dukung Adrian untuk Koreg Jogja 2010,,,hehehehehe --- On Sat, 3/20/10, Farisah Amanda (ica) <[email protected]> wrote:
From: Farisah Amanda (ica) <[email protected]> Subject: Re: {FoSSEI} pertanyaan aja To: [email protected] Date: Saturday, March 20, 2010, 5:04 PM Kalau di FB, sudah saya kasi jempol nih... memang menarik mendiskusikan perbedaan ekonomi Islam dgn yg konvensional. .. 2010/3/20 Adrian FUrkani <rianfrq1608@ yahoo.com> Kemaren malamkembali saya mendapatkan pertanyaan yang sering saya dengar/dapatkan emang ekonomi islam sama yang biasa (konvensional) beda yah??? saya berusaha menghimpun seluruh ilmu yang telah saya dapatkan untuk dapat saya jelaskan secara ilmiah tapi dalam waktu singkat... maka sayapun menjawab Ada hal-hal mendasar dalam ekonomi islam yang sangat berbeda dengan ekonomi konvensional tapi juga ada beberapa yang juga sama Contoh pertama, hal mendasar adalah definisi rationality dalam ekonomi konvensional dengan ekonomi islam Dalam ekonomi konvensional, rationality didefinisikan "prinsip utama ilmu ekonomi adalah bahwa setiap agen (pelaku) digerakkan hanya oleh kepentingan diri sendiri (self interest), di mana produsen hendak memaksimumkan keuntungan dan konsumen hendak memaksimumkan utiliti" (Edgeworth) atau bermakna rasionaliti didefinisikan sebagai tindakan manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya yaitu memaksimumkan kepuasan atau keuntungan senantiasa berdasarkan pada keperluan (need) dan keinginan-keinginan (want) yang digerakkan oleh akal yang sehat dan tidak akan bertindak secara sengaja membuat keputusan yang bisa merugikan kepuasan atau keuntungan mereka. Menurut ilmu ekonomi konvensional, sesuai dengan pahamnya tentang rational economics man, tindakan individu rasional adalah tertumpu kepada kepentingan diri sendiri (self interest) sedangkan dalam ekonomi islam Dalam ekonomi Islam, tindakan rasional termasuklah memperoleh kepuasan atau keuntungan atau mashlahah dalam ekonomi dan rohani baik di dunia maupun di akhirat.Rationality dalam ekonomi islam bermakna: • Konsisten dalam pilihan ekonomi • Content pilihan tidak mengandungi konten terlarang misalnya berupa haram, berlebih-lebihan, mubazir, mudarat kepada masyarakat (taat kepada rules Allah) • Memperhatikan faktor eksternal seperti kebaikan hati (altruism) yang sebenar, interaksi sosial yang mesra. Yang kedua, dalam ekonomi konvensional uang adalah komoditi, barang dan dapat diperjualbelikan sedangakan dalam ekonomi islam uang bukanlah komiditi yang dapat diperjualbelikan, uang adalah alat transaksi. Dan ada sebuah teori di ekonomi islam yang menyatakan Money is Flow (beredar) Ketiga Berdasarkan teori Money is Flow, teori zakat dan rationality dalam ekonomi islam serta teori PDB maka saya membuat kesimpulan atau saya membuat sebuah teori sementara atau hipotesislah (coz hipotesis kan masih bisa dirubah ntar): Berdasarkan ratioanlity dalam ekonomi konvensional, zakat (atau membantu orang yang membutuhkan) bukanlah hal yang rasional Sedangkan dalam ekonomi islam zakat adalah rasional Teori zakatcontoh zakat penghasilan yang dibayarkan ketika pendapatan mencapai nisab tertentu, yang mana pendapatannya itu adalah sisa dari kebutuhan pokoknya (karena itulah dalam kalkulator-kalkulat or zakat yang ada saat ini ada kolom harga emas untuk menentukan nisab, ada kolom pendapatan dan ada kolom pengeluaran kebutuhan pokok). Dalam teori zakat, ia wajib mengeluarkan 2,5% dari hartanya tersebut. Seandainya ia memang tidak mau mengeluarkan zakat, ia bisa memilih opsi lain yakni dengan cara menginvestasikan uangnya Teori PDBSalah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto, atau Gross Domestic Product. Yang mana PDB ini dilihat dari 3 pendekatan yaitu pendekatan konsumsi, income dan produksi 1. Jika seseorang lebih memilih berzakat daripada menginvestasikan uangnya, maka ia wajib memberikannya kepada orang yang tidak mampu. Sehingga daya beli kalangan fakir miskin akan bertambah yang akan menaikkan jumlah nominal PDB baik dari sisi konsumsi (karena adanya penambahan daya beli masyarakat fakir miskin) maupun dari sis pendapatan (karena bertambahnya daya beli maka pendapatan produsenpun bertambah) 2. Jika ia lebih memilih menginvestasikan uangnya, maka PDB pun akan bertambah dari sisi bertambahnya jumlah produksi Mungkin kelihatannya panjang tapi penjelasannya gak nyampe 5 menit... Ini baru sekedar saya membahas tentang beberapa perbedaan teori dasar, saya belum memasuki pembahasan mengenai lembaga keuangannya yang tentu lebih menarik untuk dikaji -- -Farisah Amanda (ica)-

