Menanggapi tulisan saudara: di Indonesia ini cuma terbagi ke dalam 2 Ideologi yaitu Ideologi Islam dan Ideologi Kafir
1.sangat menarik, secara jujur apa arti kafir menurut anda? 2.secara jujur & rendah hati , apakah saudara HAMRIL ARZONI seorang MUSLIM yang sudah sempurna sehingga berhak mengatakan "Kafir" bagi sebagian orang lain? 3.apakah secara jujur dengan pengetahuan anda, kaum Non Muslim harus dimusuhi oleh anda?????? 4.apakah anda bisa menunjukkan oknum yang bapak FITNAH seperti tulisan anda dibawah???? seperti parpol yg lain yg hanya mengikuti arus uang dan haus kekuasaan belaka? :-),ME _____ From: Hamril Arzoni [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 20 Maret 2007 11:29 To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam GaramIdeologi ----- Original Message ----- From: Hamril Arzoni <mailto:[EMAIL PROTECTED]> To: Forum <mailto:[email protected]> Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Sent: Tuesday, March 20, 2007 10:46 AM Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam GaramIdeologi Mungkin ini merupakan gambaran Ideologi yg dimiliki oleh parpol2 tsb sebenarnya. Jadi klo kita petakan Parpol yang ada di Indonesia ini cuma terbagi ke dalam 2 Ideologi yaitu Ideologi Islam dan Ideologi Kafir ( yg bersembunyi dibalik Ideologi Pancasila atau Islam sekuler ,dll dll...) Saya sangat senang PKS dapat menunjukan jati dirinya sebagai partai yg komitment dengan Ideologinya, tidak seperti parpol yg lain yg hanya mengikuti arus uang dan haus kekuasaan belaka. tapi ada sedikit ganjalan didalam hati saya, kenapa PKS mencalonkan mantan Perwira Polisi sebagai CAGUB karena selama ini figur seorang polisi cenderung tidak disukai oleh masyarakat apalagi klo kita melihat polisi sebagai oknum baik pemerasan, oknum tilang dll... yg banyak dijumpai di jalan2 dalam kehidupan kita sehari - hari. mungkin ada diantara teman2 milis yg dapat menjelaskan semua ini, syukur2 kalo ada kader PKS yg ikut milis ini. Wassalamm... ----- Original Message ----- From: Rudy <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Swardani To: FUPM-EJIP <mailto:[email protected]> (E-mail) Sent: Tuesday, March 20, 2007 8:29 AM Subject: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam GaramIdeologi -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Maintbase Sent: 18 Maret 2007 6:38 To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam Garam Ideologi http: www.detik.com <http://www.detik.com> PKS Geli Disebut Musuh Ideologi Jakarta - PKS mengaku sedikit geli dangan pernyataan PKS adalah musuh ideologi. Bagi partai berlambang bulan sabit kembar ini, Pancasila sebagai ideologi bangsa tak perlu diutak-atik lagi. "Kami sedikit geli mendengar koalisi bersama tersebut muncul karena PKS adalah musuh ideologi bersama," kata Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkieflimansyah kepada detikcom, Kamis (15/3/2007). Zul menegaskan, musuh bersama bangsa Indonesia adalah kemiskinan, pengangguran dan standar hidup yang rendah. Menurut dia, generasi muda PKS adalah mantan aktivis kampus yang kenyang asam garam ideologi. "Pengalaman ini mengantarkan kami pada kesimpulan bahwa Indonesia plural, heterogen dan penuh toleransi adalah keniscayaan yang tak terkira," ujarnya.(ken/nrl) http: www.detik.com <http://www.detik.com> PKS: Pilkada DKI Pertarungan Agenda Elit Vs Agenda Rakyat Arifin Asydhad - detikcom Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam pertarungan di Pemilihan Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tersanjung. Sekjen DPP PKS Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat. "Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini kami tidak pernah merasa terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus dikalahkan melalui pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (15/3/2007). Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa pertarungan ini akhirnya seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini adalah pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena kami memperjuangkan agenda rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus menghadapi pengeroyokan ini," ujar dia. Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam Pilkada nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan pada keniscayaan dukungan rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan pertarungan ideologi, tapi ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu memenangkan hati nurani," tegas dia. PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon gubernur DKI 2007-2012. Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Adang. Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi Koalisi Bersama mendukung Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri dalam barisan ini, antara lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 partai gurem. Dua partai lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, tapi ternyata masih belum menentukan sikapnya. (asy/asy) http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/03/15/brk,20070315-95546,id.h tml <http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/03/15/brk,20070315-95546,id. html> PKS Tak Gentar Hadapi Koalisi Partai Besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung calon gubernur DKI Jakarta Adang Daradjatun mengaku tak gentar menghadapi koalisi. Diduga Golkar akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang mengusung Fauzi Bowo dalam Pilkada 2007 mendatang. "Kami tak keberatan dengan rencana koalisi. Itu hal yang wajar," ujar Ketua Tim Verifikasi Pilkada PKS Selamat Nurdin. Menurut dia, partai pemenang Pemilu di Jakarta pada 2004 lalu itu juga akan menggalang koalisi dengan partai lain, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) serta Forum Lintas Partai (FLP). Menurut Selamat pilkada pertama di ibukota ini akan menetapkan tiga calon gubenur yang akan bertarung. Hal itu ditandai dengan adanya partai yang mempertimbangkan pencalonan salah seorang figur yang berkembang belakangan ini. Siap Hadapi Koalisi Kebangsaan Jakarta(16/3), Suasana Pilkada DKI memanas. Tiga partai politik (parpol) besar-PDIP, Partai Demokrat, Partai Golkar, kemarin resmi mendukung Fauzi Wibowo menjadi cagub pada pilkada mendatang. Dukungan ini juga diikuti puluhan partai lainnya, yakni PPP, PDS, PBR, PNBK, PNI, Marhaenis, PNI, PPDI, PM, PKPB, PPD, PKD dan PPNUI. Selanjutnya PKB dan PAN belum resmi mencalonkan cagubnya. Deklarasi dukungan terhadap fauzi Wibowo yang berlangsung di Hotel Ritz Carl-ton, kuningan Jakarta. Wakil ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono membantah bahwa terbentuknya koalisi kebangsaan ini bertujuan untuk menjegal dan menghancurkan PKS yang sebelumnya sudah menetapkan mantan Wakapolri Adang Darajatun menjadi cagubnya. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PKS Muhamad Razikun mengaku, dukungan koalisi parpol tersebut belum tentu menjamin bakal memenangkan Fauzi dalam pilkada mendatang. Baginya koalisi tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk memperoleh kemenangan. "Jadi, persoalannya bukan berapa jumlah parpol yang bergabung mengusung salah seorang cagub." Dasar yang menjadi porsoalan adalah bagaimana hasilnya, buat apa koalisi banyak-banyak jika ditingkat bawahnya mereka tidak didukung secara penuh oleh masyarakat. "Dengan keberagaman etnis yang berkembang di Jakarta, saya kira masyarakat tidak lagi bisa dibodohi, PKS tidak akan gentar "Ujar Razikun Intinya koalisi apapun yang bertujuan menjegal PKS akan siap dihadapi. "Kalau mau jujur koalisi 16 parpol itu sudah kami prediksi sebelumnya. Jadi begitu dideklarasikan, kami tidak ada masalah lagi," tambahnya. Senada dengan Razikun, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana mengaku, PKS siap menghadapi berapa pun partai yang tergabung dalam koalisi tersebut. Menurut dia, meski tidak berkoalisi dengan partai lain, dia yakin PKS bakal menang pada pilkada mendatang. Sebab saat ini PKS sedang membangun koalisi strategis dengan rakyat. "Silahkan saja partai lain mau bilang apa. Pada prinsipnya, koalisi itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, koalisi teknis yang dilakukan antar partai, kedua, kolaisi stategis antar partai dan rakyat. Nah, koalisi stategis inilah yang sedang dibangun PKS," tegasnya. (Tatiek) _____ ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
