Dulu, tidak tahu peraturannya sekarang, kalau mau minta hypotheek untuk beli rumah dari bank, jumlah maximum hypotheek adalah 6 kali gaji suami-istri per tahun. Dulu kalau orang kerja di pemerintah, kalau ada garansi bahwa dia dapat kerjaan terus, hypotheeknya bisa dapat extra 10 %. Kekurangan untuk beli rumah harus dari uang simpanan sendiri.
Op vr 20 nov. 2020 om 14:16 schreef Chan CT <[email protected]>: > Terimakasih tanggapan yang diberikan, bung Nesare, ... > > Iyaa, ... pemerintah Tiongkok jelas tidak menentang regulasi IPO didunia > saham, dianggap dengan pemusatan modal dipasar saham bisa digunakan > mengembangkan produksi lebih baik dan cepat, ... dan, dengan demikian > merubah hak-milik kapitalis menjadi milik-publik, sejalan dengan > sosialisme! > Namun dalam kenyataan juga tidak dapat disangkal, ada segelintir kapitalis > yang bermain untuk merebut KEUNTUNGAN lebih bvesar dan cepat didunia saham > ini. Jadi, pemerintah bagaimanapun juga harus melakukan pengawasan bahkan > turun tangan pegang tali kendali, ... Begitulah sudah beberapa kali > pemerintah Tiongkok tidak membiarkan nilai saham naik-turun drastis secara > liberal yang jelas mengancam bisa terjadi KERUGIAN besar bagi banyak orang. > Kalau tidak salah ingat, misalnya, saat ditahun 1998 krismon melanda HK > yang baru saja kembali kepangkuan Ibupertiwi, untuk mempertahankan nilai > mata uang HK dan menggagalkan permainan George Soros, pemerintah pusat > membeli HK$118 milyar! Saat itulah Soros untuk pertama kali gagal didunia > saham dan rugi besar, ... > > Rupanya beberapa bulan terakhir ini, di Tiongkok terjadi perdebatan atau > diskusi cukup sengit antara Jack Mao dan beberapa pejabat bank, pengurus > finansial Tiongkok. Bisa atau bolehkah kredit dikucurkan TANPA AGUNAN? Jack > Ma menganggap jangan takut resiko, sedang pejabat perbankan tetap berpegang > teguh prinsip pinjmanan mutlak harus ada agunan yang memadai. Begitulah > keluar tuduhan Jack Ma, bank tidak beda dengan penggadai, ... Ini pertama. > Kedua, nilai saham Grup Semut tidak lebih 600juta, saat IPO dibandrol > 6,8milyar, sudah lebih 10X lipat, masalah menerjang resiko menjadi lebih > parah, ternyata seluruh jumlah kredit yang telah dikucurkan GSF sudah 100X > lipat nilai GSF sendiri! > > Yang menjadi pertanyaan saya, apakah didunia barat sana, bisa membenarkan > cara berpikir Jck Ma, mengucurkan kredit yang mereka bilang untuk > mempermudah UKM mendapat dana berusaha TANPA AGUNAN begitu bisa dibenarkan? > Dan kedua, bisakah dunia barat memnyetujui penggelembungan nilai saham GSF > 10X lipat dari nilai saham sesungguhnya? Lalu, berpatpatgulipat jumlah > nilai kredit yang telah dikucurkan bisa melebihi 100X lipat kemampuan GSF > membayar hutang itu kalau terjadi gagal Kredit? > Bukankah AS saat menghadapi krismon 2008 itu terjadi Kredit tumpang tindih > yang mengakibatkan banyak bank rugi, lalu sengaja membiarkan Lehman > Brothers bankrut, karena pembeli sahamnya lebih banyak dari luar AS, > khususnya warga HK, ... Itulah kebijakan AS yang mendhulukan kepentingan > AS, tanpa peduli warga negara lain dirugikan! Sungguh saya ikut sedih > melihat begitu banyak orang-tua pensiunan nangis ramai-ramai demo di depan > Bank HSBC dan BOC, ... menuntut uang pensiun mereka bisa kembali! Karena > mereka merasa TERTIPU oleh iming-iming baroker bank untuk membeli saham LB > itu! > > Salam, > ChanCT > > > > *From:* 'nesare' via GELORA45 > *Sent:* Friday, November 20, 2020 12:01 AM > *To:* 'GELORA45_In' > *Subject:* RE: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang! > > > Chan: Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi > nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan > ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi > segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! > Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama > mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN! > > > > Nesare: saya mencoba mengerti kesimpulan bung ini. Bung berpendapat > pemerintah RRT membatalkan/memperlambat IPO Semut karena