Saya perhatikan banyak tulisan dalam rangka memperingati 100 tahun PKT yang 
baru lalu itu, selalu menekankan “Kebenaran Dari Kenyataan” dan keharusan 
memadukan kebenaran ML-FMTT dengan kondisi dan situasi konkrit Tiongkok, ... 
tidak diperlakukan sebagai DOGMA yang tidak berubah dan berkembang sesuai 
kenyataan yanga terjadi.

Jadi, jelas dan sangat jelas pada saat pimpinan Partai membuat kebijakan 
politik, kalau saja bisa dikatakan mengembangkan Marxisme-Leninisme, ternyata 
SALAH tentu bisa dikatakan revisionisme. Karena dia telah melakukan perubahan 
yang salah, terjadi penyelewengan dasar teori ML itu. Perubahan yang dikatakan 
SALAH itu, menurut saya terutama karena tidak sesuai dengan kenyataan, 
khususnya dalam menilai imbangan kekuatan musuh dan kekuatan diri sendiri! 
Begitulah kesalahan Kruschove sesaat setelah Stalin meninggal, mengeluarkan 
pernyataan “perjuangan klas sudah selesai”, tak ada lagi perjuangan klas di 
Soviet dan PKUS menjadi Partai seluruh rakyat! Dikatakan kesalahan Revisionisme 
Modern (REMO), sesuai dengan jaman modern ketika itu, masih ditahun 1956-1959, 
... dan terjadi polemik sengit dengan PKT yang kemudian keluarkan 9 Komentar 
itu!

Lalu, nenek dalam tempurung Tatiana melanjutkan tuduhan itu pada Liu-Deng, Liu 
Shaoqi-Deng Xiaoping yang imasa RBKP dituduh “penempuh Jalan Kapitalisme”, 
“Kruschove nya Tiongkok” itu. Dipegang kuat-kuat tudhan REMO itu juga pada Deng 
dan PKT sampai sekarang ini, ... yang menjadi perdebatan tidak berkesudahan, 
dan tentu masih boleh dilanjutkan selama bisa keluarkan bukti nyata berdasarkan 
kenyataan, bukan fiktif dan fitnah saja. Dan tidak hanya caci-maki! Tapi, kali 
ini saya lebih tertarik mengomentari tanggapan bung Nesare, masalah kebijakan 
PKI.

Saya coba membandingkan situasi Indonesia dimasa awal 1950-an dengan kondisi 
Tiongkok sesaat setelah Jepang menyerah 1945, terjadi perundingan Chongqing 
PKT-KMT yang gagal dan berakhir dengan perang pembebasan PKT vs KMT itu.

Penekanan tetap pada “Kebenaran dari Kenmyataan”, ketepatan dalam menilai 
kekuatan sendiri dan kekuatan lawan, apa yang hendak dan bisa dicapai saat itu. 
Ingat, begitu tuntutan terlalu tinggi diluar jangkauan kekuatan sendiri, tentu 
perundingan “PERDAMAIAN” itu akan gagal!  Dengan pegang teguh prinsip yang 
tidak bisa dikompromikan, yaitu kemungkinan mempertahankan dan mengembangkan 
kekuatan sendiri!

Kekuatan PKT, pasukan Tentara Merah Buruh-Tani ditahun 1946 hanya sekitar 800 
ribu saja, sedang KMT melebihi 4,3 juta, belum lagi perlengkapan senjata yang 
jauh lebih kuat dan canggih! Jadi, jelas kekuatan KMT jauh 5-6 X lipat lebih 
unggul, namun Mao saat perundingan Chongqing tetap menuntut kepemimpinan 
tentara Merah sekalipun tetap TUNDUK pada kesatuan komando Pemerintah Koalisi 
yang akan terbentuk! Begitu juga dengan kekuasaan pemerintah Daerah 
Basis-Merah, tetap dibawah kekuatan PKT sekalipun akan TUNDUK pada Pemerintah 
Koalisi yang akan terbentuk! Itulah garis merah PKT yang tidak bisa 
dikompromikan dan ternyata TIDAK BISA diterima oleh KMT, Jiang Jieshi! 
Perundingan Chongqing GAGAL dan berlanjut dengan Perang Pembebasan 3 tahun, ...

