Kalau di FB, sudah saya kasi jempol nih... memang menarik mendiskusikan perbedaan ekonomi Islam dgn yg konvensional...
2010/3/20 Adrian FUrkani <[email protected]> > > > Kemaren malamkembali saya mendapatkan pertanyaan yang sering saya > dengar/dapatkan > *emang ekonomi islam sama yang biasa (konvensional)beda yah???* > > saya berusaha menghimpun seluruh ilmu yang telah saya dapatkan untuk dapat > saya jelaskan secara ilmiah tapi dalam waktu singkat... > maka sayapun menjawab > Ada hal-hal mendasar dalam ekonomi islam yang sangat berbeda dengan ekonomi > konvensional tapi juga ada beberapa yang juga sama > Contoh *pertama*, hal mendasar adalah *definisi rationality dalam ekonomi > konvensional dengan ekonomi islam* > Dalam ekonomi konvensional, rationality didefinisikan "prinsip utama ilmu > ekonomi adalah bahwa setiap agen (pelaku) digerakkan hanya oleh kepentingan > diri sendiri (*self interest*), di mana produsen hendak memaksimumkan > keuntungan dan konsumen hendak memaksimumkan utiliti" (Edgeworth) atau > bermakna rasionaliti didefinisikan sebagai tindakan manusia dalam memenuhi > keperluan hidupnya yaitu memaksimumkan kepuasan atau keuntungan senantiasa > berdasarkan pada keperluan (need) dan keinginan-keinginan (want) yang > digerakkan oleh akal yang sehat dan tidak akan bertindak secara sengaja > membuat keputusan yang bisa merugikan kepuasan atau keuntungan mereka. > Menurut ilmu ekonomi konvensional, sesuai dengan pahamnya tentang rational > economics man, tindakan individu rasional adalah tertumpu kepada kepentingan > diri sendiri (self interest) sedangkan dalam ekonomi islam Dalam ekonomi > Islam, tindakan rasional termasuklah memperoleh kepuasan atau keuntungan > atau mashlahah dalam ekonomi dan rohani baik di dunia maupun di > akhirat.Rationality dalam ekonomi islam bermakna: > • Konsisten dalam pilihan ekonomi > • Content pilihan tidak mengandungi konten terlarang misalnya berupa > haram, berlebih-lebihan, mubazir, mudarat kepada masyarakat (taat kepada > rules Allah) > • Memperhatikan faktor eksternal seperti kebaikan hati (altruism) yang > sebenar, interaksi sosial yang mesra. > > > Yang kedua, dalam *ekonomi konvensional uang adalah komoditi, barang dan > dapat diperjualbelikan* > sedangakan dalam e*konomi islam uang bukanlah komiditi yang dapat > diperjualbelikan, uang adalah alat transaksi*. Dan ada sebuah teori di > ekonomi islam yang menyatakan *Money is Flow (beredar)* > > Ketiga Berdasarkan teori Money is Flow, teori zakat dan rationality dalam > ekonomi islam serta teori PDB maka saya membuat kesimpulan atau saya membuat > sebuah teori sementara atau hipotesislah (coz hipotesis kan masih bisa > dirubah ntar): > Berdasarkan ratioanlity dalam ekonomi konvensional, zakat (atau membantu > orang yang membutuhkan) bukanlah hal yang rasional Sedangkan dalam ekonomi > islam zakat adalah rasional > > - Teori zakat > > contoh zakat penghasilan yang dibayarkan ketika pendapatan mencapai nisab > tertentu, yang mana pendapatannya itu adalah sisa dari kebutuhan pokoknya > (karena itulah dalam kalkulator-kalkulator zakat yang ada saat ini ada kolom > harga emas untuk menentukan nisab, ada kolom pendapatan dan ada kolom > pengeluaran kebutuhan pokok). Dalam teori zakat, ia wajib mengeluarkan 2,5% > dari hartanya tersebut. Seandainya ia memang tidak mau mengeluarkan zakat, > ia bisa memilih opsi lain yakni dengan cara menginvestasikan uangnya > > - Teori PDB > > Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto, atau > Gross Domestic Product. > Yang mana PDB ini dilihat dari 3 pendekatan yaitu pendekatan konsumsi, > income dan produksi > > 1. Jika seseorang lebih memilih berzakat daripada menginvestasikan uangnya, > maka ia wajib memberikannya kepada orang yang tidak mampu. Sehingga daya > beli kalangan fakir miskin akan bertambah yang akan menaikkan jumlah nominal > PDB baik dari sisi konsumsi (karena adanya penambahan daya beli masyarakat > fakir miskin) maupun dari sis pendapatan (karena bertambahnya daya beli maka > pendapatan produsenpun bertambah) > 2. Jika ia lebih memilih menginvestasikan uangnya, maka PDB pun akan > bertambah dari sisi bertambahnya jumlah produksi > > > Mungkin kelihatannya panjang tapi penjelasannya gak nyampe 5 menit... > Ini baru sekedar saya membahas tentang beberapa perbedaan teori dasar, saya > belum memasuki pembahasan mengenai lembaga keuangannya yang tentu lebih > menarik untuk dikaji > > -- -Farisah Amanda (ica)-

