|
Assalaamu 'alaikum,
Kalau ada info selebaran seperti, maka sewajarnya lah kita harus Tabayyun
dulu, kalo model berita2 seperti ini biasanya dikeluarkan oleh musuh2 Islam yang
sengaja berusaha untuk memecah belah dan mengacak-acak Islamatas nama Islam,
soal Nama boleh saja Lembar Dakwah tapi isinya........tahu
lah dan saat ini bukankah Nama Dakwah juga banyak dimanfaatkan oleh
Musuh-Musuh Islam.
Be Carefull....
Salam,
Mht
----- Original Message -----
Sent: Monday, September 11, 2006 2:08
PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] CONGRATULATION
FOR NU (NAHDLIYIN UNITED) JOMBANG
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kalau isinya sih perlu
didukung,tapi yang tidak simpatik adalah caranya,kalau pakai cara aspal begini
namanya tidak nyunah... Tadinya saya berharap Fatwa ini benar - benar
hasil fatwa Ulama NU,dengan anggapan da'wah NU sudah sampai pada fase
ini.
Mudah - mudahan ada klarifikasi dari Ulama NU Jombang mengenai
benar tidaknya adanya fatwa ini,mengenai isi semoga jadi bahan pertimbangan
kalau tidak bisa dilaksanakan semua paling tidak sebagiannya yang dianggap
sebagai prioritas.Dan semoga tidak menjadi pemicu perdebatan,yang akan
merusak ukhuwah kaum muslimin.
Wallohu'alam
At 12:01 11/09/2006
+0700, Rofiqul Ghodiy wrote:
Awas cek dulu kebenaran FATWA ini ... kalau nggak salah ASPAL nih
FATWA ...
Coba cek ada berita terkait di pikiran rakyat:
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/092006/01/99Kolom.htm
Furu'iyah
ENTAH mengapa umat Islam selalu dirundung masalah perbedaan sepele
yang sifatnya furu'iyah, masalah cabang. Bahkan, perbedaan kecil pun
sengaja digembar-gemborkan seolah-olah umat Islam banyak perbedaan daripada
persamaannya.
Muslimin dari tahun ke tahun masih ribut dengan
qunut, jumlah rakaat Salat Tarawih, tahlil, tawasul, dan sejenisnya.
Mengapa soal kemiskinan, keterbelakangan, minimnya fasilitas madrasah,
rendahnya kesejahteraan guru-guru, dan lain-lain tidak
diperhatikan?
Dalam diskusi di UIN Sunan Gunung Djati, belum lama
ini, Direktur Lembaga Persaudaraan antarmazhab Islam, Ayatullah M. Ali
Tashkiri mengatakan, dunia Islam mengenal delapan mazhab besar di antaranya
Hanafi, Syafii, Hambali, Maliki, Ismaili, dan Ja'fari. Perbedaan mazhab
telah memberikan sumbangan positif bagi kemajuan khazanah ilmu dan praktik
ibadah di dunia Islam karena perbedaan hanya 5 persen dan sisanya persamaan.
Nah, soal ribut-ribut furu'iyah ini kaum Muslimin di
Jawa Barat khususnya Kota/Kab. Bandung dan Cimahi dikagetkan dengan
tersebarnya selebaran yang mengatasnamakan "fatwa ulama NU Jombang, Jawa
Timur".
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung melalui
Rais Syuriah PC NU Kota Bandung, K.H. Imam Sonhaji dan Ketua Tanfizi PC NU
Kota Bandung, K.H. Maftuh Kholil, mengingatkan agar perbedaan dalam cara
beribadah lebih baik didiskusikan di antara alim ulama bukan disebarluaskan
kepada umat yang masih awam. Selama ini, kita lebih banyak menyatakan
toleransi kepada umat non-Muslim, tapi sesama Muslim agak sulit untuk
toleransi.
Selebaran tertanggal 1 Ramadan 1423 H/tahun 2003 yang
mengatasnamakan ulama Jombang ternyata tidak benar "perawinya"
(penyusunnya). Nama-nama kiai yang ditulis dalam selebaran tersebut seperti
K.H. A. Ridwan sudah meninggal dunia tahun 1930-an, K.H. Mahfudz Siddik
meninggal tahun 1940-an, K.H. Mustafa Djalil wafat tahun 1960-an, dan K.H.
Abdullah Siddik wafat tahun 1980-an. Masa kiai-kiai yang sudah wafat bisa
mengeluarkan fatwa pada tahun 2003?
Selain itu, terdapat beberapa
nama kiai yang tidak dikenal di kalangan NU Jawa Timur. PC NU Kota Bandung
sendiri sudah melakukan klarifikasi langsung kepada PC NU Jombang dan
ternyata selebaran itu tidak pernah dikeluarkan. "Ulama-ulama yang tercantum
juga asal-asalan," katanya.
Terlepas dari selebaran yang meresahkan
itu sudah waktunya bahkan tertinggal kereta apabila umat Islam terus
berkutat kepada masalah furu'iyah. Masih banyak garapan umat yang
telantarkan akibat saling sikut dan saling kritik secara
tajam.
Sesuai dengan namanya, Islam, bermakna selamat, menyelamatkan,
dan kesejahteraan yang tentu diidam-idamkan seluruh manusia. Apakah ulama,
organisasi Islam, atau organisasi dakwah sudah mewujudkan upaya "selamat dan
menyelamatkan?"
Kita harus introspeksi diri, evaluasi mendalam,
terhadap kinerja ulama maupun organisasi Islam. Bicara jujur memang teramat
pahit, tapi lebih pahit kalau tidak bicara
jujur.Wallahu-a'lam.(Sarnapi/"PR")*** ----- Original Message ----- From: Aris Yulianto
To: [EMAIL PROTECTED] Cc: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di
Kawasan EJIP Sent: Monday, September 11, 2006 10:04 AM Subject: [
FUPM-EJIP ] CONGRATULATION FOR NU (NAHDLIYIN UNITED)
JOMBANG
CONGRATULATION FOR NU (NAHDLIYIN UNITED)
JOMBANG
FATWA ULAMA JOMBANG DALAM
BERBAGAI IBADAH DAN AMALAN
Dan barang siapa yang
mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya,
niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya,
dan baginya siksa yang menghinakan ( Q S an Nisa : 14 )
Pembaca
yang budiman, Dalam terbitan dakwah kali ini, secara khusus kami akan
menyampaikan Fatwa Ulama NU Jombang, yang kami terima dari seorang yang
bernama H. Abdulmutholib, beliau sebagai umat meminta agar fatwa ini
disebarkan melalui mimbar dakwah untuk diketahui oleh umat islam secara
luas, karena menurut beliau isi fatwa ini sangat baik dan mudah dimengerti,
simpel dan apa yang terdapat dalam fatwa itu merupakan hal yang banyak
diperdebatkan dikalangan umat islam, karena fatwa akan mengurangi perbedaan
yang sering timbul dikalangan umat islam dalam hal beribadah atau
beramal.
Sebagai tambahan dari redaksi bahwa kalau ada perbedaan
dalam hal ibadah, Al-Qur'an memberikan jalan keluar yang wajib kita taati.
Hal ini terdapat dalam surat an-Nisa : QS 59 yang berbunyi: Hai
orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (-Nya ) dan
ulil amri diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah ( Al-Qur'an ) dan Rsaul (
sunnahnya ), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian,
yang demikian itu adalah lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya ( Q
S an-Nisa : 59 )
Bila terjadi perbedaan diantara kamu, supaya
kamu tidak saling menyalahkan maka kembalikan kepada al-Qur'an dan Sunnah
Rasul. Surat ini merupakan surat yang berfungsi untuk menyelesaikan
perbedaan dikalangan umat islam, bila terjadi khilafiah. Misalnya ada
sebagian masjid, bila selesai sholat, ada imam yang wirid berdo'a dengan
suara keras diaminkan oleh jemaah, amalan ini menimbulkan perbedaan, karena
di masjid lain ada imam selesai sholat sama sekali tidak wirid dan tidak
berdo'a dengan suara keras ( keras dimaksud terdengar oleh makmum ), untuk
menyelesaikan perbedaan itu, buka al-Qur'an dan Sunnah Rasul, ada tidak
syariatnya dalam al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Kalau ada maka ikuti ayat dan
Sunnah Rasul tersebut, sebaliknya kalau tidak ada syariatnya, maka
tinggalkan. Syariat tantang berdo'a adalah : Berdo'alah kepada Rabbmu
dengan berendah diri dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang melampaui batas Demikian pula masih serting terjadi
perbedaan tentang do'a qunut,ada kelompok qunut ada kelompok non qunut, maka
buka al-Qur'an dan Hadits. Bila ada turuti qunut itu, namun bila tidak ada,
kita harus jujur dan lapang dada bahwa qunut itu tidak ada dalam ayat atau
hadits dalam sholat shubuh dan witir. Bila tidak ada tinggalkan, itu
tanda-tanda orang yang beriman kepada Allah.
