Waduh, capek dech kalo kader dakwah  ja pada ngeributin sesuatu yang ada nilai 
positifnya.Paling tidak begitulah salah satu cara kang abik cs berdakwah 
melalui budaya ke-islaman.Jadi kita ga usah mpe terlalu meribtkan hal 
tersebt.Menghabiskan tenaga dan energi ja dech, toh masih bnyak lagi urusan 
ummat yang menjadi PR dan tanggung jawb bersama, apalagi kita yang menjadi 
kader dakwah.Yang penting karang mah kita smua mesti mengawal apa aja yang ga 
beres d luar sana, mash bnyak tontnan yang tidak islami dan tdak berpendidikan 
di bioskop2 ato d layar tv rumah kita. Semestinya kita smua harus saling 
menguatkan, agar islam kembli berjaya.Nah, kalo kang abik melakukan dakwah 
melalui budaya, maka kita berdakwah sesuai dg kapasitas kita masing.Subjek juga 
manusia kok akh(betl ga ikhwah akhwat). Jadi barangkali (ana husnuzhan aja), 
para aktifis dakwah ternyata juga butuh tontnan islami dan berpendidikan (he. . 
. 3x meskipun mpe karng ana belum nntn AAC and KCB)
 serta rumah produksi yang islami.Afwan kalo da yg salah, allah a'lam

