Mr/Mrs :-)ME
 
         Tolong tanggapi hal ini secara bijak,jangan seperti anak kecil....
         Sepertinya anda bukan orang muslim right,,,,Kenapa saya beranggapan 
demikian?....
         Karena anda tidak bisa mengerti apa yang disebut kafir.....
         
 
         Rgds
 
         Abu Hanifah
         
         

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Quality Assurance
Sent: Wednesday, March 21, 2007 6:44 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] hey jagoan......?



Ha..ha...ha...ha....

Tulisan merah ni yeee.......

:-)ME


  _____  


From: Hamril Arzoni [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 20 Maret 2007 16:11
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] hey jagoan......?

 

 

MAAF BPK/IBU MESTINYA DALAM MENANGGAPI KOMENTAR SESEORANG SEHARUSNYA ANDA TAHU 
TATAKRAMA, BAGAIMANA BICARA DENGAN LAWAN BICARA ANDA, MINIMAL ANDA MENULIS 
SIAPA NAMA ANDA ATAU KALAUPUN MALU MINIMAL ADA KATA PANGGILAN UTK ANDA. YG 
KEDUA APA MAKSUD SUBJECT ANDA ?, SEHARUSNYA KALAU ANDA BERNIAT BAIK DALAM 
DISKUSI INI COBALAH DENGAN KATA YG LEBIH SOPAN. DI SINI TIDAK ADA YG MERASA 
JAGOAN ATAUPUN PENGECUT !, KITA BERHAK MENYAMPAIKAN PEMIKIRAN DALAM TULISAN 
KITA KALAUPUN TIDAK SEPENDAPAT ITU MERUPAKAN HAL YG LUMRAH. 

 

MENANGGAPI TULISAN SRD. SBB:

 

1. KALAU MEMANG SEORANG MUSLIM MESTINYA ANDA GAK PERLU NANYA LAGI APA ARTINYA 
KAFIR, KLO ANDA MEMANG GAK TAU SAYA SARANKAN BUKA AL-QUR'AN ATAU HADIS DISANA 
BANYAK DIBAHAS TENTANG KAFIR.

 

2. SAYA TIDAK MENGATAKAN KAFIR DAN ITU BUKAN ATAS NAMA PRIBADI SAYA SENDIRI 
TETAPI SIKAP MEREKALAH YG SAYA ANGGAP KAFIR.

 

3. SAYA TIDAK MENGATAKAN UNTUK MEMUSUHI MEREKA, TETAPI UNTUK MASALAH IDEOLOGI 
KITA HARUS BERPEGANG PADA PRISNSIP LAKUM DINUKUM WALIYADIN.

 

4. KALAU ANDA TIDAK TERLALU KUPER SAYA PIKIR ANDA BISA MENILAI SIAPA YG SAYA 
MAKSUD !

 

----- Original Message ----- 

From: Quality Assurance <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: Forum  <mailto:[email protected]> Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan 
EJIP 

Sent: Tuesday, March 20, 2007 2:26 PM

Subject: [ FUPM-EJIP ] hey jagoan......?

 

Menanggapi tulisan saudara:

di Indonesia ini  cuma terbagi ke dalam 2 Ideologi yaitu Ideologi Islam dan 
Ideologi Kafir

1.sangat menarik, secara jujur apa arti kafir menurut anda?

2.secara jujur & rendah hati , apakah saudara HAMRIL ARZONI seorang MUSLIM yang 
sudah sempurna sehingga berhak mengatakan "Kafir" bagi sebagian orang lain?

3.apakah secara jujur dengan pengetahuan anda, kaum Non Muslim harus dimusuhi 
oleh anda??????

4.apakah anda bisa menunjukkan oknum yang bapak FITNAH seperti tulisan anda 
dibawah????

seperti parpol yg lain yg hanya mengikuti arus uang dan haus kekuasaan belaka?