Pembaca yang mulia
dibawah ini kami kutip berbagai fatwa tersebut: BEBERAPA FATWA ULAMA NU
JOMBANG
Bismillahirohmanirrohim
Kami ulama dari
Nahdatul Ulama di Jombang Jawa Timur, setelah bermusyawarah dalam masalah
peribadatan umat islam, yang selama ini dianggap sebagai ibadah, amalan yang
TIDAK SESUAI dengan syariat islam, setelah mengkaji ulang beberapa kali dan
mengkaji ulang hadits-hadits, pendapat para imam telah mengmbil keputusan
untuk menghimbau, sekali lagi sifatnya menghimbau kepada kaum muslimin di
seluruh Indonesia khususnya kaum Nahdiyin, agar merubah secara bertahap
amalan yang selama ini kurang sesuai dengan syariat islam agar mengikuti
fatwa kami sebagai berikut :
DALAM MENGERJAKAN SHOLAT Agar
meninggalkan kebiasaan membaca Usholli dengan suara keras, karena niat itu
pekerjaan hati, cukup dalam hati saja Ba'da sholat, imam tidak perlu
membaca wirid, Zikir dengan bersuara, cukup dalam hati, dan imam ba'da
sholat tidak perlu memimpin DO'A BERSAMA dengan jamaah. Imam dan jamaah
berdo'a sendiri-sendiri dalam hati Jamaah ba'da sholat, tidak perlu
mencium tangan imam, cukup bersalaman saja Dalam sholat subuh, imam tidak
perlu membaca do'a qunut, kecuali kalau ada sesuatu bahaya terhadap
kehidupan Umat islam secara keseluruhan Do'a qunut boleh dibaca disetiap
sholat, bila ada keperluan yang bersifat darurat, tidak hanya dalam sholat
shubuh Sholat Rawatib/sholat sunnat Qobliah dan Ba'diah adalah sebagai
berikut; qobla Shubuh, Qobla dan ba'da Dzuhur, sholat Ashar tidak ada
rawatib, ba'da maghrib dan ba'da Isya DALAM SHOLAT JUM'AT Sebelum
khotib naik mimbar, tidak ada adzan dan tidak ada sholat sunat Qobla
Jum'at Ketika khotib duduk diantara dua khutbah, tidak ada bacaan
sholawat Ba'da sholat jum'at, imam tidak mempunyai kewajiban untuk
memimpin do'a untuk makmum dengan suara keras, silahkan imam dan jamaah
berzikir, wirit dan do'a masing-masing Dalam sholat jum'at, tongkat yang
selama ini dipakai oleh khotib, bukan merupakan sarana ibadah. Hanya
kebiasaan dari khalifah Utsman, sekarang dapat ditinggalkan Sebelum
khotib naik mimbar, tidak perlu pakai pengantar dan tidak perlu membaca
hadits Nabi Muhammad S.A.W dan jangan berkata-kata ketika khotib sedang
khutbah, tapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan petugas masjid tentang
laporan keuangan. Petugas khotib dan imam, hal ini sebagai perangkat laporan
administrasi masjid, bukan proses ibadah dalam sholat
jum'at
DALAM SHOLAT TARAWIH/WITIR DAN TAHAJUD Dalam bulan
ramadhan diwajibkan shaum dan di malam hari disunnatkan sholat tarawih,
witir. Yang selama ini masih ada yang berbeda pendapat karena itu perlu
diluruskan dan dikeluarkan himbauan ini Sholat tarawih dilakukan Nabi
Muhammad SAW, sebanyak 8 rakaat dan 3 witir. Dapat dilakukan dengan
4-1-3 Tidak disunnatkan membaca do'a bersama-sama antara rakaat Tidak
dibenarkan antar jamaah membaca shalawat nabi bersahut-sahutan Sebelum
ramadhan, tidak perlu sholat Tasbih, sholat Nisfu Sya'ban, sedekah ruah.
