ass. mikum, salam, maaf ikut nimbrung juga.,., Sebenarnya bajak-bajakan SDM sudah menjadi hal yang wajr di lembaga-lembaga finansial, termasuk bank syari'ah., benar kaderisasi itu penting, namun yang paling penting yaitu penanaman sikap loyalitas pada pegawai. satu hal yang saya sempat pelajari dari beberapa orang yang sukses, yaitu : mencari orang yang handal itu mudah, karena saat ini banyak sumber daya manusia yang dapat diserap untuk bekerja ( setidaknya tinggal milih aja, mana yang bagus) tapi, cari orang loyal itu sangat sulit<yaa silahkan buktikan., jika seorang pegawai bank x dengan gajih 3 jt/bln ditawari oleh bank y gajih 5 jt/bln dengan isisn kontrak sama? secara naluri 80% kemungkinan pegawai itu pindah ke bank y. nahhhhhhh!!!!! ini sebenarnya yang membedakan lulusan2 dari ekonomi syari'ah/islam dengan lulusan dari jurusan lain.(tanpa mendeskriditkan lulusan lain). hal yang menjadi pembeda adalah persepsi dan prinsip hidup yang dipunyai oleh lulusan Eko islam dengan lulusan lainnya ialah masalah duniawi.,.dan ini jarang diperhatikan oleh bank2 syari'ah yang seringkali tidak percaya dengan kemampuan-kemampuan lulusan ekonomi islam..
to be countinue --- On Tue, 9/1/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls: {FoSSEI} Regenerasi SDM Bank Syariah Lemah To: [email protected] Date: Tuesday, September 1, 2009, 7:31 AM Aslmk. Saya coba urun rembug dikit ya. Utk menerima pegawai, ada tes. Tentunya bank syariah punya kriteria tertentu utk msg2 posisi. Lulusan ekonomi islam belum tentu hasil tesnya lebih baik dr lulusan jurusan lain. Kan ada aspek2 yg dipentingkan. Misalnya, customer service, butuh orang berpribadi ramah, melayani, sosialnya bagus. Kadang yg memenuhi hal ini bisa dtg dr jurusan lain. Utk posisi lain, mungkin butuh orang yg mampu bekerja keras dibawah tekanan dan bisa memecahkan solusi. Sekedar usulan. Sebaiknya lulusan ekonomi islam yg fresh graduate ikut tes potensi akademik atau psikotes spy mereka tau apa potensi mereka. Bisa jadi lulusan akuntansi syariah ternyata punya potensi di customer service atau yg lain. Mhn maaf bila kurang berkenan. Waslmk. Erwin FS Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !From: Zahra FOSSEI Date: Mon, 31 Aug 2009 08:10:40 -0700 (PDT) To: <fos...@yahoogroups. com> Subject: Bls: {FoSSEI} Regenerasi SDM Bank Syariah Lemah Assalamu'alaykum, .Wr,.Wb,. .. Menarik, cukup menarik. Karena saya perhatikan dari milis ke milis, bapak sadeli zaekhan selalu menginfokan berita yang ada di republika tentang perkembangan ekonomi syariah terkini. Hal ini sangat membantu dalam menambah tsaqofah, terutama bagi orang seperti saya yang lebih tertarik baca lewat milis dibandingkan melalui koran. Berbicara SDM bank syari'ah, terkadang memunculkan ironi tersendiri. Karena sebagian besar SDM yang ada, justru dari perguruan tinggi yang tidak ada kaitannya dengan perbankan, tambah2 perbankan syariah. Bisa dikatakan sangat minim. Coba aja survey!!! (kebetulan saya sudah melakukan survey, dengan mengamati langsung melalui magang di 3 bank syariah yang berbeda). Hasil pengamatan menunjukkan, hanya sebagian kecil saja dari SDM Bank Syari'ah tersebut yang direkrut sesuai dengan bidang yang digelutinya ketika di banku kuliah) Bukannya kekurangan SDM (toh perguruan tinggi dengan jurusan ekonomi islam saat ini sudah menggelabrah dimana2), hanya sepertinya mereka lebih percaya pada yang bukan bidangnya. Atau, justru yang bukan bidangnya itu justru yang lebih kompeten???? Sebagian Bank Syariah saat ini lebih mempercayakan SDM-nya pada lembaga outsourcing. Mereka berasumsi, bahwa dengan memberikan sedikit training saja, maka yang tadinya tidak paham akan konsep perbankan Syariah, akan menjadi paham dengan cepat. Namun apa yang terjadi, di salah satu bank yang pernah saya melakukan magang, salah seorang CS terjebak dengan pertanyaan nasabah yang menanyakan: "berapa jumlah bunga yang akan saya dapatkan pak?" "Bunga yang akan didapatkan bapak adalah...... ......" Yups, sekali lagi ada yang perlu diperbaiki nich., Harusnya CS bisa mengklarifikasi apa yang ditanyakan nasabah dan langsung dengan tanggap menjelaskan tentang konsep bagi hasil, bukan bunga. Berdasarkan hal tersebut maka untuk saat ini saya masih berasumsi, bahwasanya sebagian bank syariah saat ini belum begitu percaya dengan perguruan tinggi ekonomi Islam, meskipun perguruan tinggi tersebut telah mencoba mensinergikan antara praktik dan teori ekonomi islam di perguruan tersebut dengan berbagai temu ilmiah, lokakarya, seminar, riset dan studi banding juga diperlukan, termasuk melengkapi perguruan tinggi dengan laboratorium, pusat kajian, jasa konsultasi gratis, menerbitkan jurnal ataupun media komunikasi. Saat ini, banyak dari bank syariah yang lebih mempercayakan SDM-nya melalui lembaga outsoucing. Dengan begitu, bank akan dengan mudah melakukan pemberhentian karyawan yang dianggap sudah tidak layak lagi, dan minta ganti kepada lembaga outsourcing tersebu dengn cepat. bank juga akan mendapatkan SDM yang masih muda2, cantik2, tampan2 untuk ditempatkan di front liner tapa melihat background dari SDM tersebut. Itulah yang saat ini saya amati,... Teman2 bisa membuktikan langsung dengan mewawncarai background jurusan perguruan tinggi beberapa SDM di beberapa bank Syariah saat ini. BUKTIKAN!!!! Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mobile : 085292747168 Email : zahra_...@yahoo. co.id SEMANGAT!!! PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!! ALLAHU AKBAR!!! --- Pada Rab, 26/8/09, SADELI ZANIKHAN <sadeli_zani@ yahoo.com> menulis: Dari: SADELI ZANIKHAN <sadeli_zani@ yahoo.com> Judul: {FoSSEI} Regenerasi SDM Bank Syariah Lemah Kepada: "zanikhan admin" <ad...@zanikhan. multiply. com>, "fossei group" <fos...@yahoogroups. com> Tanggal: Rabu, 26 Agustus, 2009, 1:58 PM By Republika Newsroom Senin, 24 Agustus 2009 JAKARTA--Perpindaha n sumber daya manusia (SDM) antarbank syariah saat ini dirasakan cukup tinggi. Hal tersebut diakibatkan lemahnya pengkaderan untuk mengimbangi percepatan pertumbuhan perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya. Hal tersebut diungkapkan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Veithzal Rivai. Ia mengutarakan seharusnya pembajakan tidak akan terjadi bila kaderisasi dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga mampu memenuhi percepatan pertumbuhan berbagai bidang usaha. ”Untuk pengkaderan ini lembaga-lembaga tersebut menghadapi kendala karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Veithzal, Senin (24/8). Bila pengkaderan tersebut dipercayakan kepada lembaga training profesional yang khusus untuk materi bisnis Islam, tuturnya, jumlah lembaga penyelenggaranya pun sangat terbatas. Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program bisnis atau ekonomi Islam, jumlahnya relatif sedikit serta kurikulum yang digunakan pun tertinggal jauh dibandingkan kepesatan pertumbuhan bisnisnya. Veithzal menjelaskan pembentukan manusia sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan untuk bisnis ekonomi Islam memerlukan waktu relatif lama. Selain itu perlu perencanaan yang baik sehingga pada waktunya dapat memenuhi kebutuhan SDM untuk lembaga tersebut. Karenanya, lanjut dia, diperlukan penyiapan SDM ekonomi Islam sejak dini melalui pembukaan program atau bahkan perguruan tinggi ekonomi Islam. Selain itu, lanjutnya, perguruan tinggi ekonomi Islam juga hendaknya menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya atau lembaga bisnis, sehingga dapat mensinergikan antara praktik dan teori ekonomi Islam. Berbagai temu ilmiah, lokakarya, seminar, riset dan studi banding juga diperlukan, termasuk melengkapi perguruan tinggi dengan laboratorium, pusat kajian, jasa konsultasi gratis, menerbitkan jurnal ataupun media komunikasi. gie/rif http://zanikhan. multiply. com/profile Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!

