|
Terima Kasih atas koreksinya....
Tapi sungguh kami tidak ada niatan untuk
menyebarkan berita palsu....
Kami pikir berita ini benar adanya...
Karena kami mendapatkan email ini dari milist
tetangga dan ternyata tidak ada masalah...
Tetapi di sini kami cukup mendapatkan hikmah untuk
selalu tabayun untuk berita - berita seperti ini....
Terlebih memang kami melihat bahwa di milist ini
banyak diantara anggotanya yag memiliki literasi yg tinggi di bidang diniyyah
baik yang ilmu-ilmu usul maupun kontemporer....
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas
koreksinya...
Dan tidak lupa kami Mohon Maaf atas kealpaan
ini...
Semoga kedepan kita bisa lebih teliti dan dewasa
dalam menyikapi semua hal....
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, September 12, 2006 7:13
AM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] CONGRATULATION
FOR NU (NAHDLIYIN UNITED) JOMBANG
Assalaamu 'alaikum,
Kalau ada info selebaran seperti, maka sewajarnya lah kita harus Tabayyun
dulu, kalo model berita2 seperti ini biasanya dikeluarkan oleh musuh2 Islam
yang sengaja berusaha untuk memecah belah dan mengacak-acak Islamatas nama
Islam, soal Nama boleh saja Lembar Dakwah tapi
isinya........tahu lah dan saat ini bukankah Nama Dakwah juga banyak
dimanfaatkan oleh Musuh-Musuh Islam.
Be Carefull....
Salam,
Mht
----- Original Message -----
Sent: Monday, September 11, 2006 2:08
PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ]
CONGRATULATION FOR NU (NAHDLIYIN UNITED) JOMBANG
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kalau isinya sih perlu
didukung,tapi yang tidak simpatik adalah caranya,kalau pakai cara aspal
begini namanya tidak nyunah... Tadinya saya berharap Fatwa ini
benar - benar hasil fatwa Ulama NU,dengan anggapan da'wah NU sudah sampai
pada fase ini.
Mudah - mudahan ada klarifikasi dari Ulama NU Jombang
mengenai benar tidaknya adanya fatwa ini,mengenai isi semoga jadi bahan
pertimbangan kalau tidak bisa dilaksanakan semua paling tidak sebagiannya
yang dianggap sebagai prioritas.Dan semoga tidak menjadi pemicu
perdebatan,yang akan merusak ukhuwah kaum
muslimin.
Wallohu'alam
At 12:01 11/09/2006 +0700, Rofiqul
Ghodiy wrote:
Awas cek dulu kebenaran FATWA ini ... kalau nggak salah ASPAL nih
FATWA ...
Coba cek ada berita terkait di pikiran rakyat:
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/092006/01/99Kolom.htm
Furu'iyah
ENTAH mengapa umat Islam selalu dirundung masalah perbedaan sepele
yang sifatnya furu'iyah, masalah cabang. Bahkan, perbedaan kecil
pun sengaja digembar-gemborkan seolah-olah umat Islam banyak perbedaan
daripada persamaannya.
Muslimin dari tahun ke tahun masih ribut
dengan qunut, jumlah rakaat Salat Tarawih, tahlil, tawasul, dan
sejenisnya. Mengapa soal kemiskinan, keterbelakangan, minimnya fasilitas
madrasah, rendahnya kesejahteraan guru-guru, dan lain-lain tidak
diperhatikan?
Dalam diskusi di UIN Sunan Gunung Djati, belum lama
ini, Direktur Lembaga Persaudaraan antarmazhab Islam, Ayatullah M. Ali
Tashkiri mengatakan, dunia Islam mengenal delapan mazhab besar di
antaranya Hanafi, Syafii, Hambali, Maliki, Ismaili, dan Ja'fari. Perbedaan
mazhab telah memberikan sumbangan positif bagi kemajuan khazanah ilmu dan
praktik ibadah di dunia Islam karena perbedaan hanya 5 persen dan sisanya
persamaan.
Nah, soal ribut-ribut furu'iyah ini kaum
Muslimin di Jawa Barat khususnya Kota/Kab. Bandung dan Cimahi dikagetkan
dengan tersebarnya selebaran yang mengatasnamakan "fatwa ulama NU Jombang,
Jawa Timur".
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung
melalui Rais Syuriah PC NU Kota Bandung, K.H. Imam Sonhaji dan Ketua
Tanfizi PC NU Kota Bandung, K.H. Maftuh Kholil, mengingatkan agar
perbedaan dalam cara beribadah lebih baik didiskusikan di antara alim
ulama bukan disebarluaskan kepada umat yang masih awam. Selama ini, kita
lebih banyak menyatakan toleransi kepada umat non-Muslim, tapi sesama
Muslim agak sulit untuk toleransi.
Selebaran tertanggal 1 Ramadan
1423 H/tahun 2003 yang mengatasnamakan ulama Jombang ternyata tidak benar
"perawinya" (penyusunnya). Nama-nama kiai yang ditulis dalam selebaran
tersebut seperti K.H. A. Ridwan sudah meninggal dunia tahun 1930-an, K.H.
Mahfudz Siddik meninggal tahun 1940-an, K.H. Mustafa Djalil wafat tahun
1960-an, dan K.H. Abdullah Siddik wafat tahun 1980-an. Masa kiai-kiai yang
sudah wafat bisa mengeluarkan fatwa pada tahun 2003?
Selain itu,
terdapat beberapa nama kiai yang tidak dikenal di kalangan NU Jawa Timur.
PC NU Kota Bandung sendiri sudah melakukan klarifikasi langsung kepada PC
NU Jombang dan ternyata selebaran itu tidak pernah dikeluarkan.
"Ulama-ulama yang tercantum juga asal-asalan," katanya.
Terlepas
dari selebaran yang meresahkan itu sudah waktunya bahkan tertinggal kereta
apabila umat Islam terus berkutat kepada masalah furu'iyah. Masih
banyak garapan umat yang telantarkan akibat saling sikut dan saling kritik
secara tajam.
Sesuai dengan namanya, Islam, bermakna selamat,
menyelamatkan, dan kesejahteraan yang tentu diidam-idamkan seluruh
manusia. Apakah ulama, organisasi Islam, atau organisasi dakwah sudah
mewujudkan upaya "selamat dan menyelamatkan?"
Kita harus
introspeksi diri, evaluasi mendalam, terhadap kinerja ulama maupun
organisasi Islam. Bicara jujur memang teramat pahit, tapi lebih pahit
kalau tidak bicara
jujur.Wallahu-a'lam.(Sarnapi/"PR")*** ----- Original Message ----- From: Aris Yulianto
To: [EMAIL PROTECTED] Cc: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim
di Kawasan EJIP Sent: Monday, September 11, 2006 10:04 AM Subject:
[ FUPM-EJIP ] CONGRATULATION FOR NU (NAHDLIYIN UNITED)
JOMBANG
CONGRATULATION FOR NU (NAHDLIYIN UNITED)
JOMBANG
FATWA ULAMA JOMBANG DALAM
BERBAGAI IBADAH DAN AMALAN
Dan barang siapa yang
mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya,
niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di
dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan ( Q S an Nisa : 14
)
Pembaca yang budiman, Dalam terbitan dakwah kali ini,
secara khusus kami akan menyampaikan Fatwa Ulama NU Jombang, yang kami
terima dari seorang yang bernama H. Abdulmutholib, beliau sebagai umat
meminta agar fatwa ini disebarkan melalui mimbar dakwah untuk diketahui
oleh umat islam secara luas, karena menurut beliau isi fatwa ini sangat
baik dan mudah dimengerti, simpel dan apa yang terdapat dalam fatwa itu
merupakan hal yang banyak diperdebatkan dikalangan umat islam, karena
fatwa akan mengurangi perbedaan yang sering timbul dikalangan umat islam
dalam hal beribadah atau beramal.
Sebagai tambahan dari redaksi
bahwa kalau ada perbedaan dalam hal ibadah, Al-Qur'an memberikan jalan
keluar yang wajib kita taati. Hal ini terdapat dalam surat an-Nisa : QS 59
yang berbunyi: Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan
ta'atilah Rasul (-Nya ) dan ulil amri diantara kamu, kemudian jika kamu
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (
Al-Qur'an ) dan Rsaul ( sunnahnya ), jika kamu benar-benar beriman kepada
Allah dan hari kemudian, yang demikian itu adalah lebih utama ( bagimu )
dan lebih baik akibatnya ( Q S an-Nisa : 59 )
Bila terjadi
perbedaan diantara kamu, supaya kamu tidak saling menyalahkan maka
kembalikan kepada al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Surat ini merupakan surat
yang berfungsi untuk menyelesaikan perbedaan dikalangan umat islam, bila
terjadi khilafiah. Misalnya ada sebagian masjid, bila selesai sholat, ada
imam yang wirid berdo'a dengan suara keras diaminkan oleh jemaah, amalan
ini menimbulkan perbedaan, karena di masjid lain ada imam selesai sholat
sama sekali tidak wirid dan tidak berdo'a dengan suara keras ( keras
dimaksud terdengar oleh makmum ), untuk menyelesaikan perbedaan itu, buka
al-Qur'an dan Sunnah Rasul, ada tidak syariatnya dalam al-Qur'an dan
Sunnah Rasul. Kalau ada maka ikuti ayat dan Sunnah Rasul tersebut,
sebaliknya kalau tidak ada syariatnya, maka tinggalkan. Syariat tantang
berdo'a adalah : Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan
suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui
batas Demikian pula masih serting terjadi perbedaan tentang do'a
qunut,ada kelompok qunut ada kelompok non qunut, maka buka al-Qur'an dan
Hadits. Bila ada turuti qunut itu, namun bila tidak ada, kita harus jujur
dan lapang dada bahwa qunut itu tidak ada dalam ayat atau hadits dalam
sholat shubuh dan witir. Bila tidak ada tinggalkan, itu tanda-tanda orang
yang beriman kepada Allah.
