AWW

"Tak mudah memberhentikan seorang PNS (pegawai negeri sipil). Ketika kami
tawarkan program pensiun dini dengan golden handshake, tidak satu orang pun
mengambilnya. Akhirnya, kami putuskan, pegawai yang tidak lulus seleksi ke
KPPN Percontohan akan menjadi guru bantu untuk menolong satuan kerja yang
tidak bisa menyusun laporan keuangan dengan baik"

-------
Mohon maaf, mungkin sedikit konfirmasi mengenai pernyataan penawaran "program 
pensiun dini dengan golden handshake"
Selama saya menjadi pegawai belum pernah ada surat RESMI mengenai program 
tersebut di atas.....
Kalau ada tentu akan sangat dipertimbangkan untuk mengambilnya......
Kalau memang tahap pertama belum ada yang mengambil, mungkin bisa diluncurkan 
tahap kedua untuk program tersebut dan informasinya transparan serta bisa 
sampai ke kami yang ada di ujung Indonesia.......

Apapun yang terjadi, kami di KPPN Percontohan tetap senantiasa konsisten untuk 
mensukseskan REFORMASI BIROKRASI ini, kalupun nantinya bukan kita yang 
menikmati keberhasilan REFORMASI BIROKRASI ini maka semoga anak cucu kita nanti 
yang menikmatinya......
Tetap semangat, kapanpun, dimanapun.....

WWW




________________________________
From: heryanto sijabat <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, August 22, 2009 9:42:48 PM
Subject: [Forum Prima] Baru 37 KPPN Bebas Suap

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/22/06460737/baru.37.kppn.bebas.suap

Sabtu, 22 Agustus 2009 | 06:46 WIB



*JAKARTA, KOMPAS.com* - Departemen Keuangan mengakui, saat ini baru 37
kantor atau 20,7 persen dari 178 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara atau
KPPN yang diyakini bebas dari suap-menyuap. Ke-37 KPPN itu adalah kantor
percontohan yang semua pegawainya hasil perekrutan baru.

”Saat membentuk KPPN Percontohan, kami melakukan seleksi. Pegawai yang sejak
awal ada di kantor itu sebagian besar gagal lolos seleksi sehingga hampir
semua pegawai di kantor percontohan adalah baru. Dari rata-rata 150 pegawai
di satu KPPN, tinggal 50 pegawai di KPPN Percontohan,” ungkap Direktur
Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Herry Purnomo di Jakarta,
Jumat (21/8).

Penegasan ini berkenaan dugaan rendahnya realisasi anggaran stimulus proyek
infrastruktur karena para pemimpin proyek menunda pencairan anggaran dan

Kirim email ke