|
Awas cek dulu kebenaran FATWA ini ... kalau nggak salah ASPAL nih FATWA ... Coba cek ada berita terkait di pikiran rakyat: http://www.pikiran- Furu'iyah ENTAH mengapa umat Islam selalu dirundung masalah perbedaan sepele yang sifatnya furu'iyah, masalah cabang. Bahkan, perbedaan kecil pun sengaja digembar-gemborkan seolah-olah umat Islam banyak perbedaan daripada persamaannya. Muslimin dari tahun ke tahun masih ribut dengan qunut, jumlah rakaat Salat Tarawih, tahlil, tawasul, dan sejenisnya. Mengapa soal kemiskinan, keterbelakangan, minimnya fasilitas madrasah, rendahnya kesejahteraan guru-guru, dan lain-lain tidak diperhatikan? Dalam diskusi di UIN Sunan Gunung Djati, belum lama ini, Direktur Lembaga Persaudaraan antarmazhab Islam, Ayatullah M. Ali Tashkiri mengatakan, dunia Islam mengenal delapan mazhab besar di antaranya Hanafi, Syafii, Hambali, Maliki, Ismaili, dan Ja'fari. Perbedaan mazhab telah memberikan sumbangan positif bagi kemajuan khazanah ilmu dan praktik ibadah di dunia Islam karena perbedaan hanya 5 persen dan sisanya persamaan. Nah, soal ribut-ribut furu'iyah ini kaum Muslimin di Jawa Barat khususnya Kota/Kab. Bandung dan Cimahi dikagetkan dengan tersebarnya selebaran yang mengatasnamakan "fatwa ulama NU Jombang, Jawa Timur". Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung melalui Rais Syuriah PC NU Kota Bandung, K.H. Imam Sonhaji dan Ketua Tanfizi PC NU Kota Bandung, K.H. Maftuh Kholil, mengingatkan agar perbedaan dalam cara beribadah lebih baik didiskusikan di antara alim ulama bukan disebarluaskan kepada umat yang masih awam. Selama ini, kita lebih banyak menyatakan toleransi kepada umat non-Muslim, tapi sesama Muslim agak sulit untuk toleransi. Selebaran tertanggal 1 Ramadan 1423 H/tahun 2003 yang mengatasnamakan ulama
Jombang ternyata tidak benar "perawinya" (penyusunnya) Selain itu, terdapat beberapa nama kiai yang tidak dikenal di kalangan NU
Jawa Timur. PC NU Kota Bandung sendiri sudah melakukan klarifikasi langsung
kepada PC NU Jombang dan ternyata selebaran itu tidak pernah dikeluarkan.
"Ulama-ulama yang tercantum juga asal-asalan, Terlepas dari selebaran yang meresahkan itu sudah waktunya bahkan tertinggal kereta apabila umat Islam terus berkutat kepada masalah furu'iyah. Masih banyak garapan umat yang telantarkan akibat saling sikut dan saling kritik secara tajam. Sesuai dengan namanya, Islam, bermakna selamat, menyelamatkan, dan
kesejahteraan yang tentu diidam-idamkan seluruh manusia. Apakah ulama,
organisasi Islam, atau organisasi dakwah sudah mewujudkan upaya "selamat dan
menyelamatkan? Kita harus introspeksi diri, evaluasi mendalam, terhadap kinerja ulama maupun
organisasi Islam. Bicara jujur memang teramat pahit, tapi lebih pahit kalau
tidak bicara
jujur.Wallahu-a'lam.(Sarnapi/"PR" ----- Original Message -----
From: Aris Yulianto To: [EMAIL PROTECTED] Cc: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Sent: Monday, September 11, 2006 10:04 AM Subject: [ FUPM-EJIP ] CONGRATULATION FOR NU (NAHDLIYIN UNITED) JOMBANG CONGRATULATION FOR NU (NAHDLIYIN UNITED) JOMBANG FATWA ULAMA JOMBANG DALAM BERBAGAI IBADAH DAN AMALAN Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan ( Q S an Nisa : 14 ) Pembaca yang budiman, Dalam terbitan dakwah kali ini, secara khusus kami akan menyampaikan Fatwa Ulama NU Jombang, yang kami terima dari seorang yang bernama H. Abdulmutholib, beliau sebagai umat meminta agar fatwa ini disebarkan melalui mimbar dakwah untuk diketahui oleh umat islam secara luas, karena menurut beliau isi fatwa ini sangat baik dan mudah dimengerti, simpel dan apa yang terdapat dalam fatwa itu merupakan hal yang banyak diperdebatkan dikalangan umat islam, karena fatwa akan mengurangi perbedaan yang sering timbul dikalangan umat islam dalam hal beribadah atau beramal. Sebagai tambahan dari redaksi bahwa kalau ada perbedaan dalam hal ibadah, Al-Qur'an memberikan jalan keluar