pemerintah RRT > tidak mau menerapkan ekonomi liberal. Jack Ma ngomongnya lain. Dia bilang > regulator/pemerintah itu lelet/lamban: > > Chinese-run banking industry had a "pawn shop mentality", implying that > the government is too risk averse and slow to innovate. Memang presiden Xi > yg ksh perintah utk menuda IPO Semut ini. > > > > Mari kita simak. IPO itu membuka perusahaan swasta menjadi perusahaan > public/umum. Artinya ini ada aliran dana, ada perantara IB/investment > banking, PE/private equity, hedge fund dan semua ini adalah pelaku di dunia > finance. RRT sdh dari dulu berkeinginan menaikkan shanghai sbg pusat > keuangan menggantikan hong kong. Finance ini kapitalisme krn arus dana/duit > dalam investasi itu tdk bisa diganggu oleh pemerintah. Pemerintah hanya sbg > regulator. Kalau Xi mau memasukkan unsur sosialisme didalam finance ini > bagaimana caranya? Misalnya RRT bilang kalau mau IPO harus kasih sekian > persen sahamnya ke RRT (utk didistribusikan ke rakyat banyak) sbg bentuk > sosialisme nya. Pertanyaannya siapa/investor mana yg mau kasih duitnya > kepemerintah RRT ini? Perusahaan IPO itu krn mau cari dana, malah disuruh > ngasih dana ke pemerintah/rakyat? Tidak ada logikanya jalannya finance itu. > > > > Disini cobaan utk negara 2 sistem ini, bagaimana menggabungkan sosialisme > dan kapitalisme. > > Dengan menunda IPO Semut ini dunia ketar ketir melihat tindak tanduk RRT > dalam dunia finance ini. > > > > Mari kita lihat apa yg akan dilakukan oleh Xi. > > Terus terang saya skeptikal dari tindakan Xi menunda IPO Semut ini. > Takutnya akan menjadi boomerang pasar keuangan shanghai yg sdh dari dulu > setengah mati diberdayakan oleh pemerintah RRT. Ingat juga bahwa IPO > terbesar didunia itu ada di RRT: Alibaba, agbank, ICBC. Yg lain yg gede itu > diusa: GM, visa, facebook dll. Di jepang ada Docomo. > > > > Kenapa Alibaba, agbank, ICBC diperbolehkan dulunya, dan sekarang Ant tdk > boleh? Ini yg harus dipikirkan Xi. > > > > Nesare > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> *On > Behalf Of *Chan CT > *Sent:* Wednesday, November 18, 2020 11:22 PM > *To:* GELORA45_In <[email protected]> > *Subject:* [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang! > > > > *Mengapa IPO Semut Dilarang!* > > ChanCT – HK, 19-11-2020 > > [image: Semut] > > Sekalipun saya tidak paham ekonomi, finansial, cukup menarik apa yang > terjadi dengan pembatalan IPO Grup Semut Finansial, apa sesungguhnya yang > terjadi? Ada baiknya saya coba merangkup beberapa tulisan dan video yang > mengulas masalah GSF di meksos yang saya ikuti terakhir ini. Sekadar bahan > pertimbangan saja. Mudah2an bermanfaat, … > > Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Tiongkok, tgl. 3 Nopember > mengumumkan keputusan “Sementara Menghentikan rencana IPO Grup Semut > Finansial”, sesaat setelah melangsungkan pertemuan dengan pimpinan GSF, > yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan IPO dan telah terjadi > pelanggaran Ketentuan No.26 dan No.60 Ketentuan Biro Pengawas Regulasi > Teknologi Finansial Shanghai-Tiongkok. > > Patut diperhatikan, regulator Tiongkok saat menghentikan rencana IPO Grup > Semut senilai $ 35 miliar. Namun transaksi IPO yang begitu besar antusias > “MEMBELI” saham Grup Semut betul-betul menjebol rekor dunia saham yang > BELUM pernah terjadi selama ratusan tahun pasar saham didunia! Menurut > pencatatan biro saham Hongkong dan Shanghai mencapai sekitar AS$3Triliun, … > melebihi ketentuan 76 miliar atau lebih dari 284 kali batas penertiban awal > IPO dan, berdasarkan pencatatan perusahaan teknologi keuangan ini akan > membawa nilai pasarnya menjadi sekitar US$315 miliar, melebihi JPMorgan > Chase dan empat kali lebih besar dari Goldman Sachs.! Rekor tertinggi! > Betul-betul sudah GILAAA, … kata banyak orang. > > Pembatalan IPO Grup Semut Finansial yang semula akan diresmikan tgl. 5 > Nopember dengan kode: 688688, dengan sendirinya cukup menggemparkan. > Tiba-tiba saja Grup Alibaba di pasar saham AS dalam semalam kehilangan > nilai lebih dari $68 miliar. > > Seorang