Muqaddimah - 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

Segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan
kepada-Nya, dan minta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari
kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal-amal kami. Barangsiapa
diberi petunjuk Allah maka tiada satu pun dapat menyesatkannya. Dan
barangsiapa disesatkan Allah maka tiada satu pun dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusan-Nya. Wa ba'du:

 

Islam memerintahkan orang tua untuk mendidik anak dan memikulkan tanggung
jawab itu di pundak mereka. Firman Allah SWT.

 

" Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Padanya ada malaikat
yang kasar dan bengis yang tidak durhaka kepada Allah (dalam menjalankan)
apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan kepada mereka. " (At-Tahrim : 6)

 

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu 'Umar:

 

" Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta
pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan
ditanya (diminta pertanggungjawaban) tentang rakyatnya. Seorang laki-laki
adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.
Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang
kepemimpinnya. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta
majikannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan setiap kalian
adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung¬jawaban tentang
kepemimpinannya. "  (Muttafaq 'alaih)

 

Rasulullah SAW. telah meletakkan kaidah-kaidah dasar yang intinya adalah
bahwa anak akan tumbuh sesuai dengan agama kedua orang tuanya. Merekalah
orang yang secara kuat mempengaruhi anak-anaknya. Beliau bersabda :

 

" Tidak ada seorang anak yang dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah.
Maka ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. "
(Bukhari)

 

Abul-A’la mengatakan :

 

" Pemuda-pemuda kami tumbuh-kembang

Sesuai dengan pembiasaan bapaknya 

Anak muda tidaklah beragama berdasarkan otaknya.

Orang-orang terdekatlah yang membentuk cara beragamanya. "

 

Hal itu juga diisyaratkan oleh Imam Al-Ghazali. Beliau mengatakan, " Anak
kecil siap menerima segala ukiran dan akan cenderung pada setiap yang
diucapkan." Karenanya, jika kita mengajari dan membiasakan anak-anak kita
dengan kebaikan maka mereka akan tumbuh dalam kebaikan itu. Mereka akan
bahagia di dunia dan akhirat dan kita juga akan bahagia bersama mereka,
insya Allah. Dan jika kita mengabaikan mereka sebagaimana binatang, mereka
akan celaka dan binasa, dan kita turut celaka bersama mereka. Kita
menanggung dosa akibat melalaikan tanggungjawab dan kewajiban kita terhadap
mereka.

 

Boleh jadi seorang bapak menyesali sikap tak mempedulikan anaknya dan
menangisi apa yang telah ia lakukan. Akan tetapi apa arti tangisan itu bila
nasi sudah menjadi bubur.

 

Karenanya kita menemukan bahwa Islam memikulkan tanggungjawab pendidikan,
dalam dimensinya yang paling jauh dan cakupannya yang paling luas, kepada
para bapak, para ibu dan semua pendidik. Islam juga mengingatkan dan
memperingatkan mereka bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka
pada hari kiamat tentang amanah itu, adakah mereka menunaikannya; tentang
risalah. itu, adakah mereka menyampaikannya; dan tentang tanggung jawab itu
adakah mereka memikulnya?

 

Allah swt. berfirman:

 

" Maka demi Tuhanmu, niscaya Kami akan menanyai mereka semua, tentang apa
yang mereka kerjakan. " (Al-Hijr 92-93)

 

Firman-Nya pula:

 

" Seandainya Allah hendak mengambil anak niscaya Dia akan memilih apa yang
Dia kehendaki dari apa yang diciptakan-Nya. Maha Suci Allah, Dialah Allah
Yang Esa dan Maha Mengalahkan. " (Az-Zumar 4)

 

Ibnul-Qayyim -semoga Allah merahmatinya- menegaskan tanggung jawab itu
dengan mengutip perkataan para ulama seraya mengatakan,

 

" Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada anak tentang orang tuanya.
Barangsiapa mengabaikan pendidikan anak dan menelantarkannya maka ia telah
melakukan puncak keburukan. Dan kebanyakan kerusakan pada anak diakibatkan
oleh para orangtua yang mengabaikan mereka dan tidak mengajari mereka
kewajiban agama dan Sunnah. "

 

Pembaca budiman, anak bagaikan lembaran putih yang mungkin ditulisi apa saja
sesuai dengan yang kita inginkan. Fitrahnya bersih tidak tercoret gambar
apapun, seperti yang dikatakan Ibnu Maskawaih dalam Tahdzibul-Akhlaq.
Sedangkan pendidikan dan pengajaran orang dewasa banyak menemui kesulitan
sebagaimana dikatakan dalam pepatah rakyat: " kucing dewasa tidak bisa
dididik ". Itulah yang dilukiskan seorang penyair:

 

" Pendidikan di masa kecil akan bermanfaat, Sedangkan di saat tua dia tidak
berguna, Sesungguhnya ranting jika engkau luruskan akan menjadi lurus,
Sedangkan batang jika engkau luruskan tidak akan melunak. "

 

Selain itu, masa kanak-kanak adalah fase pertumbuhan yang paling penting dan
paling besar pengaruhnya terhadap jiwa. Sebab, seperti kita ketahui, fase
itu merupakan masa pembentukan kepribadian. Karena itulah saya memutuskan
untuk menulis seni, keterampilan, dan kaidah-kaidah pendidikan anak sesuai
dengan konsep pendidikan Islam -seperti yang diarahkan oleh Rasulullah saw.-
yang telah dijalankan oleh para pendahulu kita yang saleh dalam mendidik
anak mereka. Saya juga merujuk kepada ilmu jiwa dan ilmu pendidikan moderen.

 

Ini semua dimaksudkan agar kita dapat mempersiapkan anak kita sebagai
orang-orang masa depan dan orang-orang abad mendatang yang penuh dengan
tantangan; agar ia kelak menjadi orang yang tangguh dalam memikul segala
beban dan mengemban tanggung jawab dan kemudian ia menjadi panutan karena
kesucian jiwanya, kebersihan hatinya, ketinggian akhlaknya, keindahan
perilakunya, keserasian penampilannya, dan kelemah-lembutan pergaulannya.

 

Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In’ikasi
Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa ’Aqlihi) Oleh Muhammad
Rasyid Dimas

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke