Loh bung itu belum menjawab pertanyaan saya kok sudah mengajukan pertanyaan baru. Jawab dulu donk yang sudah saya tanyakan pd tgl 8.8.2021 itu. Mungkin sudah lupa yah? Baiklah saya kutipkan sbb.:
"Sementara tuntutan dalam proses penghisapan thd rakyat2 di negeri2 bekas koloni yang tumbuh menjadi negara non-blok, termasuk Indonesia, harus menentukan sikap. Ada tiga pilihan sikap. Memihak kepentingan blok Imperialisme Barat, Blok Imperialisme Remo atau mempertahankan kebebasan dan kepentingan tanahair hasil perjuangan pembebasan dari kolonial - pasca Perang Dunia ke-II maupun neo-kolonalisme. Itu yang menjadi dasarnya. Bukan karena ras Jawa saya, seperti yang bung tulis, sama dengan Suharto yang bung jadikan sbg argumen thd sikap saya. Emang orang lahir di bumi bisa memilih rasnya? Mungkin bung bisa milih ras ya?" Itu dijawab dulu baru pertanyaan bung sesudahnya ini akan saya jawab. Am Thu, 12 Aug 2021 12:31:36 +0800 schrieb "Chan CT" <[email protected]>: > Sekaligus jadi satu saja, ya! Biar tidak terlalu banyak dan > membosankan pembaca di GELORA45. > > Bung Lusi, boleh saya diberi penjelasan apa dan dimana kesimpulan > Chiang Kaisek yang dirasakan tidak logis itu? > > Untuk Tatiana: > Saya berpendapat, perdebatan atau pertengkaran ideologi, teori mana > benar salah adalah masalah sangat rumit yang TIDAK mungkin > diselesaikan dalam jangka waktu pendek, beberapa bahkan puluhan tahun > saja. Bukankah kenyataan pertengkaran Bolsyewiek vs Mensyewiek sudah > lebih seratus tahun belum juga berakhir, sekalipun Bosyewiek sudah > roboh sedang Mensyewiek masih bergaya di Eropah-utara khususnya dalam > wujud Sosial Demokrat, tentu masih akan terus berlanjut. Biarlah > sejarah yang akan membuktikan. Karena setiap kebenaran teori > dibuktikan lebih lanjut didalam praktek! Bukan, dan tidak mungkin > diselesaikan hanya melalui perdebatan dari teori ke teori saja, ...! > > Tapi, entah nenek ini perhatikan tidak kalau pemikiran Deng dengan > menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok ini, jelas menghendaki > jalan yang baru yang belum ada keduanya didunia, disatu pihak tidak > sepenuhnya sama lagi dengan jalan sosialisme yang ditempuh PKUS, > dipihak lain juga tidak sama dengan jalan Sosial Demokrat di Eropah > utara itu! Inilah perubahan dengan pemikiran baru mentrapkan ML-FMTT > sesuai dengan kondisi Tiongkok! Jadi, dalam melihat perjalanan > masyarakat, tidak bisa sepotong-potong kejadian, tapi harus berusaha > secara menyeluruh dengan penilaian seobjektif mungkin sesuai > kenyataan. Berusahalah melihat gajah itu seutuhnya gajah yang besar > itu, bukan hanya meraba belalai lalu bilang seperti itulah gajah, ... > > Pertengkaran “perjuangan klas” yang terjadi antara Mao vs Liu-Deng, > BUKAN masalah menyangkal adanya perjuangan klas setelah PKT berhasil > merebut kekuasaan, tapi benetuk perjuangan klas yang berubah, dari > utamanya antagonis, perang menjadi perjuangan politik-ideologi. Juga > bukan menempuh jalan sosialisme atau jalan kapitalisme, karena > kenyataan yang dipertengkarkan bagaimana cara yang lebih baik > membangun masyarakat adil dan makmur. Lebih dahulu meningkatkan > kemakmuran masyarakat setelah sampai tingkat kemakmuran tertentu baru > meratakan kemakmuran, atau sebaliknya meratakan kemiskinan dengan > menarik turun orang yang sudah kaya/kapitalis, ... Perhatikan, dalam > waktu 40 tahun terakhir ini PKT berhasil membebaskan lebih 700 juta > rakyat dari kemiskinan absolut, mencapai kehidupan yang berkecukupan > sandang-pangan. Tentu BELUM