (belum) juga berhasil memperbaiki keadaan. kalu dikaitkan dengan agama, ini lebih rumit lagi... apakah yang ikut berpartisipasi dianggap merusak agama? apakah yang bersuara dari luar lebih terjaga dari kerusakan? saya juga tidak mengerti... :D mohon maaf. "Pada waktu forum prima belum closed pernah dibahas penyakit "Ubuddunia" (Terlalu Cinta Dunia)...." kaya'nya kata "Ubuddunia", kalau ditulis latinnya begitu salah dech :P mungkin "Hubbuddunia" yang benar. maaf. --- In [email protected], I GUSTI SUPARNO <maz_a...@...> wrote: > > Yth. Den_Boedhi, Bung Yohan Gaol, dan Para Milis Forum Prima, > > Pada waktu forum prima belum closed pernah dibahas penyakit "Ubuddunia" (Terlalu Cinta Dunia). Saat ini terbukti bahwa demokrasi teramat mahal penyebabnya... Ubuddunia. Sang "tokoh" berambisi berebut jabatan, sang "akar rumput" takut kelaparan. Kalau semua lapisan telah terjangkit penyakit ini, tunggulah... pasti turun peringatan Allah yang teramat pedih. Dalam berita dapat disaksikan terjadi banjir... tanah longsor... luapan lumpur... gempa... gunung meletus... wabah penyakit... dll... dll. Sayangnya... manusia paling cepat lupa atas peringatan Allah tersebut. > > Reformasi birokrasi yang dicanangkan ibu menteri dan Pimpinan DJPB patut didukung. Semoga azab pedih tidak menimpa DJPB tercinta. Amin... > > Salam jumpa > > Agung Sayuta > > > > > > > > > Betul sekali Pak Yohan, > Hanya sayangnya dinegara kita ini Demokrasi yang kelewat mahal itu > seringkali pada prakteknya telah berubah menjadi 'DEMOCRAZY'. > Pilkada yang berlarut larut, unjuk rasa yang cenderung anarkis adalah > bukti nyata dari demokrasi yang telah berubah menjadi democrazy. > Banyak yang menghalalkan segala cara dengan dalih demokrasi. > > Salam hangat dari Kendari > HaBeWe > > --- In forumpr...@yahoogro ups.com, yohan gaol <yohangaol@ ..> wrote: > > > > Memang negara kita kaya sehingga walau masyarkatnya masih banyak > yang miskin.. > > Disamping Biaya legislator yang mahal setelah terpilih ada lagi > biaya yang sangat mahal yaitu penyelenggaraan PEMILU.. > > Untuk memilih para Legislator tersebut...kemarin saya menerima DIPA > 999 untuk propinsi Jawa tengah mencapai 1 Triliun lebih... > > Kalau seluruh indonesia misalkan rata 500 Miliar berarti x 33 > Propinsi udah mencapai 16, 5 Triliun. > > Nanti setelah legislatif pemilihan Presiden Putaran I barau Putaran > 2...berapa biayanya.. > > Seperti Pilkada Jatim hampir 1 T..untuk pemilihan Gubernur. > > kita bandingkan dengan BLT yang dua Bulan unduk penduduk miskin di > seluruh Indonesia i hanya 2 T.. > > Tapi ada yang bilang demokrasi itu mahal tapi demokrasi di indonesia > sudah luaaaaaaaaar Biasa Mahal.. > > Siapa yang salah.. > > www.scholarship- ino.org > > > > > > __Kala > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? > Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers. yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