netizen mengomentari, sekalipun kerugian yang menimpa Grup Semut > Financial di Tiongkok demikian cukup berat, tapi, pembatalan IPO GSF harus > dikatakan TIDAK menyeret Tiongkok kejeblols dalam “jebakan” yang mematikan, > dengan demikian juga membuyarkan mimpi-indah Amerika Serikat mendapat > kesempatan menggempur finansial Tiongkok! > > Coba perhatikan, pada saat pemerintah AS kewalahan mengatasi pandemi > Corona yang merebak dan mengakibatkan Trump harus mencetak dollar lebih > banyak lagi, ... Justru disaat AS menjalankan suku bunga 0%, nampak arus > dollar mengalir cukup deras membeli saham Grup Semut Finansial! Dengan > harapan begitu nilai saham Grup Semut naik bisa dilepas dan meraih > keuntungan, … lumayan! > > Sementara berita memperkirakan lebih 30% saham Grup Semut Finansial itu > menjadi modal Amerika, hampir 20% modal Jepang! Sedang modal Alibaba dan > Tiongkok sendiri hanya sekitar 30% saja. Tentu sampai dimana keakuratan > berita tsb. tidak jelas! Tidak ada pemberitaan resmi. > > Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan > dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, > akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu > kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun > Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu > akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat > dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak > parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, > tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!” > > Masalahnya mengapa pasar saham bisa gila seperti kehilangan nalar sehat > membeli saham Grup Semut sampai begitu dahsyat, …? Itukah kecerdasan Jack > Ma dengan Alibaba nya dalam “penemuan” dan pengembangan dengan digital > transaksi finansial yang terjadi dijaman modern ini? > > Jack Ma dan CEO GSF, Jin Xian Dong dengan bangga dan sesumbar menyatakan > mereka sedang menjalankan “Revolusi Finansial Masa Depan” untuk mendorong > maju usaha nasional Tiongkok dan dunia dengan kecepatan tinggi, … Yaitu, > dengan menggunakan teknologi Big Data bisa memperlancar pemberian kredit > pada UKM. Tanpa harus ada pemeriksaan konsumen berkemampuan membayar kredit > yang diberikan, bahkan tanpa harus ada agunan yang memadai! Jadi, > meninggalkan tradisi lama yang menempatkan Bank tidak beda dengan sistem > Penggadaian yang sudah kuna dan terbelakang itu. > > Mereka pun menyatakan dengan bangga, bahwa penemuan yang dijalankan itu > sesuai dengan prinsip Jalan Sosialisme, secara berangsur akan terjadi > penghilangan peran “kapital” perseorangan, karena “kapital” berubah menjadi > milik bersama, milik kolektif didalam Big Data itu, … > > Namun mereka lupa, ditengah masyarakat masih ada sementara orang nakal > yang memang bermaksud jahat, setiap saat bisa menggondol kredit yang > didapatkan dan menghilang tak berbekas, … seandainya kredit yang dikucurkan > itu tidak melebihi jumlah saham GSF atau hanya lebih 10 Kali lipat. Tapi, > persoalan menjadi lebih serius karena nilai saham GSF sesungguhnya sudah > menggelembung lebih 10 Kali lipat saat IPO, sedang jumlah kredit yang > dikucurkan itu bisaa 100 kali lipat melebihi kemampuan GSF sesungguhnya! > Siapa yang harus menanggung? > > Melihat perkembangan Grup Semut Finansial yang hanya mendapatkan ijin > operasi di Chong Qing, ternyata telah menyebar luas dibanyak kota besar > diseluruh negeri. Makin besar dan makin banyak kredit yang dikucurkan tentu > makin besar resiko yang dihadapi! Jangan lupa kredit sebegitu banyak yang > dikucurkan itu tidak ada agunan, artinya semua hutang itu hanya berdasarkan > “kepercayaan”, "reputasi" saja! Entah kapan gelembung balon sabun itu > meledak saja dan orang banyak pemilik saham Grup Semut Finansial itu jadi > KORBAN, …! > > Kalau saja di Amerika ketika itu konsumen *dikibuli* dengan bermacam > taktik yang sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga > tinggi dan jelas tidak mampu membayar kredit. Dengan harapan jika terjadi > gagal bayar kredit, masih ada bangkai didapat dengan menyita agunan rumah > mereka. Sedang Grup Semut menjadi lebih celaka, karena tidak ada agunan > yang disita untuk membayar gagal kredit mereka, … > > Keuntungan Grup Semut terutama berasal dari pinjaman konsumen di > Tiongkok-utara, serta pinjaman komersial yang dipinjamkan ke pedagang > WeChat, sehingga populer di kalangan konsumen. Kenyataan dimasyarakat > Tiongkok, tidak mudah mendapatkan pinjaman dari bank, terutama untuk > pedagang kecil. Celah inilah yang digunakan baik-baik dan dikembangkan Grup > Semut. > > Dari beberapa sumber di medsos juga bisa diketahui, cukup banyak orang, > pengusaha kecil-menengah diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan kredit > dari Grup Semut, bayangkan TANPA HARUS ada agunan yang memadai bisa > mendapatkan “pinjaman” dari puluhan ribu sampai ratusan ribu Yuan! Bahkan > ada konsumen yang sudah berulangkali membayar kredit tepat waktu, akhirnya > berhasil mendapat kridit tambahan sampai jutaan Yuan! > > Kemudahan kredit dari GSF dalam kenyataan cukup mempercepat perkembangan > UKM di Tiongkok, mendapatkan sambutan sekalipun harus membayar administrasi > dan suku bunga sedikit lebih mahal dari kredit yang didapatkan dari bank > resmi! > > Lalu, bagaimanakah regulasi Grup Semut bisa memberi kredit jauh lebih > besar dari keuangan yang ada sesungguhnya? Sementara medsos mengungkap, > Jack Ma menggunakan cara pengulangan kredit diatas kredit, GSF membuat > peringkat kredit cukup tinggi dengan penggunaan surat berharga komersial > sebagai sumber pembiayaan, karena lebih murah daripada menggunakan sumber > pembiayaan dari pinjaman bank. Sehingga surat berharga inilah yang > dianggap alternatif sumber pembiayaan, ... untuk mengucurkan kredit berikut. > > Disamping itu dengan dikuasainya teknologi internet dan teknologi Digital > “Big Data”, Jack Ma dengan Alibaba nya berhasil menguasai ePasar, eBuy, > eMoney, ePay tidak hanya di Tiongkok daratan, tapi juga merambah kedunia > internasional. Akibatnya, praktis dunia medsos juga dikuasai Alibaba dengan > baik, maka dengan terjadi monopoli dunia internet, orang sulit mendengarkan > cacad atau kesalahan dan kebusukan yang terjadi di Grup Alibaba dan Grup > Semut, yang terdengar hanyalah berita yang baik-baik dan keunggulan dan > manfaatnya saja! Termakanlah rakyat Tiongkok bahkan rakyat didunia akan > keheibatan dan kebaikan Grup Alibaba dan Grup Semut itu Termasuk sementara > pejabat pun memberikan pujian tinggi pada Jack Ma sudah terjadi. Diskusi > dan perdebatan “Revolusi Finansial Masa Depan” cukup sengitpun tidak > terhindarkan. Tidak sedikit orang tergiur dengan kecepatan membumbung > tingginya NILAI saham Grup Semut dan pihak lain yang jernih melihat resiko > dan bahaya mengancam setiap saat akan meledak, … > > Yang dikejar pemerintah Tiongkok bukanlah kapitalisme liberal, tetapi > kapitalisme negara! Dimana pemerintah tetap pegang kendali ekonomi > nasional! Pemerintah tetap berkemampuan mengendalikan dan mendisiplin > kapitalis-kapitalis TUNDUK mentaati UU dan ketentuan yang ditetapkan! > > Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, > mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan > ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi > segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! > Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama > mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN! > > > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/66B09D0E26A142828A7BDFC3D6102934%40A10Live > <https://groups.googlecom/d/msgid/gelora1945/66B09D0E26A142828A7BDFC3D6102934%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/007701d6be8d%242debe9b0%2489c3bd10%24%40yahoo.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/007701d6be8d%242debe9b0%2489c3bd10%24%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/55C7302DB66549CB88CEE86D598229A0%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/55C7302DB66549CB88CEE86D598229A0%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjyCuHOwOPx1HyYJCKL6Sj5DSGtXEahsABcEvu0n8o2Ew%40mail.gmail.com.