tercapai kemakmuran yang sangat memadai, > tapi, mayoritas mutlak rakyat Tiongkok sudah bisa menikmati rumah > tinggal yang memadai sebagai manusia normal, anak-anak mendapatkan > pendidikan dan orang sakit mendapatkan pengobatan yang sepenuhnya > ditanggung koperasi-desa yang sudah terbentuk, ... diseluruh > desa-desa Tiongkok! Jadi, TIDAK BENAR Liu Shaoqi diawal tahun 50-an > secara sepihak membubarkan koperasi-desa yang sudah terbentuk! Jelas > fitnah yang tidak berdasar, karena justru koperasi desa itulah jalan > keluar pemecahan masalah kerja kolektif yang diajukan Liu-Deng > didaerah basis revolusioner yang dibentuk! Ini salah satu sudut > perumahan didesa Huai An, Jiangshu, yang begitu indah dan nampak > sangfat nyaman telah merubah wajah desa-desa kumuh 40 tahuan > sebelumnya! > > Begitu juga masalah mogok-buruh, sekalipun UU jaminan mogok dicabut, > TIDAK berarti hak mogok-buruh dilarang. TIDAK! Kenyataan dibeberapa > propinsi terjadi aksi mogok cukup besar dan berhasil dimenangkan! > Tidak satu tokoh buruh yang menggerakkan aksi-mogok itu ditangkap dan > dijatuhi sanksi HUKUM. Saya beri contoh konkrit: Diakhir tahun 2011, > Buruh/karyawan Pabrik Jam Citizen, Shenzhen melakukan pemogokan > setelah perundingan bersama pengusaha gagal. Tapi, akhirnya aksi > buruh-mogok berhasil memaksa pengusaha pabrik jam Citizen itu > mengubah total upah lembur selama 5 tahun terakhir menjadi 70% dari > total upah yang dibayarkan kepada karyawan. > > Pada tahun 2015, aksi mogok-buruh di Pabrik Sepatu Lide, juga > berhasil menuntut perusahaan membayar kembali asuransi sosial dan > dana tunjangan perumahan yang seharusnya adalah hak karyawan, dengan > total sekian juta yuan. > > Begitu juga masalah pekerja Delivery yang terakhir ini disoroti > "South China Morning Post" Hong Kong tentang "Panduan Opini tentang > Implementasi Tanggung Jawab Platform Katering Online dan Secara > Efektif Melindungi Hak dan Kepentingan Pengiriman Makanan" yang > dikeluarkan oleh tujuh departemen pada 26 Juli. > > Berlanjut dengan tulisan berjudul "Tiongkok Mengambil Tindakan untuk > Melindungi Pengiriman Makanan dari Eksploitasi Digital, Menindak > Raksasa Layanan Meituan dan Saham Perusahaan Lain". Tulisan ini > berfokus pada upah minimum, asuransi, organisasi serikat pekerja, > kondisi kerja, dan persyaratan lainnya di "Panduan Opini ". "Membuat > hubungan hukum antara platform dan karyawan lebih jelas," Dipihak > lain, tulisan tsb. juga menekankan untuk memperhatikan dampak yang > mungkin terjadi pada finansial bagi perusahaan jasa Delivery besar > dan kecil, jangan sampai mati. > > > Pada 7 Agustus, Kementerian Manajemen Darurat, Kementerian Keamanan > Publik, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial mengadakan > pertemuan di platform utama perusahaan Delivery seperti Meituan dan > Ele.me. Pertemuan tersebut menyerukan perlindungan yang lebih besar > terhadap hak-hak buruh, karyawan dan perusahaan harus memperkuat > perlindungan keselamatan dan hak-hak buruh. Harus ada keseimdbangan > keuntungan besar pengusaha dan meningkatkan kesejahteraan > karyawan, ...! Menurut data laporan keuangan Perusahaan Delivery > Meituan 2020, pengendara pengiriman makanan menghabiskan lebih dari > 48,6 miliar yuan Menurut Dolphin Investment Research, jika Meituan > membayar asuransi sosial untuk semua pengendara saat ini, keuntungan > tahunan Meituan akan menjadi sekitar 10 miliar RMB. Dan laba setahun > penuh Meituan pada tahun 2020 hanya 4,71 miliar yuan. Menemukan titik > temu penyelesaian yang sebaik-baiknya, sekalipun buruh tidak > melancarkan aksi-mogok! Pengusaha boleh untung, tapi jangan lakukan > penghisapan berlebih terhadap karyawan, ... harus dicapai! > Diselesaikan secara damai untuk mencapai untung bersama, maju > bersama, ...! > > > > > From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 > Sent: Wednesday, August 11, 2021 9:03 PM > To: Lusi D. ; Chan CT > Cc: GELORA45_In > Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > Ha....ha...Sudah bertahun-tahun antek remo, Siauw Giok Tjing alias > Chan ini, menunjukkan logikanya sama sekali tidak jalan normal!!! > Untuk kesekian kalinya dia tunjukkan lagi dengan jawaban terhadap > tulisan saya di Sulindo itu. Orang yang logikanya jalan, pasti tahu > apa tema pokok yang saya bicarakan dalam tulisan saya itu. Pertama, > tentang kontradiksi dan perjuangan kelas dalam PKT dan Tiongkok > sosialis yang terus menerus dicanangkan oleh Mao, tapi oleh dedengkot > remo Liu, ditolak. Saya tunjukkan dan buktikan kemunafikan kaum remo > dan kenyataan restorasi kapitalis. Kedua, tentang generasi muda Maois > kiri, kesadarannya dan perjuangannya untuk bergabung dengan kaum > buruh yang menuntut hak mendirikan Serikat Buruh independen, karena > jelas Serikat buruh resmi lebih banyak berpihak kepada kaum kapItalis > dari pada kaum buruh, makanya sampai terjadi bunuh diri buruh. > Lucunya, si antek Chan ngeyel, seolah-olah buruh bisa dengan bebas > mogok tanpa penindasan dari polisi!! Itu betul-betul mimpi yang ada > diotak kaum remo...seperti Deng xiaoping yang diwarisi oleh anteknya > ini. > > > > Dalam jawabannya, sang antek remo sama sekali tak menyentuh dan > membantah tema-tema tersebut . Karena memang tidak ada argumentasi > untuk membantah KENYATAAN YANG SAYA AJUKAN. Frustrasi Dan > kejengkelannya itu kemudian disalurkan dengan menyerang pribadi saya. > Disuruhnya saya introspeksi!!! Sudah tentu kaum remo dan penjilat > pantat rezim kaisar Xi sama sekali tidak senang dengan tulisan yang > membongkar kepalsuan dan kebusukannya. Tulisan saya itu dibaca oleh > ratusan orang di Indonesia!!!Sulindo tidak hanya terbit secara > digital, tapi juga disebarkan melalui koran cetak, dan itu sampai ke > daerah-daerah!!! Si Tjing mengukur orang lain dengan ukurannya > sendiri..Dikiranya orang lain seperti dirinya sendiri yang otaknya > tidak jalan dan bersedia jadi anjing jaga klik remo China!! > > Tjing juga mau mendikte apa yang hrs saya kerjakan untuk rakyat > Indonesia!!??? Ha...ha...Dia sudah lupa bahwa dirinyalah yang > menganggap paling M-L, mau pulang membangun daerah basis, mimpin > tentara rakyat,,,Pikiran dan nasihat yang bagaimana yang bisa > diharapkan dari anjing penjilat rezim kapitalis-imperialis Xi jin > ping???Mana tahu dia hubungan antara perjuangan rakyat sedunia > melawan penghisapan dan penindasan dengan pembelejetan kejahatan > kaum revisionis Tiongkok???Biar saja si Tjing terus mimpi dengan > sosialisme ciri Tkk, yang jelas dan nyata di mana-mana terus > dilancarkan pendidikan (dalam bahsa Inggris, Spanyol, Perancis!!!) > untuk menunjukkan kejahatan remo Tkk dalam menghancurkan sosialisme > di Tiongkok dan memutar balik fakta sejarah seperti dalam webinar > terakhir memperingatai 100 tahun PKT. MANA TAHU ANTEK REMO INI > HUBUNGAN ANTARA PERJUANGAN PEMBEBASAN REVOLUSIONER MELAWAN > IMPERIALISME DENGAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME MODERN!!?? KARENA > DIRINYA SENDIRI REMO, DIA TIDAK MAU MENGAKUI BAHWA PERJUANGAN > RAKYAT AKAN GAGAL KALAU DIBIMBING OLEH