YAHYA _JOHN wrote: 
>       Buat temen2 yang mo berargument dengan Farizal Boncel dia memang 
> jagonya klo didalm milis. Apalagi masalah dakwah, seluk beluk akhwat, ikhwan, 
> vmj dan sejenisnya. Beliau memang juru dakwah dan @ ikhwan yang sangat 
> perfect bgt ko. Subhanallah tau. Jika apa yg dia liat diluar sana tdk sesuai 
> dgnnya dikatakan menyimpang or sejenisnya. Beliau memang memang hebat. hebat 
> mengkritik suatu kondisi/keadaan yg terjadi. (seharusnya c ngaca juga ya...) 
> YAHYA  MUTTAQIN 
>  e-mail, FS & FB   : john_88distro@ yahoo.com mobile  phone     :  
> 0852-24101896 & 021-94624843 --- Pada Sen, 15/6/09, Farizal FoSSEI 
> <fari...@fossei. org> menulis: Dari: Farizal FoSSEI <fari...@fossei. org> 
> Topik: Re: {FoSSEI} OOT: Sedih Kepada: fos...@yahoogroups. com Tanggal: 
> Senin, 15 Juni, 2009, 9:33 PM 
>       hmm... saya gak menyalahkan kang Abik ato mas Umam atas pembuatan 
> film-nya... saya juga gak menyalahkan bahwa dakwah itu lewat jalur mana saja 
> termasuk dalam seni (nasyid, film, teater), toh saya pun sering bermain 
> teater dan film (kalo gak percaya, buka http://www.youtube. com/watch? 
> v=WEUs_qSNHug ajah. ada sedikit cuplikan film saya ..hihi... narsis) 
>  nah.. yang saya sedih, kenapa film yang sedianya ditujukan untuk objek 
> dakwah malah dinikmati oleh para subjek dakwah? terus yang jadi objek dakwah 
> kemana? space kursi yang sedianya disediakan untuk mereka yang membutuhkan 
> cahaya Islam malah diisi oleh para dai, ust dan pendakwah lainnya... lalu 
> kemana orang2 yang menjadi target dakwah? 
> Lantas, kita pun (para subjek dakwah) turut bersibuk ria ngantri tiket, 
> khalwat dengan yang bukan mahram, melalaikan waktu sholat, dsb.... Jadi lucu 
> bukan? Mirip juga kasusnya dengan kita (FoSSEI) berdakwah ekonomi Islam atau 
> menggelar seminar. Target peserta yang sedianya mereka yang belum faham 
> ekonomi Islam, mereka2 yang masih awam, mereka-mereka yang ingin belajar 
> ekonomi Islam lebih dalam, akan tetap yang hadir adalah mereka2 yang nyata2 
> sudah faham ekonomi Islam, sudah ngerti, dan sudah ngelotok thd materi2 
> ekis... 
> Jadi dakwah seperti apa yang kita seru? Pada 15 Juni 2009 21:32, iqbal faisol 
> < faisol_iqbal@ yahoo.com > menulis: 
> aslm.afwan.bukannya menggurui.tapi apa salah dakwah lewat berbagai 
> jalur?bagaimana kah menurut mas fahrizal dengan dakwah itu sendiri?saya sedih 
> sendiri ketika ada pemikiran yang mengarah ke hal2 yang dianggap negatif, 
> padahal kang habib sudah berusaha, klo antum membaca novel dan membandingkan 
> dengan filmnya insyaAllah ada yang tidak dibuat difilm tapi ada di novel. 
> kenapa antum ngritiknya sekarang,kenapa tidak ayat2 cinta yang nyata2 filmnya 
> tidak islami.WHY>>>>> 
>  --- On Sun, 6/14/09, Muizzuddin Akh < cak_m...@yahoo. co.id > wrote: From: 
> Muizzuddin Akh < cak_m...@yahoo. co.id > 
> Subject: {FoSSEI} OOT: Sedih To: fos...@yahoogroups.. com Date: Sunday, June 
> 14, 2009, 9:44 PM 
>  Assalamulaikum 
>  Saya lebih sepakat dengan mengambil hikmah yang ada, kenapa kita mesti 
> "meributkan" hal ini, kalau pun ada yang salah dari ke semuanya saya pikir 
> kenapa kita tidak melihat ada sisi yang "baik", memang yang terjadi pada kita 
> adalah : kita sering kali melihat adanya tetasan tinda di selembar kertas, 
> kemudian yang terlihat adalah noda itu sendiri, bukan melihat sisi kertas 
> yang tidak terkena oleh noda. 
>    
>  Mengenai "qiyadah kita", dudu...., saya jadi tambah bingung dengan yang 
> comment gtuan, ya...mungkin ilmu saya gak sampai ke sana, tapi yang jelas, di 
> milist ini bukan forum untuk mengkritisi qiyadah bagi negeri ini, gak jelas 
> juga...kenapa gak langsung dibicarakan atau disharingkan dengan yang dianggap 
> "qiyadah" seperti itu, yang kemudian ini yang dinamakan dengan NAJWAH!!!, klu 
> gak salah (tlg dikoreksi). 
>    
>  Najwah adalah mengkritisi sesuatu yang tidak pada "tempatnya", yang terjadi 
> saat ini adalah, "sarana komunikasi" yang kita miliki, tidak ditempatkan 
> kepada yang ingin tuju, yang kemudian terjadi adalah "semua dibuat risau 
> dengan masalah ini", afwan jiddan, semoga kita sama2 terus untuk menjadi 
> lebih baik, berlomba untuk memberikan kontribusi, meluruskan ketika memang 
> ada hal yang salah, dan bersama ketika kita mengusung kebenaran. 
>    
>  Dakwah ini akan selamanya tetap kokoh..., karena Allah yang akan menjaganya 
> dengan mengirimkan generasi-generasi terbaik!!! 
>  Wassalamu'alaikum Wr.Wb Atas nama pribadi (Mu'izzuddin /085669488904) 
>    
>    
>    
>    
>    
>  --- Pada Ming, 14/6/09, Sambodo Pugo <pugosambodo@ yahoo.com > menulis: 
>  Dari: Sambodo Pugo <pugosambodo@ yahoo.com > Topik: Trs: {FoSSEI} OOT: Sedih 
> Kepada: "fossei Indonesia" <fos...@yahoogroups. com> 
> Tanggal: Minggu, 14 Juni, 2009, 2:19 AM 
>    
>  Adakah yang salah dari film tersebut? argumennya?  
>  ----- Pesan Diteruskan ---- Dari: Farizal FoSSEI <fari...@fossei. org> 
>  Kepada: fos...@yahoogroups. com Terkirim: Sabtu, 13 Juni, 2009 00:01:09 
> Topik: {FoSSEI} OOT: Sedih 
>  Sedih... melihat banyak aktivis dakwah yang sedianya mereka mengisi pekanan, 
> membahas qadayatul ummah, hadir dalam tastqif2 bulanan, mengumpulkan infaq 
> untuk saudara2 di Palestina, mengafalkan hadist arbain, menghatamkan tilawah 
> qur'an, membedah risalah pergerakan-nya hasan al banna, mereka malah 
> berbondong-bondong ikut larut dan terkontaminasi dalam demam 'cinta yang 
> katanya bertasbih... ' 
>  parahnya lagi, tidak hanya akar rumput saja yang ikut2an demam ini.. tapi 
> para murobbi dan qiyadah yang udah bertahun2 tarbiyah pun ikut2an demam 
> ini.... apakah kesalahan bisa dilakukan berjamaah? apakah ini yang dinamakan 
> 'robohnya dakwah di tangan da'i? 
>  ah... tak habis fikir.... -- FARIZAL ALBONCELLI Blog: http://farizal- 
> alboncelli. blogspot. com/ 
> FS: farizal.info @ yahoo.com mobile: 021 950 42948 
>  Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 
>         Berselancar lebih cepat. 
>  Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 
> halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! 
> (Gratis) 
>  -- FARIZAL ALBONCELLI Blog: http://farizal- alboncelli. blogspot. com/ FS: 
> farizal.info @ yahoo.com 
> mobile: 021 950 42948 
>        Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih.   Rasakan bedanya! 
>      



      

Kirim email ke