Sebagai tambahan ilustrasi yang juga menarik diperhatikan, kebijakan Mao saat 
memaksa jenderal KMT, Fu Zhuoyi yang sedikit berjiwa patrotik dan nasionalis 
itu bisa memberontak pada KMT, menyerah pada PKT dan Beijing berhasil 
dibebaskan secara DAMAI, ...! Dalam perundingan jenderal Fu semula menuntut 
pada PKT bisa jalankan sebagaimana Pemerintah Koalisi tulisan Ketua Mao itu, 
tentara KMT yang lebih 500 ribu dan kekuasaan pemerintah Tiongkok-utara bisa 
tetap dibawah kekuasaannya. Tentu saja PKT diakhir 1948 dan awal 1949 ketika 
itu sudah berada diatas-angin, baru saja menangkan kuasai Tiongkok Timur-laut, 
jelas ketua Mao menolak! Karena dengan demikian setiap saat bisa muncul 
pemberontakan bersenjata yang sangat merugikan ketentraman dan keamanan 
Tiongkok! Lalu, ketua Mao mengambil cara, lebih dahulu melakukan gerak TPRT 
mengepung Beijing, Tien Jin, Zhang Jiakou dan membasmi kekuatan utama Fu yang 
berada diluar Beijing. Dan setelah PKT berhasil membasmi kekuatan tentara 
unggul jenderal Fu dan membebaskan Zhang Jiakou, Tien Jin, jenderal Fu pun 
tidak ada pilihan lain kecuali, menyerah dan deengan demikian Kota Beijing 
berhasil SELAMAT dari kerusakan akibat perang dengan dibebaskan secara damai. 
31 Januari 1949 TPRT masuk dan kuasai Beijing secara resmi, sedang jenderal Fu 
setelah RRT berdiri diangkat menjadi Menteri Perairan, ... 

Sedang PKI setelah Peristiwa Madiun digebuk 1948, jelas bukan saja belum ada 
kekuatan pimpinan yang kompak juga barisan massa yang lemah, tidak bisa tidak 
harus menerima tawaran bekerja-sama gabung dalam RI ketika itu! Karena pimpinan 
PKI ketika itu, Tan Ling Djie nampaknya juga belum mempunyai garis jelas 
bagaimana mempertahankan kekuatan sendiri, saat menghadapi konsep peleburan 
seluruh Laskar dalam ABRI, menerima saja pembubaran Laskar dan dilebur dalam 
kesatuan ABRI! Tapi, dengan demikian memudahkan PKI tergabung dalam 
pemerintahan RI ketika itu.

Kesalahan lebih lanjut, kelompok Aidit, Lukman dan Nyoto untuk menyingkirkan 
Tan Ling Djie dibuatlah teori-fiktif “Tan Ling Djie-isme” yang dituduh penempuh 
“jalan Parlementer”, padahal kenyataan pemikiran TanLD tidak begitu! 
Sebaliknya, justru Aidit, Lukman, Nyoto itulah yang konsekwen menempuh jalan 
Parlementer yg dituduhkan itu! 

Sebenarnya saja TLD menghendaki parlemen hanya digunakan untuk memungkinkan 
kembangkan kekuatan sendiri yang masih sangat lemah ketika itu, caranya? Tetap 
membangun PKI sebagai Partai Kader yang kuat tergembleng dalam perjuangan, 
tidak menjadikan PKI partai massa dimana setiap orang bisa menjadi anggota PKI! 
Akhirnya perkembangan anggota begitu cepat, siapapun ditarik masuk menjadi 
anggota untuk mengejar jumlah pendukung PKI dalam pemilu 1955! Bahkan kemudian 
menjadi kebanggaan Aidit yang gembar-gembor BERHASIL menjadi partai komunis 
terbesar didunia setelah PKUS dan PKT, ... tanpa disadari itu hanyalah 
kebesaran keropos!

Apalagi, PKI ketika itu menyalahi tuntutan TLD agar PKI dibangun berdasarkan 
kerja konspiratif, cukup 10% saja yang terbuka resmi, sebagian terbesar tetap 
bekerja tertutup dibawah permukaan, ... Sebaliknya, PKI bukan saja ramai-ramai 
membuka tokoh-tokoh komunis yang semula masih tertutup, tapi justru merasa 
bangga saat pendaftaran kembali keanggotaan partai di Front Persatuan Nasional, 
menjadi partai pertama yang menyerahkan seluruh daftar anggota PKI yang 3 
jutaan itu pada di tahun 1964. Itulah salah satu sebab dalam waktu 8 jam, 
jenderal Suharto berhasil menghancurkan dan meringkus kekuatan PKI tanpa bisa 
berkutik. Membasmi komunis sampai keakar-akarnya, tanpa kesulitan dan 
mengeluarkan biaya besar, ... begitu Suharto mendapatkan pujian-manis AS!

