Aslmk. Saya coba urun rembug dikit ya. 

Utk menerima pegawai, ada tes. Tentunya bank syariah punya kriteria tertentu 
utk msg2 posisi. Lulusan ekonomi islam belum tentu hasil tesnya lebih baik dr 
lulusan jurusan lain. Kan ada aspek2 yg dipentingkan. Misalnya, customer 
service, butuh orang berpribadi ramah, melayani, sosialnya bagus. Kadang yg 
memenuhi hal ini bisa dtg dr jurusan lain. 

Utk posisi lain, mungkin butuh orang yg mampu bekerja keras dibawah tekanan dan 
bisa memecahkan solusi. 

Sekedar usulan. Sebaiknya lulusan ekonomi islam yg fresh graduate ikut tes 
potensi akademik atau psikotes spy mereka tau apa potensi mereka. Bisa jadi 
lulusan akuntansi syariah ternyata punya potensi di customer service atau yg 
lain. 

Mhn maaf bila kurang berkenan.

Waslmk.

Erwin FS

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Zahra FOSSEI <[email protected]>

Date: Mon, 31 Aug 2009 08:10:40 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: {FoSSEI} Regenerasi SDM Bank Syariah Lemah


Assalamu'alaykum,.Wr,.Wb,...

Menarik, cukup menarik. Karena saya perhatikan dari milis ke milis, bapak 
sadeli zaekhan selalu menginfokan berita yang ada di republika tentang 
perkembangan ekonomi syariah terkini. Hal ini sangat membantu dalam menambah 
tsaqofah, terutama bagi orang seperti saya yang lebih tertarik baca lewat milis 
dibandingkan melalui koran.

Berbicara SDM bank syari'ah, terkadang memunculkan ironi tersendiri. Karena 
sebagian besar SDM yang ada, justru dari perguruan tinggi yang tidak ada 
kaitannya dengan perbankan, tambah2 perbankan syariah. Bisa dikatakan sangat 
minim. Coba aja survey!!! (kebetulan saya sudah melakukan survey, dengan 
mengamati langsung melalui magang di 3 bank syariah yang berbeda). Hasil 
pengamatan menunjukkan, hanya sebagian kecil saja dari SDM Bank Syari'ah 
tersebut yang direkrut sesuai dengan bidang yang digelutinya ketika di banku 
kuliah)
Bukannya kekurangan SDM (toh perguruan tinggi dengan jurusan ekonomi islam saat 
ini sudah menggelabrah dimana2), hanya sepertinya mereka lebih percaya pada 
yang bukan bidangnya. Atau, justru yang bukan bidangnya itu justru yang lebih 
kompeten????

Sebagian Bank Syariah saat ini lebih mempercayakan SDM-nya pada lembaga 
outsourcing. Mereka berasumsi, bahwa dengan memberikan sedikit training saja, 
maka yang tadinya tidak paham akan konsep perbankan Syariah, akan menjadi paham 
dengan cepat. Namun apa yang terjadi, di salah satu bank yang pernah saya 
melakukan magang, salah seorang CS terjebak dengan pertanyaan nasabah yang 
menanyakan:
"berapa jumlah bunga yang akan saya dapatkan pak?"
"Bunga yang akan didapatkan bapak adalah............"
Yups, sekali lagi ada yang perlu diperbaiki nich., Harusnya CS bisa 
mengklarifikasi apa yang ditanyakan nasabah dan langsung dengan tanggap 
menjelaskan tentang konsep bagi hasil, bukan bunga.

Berdasarkan hal tersebut maka untuk saat ini saya masih berasumsi, bahwasanya 
sebagian bank syariah saat ini belum begitu percaya dengan perguruan tinggi 
ekonomi Islam, meskipun perguruan tinggi tersebut telah mencoba mensinergikan 
antara praktik dan teori ekonomi islam di perguruan tersebut dengan berbagai 
temu ilmiah, lokakarya, seminar, riset dan studi banding juga
diperlukan, termasuk melengkapi perguruan tinggi dengan laboratorium,
pusat kajian, jasa konsultasi gratis, menerbitkan jurnal ataupun media
komunikasi. 