yang wajib kita taati. Hal ini terdapat dalam surat an-Nisa : QS 59 yang berbunyi: Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (-Nya ) dan ulil amri diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah ( Al-Qur'an ) dan Rsaul ( sunnahnya ), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu adalah lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya ( Q S an-Nisa : 59 ) Bila terjadi perbedaan diantara kamu, supaya kamu tidak saling menyalahkan maka kembalikan kepada al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Surat ini merupakan surat yang berfungsi untuk menyelesaikan perbedaan dikalangan umat islam, bila terjadi khilafiah. Misalnya ada sebagian masjid, bila selesai sholat, ada imam yang wirid berdo'a dengan suara keras diaminkan oleh jemaah, amalan ini menimbulkan perbedaan, karena di masjid lain ada imam selesai sholat sama sekali tidak wirid dan tidak berdo'a dengan suara keras ( keras dimaksud terdengar oleh makmum ), untuk menyelesaikan perbedaan itu, buka al-Qur'an dan Sunnah Rasul, ada tidak syariatnya dalam al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Kalau ada maka ikuti ayat dan Sunnah Rasul tersebut, sebaliknya kalau tidak ada syariatnya, maka tinggalkan. Syariat tantang berdo'a adalah : Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas Demikian pula masih serting terjadi perbedaan tentang do'a qunut,ada kelompok qunut ada kelompok non qunut, maka buka al-Qur'an dan Hadits. Bila ada turuti qunut itu, namun bila tidak ada, kita harus jujur dan lapang dada bahwa qunut itu tidak ada dalam ayat atau hadits dalam sholat shubuh dan witir. Bila tidak ada tinggalkan, itu tanda-tanda orang yang beriman kepada Allah. Pembaca yang mulia dibawah ini kami kutip berbagai fatwa tersebut: BEBERAPA FATWA ULAMA NU JOMBANG Bismillahirohmanirrohim Kami ulama dari Nahdatul Ulama di Jombang Jawa Timur, setelah bermusyawarah dalam masalah peribadatan umat islam, yang selama ini dianggap sebagai ibadah, amalan yang TIDAK SESUAI dengan syariat islam, setelah mengkaji ulang beberapa kali dan mengkaji ulang hadits-hadits, pendapat para imam telah mengmbil keputusan untuk menghimbau, sekali lagi sifatnya menghimbau kepada kaum muslimin di seluruh Indonesia khususnya kaum Nahdiyin, agar merubah secara bertahap amalan yang selama ini kurang sesuai dengan syariat islam agar mengikuti fatwa kami sebagai berikut : DALAM MENGERJAKAN SHOLAT Agar meninggalkan kebiasaan membaca Usholli dengan suara keras, karena niat itu pekerjaan hati, cukup dalam hati saja Ba'da sholat, imam tidak perlu membaca wirid, Zikir dengan bersuara, cukup dalam hati, dan imam ba'da sholat tidak perlu memimpin DO'A BERSAMA dengan jamaah. Imam dan jamaah berdo'a sendiri-sendiri dalam hati Jamaah ba'da sholat, tidak perlu mencium tangan imam, cukup bersalaman saja Dalam sholat subuh, imam tidak perlu membaca do'a qunut, kecuali kalau ada sesuatu bahaya terhadap kehidupan Umat islam secara keseluruhan Do'a qunut boleh dibaca disetiap sholat, bila ada keperluan yang bersifat darurat, tidak hanya dalam sholat shubuh Sholat Rawatib/sholat sunnat Qobliah dan Ba'diah adalah sebagai berikut; qobla Shubuh, Qobla dan ba'da Dzuhur, sholat Ashar tidak ada rawatib, ba'da maghrib dan ba'da Isya DALAM SHOLAT JUM'AT Sebelum khotib naik mimbar, tidak ada adzan dan tidak ada sholat sunat Qobla Jum'at Ketika khotib duduk diantara dua khutbah, tidak ada bacaan sholawat Ba'da sholat jum'at, imam tidak mempunyai kewajiban untuk memimpin do'a untuk makmum dengan suara keras, silahkan imam dan jamaah berzikir, wirit dan do'a masing-masing Dalam sholat jum'at, tongkat yang selama ini dipakai oleh khotib, bukan merupakan sarana ibadah. Hanya kebiasaan dari khalifah Utsman, sekarang dapat ditinggalkan Sebelum khotib naik mimbar, tidak perlu pakai pengantar dan tidak perlu membaca hadits Nabi Muhammad S.A.W dan jangan berkata-kata ketika khotib sedang khutbah, tapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan petugas masjid tentang laporan keuangan. Petugas khotib dan imam, hal ini sebagai perangkat laporan administrasi masjid, bukan proses ibadah dalam sholat jum'at DALAM SHOLAT TARAWIH/WITIR DAN TAHAJUD Dalam bulan ramadhan diwajibkan shaum dan di malam hari disunnatkan sholat tarawih, witir. Yang selama ini masih ada yang berbeda pendapat karena itu perlu diluruskan dan dikeluarkan himbauan ini Sholat tarawih dilakukan Nabi Muhammad SAW, sebanyak 8 rakaat dan 3 witir. Dapat dilakukan dengan 4-1-3 Tidak disunnatkan membaca do'a bersama-sama antara rakaat Tidak dibenarkan antar jamaah membaca shalawat nabi bersahut-sahutan Sebelum ramadhan, tidak perlu sholat Tasbih, sholat Nisfu Sya'ban, sedekah ruah. Karena hadits tentang kedua sholat tersebut ternyata dhoif, lemah dan berbau pada hadits maudhu ( palsu ) karena terputus perawinya dan sholat ini tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW,juga oleh 4 shahabat Pada sholat witir dibulan ramadhan, tidak perlu ada do'a qunut DALAM ACARA TA'ZIAH Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi umat islam untuk ta'ziah, selama tiga hari berturut-turut Kebiasaan yang selama ini masih melakukan hari ke 7, hari ke 40, hari ke 100, supaya ditinggalkan. Karena ini tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan tidak ada tuntunannya. Upacara ini berasal dari ajaran agama Hindu dan Budha, menjadi kerajaan hiyang dari dataran Tiongkok yang dibawah oleh orang Hindu ke tanah melayu tempo dulu Dalam ta'ziah upayakan supaya tidak ada makan-makan, cukup air putih sebagai obat dahaga Acara dalam ta'ziah, baca surat al-Baqoroh ayat 152 sampai 160, kemudian adakan tabligh yang mengandung isi kesabaran dalam menerima musibah, tutup dengan do'a untuk sang almarhum, tianggalkan kebiasaan baca surat Yasin bersama-sama, tahlil dan kirim Fadihilah. Semua ternya hukumnya BID'AH DALAM ACARA PENGUBURAN Tinggalkan dalam sholat jenazah dengan mengajak jamaah untuk mengucapkan kalimat bahwa jenazah ini orang baik Khoir-Khoir. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan tidak ada hadits sebagai pembimbing Tinggalkan kebiasaan ketika mengangkat jenazah, turun naik tiga kali, sambil dibacakan Fatihah Tinggalkan kebiasaan selama ini adanya bimbingan kepada mayat yang sudah dalam kubur, yang disebut dengan TALQIN Tinggalkan kebiasaan membangun kuburan dengan bangunan yang mewah Tinggalkan kebiasaan selama ini, membaca kitab suci al-Qur'an ( surat Yasin ) diatas kuburan, kalau ziarah ke kuburan bersihkan dan kemudian berdo'a Demikianlah beberapa fatwa yang kami sampaikan, karena masalah yang kami kemukakan diatas, sangat dipertanyakan dari berbagai dan terutama dari keluarga besar Nahdiyin, Fatwa ini dari dari berbagai ulama Nu yang berkumpul di Jombang dalam suatu pengajian, sehingga oleh K.H. Mustafa Djalil dikumpulkan beberapa ulama untuk membahas berbagai masalah sehari-hari yang masih menjadi selang sengketa bagi kalangan umat islam, khususnya kalangan Nahdiyin, untuk menjadi pegangan sehingga dapat diadakan bahan pertimbangan dan jangan melakukan perubahan dengan cara kurang bijaksana, khawatir anak menimbulkan gejolak, lakukan sosialisasi fatwa ini dengan diskusi, dengan jiwa kebersamaan untuk menuju kepada ibadah dan peramalan yang benar menurut Syariat Islam. Kepada saudara-saudara yang menerima Fatwa ini, agar memperbanyak fatwa ini dan disampaikan secara beranting ke semua umat islam agar tersosialisasi dengan cepat Semoga Allah SAW menuntun kita kejalan yang lurus Jombang 1 Ramadhan 1423 H KH Mustafa Djalil KH Abdullah Siddik KH Mahfuds Siddik KH Abdullah Hasyim KH Hasyim Basdan KH A.Ridwan Hambal KH Faturachman Sujono KH Cholil Ansyor KH Tantowi Djauhari Notulis pertemuan Drs. H.M Sungkonoi Dikutip sesuai aslinya dari bulletin Mimbar Dakwah |
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