Jadi, ... tidak ada perlunya berandai-andai kalau PKI bisa menang lagi. Bung 
Gunadie! Lha, setelah dihancurkan jenderal Suharto sampai sekarang belum bisa 
bangun lagi dan tetap dijadikan momok yang ditakuti dan dinajiskan, ... Lebih 
baik, kita perbincangkan apa yang menjadi masalah utama patut dipikirkan setiap 
anak bangsa, dan bagaimana caranya membangkitkan bangsa Indonesia Tegak Berdiri 
Diatas Kaki sendiri! Bagaimana makna TRISAKTI bung Karno, Berdaulat dibidang 
Politik, Berdikari dibidang Ekonomi dan Berdikari dibidang Budaya bisa 
sepenuhnya diwujudkan menjadi kenyataan! Agar bangsa Indonesia menjadi bangsa 
yang besar dan kuat didunia ini, ...



From: BILLY GUNADIE 
Sent: Monday, August 9, 2021 12:18 AM
To: BILLY GUNADIE ; [email protected] 
Cc: GELORA45_In 
Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

Jadi....kalau misalnya PKI Di bawah Audit berhasil duduk di pemerintah...apakah 
akan lebih baik dari sekarang?.... 
BK tidak menginginkan modal asing..modal asing terbukti Masuk setelah BK 
tahanan Rumah...
Ada 6 ruang yang mengatur pembagian penanamsn Dan konsesi eksplorasi..
Joyohadikusuna Dan Emil Salim ekonomi konglomerat...ketimbang Hatta 
kooperasi.....?



Sent from Rogers Yahoo Mail on Android


  On Sun., Aug. 8, 2021 at 10:13 a.m., BILLY GUNADIE
  <[email protected]> wrote:
  US panic in South China Sea! China lock- out the GPS 😱

  https://inf.news/en/military/3ab0e6a79af04bff02361b6582307bf0.html

  Sent from Rogers Yahoo Mail on Android

    On Sun., Aug. 8, 2021 at 9:14 a.m., nesare hotmail
    <[email protected]> wrote:
    Kira2 begini yg saya tahu:

    PKI itu lahir dari konflik ideologi di SI/sarekat islam. Jadi SI itu pecah 
jadi 2: SI merah = komunisme dan SI putih = islam. Aidit menolak “jalan 
baru”nya muso. Tan ling djie mendukungnya. Setelah SI merah menjadi PKI pun, 
elitenya masih bentrok ideologi. Kenapa bisa bentrok? Karena cara utk mencapai 
tujuannya itu berbeda. Ini disebabkan krn sebelum PKI jaman Aidit nongol, sudah 
ada PKInya madiun dst. Jadi ada orang lama dan orang baru dalam PKI. Kalau 
diikutin sidang pleno CC PKI kelihatan sekali ada 2 kubu ideologi dalam PKI.

    Perdebatan dalam kongres nasional PKI adalah kulminasinya yaitu aidit 
memilih “pemlu adalah tujuan akhir”. Nyoto berpendapat lain: pemilu adalah 
tujuan sementara. Saya kurang jelas Lukman diposisi mana. Kongres menetapkan 
pemilu = tujuan akhir.

    Jadi dalam tubuh PKI itu ada 2 ideologi yg bertentangan: marxisme leninisne 
VS revisionism modern = REMO. Bedanya: Marxisme leninisme menggunakan REVOLUSI, 
REMO pakai parlemen sbg alat perjuangan.



    Nesare





    From: [email protected] <[email protected]> On Behalf 
Of Jaya Suprana
    Sent: Saturday, August 7, 2021 10:50 PM
    To: Tatiana Lukman <[email protected]>
    Cc: Lusi D. <[email protected]>; Chan CT <[email protected]>; GELORA45_In 
<[email protected]>
    Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao



    MOHON PENCERAHAN TENTANG APA SEBENARNYA ARTI ISTILAH REMO. 

