By Republika Newsroom Senin, 24 Agustus 2009 JAKARTA--Perpindahan sumber daya manusia (SDM) antarbank syariah saat ini dirasakan cukup tinggi. Hal tersebut diakibatkan lemahnya pengkaderan untuk mengimbangi percepatan pertumbuhan perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Veithzal Rivai. Ia mengutarakan seharusnya pembajakan tidak akan terjadi bila kaderisasi dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga mampu memenuhi percepatan pertumbuhan berbagai bidang usaha. ”Untuk pengkaderan ini lembaga-lembaga tersebut menghadapi kendala karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Veithzal, Senin (24/8). Bila pengkaderan tersebut dipercayakan kepada lembaga training profesional yang khusus untuk materi bisnis Islam, tuturnya, jumlah lembaga penyelenggaranya pun sangat terbatas. Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program bisnis atau ekonomi Islam, jumlahnya relatif sedikit serta kurikulum yang digunakan pun tertinggal jauh dibandingkan kepesatan pertumbuhan bisnisnya. Veithzal menjelaskan pembentukan manusia sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan untuk bisnis ekonomi Islam memerlukan waktu relatif lama. Selain itu perlu perencanaan yang baik sehingga pada waktunya dapat memenuhi kebutuhan SDM untuk lembaga tersebut. Karenanya, lanjut dia, diperlukan penyiapan SDM ekonomi Islam sejak dini melalui pembukaan program atau bahkan perguruan tinggi ekonomi Islam. Selain itu, lanjutnya, perguruan tinggi ekonomi Islam juga hendaknya menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya atau lembaga bisnis, sehingga dapat mensinergikan antara praktik dan teori ekonomi Islam. Berbagai temu ilmiah, lokakarya, seminar, riset dan studi banding juga diperlukan, termasuk melengkapi perguruan tinggi dengan laboratorium, pusat kajian, jasa konsultasi gratis, menerbitkan jurnal ataupun media komunikasi. gie/rif http://zanikhan.multiply.com/profile