 

:-),ME

 


  _____  


From: Hamril Arzoni [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 20 Maret 2007 11:29
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam 
GaramIdeologi

 

 

----- Original Message ----- 

From: Hamril  <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Arzoni 

To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan  <mailto:[email protected]> 
EJIP 

Sent: Tuesday, March 20, 2007 10:46 AM

Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam 
GaramIdeologi

 

Mungkin ini merupakan gambaran Ideologi yg dimiliki oleh parpol2 tsb 
sebenarnya. Jadi klo kita petakan Parpol yang ada di Indonesia ini  cuma 
terbagi ke dalam 2 Ideologi yaitu Ideologi Islam dan Ideologi Kafir ( yg 
bersembunyi dibalik Ideologi Pancasila atau Islam sekuler ,dll dll...)

 

Saya sangat senang PKS dapat menunjukan jati dirinya sebagai partai yg 
komitment dengan Ideologinya, tidak seperti parpol yg lain yg hanya mengikuti 
arus uang dan haus kekuasaan belaka.

 

tapi ada sedikit ganjalan didalam hati saya, kenapa PKS mencalonkan mantan 
Perwira Polisi sebagai CAGUB karena selama ini figur seorang polisi cenderung 
tidak disukai oleh masyarakat apalagi klo kita melihat polisi sebagai oknum 
baik pemerasan, oknum tilang dll... yg banyak dijumpai di jalan2 dalam 
kehidupan kita sehari - hari. mungkin ada diantara teman2 milis yg dapat 
menjelaskan semua ini, syukur2 kalo ada kader PKS yg ikut milis ini.

 

Wassalamm...

 

----- Original Message ----- 

From: Rudy Swardani <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: FUPM-EJIP (E-mail) <mailto:[email protected]>  

Sent: Tuesday, March 20, 2007 8:29 AM

Subject: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam 
GaramIdeologi

 

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Maintbase
Sent: 18 Maret 2007 6:38
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam Garam Ideologi

http: www.detik.com

PKS Geli Disebut Musuh Ideologi

 Jakarta - PKS mengaku sedikit geli dangan pernyataan PKS adalah musuh 
ideologi. Bagi partai berlambang bulan sabit kembar ini, Pancasila sebagai 
ideologi bangsa tak perlu diutak-atik lagi. "Kami sedikit geli mendengar 
koalisi bersama tersebut muncul karena PKS adalah musuh ideologi bersama," kata 
Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkieflimansyah kepada detikcom, Kamis (15/3/2007).

Zul menegaskan, musuh bersama bangsa Indonesia adalah kemiskinan, pengangguran 
dan standar hidup yang rendah. Menurut dia, generasi muda PKS adalah mantan 
aktivis kampus yang kenyang asam garam ideologi. "Pengalaman ini mengantarkan 
kami pada kesimpulan bahwa Indonesia plural, heterogen dan penuh toleransi 
adalah keniscayaan yang tak terkira," ujarnya.(ken/nrl)

http: www.detik.com

PKS: Pilkada DKI Pertarungan Agenda Elit Vs Agenda Rakyat Arifin Asydhad - 
detikcom

 Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam pertarungan di Pemilihan 
Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tersanjung. Sekjen DPP PKS 
Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi pertarungan antara agenda elit 
dan agenda rakyat.  

"Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini kami tidak pernah merasa 
terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus dikalahkan melalui 
pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis 
(15/3/2007). 

Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa pertarungan ini akhirnya 
seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini adalah pertarungan antara 
agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena kami memperjuangkan agenda 
rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus menghadapi pengeroyokan 
ini," ujar dia.

Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam Pilkada 
nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan pada keniscayaan dukungan 
rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan pertarungan ideologi, tapi 
ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu memenangkan hati nurani," tegas dia. 

PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon gubernur DKI 2007-2012. 
Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan 
mendampingi Adang. 

Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi Koalisi Bersama mendukung 
Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri dalam barisan ini, antara 
lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 partai gurem. Dua partai 
lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, tapi ternyata masih 
belum menentukan sikapnya. (asy/asy)

 

http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/03/15/brk,20070315-95546,id.html

PKS Tak Gentar Hadapi Koalisi Partai Besar

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung calon gubernur DKI Jakarta Adang 
Daradjatun mengaku tak gentar menghadapi koalisi. Diduga Golkar akan berkoalisi 
dengan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang mengusung Fauzi Bowo dalam 
Pilkada 2007 mendatang.

"Kami tak keberatan dengan rencana koalisi. Itu hal yang wajar," ujar Ketua Tim 
Verifikasi Pilkada PKS Selamat Nurdin. Menurut dia, partai pemenang Pemilu di 
Jakarta pada 2004 lalu itu juga akan menggalang koalisi dengan partai lain, 
seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) serta 
Forum Lintas Partai (FLP). 

Menurut Selamat pilkada pertama di ibukota ini akan menetapkan tiga calon 
gubenur yang akan bertarung. Hal itu ditandai dengan adanya partai yang 
mempertimbangkan pencalonan salah seorang figur yang berkembang belakangan ini. 
Siap Hadapi Koalisi Kebangsaan

Jakarta(16/3), Suasana Pilkada DKI memanas. Tiga partai politik (parpol) 
besar-PDIP, Partai Demokrat, Partai Golkar, kemarin resmi mendukung Fauzi 
Wibowo menjadi cagub pada pilkada mendatang. Dukungan ini juga diikuti puluhan 
partai lainnya, yakni PPP, PDS, PBR, PNBK, PNI, Marhaenis, PNI, PPDI, PM, PKPB, 
PPD, PKD dan PPNUI. Selanjutnya PKB dan PAN belum resmi mencalonkan cagubnya. 

Deklarasi dukungan terhadap fauzi Wibowo yang berlangsung di Hotel Ritz 
Carl-ton, kuningan Jakarta. Wakil ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono 
membantah bahwa terbentuknya koalisi kebangsaan ini bertujuan untuk menjegal 
dan menghancurkan PKS yang sebelumnya sudah menetapkan mantan Wakapolri Adang 
Darajatun menjadi cagubnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PKS Muhamad Razikun mengaku, 
dukungan koalisi parpol tersebut belum tentu menjamin bakal memenangkan Fauzi 
dalam pilkada mendatang. Baginya koalisi tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk 
memperoleh kemenangan. "Jadi, persoalannya bukan berapa jumlah parpol yang 
bergabung mengusung salah seorang cagub." Dasar yang menjadi porsoalan adalah 
bagaimana hasilnya, buat apa koalisi banyak-banyak jika ditingkat bawahnya 
mereka tidak didukung secara penuh oleh masyarakat. 

 "Dengan keberagaman etnis yang berkembang di Jakarta, saya kira masyarakat 
tidak lagi bisa dibodohi, PKS tidak akan gentar "Ujar Razikun Intinya koalisi 
apapun yang bertujuan menjegal PKS akan siap dihadapi. "Kalau mau jujur koalisi 
16 parpol itu sudah kami prediksi sebelumnya. Jadi begitu dideklarasikan, kami 
tidak ada masalah lagi," tambahnya. 

 

Senada dengan Razikun, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana mengaku, PKS siap 
menghadapi berapa pun partai yang tergabung dalam koalisi tersebut. Menurut 
dia, meski tidak berkoalisi dengan partai lain, dia yakin PKS bakal menang pada 
pilkada mendatang. Sebab saat ini PKS sedang membangun koalisi strategis dengan 
rakyat. "Silahkan saja partai lain mau bilang apa. Pada prinsipnya, koalisi itu 
terbagi menjadi dua bagian. Pertama, koalisi teknis yang dilakukan antar 
partai, kedua, kolaisi stategis antar partai dan rakyat. Nah, koalisi stategis 
inilah yang sedang dibangun PKS," tegasnya. (Tatiek)


  _____  


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************


  _____  


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke