Iyaaa, ... banyak orang bilang HUKUM di Tiongkok belum mantap benar, khususnya 
ditahun-tahun 1980-1990an, setiap saat bisa berubah bahkan disana-sini ada 
pejabat nakal yang main! HUKUM masih dalam proses penegakkan dan 
pejabat-pejabat juga masih dalam proses pemantapan, sedang ditengah masyarakat 
juga merupakan proses revolusi MENTAL! Satu perubahan radikal dari kehidupan 
segalanya diatur dan ditentukan pemerintah, dirubah menjadi kebebasan 
perseorangan. Tidak terhindarkan orang mengejar “keuntungan”, terjadi 
akal-akalan, tipu-menipu, pembajakan karya orang lain, pemalsuan, pelacuran dan 
dekadensi kehidupan borjuis lainnya, bermunculan ego berlebih tanpa peduli 
orang lain dirugikan dan jadi buntung, ...

Beruntung ketika itu, Deng tetap pertahankan 4 prinsip dalam menempuh “Jalan 
Sosialisme Berkarakter Tiongkok” itu, khususnya tetap mempertahankan teguh 
kepemimpinan PKT dengan prinsip Diktatur Proletariat! Menjamin PKT sebagai 
partai tunggal di Tiongkok yang berkemampuan memimpin dan membawa 1,4 Milyar 
rakyat Tiongkok membangun masyarakat adil dan makmur, ... Dalam perjalanan 
berhasil meluruskan kembali kesalahan-kesalahan yang terjadi, meluruskan 
kembali demokrasi yang kebablasan menjurus Sosial Demokrat itu. Bahkan bisa 
dikatakan, nyaris RRT roboh digempur demo Tian An Men ditahun 1989, ...! 

Saya yakin didunia ini tidak akan ada pemerintah yang membiarkan pengucuran 
kredit tanpa ada jaminan pembayaran kredit yang diberikan, setidaknya ada 
agunan yang harus menjamin tidak dirugikan kalau terjadi gagal-kredit! Jadi 
memang seperti yang dituduhkan Jack Ma itu, bank jadi lelet, lambat dan menjadi 
penghalang pengucuran dana karena sistem kerjanya tetap tidak beda dengan 
Penggadai! Yang membuat krismon di AS, tahun 2008 juga akibat kredit melembung 
tinggi, setelah agunan kredit rumah yang dibeli itu boleh dijadikan agunan 
berikut utk dapatkan kredit lagi, ... terjadi pertumbuhan ekonomi semu berlebih 
dan meledak akibat terlalu banyak orang hidup dari hutang diluar batas 
kemampuannya sendiri! Akhirnya yang terjadi, keuntungan diperebutkan segelintir 
kapitalis besar, kerugian harus ditanggung pemerintah atau rakyat banyak yang 
BUNTUNG, ... dirugikan! Pilih yang mana saja!

Tentu masalah IPO Grup Semut Finansial dibatalkan masih akan berbuntut panjang, 
... kabarnya Jack Ma dalam pemeriksaan! Harus diungkap bagaimana GSF 
bersekongkol dengan sementara pejabat, ijin operasi hanya didapatkan di Chong 
Qing, tapi mereka bisa merambah ke banyak kota-besar lainnya, ... dan bagaimana 
mereka menggelembungkan pemb erian kredit sampai 100X lipat kemampuan aset GSF 
itu???

Salam,
ChanCT



From: kh djie 
Sent: Friday, November 20, 2020 11:51 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In 
Subject: Re: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

Eh, lupa sebutkan. Itu peraturan di negeri Belanda kira2 35 
tahun yang lalu ttg. max.pinjaman hypotheek 6 X gaji. Lain
negeri, lain aturannya. 
Saya pernah menghadiri penjualan rumah di Pudong Shanghai.
Dalam sehari laku 39 rumah dari 42 rumah yang ada. Tahun
depannya saya ketemu teman lagi, dia cerita wah, kalau
waktu itu jual rumah real estatenya terlambat 3 bulan saja,
dia bisa rugi banyak, karena tiba2 pemerintah Tiongkok
bikin peraturan baru, Yang mau beli rumah harus punya
uang sendiri 50%. Yang 50% boleh ambil dari hypotheek.
Dengan peraturan yang baru waktu itu, hanya akan sedikit
saja orang yang mampu beli waktu itu. Jadi ya kebijaksanaan 
bank/pemerintah besar sekali effeknya.

Op vr 20 nov. 2020 om 16:14 schreef kh djie <[email protected]>:

  Dulu, tidak tahu peraturannya sekarang, kalau mau 
  minta hypotheek untuk beli rumah dari bank, jumlah 
  maximum hypotheek adalah 6 kali gaji suami-istri per 
  tahun. Dulu kalau orang kerja di pemerintah, kalau
  ada garansi bahwa dia dapat kerjaan terus, hypotheeknya
  bisa dapat extra 10 %. Kekurangan untuk beli rumah
  harus dari uang simpanan sendiri.

  Op vr 20 nov. 2020 om 14:16 schreef Chan CT <[email protected]>:

    Terimakasih tanggapan yang diberikan, bung Nesare, ...

    Iyaa, ... pemerintah Tiongkok jelas tidak menentang regulasi IPO didunia 
saham, dianggap dengan pemusatan modal dipasar saham bisa digunakan 
mengembangkan produksi lebih baik dan cepat, ... dan, dengan demikian merubah 
hak-milik kapitalis menjadi milik-publik, sejalan dengan sosialisme! 
    Namun dalam kenyataan juga tidak dapat disangkal, ada segelintir kapitalis 
yang bermain untuk merebut KEUNTUNGAN lebih bvesar dan cepat didunia saham ini. 
Jadi, pemerintah bagaimanapun juga harus melakukan pengawasan bahkan turun 
tangan pegang tali kendali, ... Begitulah sudah beberapa kali pemerintah 
Tiongkok tidak membiarkan nilai saham naik-turun drastis secara liberal yang 
jelas mengancam bisa terjadi KERUGIAN besar bagi banyak orang. Kalau tidak 
salah ingat, misalnya, saat ditahun 1998 krismon melanda HK yang baru saja 
kembali kepangkuan Ibupertiwi, untuk mempertahankan nilai mata uang HK dan 
menggagalkan permainan George Soros, pemerintah pusat membeli HK$118 milyar! 
Saat itulah Soros untuk pertama kali gagal didunia saham dan rugi besar, ...

    Rupanya beberapa bulan terakhir ini, di Tiongkok terjadi perdebatan atau 
diskusi cukup sengit antara Jack Mao dan beberapa pejabat bank, pengurus 
finansial Tiongkok. Bisa atau bolehkah kredit dikucurkan TANPA AGUNAN? Jack Ma 
menganggap jangan takut resiko, sedang pejabat perbankan tetap berpegang teguh 
prinsip pinjmanan mutlak harus ada agunan yang memadai. Begitulah keluar 
tuduhan Jack Ma, bank tidak beda dengan penggadai, ... Ini pertama.
    Kedua, nilai saham Grup Semut tidak lebih 600juta, saat IPO dibandrol 
6,8milyar, sudah lebih 10X lipat, masalah menerjang resiko menjadi lebih parah, 
ternyata seluruh jumlah kredit yang telah dikucurkan GSF sudah 100X lipat nilai 
GSF sendiri! 

    Yang menjadi pertanyaan saya, apakah didunia barat sana, bisa membenarkan 
cara berpikir Jck Ma, mengucurkan kredit yang mereka bilang untuk mempermudah 
UKM mendapat dana berusaha TANPA AGUNAN begitu bisa dibenarkan?
    Dan kedua, bisakah dunia barat memnyetujui penggelembungan nilai saham GSF 
10X lipat dari nilai saham sesungguhnya? Lalu, berpatpatgulipat jumlah nilai 
kredit yang telah dikucurkan bisa melebihi 100X lipat kemampuan GSF membayar 
hutang itu kalau terjadi gagal Kredit? 
    Bukankah AS saat menghadapi krismon 2008 itu terjadi Kredit tumpang tindih 
yang mengakibatkan banyak bank rugi, lalu sengaja membiarkan Lehman Brothers 
bankrut, karena pembeli sahamnya lebih banyak dari luar AS, khususnya warga HK, 
... Itulah kebijakan AS yang mendhulukan kepentingan AS, tanpa peduli warga 
negara lain dirugikan! Sungguh saya ikut sedih melihat begitu banyak orang-tua 
pensiunan nangis ramai-ramai demo di depan Bank HSBC dan BOC, ... menuntut uang 
pensiun mereka bisa kembali! Karena mereka merasa TERTIPU oleh iming-iming 
baroker bank untuk membeli saham LB itu! 

    Salam,
    ChanCT



    From: 'nesare' via GELORA45 
    Sent: Friday, November 20, 2020 12:01 AM
    To: 'GELORA45_In' 
    Subject: RE: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

    Chan: Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi 
nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan 
ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir 
kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT 
harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut 
Finansial di BATALKAN!



    Nesare: saya mencoba mengerti kesimpulan bung ini. Bung berpendapat 
pemerintah RRT membatalkan/memperlambat IPO Semut karena pemerintah RRT tidak 
mau menerapkan ekonomi liberal. Jack Ma ngomongnya lain. Dia bilang 
regulator/pemerintah itu lelet/lamban:

    Chinese-run banking industry had a "pawn shop mentality", implying that the 
government is too risk averse and slow to innovate. Memang presiden Xi yg ksh 
perintah utk menuda IPO Semut ini.



    Mari kita simak. IPO itu membuka perusahaan swasta menjadi perusahaan 
public/umum. Artinya ini ada aliran dana, ada perantara IB/investment banking, 
PE/private equity, hedge fund dan semua ini adalah pelaku di dunia finance. RRT 
sdh dari dulu berkeinginan menaikkan shanghai sbg pusat keuangan menggantikan 
hong kong. Finance ini kapitalisme krn arus dana/duit dalam investasi itu tdk 
bisa diganggu oleh pemerintah. Pemerintah hanya sbg regulator. Kalau Xi mau 
memasukkan unsur sosialisme didalam finance ini bagaimana caranya? Misalnya RRT 
bilang kalau mau IPO harus kasih sekian persen sahamnya ke RRT (utk 
didistribusikan ke rakyat banyak) sbg bentuk sosialisme nya. Pertanyaannya 
siapa/investor mana yg mau kasih duitnya kepemerintah RRT ini? Perusahaan IPO 
itu krn mau cari dana, malah disuruh ngasih dana ke pemerintah/rakyat? Tidak 
ada logikanya jalannya finance itu.



    Disini cobaan utk negara 2 sistem ini, bagaimana menggabungkan sosialisme 
dan kapitalisme.

    Dengan menunda IPO Semut ini dunia ketar ketir melihat tindak tanduk RRT 
dalam dunia finance ini.



    Mari kita lihat apa yg akan dilakukan oleh Xi.

    Terus terang saya skeptikal dari tindakan Xi menunda IPO Semut ini. 
Takutnya akan menjadi boomerang pasar keuangan shanghai yg sdh dari dulu 
setengah mati diberdayakan oleh pemerintah RRT. Ingat juga bahwa IPO terbesar 
didunia itu ada di RRT: Alibaba, agbank, ICBC. Yg lain yg gede itu diusa: GM, 
visa, facebook dll. Di jepang ada Docomo.



    Kenapa Alibaba, agbank, ICBC diperbolehkan dulunya, dan sekarang Ant tdk 
boleh? Ini yg harus dipikirkan Xi.



    Nesare



    From: [email protected] <[email protected]> On Behalf 
Of Chan CT
    Sent: Wednesday, November 18, 2020 11:22 PM
    To: GELORA45_In <[email protected]>
    Subject: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!



    Mengapa IPO Semut Dilarang!

    ChanCT – HK, 19-11-2020



    Sekalipun saya tidak paham ekonomi, finansial, cukup menarik apa yang 
terjadi dengan pembatalan IPO Grup Semut Finansial, apa sesungguhnya yang 
terjadi? Ada baiknya saya coba merangkup beberapa tulisan dan video yang 
mengulas masalah GSF di meksos yang saya ikuti terakhir ini. Sekadar bahan 
pertimbangan saja. Mudah2an bermanfaat, …

    Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Tiongkok, tgl. 3 Nopember 
mengumumkan keputusan “Sementara Menghentikan rencana IPO Grup Semut 
Finansial”, sesaat setelah melangsungkan pertemuan dengan pimpinan GSF, yang 
dinyatakan tidak memenuhi persyaratan IPO dan telah terjadi pelanggaran 
Ketentuan No.26 dan No.60 Ketentuan Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial 
Shanghai-Tiongkok.

    Patut diperhatikan, regulator Tiongkok saat menghentikan rencana IPO Grup 
Semut senilai $ 35 miliar. Namun transaksi IPO yang begitu besar antusias 
“MEMBELI” saham Grup Semut betul-betul menjebol rekor dunia saham yang BELUM 
pernah terjadi selama ratusan tahun pasar saham didunia! Menurut pencatatan 
biro saham Hongkong dan Shanghai mencapai sekitar AS$3Triliun, … melebihi 
ketentuan 76 miliar atau lebih dari 284 kali batas penertiban awal IPO dan, 
berdasarkan pencatatan perusahaan teknologi keuangan ini akan membawa nilai 
pasarnya menjadi sekitar US$315 miliar, melebihi JPMorgan Chase dan empat kali 
lebih besar dari Goldman Sachs.! Rekor tertinggi! Betul-betul sudah GILAAA, … 
kata banyak orang. 

    Pembatalan IPO Grup Semut Finansial yang semula akan diresmikan tgl. 5 
Nopember dengan kode: 688688, dengan sendirinya cukup menggemparkan. Tiba-tiba 
saja Grup Alibaba di pasar saham AS dalam semalam kehilangan nilai lebih dari 
$68 miliar. 

    Seorang netizen mengomentari, sekalipun kerugian yang menimpa Grup Semut 
Financial di Tiongkok demikian cukup berat, tapi, pembatalan IPO GSF harus 
dikatakan TIDAK menyeret Tiongkok kejeblols dalam “jebakan” yang mematikan, 
dengan demikian juga membuyarkan mimpi-indah Amerika Serikat mendapat 
kesempatan menggempur finansial Tiongkok! 

    Coba perhatikan, pada saat pemerintah AS kewalahan mengatasi pandemi Corona 
yang merebak dan mengakibatkan Trump harus mencetak dollar lebih banyak lagi, 
... Justru disaat AS menjalankan suku bunga 0%, nampak arus dollar mengalir 
cukup deras membeli saham Grup Semut Finansial! Dengan harapan begitu nilai 
saham Grup Semut naik bisa dilepas dan meraih keuntungan, … lumayan!

    Sementara berita memperkirakan lebih 30% saham Grup Semut Finansial itu 
menjadi modal Amerika, hampir 20% modal Jepang! Sedang modal Alibaba dan 
Tiongkok sendiri hanya sekitar 30% saja. Tentu sampai dimana keakuratan berita 
tsb. tidak jelas! Tidak ada pemberitaan resmi. 

    Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan 
dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan 
terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS 
dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut 
Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, 
MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan 
krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH 
bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan 
“SEMUT di Hot Pot!” 

    Masalahnya mengapa pasar saham bisa gila seperti kehilangan nalar sehat 
membeli saham Grup Semut sampai begitu dahsyat, …? Itukah kecerdasan Jack Ma 
dengan Alibaba nya dalam “penemuan” dan pengembangan dengan digital transaksi 
finansial yang terjadi dijaman modern ini?

    Jack Ma dan CEO GSF, Jin Xian Dong dengan bangga dan sesumbar menyatakan 
mereka sedang menjalankan “Revolusi Finansial Masa Depan” untuk mendorong maju 
usaha nasional Tiongkok dan dunia dengan kecepatan tinggi, … Yaitu, dengan 
menggunakan teknologi Big Data bisa memperlancar pemberian kredit pada UKM. 
Tanpa harus ada pemeriksaan konsumen berkemampuan membayar kredit yang 
diberikan, bahkan tanpa harus ada agunan yang memadai! Jadi, meninggalkan 
tradisi lama yang menempatkan Bank tidak beda dengan sistem Penggadaian yang 
sudah kuna dan terbelakang itu. 

    Mereka pun menyatakan dengan bangga, bahwa penemuan yang dijalankan itu 
sesuai dengan prinsip Jalan Sosialisme, secara berangsur akan terjadi 
penghilangan peran “kapital” perseorangan, karena “kapital” berubah menjadi 
milik bersama, milik kolektif didalam Big Data itu, … 

    Namun mereka lupa, ditengah masyarakat masih ada sementara orang nakal yang 
memang bermaksud jahat, setiap saat bisa menggondol kredit yang didapatkan dan 
menghilang tak berbekas, … seandainya kredit yang dikucurkan itu tidak melebihi 
jumlah saham GSF atau hanya lebih 10 Kali lipat. Tapi, persoalan menjadi lebih 
serius karena nilai saham GSF sesungguhnya sudah menggelembung lebih 10 Kali 
lipat saat IPO, sedang jumlah kredit yang dikucurkan itu bisaa 100 kali lipat 
melebihi kemampuan GSF sesungguhnya! Siapa yang harus menanggung? 

    Melihat perkembangan Grup Semut Finansial yang hanya mendapatkan ijin 
operasi di Chong Qing, ternyata telah menyebar luas dibanyak kota besar 
diseluruh negeri. Makin besar dan makin banyak kredit yang dikucurkan tentu 
makin besar resiko yang dihadapi! Jangan lupa kredit sebegitu banyak yang 
dikucurkan itu tidak ada agunan, artinya semua hutang itu hanya berdasarkan 
“kepercayaan”, "reputasi" saja! Entah kapan gelembung balon sabun itu meledak 
saja dan orang banyak pemilik saham Grup Semut Finansial itu jadi KORBAN, …! 

    Kalau saja di Amerika ketika itu konsumen dikibuli dengan bermacam taktik 
yang sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga tinggi dan 
jelas tidak mampu membayar kredit. Dengan harapan jika terjadi gagal bayar 
kredit, masih ada bangkai didapat dengan menyita agunan rumah mereka. Sedang 
Grup Semut menjadi lebih celaka, karena tidak ada agunan yang disita untuk 
membayar gagal kredit mereka, …

    Keuntungan Grup Semut terutama berasal dari pinjaman konsumen di 
Tiongkok-utara, serta pinjaman komersial yang dipinjamkan ke pedagang WeChat, 
sehingga populer di kalangan konsumen. Kenyataan dimasyarakat Tiongkok, tidak 
mudah mendapatkan pinjaman dari bank, terutama untuk pedagang kecil. Celah 
inilah yang digunakan baik-baik dan dikembangkan Grup Semut.

    Dari beberapa sumber di medsos juga bisa diketahui, cukup banyak orang, 
pengusaha kecil-menengah diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan kredit dari 
Grup Semut, bayangkan TANPA HARUS ada agunan yang memadai bisa mendapatkan 
“pinjaman” dari puluhan ribu sampai ratusan ribu Yuan! Bahkan ada konsumen yang 
sudah berulangkali membayar kredit tepat waktu, akhirnya berhasil mendapat 
kridit tambahan sampai jutaan Yuan!

    Kemudahan kredit dari GSF dalam kenyataan cukup mempercepat perkembangan 
UKM di Tiongkok, mendapatkan sambutan sekalipun harus membayar administrasi dan 
suku bunga sedikit lebih mahal dari kredit yang didapatkan dari bank resmi!

    Lalu, bagaimanakah regulasi Grup Semut bisa memberi kredit jauh lebih besar 
dari keuangan yang ada sesungguhnya? Sementara medsos mengungkap, Jack Ma 
menggunakan cara pengulangan kredit diatas kredit, GSF membuat peringkat kredit 
cukup tinggi dengan penggunaan surat berharga komersial sebagai sumber 
pembiayaan, karena lebih murah daripada menggunakan sumber pembiayaan dari 
pinjaman bank. Sehingga surat berharga inilah yang dianggap alternatif sumber 
pembiayaan, ... untuk mengucurkan kredit berikut.

    Disamping itu dengan dikuasainya teknologi internet dan teknologi Digital 
“Big Data”, Jack Ma dengan Alibaba nya berhasil menguasai ePasar, eBuy, eMoney, 
ePay tidak hanya di Tiongkok daratan, tapi juga merambah kedunia internasional. 
Akibatnya, praktis dunia medsos juga dikuasai Alibaba dengan baik, maka dengan 
terjadi monopoli dunia internet, orang sulit mendengarkan cacad atau kesalahan 
dan kebusukan yang terjadi di Grup Alibaba dan Grup Semut, yang terdengar 
hanyalah berita yang baik-baik dan keunggulan dan manfaatnya saja! Termakanlah 
rakyat Tiongkok bahkan rakyat didunia akan keheibatan dan kebaikan Grup Alibaba 
dan Grup Semut itu Termasuk sementara pejabat pun memberikan pujian tinggi pada 
Jack Ma sudah terjadi. Diskusi dan perdebatan “Revolusi Finansial Masa Depan” 
cukup sengitpun tidak terhindarkan. Tidak sedikit orang tergiur dengan 
kecepatan membumbung tingginya NILAI saham Grup Semut dan pihak lain yang 
jernih melihat resiko dan bahaya mengancam setiap saat akan meledak, …

    Yang dikejar pemerintah Tiongkok bukanlah kapitalisme liberal, tetapi 
kapitalisme negara! Dimana pemerintah tetap pegang kendali ekonomi nasional! 
Pemerintah tetap berkemampuan mengendalikan dan mendisiplin kapitalis-kapitalis 
TUNDUK mentaati UU dan ketentuan yang ditetapkan!

    Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, 
mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan 
ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir 
kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT 
harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut 
Finansial di BATALKAN!



    -- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/66B09D0E26A142828A7BDFC3D6102934%40A10Live.

    -- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/007701d6be8d%242debe9b0%2489c3bd10%24%40yahoo.com.

    -- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/55C7302DB66549CB88CEE86D598229A0%40A10Live.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/46097A6469CF45E185BAB587791DF50B%40A10Live.

Reply via email to