REVISIONISME. UNTUK ITU ORANG > YANG SERIUS INGIN BERJUANG HARUS TAHU BAHAYA DARI REVISIONISME. MAO > SENDIRI SUDAH MENGATAKAN REVISIONISME LEBIH BERBAHAYA DARI PADA > DOGMATISME!!! MAKA HARUS DILANCARKAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME > MODERN TIONGKOK SUPAYA PERJUANGAN MELAWAN IMPERIALISME DUNIA TIDAK > DISELEWENGKAN!!! > > > > Si Tjing berkoar-koar tentang perjuangan Mao melawan KMT dan > imperialisme.. Siapa sih yang minta dia menguraikan sejarah itu??? > Yang jelas saya sama sekali tidak perlu obrolan antek remo. SAYA > SUDAH DAPAT KULIAH DARI KAWAN-KAWAN TIONGKOK LANGSUNG TENTANG SEJARAH > PERJUANGAN PKT, DAN FIKIRAN MAO TSETUNG...GURU-GURU SAYA ADALAH > PELAKU LANGSUNG DALAM PERJUANGAN PEMBEBASAN TIONGKOK! .PIDATOLAH KAU > DI DEPAN TEMAN-TEMANMU SESAMA REMO PENJILAT PANTAT KAISAR XI, HANYA > MEREKALAH YANG AKAN MENDENGARKAN DAN PERCAYA PADA PEPESAN KOSONG YANG > TERUS KAU JAJAKAN!!! > > > > > > Sent from Mail for Windows > > > > From: Lusi D. > Sent: Wednesday, August 11, 2021 10:11 AM > To: Chan CT > Cc: Tatiana Lukman; GELORA45_In; nasional-list; chalik.hamid > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > Saya merasakan ada yang tidak logis dalam penjelasan yang disimpulkan > > oleh Chiang Kaisek ini. > > > > > Am Wed, 11 Aug 2021 10:47:17 > > +0800 schrieb "Chan CT" <[email protected]>: > > > > > Daripada pikiran dan energi dipusatkan membongkar kepalsuan dan > > > kebusukan remo Tiongkok dengan dasar kebencian berlebih begitu > > yang > > > TIDAK ada artinya sedikitpun, tak ada orang yang bisa mempercayai > > > obrolan tanpa DASAR! Dan PASTI TIDAK akan berhasil menghambat > > gerak > > > kemajuan apalagi menghancurkan keberhasilan perjuangan 1,4 milyar > > > Rakyat Tiongkok yang telah bertekad menempuh Jalan Sosialisme > > > Berkarakter Tiongkok, ... Kenapa sinenek tidak berusaha > > introspeksi, > > > memeriksa dimana kesalahan sendiri sehingga sampai sekarang TIDAK > > > JUGA berhasil tegak berdiri kembali! Menangkan perjuangan RAKYAT > > > Indonesia yang sampai sekarang masih saja kelimpungan, ...! > > Lhaa, ... > > > AS super power adidaya didunia ini yang masih diakui berkekuatan > > > besar sudah belasan tahun, sejak Obama, Trump yang menggempur > > > gila-gilan dan berlanjut dengan Biden sekarang berusaha menghambat > > > kemajuan RRT yang dianggap “ANCAMAN” terberat nampaknya juga masih > > > kewahalan, kok! > > > > > > Cobalah BELAJAR bagaimana Chiang Kaisek berusaha menyimpulkan > > sebab2 > > > KEKALAHAN menghadapi Mao Tsetung/PKT, dari tahun 1946, semula > > > kekuatan tentara dari jumlah 5-6 X lebih banyak dan dengan > > > kecanggihan persenjataan yang jauh lebih unggul, TETAP saja kalah > > > telak??? Apa dan dimana KESALAHAN terjadi di KMT??? Dari catatan > > > harian Chiang yang diungkap VOA (Link dibawah ini, sekalipun dalam > > > bhs. Tionghoa, mestinya nenek Tatiana tetap bisa mengerti dengan > > > baik!) cukup menarik diperhatikan: antara lain Chiang menyatakan: > > 1. > > > Tidak boleh bersandar pada BANTUAN Amerika! Karena kenyataan, > > setelah > > > beda pendapat dengan AS, Chiang hendak bertahan kuasai kedaulatan > > > wilayah Tiongkok, sedang AS yang hendak wujudkan perjanjian Yalta > > > (ditahun 1945, AS-Soviet-Inggris, bersepakat membagi wilayah > > Tiongkok > > > menjadi utara untuk PKT dan selatan sungai Yang Tse untuk KMT), > > > hentikan dan tidak melanjutkan perang usaha membasmi komunis PKT! > > 2. > > > Dekadensi, kemerosotan moral pejabat/tokoh KMT, berebutan > > kekuasaan, > > > harta rampasan perang Jepang dan saat perang berlanjut, lebih > > dahulu > > > memikirkan keselamatan jiwa dan harta pribadi kalau kalah perang > > > melawan PKT! 3. TIDAK mendapat dukungan rakyat luas, sebaliknya > > PKT > > > yang berorientasi pada rakyat, melancarkan landreform didesa-desa > > > mendapat dukungan kuat rakyat banyak. Membuat PKT dalam waktu > > singkat > > > berhasil dengan kecepatan tinggi penambahan jumlah tentara, sedang > > > jumlah tentara KMT terus merosot dengan kecepatan tinggi akibat > > > kesulitan merekrut tentara yang luka dan mati! > > > > > > Tentu Chiang sekalipun berhasil simpulkan kesalahan sendiri, dia > > > TETAP saja GAGAL merubah dan memperbaiki langkah sampai > > ajalnya, ... > > > karena PENDIRIAN Chiang yang egoistis dan otoriter melulu untuk > > > kepentingan diri sendiri, keluarga dan klik nya saja, sedang PKT > > > berprinsip kepemimpinan kolektif yang terus disempurnakan dan > > melulu > > > untuk kepentingan rakyat banyak. Begitulah PKT dalam perjalanan > > 100 > > > tahun telah membuktikan KEBERHASILAN membangun masyarakat > > adil-makmur > > > dan mendapatkan dukungan kuat rakyat Tiongkok, ...! > > > > > > > > > 解密时刻:日记中的蒋介石—宋庆龄和傅作义的反毛隐秘 (完整版) > > > https://www.youtube.com/watch?v=2YQOMNkkMIg > > > > > > > > > > > > From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 > > > Sent: Tuesday, August 10, 2021 3:23 PM > > > To: Chan CT ; GELORA45_In > > > Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > > > Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan Klik Revisionis Modern Tiongkok > > > (Bagian 2) > > > > > > 4 April 2021 | 20:17 > > > > > > Ilustrasi perbandingan Tiongkok di bawah Xi Jinping setelah > > restorasi > > > kapitalisme dan di bawah Mao Zedong dengan sosialisme/The > > Economist > > > > > > Koran Sulindo – William Hinton, dalam Mao, Rural Development, and > > > Two-Line Struggle menulis bahwa seruan Liu Shaoqi untuk > > > mengkonsolidasi “sistem demokrasi baru”, pada 50-an, dalam > > praktik, > > > sebenarnya merupakan seruan untuk membangun kapitalisme. Mula-mula > > > Hinton melihat perbedaan pandangan antara Mao dan Liu berkaitan > > > dengan jalan terbaik menuju sosialisme. Namun akhirnya ia menjadi > > > sadar bahwa perbedaan pandangan itu bersifat kelas. Masing-masing > > > mewakili pandangan kelas yang antagonis. > > > > > > Kesimpulan Mao bahwa kontradiksi antagonis yang menghalangi > > > pembangunan sosialis terdapat di dalam partai komunis sendiri, > > sangat > > > mengejutkan Hinton. Mao adalah pemimpin komunis pertama di dunia > > yang > > > mengemukakan hal itu. Banyak orang kiri, bahkan komunis, yang > > > menganggap Mao “gila” menempatkan kawan-kawan seperjuangan lama > > > sebagai musuh Revolusi Besar Kebudayan Proletar (RBKP). Bukan Mao > > > yang “gila”, melainkan merekalah yang tidak mengerti dan menolak > > > mengakui kebenaran kata-kata Mao, 1957:” Masih ada sisa-sisa tuan > > > tanah dan klas komprador yang sudah digulingkan, masih ada > > borjuasi > > > dan pengubahan terhadap borjuis kecil baru saja dimulai. > > Perjuangan > > > klas antara proletariat dan borjuasi, antara berbagai kekuatan > > > politik dan antara proletariat dan borjuasi di bidang ideologi > > akan > > > makan waktu panjang, berliku-liku dan kadang-kadang bahkan sangat > > > tajam. Kaum proletariat berusaha mengubah dunia menurut pandangan > > > dunianya sendiri dan begitu juga kaum borjuasi. Dalam hal ini, > > > masalah siapa yang akan menang, sosialisme atau kapitalisme masih > > > belum sungguh-sungguh