Saat ini, banyak dari bank syariah yang lebih mempercayakan SDM-nya melalui 
lembaga outsoucing. Dengan begitu, bank akan dengan mudah melakukan 
pemberhentian karyawan yang dianggap sudah tidak layak lagi, dan minta ganti 
kepada lembaga outsourcing tersebu dengn cepat. bank juga akan mendapatkan SDM 
yang masih muda2, cantik2, tampan2 untuk ditempatkan di front liner tapa 
melihat background dari SDM tersebut. Itulah yang saat ini saya amati,...
Teman2 bisa membuktikan langsung dengan mewawncarai background jurusan 
perguruan tinggi beberapa SDM di beberapa bank Syariah saat ini. 

BUKTIKAN!!!!






Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti  ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  Mobile : 
085292747168  Email   : [email protected]  SEMANGAT!!!  PRIBADI 
TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!  ALLAHU AKBAR!!!  

--- Pada Rab, 26/8/09, SADELI ZANIKHAN <[email protected]> menulis:

Dari: SADELI ZANIKHAN <[email protected]>
Judul: {FoSSEI} Regenerasi SDM Bank Syariah Lemah
Kepada: "zanikhan admin" <[email protected]>, "fossei group" 
<[email protected]>
Tanggal: Rabu, 26 Agustus, 2009, 1:58 PM






 




    
                  By Republika Newsroom

                                        Senin, 24 Agustus 2009
JAKARTA--Perpindaha n sumber daya manusia (SDM) antarbank syariah saat
ini dirasakan cukup tinggi. Hal tersebut diakibatkan lemahnya
pengkaderan untuk mengimbangi percepatan pertumbuhan perbankan ataupun
lembaga keuangan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua
Masyarakat Ekonomi Syariah, Veithzal Rivai. Ia mengutarakan seharusnya
pembajakan tidak akan terjadi bila kaderisasi dilaksanakan secara
berkesinambungan, sehingga mampu memenuhi percepatan pertumbuhan
berbagai bidang usaha. ”Untuk pengkaderan ini lembaga-lembaga tersebut
menghadapi kendala karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan untuk
menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan
kebutuhan,” kata Veithzal, Senin (24/8).

Bila pengkaderan
tersebut dipercayakan kepada lembaga training profesional yang khusus
untuk materi bisnis Islam, tuturnya, jumlah lembaga penyelenggaranya
pun sangat terbatas. Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan
tinggi yang menyelenggarakan program bisnis atau ekonomi Islam,
jumlahnya relatif sedikit serta kurikulum yang digunakan pun tertinggal
jauh dibandingkan kepesatan pertumbuhan bisnisnya.

Veithzal
menjelaskan pembentukan manusia sesuai dengan kualifikasi yang
dibutuhkan untuk bisnis ekonomi Islam memerlukan waktu relatif lama.
Selain itu perlu perencanaan yang baik sehingga pada waktunya dapat
memenuhi kebutuhan SDM untuk lembaga tersebut. Karenanya, lanjut dia,
diperlukan penyiapan SDM ekonomi Islam sejak dini melalui pembukaan
program atau bahkan perguruan tinggi ekonomi Islam.

Selain itu,
lanjutnya, perguruan tinggi ekonomi Islam juga hendaknya menjalin kerja
sama dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya atau lembaga bisnis,
sehingga dapat mensinergikan antara praktik dan teori ekonomi Islam.
Berbagai temu ilmiah, lokakarya, seminar, riset dan studi banding juga
diperlukan, termasuk melengkapi perguruan tinggi dengan laboratorium,
pusat kajian, jasa konsultasi gratis, menerbitkan jurnal ataupun media
komunikasi. gie/rif  
 http://zanikhan. multiply. com/profile





      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke