Rakyat ko ada suaranya...bersamaan.. Sudah ada referendum...
Mending kentut bersama rakyatnya...biar pejabat mledek....Dan atau bahwa Rakyat 
cuma Makan gulai jengkol.....



Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Tue., Jun. 22, 2021 at 2:26 p.m., Sunny ambon<[email protected]> 
wrote:   
Yang bersangkutan bisa mengatakan saya tidak mau melanggar undang-undang, 
tetapi karena dikehendaki rakayat maka untuk memenuhi kehendak rakyat maka saya 
mencalongkan diri lagi. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Saya tidak mau 
melanggar kehendak Tuhan. hehehehe
On Tue, Jun 22, 2021 at 7:38 PM 'j.gedearka' via GELORA45 
<[email protected]> wrote:



https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2179-bila-rakyat-menghendaki-presiden-tiga-periode



Selasa 22 Juni 2021, 05:00 WIB 

Bila Rakyat Menghendaki Presiden Tiga Periode 

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group | Editorial 

  Bila Rakyat Menghendaki Presiden Tiga Periode MI/Ebet Usman Kansong Dewan 
Redaksi Media Group. RAKYAT kiranya satu mantra politik. Demokrasi, katanya, 
ialah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Populisme di 
berbagai belahan dunia mengatasnamakan rakyat. Parlemen, katanya, 
merepresentasikan rakyat. Sebagai jargon politik, rakyat kiranya korban klaim 
elite. Dalam demokrasi, yang dimaksud rakyat ialah rakyat kebanyakan, sebagian 
besar rakyat, mayoritas rakyat; suara rakyat kebanyakan diklaim serupa suara 
seluruh rakyat. Dalam populisme, rakyat dianggap entitas homogen; populisme tak 
ubahnya peopleism, rakyatisme. DPR senantiasa mengklaim mewakili rakyat, meski 
sering kali kebijakan dan perilakunya jauh dari kehendak rakyat. Presiden tiga 
periode yang kini baru sebatas wacana, katanya, juga atas kehendak rakyat. 
Baiklah, kita lihat apakah presiden tiga periode sungguh-sungguh suara rakyat 
atau sekadar klaim. Kehendak rakyat bisa dipotret dari survei dan dari 
hitung-hitungan di atas kertas suara wakil rakyat di parlemen. Survei Saiful 
Mujani Research & Consulting menyebutkan 74% rakyat menghendaki aturan yang 
mengatur masa jabatan presiden maksimal dua periode tetap dipertahankan. Itu 
artinya, bila kita pakai makna rakyat sebagai mayoritas rakyat serupa dalam 
demokrasi, rakyat tidak menghendaki presiden tiga periode. Akan tetapi, rakyat 
yang tidak setuju Presiden Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden untuk 
ketiga kalinya, sebesar 52%. Ketika disodorkan nama Jokowi untuk kembali 
menjadi calon presiden pada 2024, jawaban para pendukung presiden dua periode 
goyah. Itu artinya, Jokowi masih memiliki pengaruh yang kuat terhadap rakyat. 
Rakyat yang setuju Jokowi menjabat presiden 3 periode sebanyak 40,2%. Sejumlah 
6,9% tidak menjawab. Bila konstitusi diamandemen dan memungkinkan presiden 
menjabat tiga periode, lalu Jokowi dicalonkan kembali, peluangnya dipilih 
rakyat untuk ketiga kalinya memang sangat besar. Survei lembaga KedaiKOPI 
menemukan nama Presiden Joko Widodo mendapat elektabilitas teratas calon 
presiden 2024. Di atas kertas, amendemen kelima konstitusi sangat mungkin 
kesampaian. Amendemen diusulkan sepertiga jumlah anggota MPR. MPR selanjutnya 
bersidang dan harus dihadiri minimal dua per tiga anggota. Amendemen harus 
mendapat persetujuan 50% plus satu anggota parlemen. Melihat komposisi anggota 
parlemen yang sebagian besar anggota partai koalisi pendukung Presiden Jokowi, 
kun faya kun, jadilah amendemen kelima konstitusi. Itu artinya rakyat yang 
diklaim direpresentasikan parlemen setuju presiden (Jokowi) tiga periode. Itu 
dengan asumsi amendemen mengizinkan seseorang menjadi presiden tiga periode 
berturut-turut. Konstitusi sejumlah negara, misalnya Iran dan Tanjung Verde di 
Afrika Barat, mengatur presiden boleh menjabat tiga periode, dengan dua periode 
berturut-turut dan satu periode berikutnya harus melalui jeda minimal satu 
periode. Bila amendemen konstitusi mengatur masa jabatan presiden serupa di 
kedua negara, yang bisa mencalonkan atau dicalonkan sebagai presiden 2024 ialah 
Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, bila amendemen mengatur presiden bisa menjabat 
tiga periode berturut-turut, Jokowi, SBY, juga Megawati yang baru satu periode 
menjabat, bisa mencalonkan atau dicalonkan menjadi Presiden 2024-2029. Namun, 
bila amendemen kesampaian, ia kiranya mengatur presiden boleh menjabat tiga 
periode berturut-turut. Deklarasi relawan Jokowi-Prabowo 2024 kiranya 
mengindikasikan itu. Itulah sebabnya Presiden Jokowi kembali meresponsnya 
dengan mengatakan wacana itu ingin menampar mukanya, mencari muka, meski dia 
sudah punya muka dan menjerumuskannya. Konstitusi bukan kitab suci. Konstitusi 
boleh diamendemen berkali-kali. Kita sudah melakukan amendemen keempat. Amerika 
tercatat 27 kali mengamendemen konstitusinya. Namun, agar tidak ada kesenjangan 
antara suara rakyat kebanyakan dengan suara parlemen, supaya kehendak rakyat 
tidak sekadar klaim, wakil rakyat sepantasnya menyesuaikan suara mereka dengan 
suara rakyat hasil survei bila ingin mengamendemen konstitusi. Survei 
menggambarkan kenyataan suara rakyat. Parlemen juga mesti turun langsung ke 
lapangan menjaring suara rakyat sesungguhnya. Terus terang, kita khawatir 
‘rakyat menghendaki presiden tiga periode’ sebatas klaim. Pak Harto setiap 
menjelang periode baru kepresidenannya senantiasa mengucapkan mantra politik 
‘bila rakyat menghendaki’ dan dia menjadi presiden selama 32 tahun. Pak Harto 
mengklaim kepresidenannya yang berlangsung berperiode-periode itu atas kehendak 
rakyat, bukan atas kehendak dirinya atau elite di sekitarnya. Reformasi yang 
merupakan suara autentik rakyat hadir untuk mengoreksinya melalui amendemen 
konstitusi yang mengatur masa jabatan presiden dibatasi dua periode.

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2179-bila-rakyat-menghendaki-presiden-tiga-periode





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210622193847.6e9dc0e360d6dd201fd97af6%40upcmail.nl.



-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CawsUV52DP8NpH2G2GrqeQN3oOwHKgQwpac1-ysqW0Vg%40mail.gmail.com.
  

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/934557766.1544669.1624387599700%40mail.yahoo.com.

Reply via email to