Maaf ikut menimpali saja setelah melihat dua tulisan terakhir mas gus dur
gondes tentang assestment dan komisaris dari birokrat  kok kayaknya pesimis
semua ya..tapi saya mencoba memberi pandangan lain aja kenapa masih ada
pejabat publik yang ditempatin di komisaris?? kalau tentang menambah
penghasilan wallahua'lam deh..tapi kalau dari sisi saham ini baru
pas.seperti diketahui biasanya pemegang saham yang memiliki saham diatas 20%
berhak menempatkan wakilnya didalam manajerial perusahaan..karena hal ini
berkaitan dengan kepentingannya sebagai pemegang saham..ingat dia kan juga
punya hak milik atas perusahaan tersebut.

begitu juga pemerintah yang memiliki saham rata2 diatas 50% di BUMN.maka
pemerintah berhak menempatkan wakilnya disana.kalau Menkeu sebagai bendahara
umum negara maka saham BUMN juga dalam pengeloaannya jadi menkeu berhak
menempatkan wakilnya disana.seandainya mas di BUMN pemerintah gak
menempatkan wakilnya siapa yang akan membela kepentingan pemerintah
disana.maka amannya memang dari birokrasi yang ditempatkan disana, satu hal
lagi mas gus dur menteri hanya menempatkan orang di komisaris sedangkan
Direksinya kebanyakan dari kalangan profesional..kenapa komisaris? karena di
level komisaris bisa memberi pertimbangan ke direksi atau menstop kebijakan
direksi yang dianggap akan merugikan pemerintah..atau malah merugikan
rakyat. sedangkan kebijakan operasioanal dan tetek bengek menjalankan
perusahaan murni di direksi mas. asal mas Gusdur tau ya paling bayaran
komisaris itu masih gede Renumerasinya pak setjen lho..jadi ini masalah
keterwakilan dan hak untuk mengatur perusahaan demi terjaminnya kepentingan
pemerintah mas Gus dur..jadi kata orang jawa jangan asal hantam kromo
aja..di tabayyun dulu sebelum menuduh di nalar dulu sebelum menjudge
seseorang mas.

Kirim email ke