Pembaca yang mulia dibawah ini kami
kutip berbagai fatwa tersebut: BEBERAPA FATWA ULAMA NU
JOMBANG
Bismillahirohmanirrohim
Kami ulama dari
Nahdatul Ulama di Jombang Jawa Timur, setelah bermusyawarah dalam masalah
peribadatan umat islam, yang selama ini dianggap sebagai ibadah, amalan
yang TIDAK SESUAI dengan syariat islam, setelah mengkaji ulang beberapa
kali dan mengkaji ulang hadits-hadits, pendapat para imam telah mengmbil
keputusan untuk menghimbau, sekali lagi sifatnya menghimbau kepada kaum
muslimin di seluruh Indonesia khususnya kaum Nahdiyin, agar merubah secara
bertahap amalan yang selama ini kurang sesuai dengan syariat islam agar
mengikuti fatwa kami sebagai berikut :
DALAM MENGERJAKAN
SHOLAT Agar meninggalkan kebiasaan membaca Usholli dengan suara keras,
karena niat itu pekerjaan hati, cukup dalam hati saja Ba'da sholat,
imam tidak perlu membaca wirid, Zikir dengan bersuara, cukup dalam hati,
dan imam ba'da sholat tidak perlu memimpin DO'A BERSAMA dengan jamaah.
Imam dan jamaah berdo'a sendiri-sendiri dalam hati Jamaah ba'da sholat,
tidak perlu mencium tangan imam, cukup bersalaman saja Dalam sholat
subuh, imam tidak perlu membaca do'a qunut, kecuali kalau ada sesuatu
bahaya terhadap kehidupan Umat islam secara keseluruhan Do'a qunut
boleh dibaca disetiap sholat, bila ada keperluan yang bersifat darurat,
tidak hanya dalam sholat shubuh Sholat Rawatib/sholat sunnat Qobliah
dan Ba'diah adalah sebagai berikut; qobla Shubuh, Qobla dan ba'da Dzuhur,
sholat Ashar tidak ada rawatib, ba'da maghrib dan ba'da Isya DALAM
SHOLAT JUM'AT Sebelum khotib naik mimbar, tidak ada adzan dan tidak ada
sholat sunat Qobla Jum'at Ketika khotib duduk diantara dua khutbah,
tidak ada bacaan sholawat Ba'da sholat jum'at, imam tidak mempunyai
kewajiban untuk memimpin do'a untuk makmum dengan suara keras, silahkan
imam dan jamaah berzikir, wirit dan do'a masing-masing Dalam sholat
jum'at, tongkat yang selama ini dipakai oleh khotib, bukan merupakan
sarana ibadah. Hanya kebiasaan dari khalifah Utsman, sekarang dapat
ditinggalkan Sebelum khotib naik mimbar, tidak perlu pakai pengantar
dan tidak perlu membaca hadits Nabi Muhammad S.A.W dan jangan berkata-kata
ketika khotib sedang khutbah, tapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan
petugas masjid tentang laporan keuangan. Petugas khotib dan imam, hal ini
sebagai perangkat laporan administrasi masjid, bukan proses ibadah dalam
sholat jum'at
DALAM SHOLAT TARAWIH/WITIR DAN TAHAJUD Dalam
bulan ramadhan diwajibkan shaum dan di malam hari disunnatkan sholat
tarawih, witir. Yang selama ini masih ada yang berbeda pendapat karena itu
perlu diluruskan dan dikeluarkan himbauan ini Sholat tarawih dilakukan
Nabi Muhammad SAW, sebanyak 8 rakaat dan 3 witir. Dapat dilakukan dengan
4-1-3 Tidak disunnatkan membaca do'a bersama-sama antara
rakaat Tidak dibenarkan antar jamaah membaca shalawat nabi
bersahut-sahutan Sebelum ramadhan, tidak perlu sholat Tasbih, sholat
Nisfu Sya'ban, sedekah ruah. Karena hadits tentang kedua sholat tersebut
ternyata dhoif, lemah dan berbau pada hadits maudhu ( palsu ) karena
terputus perawinya dan sholat ini tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad
SAW,juga oleh 4 shahabat Pada sholat witir dibulan ramadhan, tidak
perlu ada do'a qunut
DALAM ACARA TA'ZIAH Keluarga yang
mendapat musibah kematian, wajib bagi umat islam untuk ta'ziah, selama
tiga hari berturut-turut Kebiasaan yang selama ini masih melakukan hari
ke 7, hari ke 40, hari ke 100, supaya ditinggalkan. Karena ini tidak ada
contoh dari Nabi Muhammad SAW dan tidak ada tuntunannya. Upacara ini
berasal dari ajaran agama Hindu dan Budha, menjadi kerajaan hiyang dari
dataran Tiongkok yang dibawah oleh orang Hindu ke tanah melayu tempo
dulu Dalam ta'ziah upayakan supaya tidak ada makan-makan, cukup air
putih sebagai obat dahaga Acara dalam ta'ziah, baca surat al-Baqoroh
ayat 152 sampai 160, kemudian adakan tabligh yang mengandung isi kesabaran
dalam menerima musibah, tutup dengan do'a untuk sang almarhum, tianggalkan
kebiasaan baca surat Yasin bersama-sama, tahlil dan kirim Fadihilah. Semua
ternya hukumnya BID'AH
DALAM ACARA PENGUBURAN Tinggalkan
dalam sholat jenazah dengan mengajak jamaah untuk mengucapkan kalimat
bahwa jenazah ini orang baik Khoir-Khoir. Hal ini tidak pernah
dilakukan oleh Rasulullah SAW dan tidak ada hadits sebagai
pembimbing Tinggalkan kebiasaan ketika mengangkat jenazah, turun naik
tiga kali, sambil dibacakan Fatihah Tinggalkan kebiasaan selama ini
adanya bimbingan kepada mayat yang sudah dalam kubur, yang disebut dengan
TALQIN Tinggalkan kebiasaan membangun kuburan dengan bangunan yang
mewah Tinggalkan kebiasaan selama ini, membaca kitab suci al-Qur'an (
surat Yasin ) diatas kuburan, kalau ziarah ke kuburan bersihkan dan
kemudian berdo'a
Demikianlah beberapa fatwa yang kami
sampaikan, karena masalah yang kami kemukakan diatas, sangat dipertanyakan
dari berbagai dan terutama dari keluarga besar Nahdiyin, Fatwa ini dari
dari berbagai ulama Nu yang berkumpul di Jombang dalam suatu pengajian,
sehingga oleh K.H. Mustafa Djalil dikumpulkan beberapa ulama untuk
membahas berbagai masalah sehari-hari yang masih menjadi selang sengketa
bagi kalangan umat islam, khususnya kalangan Nahdiyin, untuk menjadi
pegangan sehingga dapat diadakan bahan pertimbangan dan jangan melakukan
perubahan dengan cara kurang bijaksana, khawatir anak menimbulkan gejolak,
lakukan sosialisasi fatwa ini dengan diskusi, dengan jiwa kebersamaan
untuk menuju kepada ibadah dan peramalan yang benar menurut Syariat
Islam. Kepada saudara-saudara yang menerima Fatwa ini, agar
memperbanyak fatwa ini dan disampaikan secara beranting ke semua umat
islam agar tersosialisasi dengan cepat
Semoga Allah SAW
menuntun kita kejalan yang lurus Jombang 1 Ramadhan 1423 H KH
Mustafa Djalil KH Abdullah Siddik KH Mahfuds Siddik KH Abdullah
Hasyim KH Hasyim Basdan KH A.Ridwan Hambal KH Faturachman
Sujono KH Cholil Ansyor KH Tantowi Djauhari Notulis
pertemuan Drs. H.M Sungkonoi Dikutip sesuai aslinya dari bulletin
Mimbar
Dakwah ******************************************************** Mailing
List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP ******************************************************** Ingin
berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung
dalam Milist ini kirim e-mail ke
: [EMAIL PROTECTED]
********************************************************
******************************************************** Mailing
List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP ******************************************************** Ingin
berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA
: http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim
e-mail ke
: [EMAIL PROTECTED]
********************************************************
******************************************************** Mailing
List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP ******************************************************** Ingin
berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA
: http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim
e-mail ke
: [EMAIL PROTECTED]
********************************************************
|