Assalamualaikum 

 

Mohon bantuannya untuk 25 Kiat ini ada beberapa yang belum saya dapati :

 

Untuk KIAT No 1 s/d 6 dan 21 s/d 25

 

Terima kasih atas bantuan sebelumnya .

 

Wassalam...

 

 

Tri Nugroho Seno Aji

Production Material Control Dept.

 

PT. Indomobil Suzuki Int'l 

Jl. Diponegoro KM 38.2 Tambun 17510

Telp ( 021 ) 8801251, 8807361 Ext. 478, 499

Fax ( 021 ) 8807435

Hp. 0852 151 48705

 

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ^_^ ghodiy ^_^
Sent: Thursday, August 16, 2007 10:50 AM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: [ FUPM-EJIP ] 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

Kiat 20 : Doakan untuk Kebaikan, bukan Keburukannya

 

DOA termasuk hal penting yang harus kita pegang teguh. Kita perlu
mencari waktu-waktu terkabulnya doa yang dijelaskan Rasulullah saw.
Sebab doa orangtua akan dikabulkan oleh Allah swt. Dengan doa muatan
rasa cinta dan kasih sayang akan bertambah mekar di dalam hati kedua
orangtua. Maka hendaklah keduanya bermunajat dan memohon kepada Allah
agar Dia meluruskan anaknya dan masa depannya. Itulah Sunnah para nabi
dan rasul. Oleh karena itu mendoakan keburukan kepada anak merupakan hal
yang berbahaya. Sebab hal ini akan mengakibatkan kehancuran anak dan
masa depannya, bahkan kehancuran orang tua itu sendiri. 

 

Rasulullah saw. melarang para orangtua mendoakan keburukan bagi anaknya
karena hal itu bertentangan dengan akhlak Islam, dengan pendidikan Nabi
dan jauh dari cara Nabi dalam menyeru manusia ke dalam Islam. Rasulullah
saw. saja tidak medoakan kebinasaan bagi orang musyrik Thaif. Beliau
bahkan berdoa, "Aku berharap dari anak keturunan mereka akan ada
orang-orang yang beribadah kepada Allah." Dan ternyata Allah rnewujudkan
harapannya.

 

Rasulullah saw. bersabda:

 

"Janganlah kalian mendoakan keburukan kepada diri kalian, janganlah
kalian mendoakan keburukan kepada anak-anak kalian, janganlah kalian
mendoakan keburukan kepada pelayan-pelayan kalian, dan janganlah kalian
mendoakan keburukan kepada harta kalian. Janganlah kalian (mendoakan
keburukan sebab jika waktu doa kalian) bertepatan dengan saat-saat
dikabulnya doa, maka Allah akan mengabulkan doa kalian (yang buruk itu)"
(HR Abu Daud)

 

Imam Ghazali menyebutkan, ada seseorang yang datang kepada Abdullah Bin
Al-Mubarak seraya mengadukan perihal kedurhakaan anaknya. Ibnul-Mubarak
bertanya, "Pernahkah kamu mendoakan keburukan baginya?" la menjawab,
"Ya, pernah." Ibnul-Mubarak mengatakan, "Engkau telah menghancurkannya."

 

Mestinya, daripada Anda menjadi penyebab kehancurannya - dengan
mendoakan keburukan baginya-lebih baik engkau menjadi penyebab
kesalehannya dengan mendoakan kebaikan untuknya. Sebagaimana dilakukan
Rasulullah saw., beliau mendoakan kebaikan kepada anak-anak maka Allah
memberikan barokah kepada mereka di kemudian hari dengan amal saleh,
harta, dan anak. Ibnu 'Abbas -semoga Allah meridhainya- mengatakan, 

 

"Rasulullah saw. memelukku di dadanya seraya berdoa, 'Ya Allah
ajarkanlah padanya hikmah'." (HR Bukhari) 

 

Dalam riwayat lain, bunyi doanya adalah, "Ya Allah ajarkanlah padanya
al-Al-Qur'an ."

 

Dan berkat doa Rasulullah saw. itu Ibnu 'Abbas menjadi habrul-ummah
(ulama yang luas ilmunya) dan turjumanul-Al-Qur'an (pakar al-Al-Qur'an
). 

 

Rasulullah saw. menempuh jalan doa untuk menyelamatkan anak agar tidak
memilih ibunya yang Nasrani dan meninggalkan bapaknya yang muslim. Itu
merupakan pelajaran betapa pentingnya doa, sesuatu yang tidak dimiliki
oleh sistem lain di luar Islam. 'Abdur-Razzaq meriwayatkan dari
'Abdul-Hamid Al-Anshari dari ayahnya dari kakeknya, bahwa kakeknya masuk
Islam sedangkan isterinya enggan masuk Islam. Maka ia membawa anaknya
yang masih kecil dan belum dewasa. Kemudian Rasulullah saw. menyuruh
ayahnya duduk di sini dan ibunya duduk di sana dan menyuruh si anak
untuk memilih. Rasulullah saw. berdoa, "Ya Allah, berilah dia petunjuk."
Maka si anak pergi (memilih) bapaknya. (Diriwayat-kan pula oleh Ahmad
dan An-Nasai)

 

Durhaka jauh di bawah kekafiran. Namun demikian, berkaitan dengan
kekafiran saja Rasulullah saw. menempuh jalan doa. Karenanya dapat kita
katakan bahwa doa bisa mencerabut akar-akar kedurhakaan jika orangtua
melakukannya dengan ikhlas dan tak kenal henti, bahkan saat bepergian
(safar). Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi saw. apabila telah duduk
tegak di atas kendaraannya, untuk melakukan safar, bertakbir tiga kali,
kemudian mengucapkan:

 

"Maha Suci (Allah) Yang telah memudahkan (perjalanan) ini bagi kami
padahal sebelumnya kami tidak mampu melakukannya. Dan sesungguhnya kami
kepada Tuhan kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon
kepada-Mu, dalam perjalanan ini, kebaikan dan ketakwaan dan amal yang
Engkau ridhai. Ya Allah, ringankanlah bagi kami perjalanan ini dan
dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkaulah Yang
Menyertai kami dalam perjalanan dan Yang Mengurusi keluarga. Ya Allah,
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kepenatan perjalanan, dari
pemandangan yang menyedihkan, dan dari keburukan saat kami kembali, yang
menimpa harta, keluarga, dan anak."

 

Para ibu di zaman Rasulullah saw. begitu antusias mendapatkan doa
Rasulullah saw. bagi anak-anak mereka supaya mereka memperoleh
kebahagiaan dunia dan akhirat. Ummu Sulaim, ibu Anas -semoga Allah
meridhainya- meminta kepada Rasulullah saw. agar mendoakan anaknya lalu
beliau pun berdoa untuknya. Ummu Sulaim berkata, "Wahai Rasulullah, ini
pelayanmu, Anas, doakanlah dia." Maka beliau berdoa, "Ya Allah
perbanyaklah harta dan anaknya dan limpahkanlah barokah dalam segala
yang Engkau berikan kepadanya." (Riwayat Bukhari, Muslim, dan
At-Tirmidzi)

 

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Bukhari, Anas mengatakan, "Ibuku
membawaku kepada Rasulullah saw. la memakaikan sarung kepadaku dengan
separuh kerudungnya dan memakaikan baju dengan separuhnya yang lain.
Kemudian ia mengatakan, "Wahai Rasulullah saw. inilah Unais (si Anas
kecil) anakku. Aku membawanya kepadamu agar ia melayanimu. Maka
doakanlah dia." Maka Rasulullah saw. berdoa, "Ya Allah perbanyaklah
harta dan anak-nya." Anas mengatakan, "Demi Allah, hartaku banyak, anak
dan cucu-cucuku hari ini berjumlah kira-kira seratus orang."

 

Dari 'Abdillah Bin Hisyam -semoga Allah meridhainya- bahwa ia dibawa
ibunya kepada Rasu-lullah saw. ketika masih kecil. Maka Rasulullah saw.
mengusap kepalanya dan tidak membai'atnya. Dalam riwayat lain,
Rasulullah saw. mengusap kepalanya dan mendoakannya." (Al-Hakim dalam
al-Mustadarak no. 3456)

 

Dari Abu Hamzah Bin 'Abdillah, ia mengatakan,

 

"Aku bertanya kepada Abu 'Abdillah Bin 'Utbah Bin Mas'ud, Apa yang kau
ingat dari Rasulullah saw.?' Dia menjawab, 'Aku masih ingat saat beliau
membawaku, dan usiaku waktu itu lima atau enam tahun, lalu menyuruhku
duduk di kamarnya seraya mengusap kepalaku dan mendoakan barokah untukku
dan keturunanku'." (Al-Hakim)

 

Mungkin ada yang berkata, "Anak memang pembangkang dan tidak patuh
kepada kedua orang tuanya." Jawaban untuk hal itu adalah kelapangan dada
Nabi Ya'qub terhadap anaknya yang mengatakan, "Aku akan mintakan ampun
untukmu kepada Tuhanku."

 

Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In'ikasi
Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa 'Aqlihi) Oleh
Muhammad Rasyid Dimas

<<image001.gif>>

<<image002.jpg>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke