Bung Djie yb, Waaah, kalau sudah memasuki masalah kedokteran, saya tentu tidak berhak bicara! Tapi, dari tulisan yang pernah saya baca menyatakan beberapa kemungkinan, akibat kekebalan setiap orang berbeda-beda, yang lebih kuat tentu agak lambat jatuh sakit, ... jadi tidak ada gejala sekalipun positif. Ddipandang dari sudut virusnya itu sendiri, bisa dikatakan virus Covid-19 yang masuk dalam tubuh orang itu kurang kuat, kurang besar jumlahnya! Jadi, sekalipun terditeksi positif, belum muncul gejala sakit.
Tapi, juga ada gejala aneh dengan Covid-19 ini, biasanya orang yang terjangkit akan muncul antibody nya, katanya, ada sementara orang, bahkan cukup banyak pasien yang sembuh tidak muncul antibody itu. Entah mengapa dan bagaimana penjelasannya. Gejala itu ditemukan, setelah ada cara pengobatan mentransfusi darah pasien Covid-19 yang sudah sembuh itu pada pasien Covid-19, ... ditemukan ada sementara pasien yang tidak terjadi antibody itu. Jadi, ... pengertian biar setiap warga timbul antibody dlm tub uh mereka dan harus terjangkit Covid-19, mestinya tidak bisa dibenarkan! Itu akan mengakibatkan peningkatan jumlah pasien bahkan angka kematian, ... Yang benar, protokol kesehatan yang diberlakukan itu, ngerem dirumah, kalau perlu keluar gunakan masker dan jaga jarak, lebih sering cuci-tangan. Maksudnya juga jelas, agar kita tidak terserang virus Covid-19! Tanpa harus mengejar timbulnya antibody dalam tubuh dengan menerima masuk virus Covid-19 dalam jumlah sedikit. Yang tentu berbeda pengertian menyuntikkan vaksin dalam tubuh manusia, ... Entahlah. Salam, ChanCT From: kh djie Sent: Wednesday, December 9, 2020 8:28 AM To: Chan CT ; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] Ada yang bisa bebas Covid-19? Bung Chan, Apa ada kemungkinan orang kena Coronavirus tetapi dalam jumlah kecil, sehingga T cellnya dapat memberantas sebagian besar virus yang masuk, dan tubuh mulai membangun antibody. Dan ini yang bikin orang, meskipun ditest positip, tetapi tidak sakit ? Karena itu di Belanda ada artikel, jangan selamanya tinggal di rumah, tidak pernah keluar, karena badan tidak buat antibody lawan Coronavirus. Dianjurkan justru selalu keluar, tetapi harus pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, menghin dari kerumunan orang banyak, apalagi kalau dalam satu ruangan. Katanya justreu dengan jalan2, terkena Coronavirus dalam jumlah kecil sekali, dan ini tidak membuat orang sakit, karena T cell masih sanggup memberantasnya karena jumlahnya kecil, dan antibody terbentuk? Salam, KH Op wo 9 dec. 2020 om 01:16 schreef Chan CT <[email protected]>: BETUUUL, juga! Bung Sunny, ... yang dikatakan kemutlakkan sesuatu tetap relatif sesuai waktu, kondisi yang dihadapi tertentu saja. Jadi, tetap bisa dikatakan PASTI ada sementara orang yang bisa dikatakan KEBAL, dikatakan tidak terjangkit Covid-19, karena tidak ada gejala SAKIT, TIDAK SAKIT sekalipun terditeksi POSITIF. Itu juga sudah diketahui saat Wuhan diserang, dari sekeluarga yang hidup serumah, ayah-ibu sudah harus masuk RS, bahkan ayahnya bebverapa hari kemudian harus masuk ICU, tapi sang putri yang berusia belasan tahun sangat dekat dan mengantar orang-tuanya ke RS, tetap tidak tertular. TIDAK SAKIT, ... sekalipun terditeksi POSITIF Covid-19! Sekalipun ada perkecualian-perkecualian tertentu begitu, secara umum boleh saja dikatakan tidak ada yang kebal Covid-19. Karena segala hal-ihwal didunia ini tidak ada yang mutlak MURNI, tidak ada gading tak retak, ... bisa mencapai 99,9% sudah sangat, sangat baguuus sekali! From: Sunny ambon Sent: Tuesday, December 8, 2020 10:42 PM To: BILLY GUNADIE Cc: Chan CT ; kh djie ; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] Ada yang bisa bebas Covid-19? Pasti ada yang bebas dan imum terhadap Covid-19. HIV/AIDS yang menakutkan saja ada, sebagai contoh ialah para PSK di Kenya. Hal menjadi objek utuk penyelidik ilmu kesehatan. On Tue, Dec 8, 2020 at 1:07 PM BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote: Seperti dalam sejarah.. Species muncul Dan punah.... Manusia sudah menguasai alam.... Juga species lainnya yang pernah ngalami..... Dan punah.. Atau berubah... Seperti dinosaur.... Apa lagi dengan senjata pemunah masal...juga DU.... Pancadan sinar gama... Kemungkinan merubah building block dari suatu kehidupan... Microirganism.... Virus belum dipahami sepenuhnya.. Politikus dan pabrik obat berkolaborasi.. Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Mon., Dec. 7, 2020 at 10:38 p.m., Chan CT <[email protected]> wrote: Pokoknya virus Covid-19 ini aneh dan menunjukkan banyak gejala yang membingungkan orang, ...! Yang juga nakutkan, setidaknya TIDAK BOLEH dianggap enteng! Sekalipun telah dinyatakan SEMBUH, ternyata juga ada gejala-gejala buntutnya yang aneka-ragam. Tapi, ada yang mengganggu/merusak organ tubuh bahkan otak manusia, katanya, tergantung kemana serangan virus itu terjadi. Artinya, virus Covid-19 BUKAN hanya menyerang/merusak organ paru-paru dan sistem pernafasan manusia saja! Saya di Amsterdam juga sudah beberapa kali nengok teman-teman, termasuk So En yang masuk panti-jompo, ... melihat kondisi dan suasana kehidupan di panti-jompo begitu sungguh nyaman rasanya, jauh, jauh beda sekali yang saya lihat di Hong Kong, ... Begitu sumpek, sesak sangat, sangat TIDAK NYAMAN, ditambah pelayanannya yang kurang bersahabat dan kasar, .... Di HK, beberapa panti-jompo jadi wadah penyebaran Covid-19. Sekalipun keluarga dilarang mengunjungi panti-jompo, tapi penmularan tetap terjadi! Sekali keserang puluhan orang-tua di satu panti-jompo terjadi, ... saya perhatikan beberapa kali akibat pelayan, jururawat yang bekerja disana. Yang sudah terjangkit, positif Covid-19 tapi TIDAK ada gejala sakit! From: kh djie Sent: Tuesday, December 8, 2020 7:50 AM To: Chan CT ; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] Ada yang bisa bebas Covid-19? Baru dapat telpon dari kenalan yang tinggal sekota dengan tante umur 93 tahun, yang sering dijemput teman pergi ke kami. Tante ini kena terjangkit Corona, ditest positif, tetapi tidak menunjukkan gejala sakit. Tante ini luar biasa aktif, bantu masak di toko jual makanan Indonesia tiap hari. Wah, orang yang jaga flat ketakutan, takut ketularan. Jadi tante ini dipindah ke flat khusus untuk orang2 yang kena Corona. Tetapi anehnya atau kebetulan sudah karena umur, jadi pelupa. Akhirnya oleh anaknya dipindah ke perumahan orang dement. Puluhan tahun yang lalu, anaknya pernah jadi dokter di perawatan orang dement ini. Mungkin karena itu bisa dapat cepat tempat untuk ibunya, dengan kamar yang besar sekali. Kami pernah niliki seorang tante lain puluhan tahun yang lalu yang dement. Pintu keluar masuk hanya bisa dibuka oleh perawat, karena kalau patient bisa keluar, bisa jalan kemana-mana, tetapi lupa tidak tahu namanya, tidak tahu tinggalnya. Lha, anaknya sendiri bulan Maret yang lalu sudah kena Corona, sembuh, sering datang niliki ibunya, ditest positif terjangkit Corona lagi, tetapi kali ini tidak sakit. Rupanya antibody yang terbentuk waktu kena Corona pertama kali, masih kuat. Op ma 7 dec. 2020 om 15:44 schreef Chan CT <[email protected]>: Masih dibulan-bulan Maret yl. cukup keras suara menyatakan karena virus Covid-19 takut panas, maka dinegara-negara tropik bisa bebas serangan wabah Covid-19, begitu juga ada suara virus Covid-19 mati dibawah sinar matahari, ... Ternyata TIDAK juga! TIDAK aDA YANG BISA kebal DAN bebas DARI COVID-19! Kenyataan negara2 Arab, Afrika, dan kemudian Indonesia sendiri juga terserang! Lalu, bagi yang bekerja kejemur matahari, seperti buruh bangunan di HK juga kenyataan ada yang kena, kok! Sekalipun ada yang bilang, virus Covid-19 memang tidak tahan lama dibawah sinar matahari, bahkan virus yang melekat dibenda padat didalam udara diatas 30C, juga hanya bisa tahan beberapa jam saja. Temperatur makin rendah, virus itu daya hidupnya lebih panjang, makanya bisa ditemukan virus Covid-19 dibungkusan daging beku, ikan beku dari Eropa, AS, Brasil, ... dipasar beberapa kota di Tiongkok, termasuk juga di HK. Jadi, saat beli makanan beku yang masak harus lebih hati-hati, ... saat membuka bungkusan dan memasaknya sebaiknya mateng betul, jangan setengah mateng! From: kh djie Sent: Monday, December 7, 2020 2:35 PM To: undisclosed-recipients: Subject: [GELORA45] Ada yang bilang, orang ekonomi lemah, yang terpaksa kerja di luar di bawah matahari dan di lingkungan kurang hygienis, justru terhindar dari Corona, karena punya antibody. Tidak tahu, apa kesimpulannya berdasarkan data, atau dari lihat sekeliling. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8taviVxRE6UB0WJBZ%2Bg88ivbe6Jk7Ri90m_9G-vVPmQbpvOg%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6F683479C49C47D0BDA08F8689818C38%40A10Live . -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/541643557.3536952.1607429226764%40mail.yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AEA7F99BCCEA410B918673E896BEB705%40A10Live.