Karena hadits tentang kedua sholat tersebut ternyata dhoif, lemah dan berbau
pada hadits maudhu ( palsu ) karena terputus perawinya dan sholat ini tidak
pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW,juga oleh 4 shahabat Pada sholat witir
dibulan ramadhan, tidak perlu ada do'a qunut
DALAM ACARA
TA'ZIAH Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi umat islam
untuk ta'ziah, selama tiga hari berturut-turut Kebiasaan yang selama ini
masih melakukan hari ke 7, hari ke 40, hari ke 100, supaya ditinggalkan.
Karena ini tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan tidak ada
tuntunannya. Upacara ini berasal dari ajaran agama Hindu dan Budha, menjadi
kerajaan hiyang dari dataran Tiongkok yang dibawah oleh orang Hindu ke tanah
melayu tempo dulu Dalam ta'ziah upayakan supaya tidak ada makan-makan,
cukup air putih sebagai obat dahaga Acara dalam ta'ziah, baca surat
al-Baqoroh ayat 152 sampai 160, kemudian adakan tabligh yang mengandung isi
kesabaran dalam menerima musibah, tutup dengan do'a untuk sang almarhum,
tianggalkan kebiasaan baca surat Yasin bersama-sama, tahlil dan kirim
Fadihilah. Semua ternya hukumnya BID'AH
DALAM ACARA
PENGUBURAN Tinggalkan dalam sholat jenazah dengan mengajak jamaah untuk
mengucapkan kalimat bahwa jenazah ini orang baik Khoir-Khoir. Hal ini
tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan tidak ada hadits sebagai
pembimbing Tinggalkan kebiasaan ketika mengangkat jenazah, turun naik
tiga kali, sambil dibacakan Fatihah Tinggalkan kebiasaan selama ini
adanya bimbingan kepada mayat yang sudah dalam kubur, yang disebut dengan
TALQIN Tinggalkan kebiasaan membangun kuburan dengan bangunan yang
mewah Tinggalkan kebiasaan selama ini, membaca kitab suci al-Qur'an (
surat Yasin ) diatas kuburan, kalau ziarah ke kuburan bersihkan dan kemudian
berdo'a
Demikianlah beberapa fatwa yang kami sampaikan, karena
masalah yang kami kemukakan diatas, sangat dipertanyakan dari berbagai dan
terutama dari keluarga besar Nahdiyin, Fatwa ini dari dari berbagai ulama Nu
yang berkumpul di Jombang dalam suatu pengajian, sehingga oleh K.H. Mustafa
Djalil dikumpulkan beberapa ulama untuk membahas berbagai masalah
sehari-hari yang masih menjadi selang sengketa bagi kalangan umat islam,
khususnya kalangan Nahdiyin, untuk menjadi pegangan sehingga dapat diadakan
bahan pertimbangan dan jangan melakukan perubahan dengan cara kurang
bijaksana, khawatir anak menimbulkan gejolak, lakukan sosialisasi fatwa ini
dengan diskusi, dengan jiwa kebersamaan untuk menuju kepada ibadah dan
peramalan yang benar menurut Syariat Islam. Kepada saudara-saudara yang
menerima Fatwa ini, agar memperbanyak fatwa ini dan disampaikan secara
beranting ke semua umat islam agar tersosialisasi dengan
cepat
Semoga Allah SAW menuntun kita kejalan yang
lurus Jombang 1 Ramadhan 1423 H KH Mustafa Djalil KH Abdullah
Siddik KH Mahfuds Siddik KH Abdullah Hasyim KH Hasyim Basdan KH
A.Ridwan Hambal KH Faturachman Sujono KH Cholil Ansyor KH Tantowi
Djauhari Notulis pertemuan Drs. H.M Sungkonoi Dikutip sesuai
aslinya dari bulletin Mimbar
Dakwah ******************************************************** Mailing
List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP ******************************************************** Ingin
berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam
Milist ini kirim e-mail ke
: [EMAIL PROTECTED]
********************************************************
******************************************************** Mailing
List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP ******************************************************** Ingin
berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA
: http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim
e-mail ke
: [EMAIL PROTECTED]
********************************************************
|