    Salam hormat dari jaya suprana



    Pada tanggal Sab, 7 Agu 2021 pukul 23.23 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
<[email protected]> menulis:

      Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam 
hubungannya dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir saja!! Betapa 
tidak!!!  Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya rakyat tiongkok di 
bawah pimpinan Mao dalam membangun Sosialisme dengan mengkwalifikasinya sebagai 
“meratakan kemiskinan”, kadang-kadang terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian 
palsu terhadap Mao. Menuduh Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, 
“terlalu cepat membangun komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju 
melompat kedepan salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 
1949 yang tidak dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa 
rakyat Tiongkok mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT MEMBENCI MAO, 
MAKA PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, 
KOMUNE RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! 
MASIH KURANG BUKTI TKK KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI 
SELESAI DISKUSI WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN 
FILIPINA!!



      Sent from Mail for Windows 10



      From: Lusi D.
      Sent: Saturday, August 7, 2021 2:41 PM
      To: Chan CT
      Cc: GELORA45_In; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid
      Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao



      Saya memandangnya bukan karena sangkaan yang bung persamakan itu. Tapi

      dari segi patriotisme. Apa ada mirip-miripnya.









      Am Sat, 7 Aug 2021 20:03:16 +0800

      schrieb "Chan CT" <[email protected]>:



      > Memang kenapa harus sama dengan Lieus, ... hanya karena sama-sama

      > Tionghoa? Lalu, bung yang Jawa juga sama dengan Soeharto yang Jawa?

      > Hehehee, ... 

      > 

      > -----原始郵件----- 

      > From: Lusi D. 

      > Sent: Saturday, August 7, 2021 5:17 PM 

      > To: nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid 

      > Subject: Fw: [GELORA45] Lencana Ketua Mao 

      > 

      > Maksud kalimat bung ". . . hati saya masih saja melekat tertinggal di

      > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan." apa maunya seperti

      > Lieus Sungkharisma ini?

      > https://www.youtube.com/watch?v=z3Ae4nDYgVw

      > 

      > 

      > 

      > Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

      > 

      > Datum: Sat, 7 Aug 2021 10:30:59 +0800

      > Von: "Chan CT" <[email protected]>

      > An: "Jaya Suprana" <[email protected]>, "GELORA45_In"

      > <[email protected]> Betreff: Re: [GELORA45] Lencana Ketua

      > Mao

      > 

      > 

      > Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan bangsa

      > Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu

      > WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di

      > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela keadilan

      > dan kebenaran! Itulah yang sesungguhnya! 

      > 

      > Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya! Hehehee, ...

      > 

      > 

      > From: Jaya Suprana 

      > Sent: Saturday, August 7, 2021 8:57 AM

      > To: Chan CT 

      > Cc: GELORA45_In 

      > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

      > 

      > Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan membela

      > negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan ! 

      > 

      > On Sat, 7 Aug 2021 at 07.42 Chan CT <[email protected]> wrote:

      > 

      >   Lencana Ketua Mao

      > 

      >     

      > 

      >   Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi Pembalap-sepeda

      >   Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi peringatan bisa

      >   membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan Lencana

      >   Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya melanggar

      >   ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya?

      > 

      >   Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan peringatan

      >   panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi perhatian

      >   saya: Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, saat

      >   Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat, polisi AS

      >   menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika yang

      >   compang-camping kelapangan, 

      > 

      > 

      >   Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana Menteri

      >   Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar Jepang

      >   berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade, Jepang

      >   mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di Olimpiade

      >   Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang sesungguhnya!

      >   Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika atlet dari

      >   berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan bendera

      >   nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga POPLITIK!

      >   Lalu, dimana salahnya???

      > 

      >   Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya adalah lagu

      >   anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah Komite

      >   Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? Lagu

      >   kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili sejarah

      >   berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang jelas,

      >   apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK!

      > 

      >   Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu ditakuti, ...

      >   Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa dicintai

      >   dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka jalan

      >   kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini, kenapa

      >   kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima

      > Medali-emas! Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang Nasional

      > RRT tidak ada salahnya! Yang mempermasalahkan itulah “politisasi”

      > usaha nyata anti-Tiongkok! -- Anda menerima pesan ini karena

      > berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti

      > berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke

      >   mailto:gelora1945%[email protected]. Untuk melihat 
diskusi ini

      > di web, kunjungi

      >   
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.

      > 



      -- 

      Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari 
Google Grup.

      Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke mailto:gelora1945%[email protected].

      Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s.



      -- 
      Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google 
Grup.
      Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
      Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

    -- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.

    -- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB544146053D4611E562D91F47F0F59%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com.

  -- 
  Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/332188157.186784.1628432006621%40mail.yahoo.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1039033548.224597.1628439502244%40mail.yahoo.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E0C8D538F9B949C69C47928F8BBCE23F%40A10Live.

Reply via email to