dipecahkan”. > > > > > > Setelah reform kapitalis Deng menghancurkan basis ekonomi > > sosialis, > > > baru Hinton sadar dan mengerti apa yang dimaksud Mao dengan “jalan > > > kapitalis” dan “pengambil jalan kapitalis”. > > > > > > Perjuangan Kelas dan Kemunafikan Kaum Revisionis > > > > > > > > > Salah satu pelajaran penting dari RBKP adalah kesadaran bahwa > > selama > > > periode pembangunan sosialis masih terus ada perjuangan kelas yang > > > tercermin dalam perjuangan dua garis dalam PKT. Kemenangan > > Revolusi > > > Demokrasi Baru (RDB) yang melahirkan Republik Rakyat Tiongkok > > (RRT), > > > 1949, tidak menghilangkan kontradiksi antara garis Mao yang > > konsekwen > > > maju di jalan sosialis dan garis Liu Shaoqi yang ingin membangun > > > kapitalisme. Partai lahir dan hidup dalam sebuah masyarakat > > berkelas, > > > maka perjuangan ideologi melawan borjuasi merupakan perjuangan > > kelas > > > yang masih harus dilancarkan. Lahirlah slogan Maois “Jangan pernah > > > melupakan perjuangan kelas”. > > > > > > Bandingkan dengan laporan politik Liu Shaoqi kepada Kongres PKT > > ke > > > VIII 1956, yang menegaskan bahwa perjuangan yang menentukan > > antara > > > sosialisme dan kapitalisme sekarang telah berakhir. Sedangkan Deng > > > dalam pidatonya di depan sidang CCPKT tahun 80-an berkata, > > > ”Mengatakan bahwa perjuangan klas masih belum selesai? Itulah > > fikiran > > > Revolusi Kebudayaan..” > > > > > > Sementara itu, Mobo Gao berpendapat Deng Xiaoping dan > > konco-konconya > > > sebetulnya bukan marxis. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang > > > nasionalis revolusioner yang turut serta dalam RDB karena itu > > > merupakan satu-satunya jalan guna mencapai martabat dan persatuan > > > rakyat Tiongkok. Ketika itu, nasionalisme dan perjuangan kelas > > > bergandengan tangan. Tapi, setelah pembebasan 1949, kedua tema itu > > > tidak bisa lagi jalan bersama. > > > > > > Jangan pernah melupakan perjuangan kelas! Qiān wàn bùyào wàngjì > > jiējí > > > dòuzhēng > > > > > > > > > > > > Setelah merasa kekuasaannya terkonsolidasi, Deng dengan terbuka > > > mengajukan garis “modernisasi, keterbukaan”, teori “kucing putih > > > kucing hitam”, “menghentikan” perjuangan kelas dan mengutamakan > > > pembangunan ekonomi. Tapi, benarkah kaum revisionis yang berkuasa > > itu > > > menghentikan perjuangan kelas? Yang mereka hentikan adalah > > Revolusi > > > Kebudayaan yang merupakan perjuangan kelas yang dilancarkan kelas > > > proletariat melawan kaum revisionis dalam partai yang mengambil > > jalan > > > kapitalis. > > > > > > Adanya perjuangan kelas tidak tergantung pada pengakuan siapapun. > > Ia > > > ada secara objektif. Penyangkalan Liu dan Deng tidak berarti > > > perjuangan kelas atau kontradiksi kelas itu hilang. > > > > > > Tiap kontradiksi mengandung dua aspek yang bertentangan. Tahun > > 1953, > > > Mao mengemukakan kontradiksi pokok antara klas proletariat dan > > klas > > > borjuasi. Tahun 60-an, selama RBKP berlangsung, Mao menunjukkan > > > sasaran atau aspek yang harus ditundukkan adalah kaum revisionis > > > reaksioner yang berkuasa dalam partai dan mengambil jalan > > kapitalis. > > > Celakanya, aspek inilah akhirnya yang berdominasi melalui kudeta > > > 1976! Jadi sebenarnya klik revisionis Deng melancarkan perjuangan > > > kelas sengit melawan kaum Maois dan berhasil menang! > > > > > > Setelah berkuasa, mereka sama sekali tidak mengendorkan perjuangan > > > kelas! Perlawanan buruh, tani dan penduduk menentang reform > > kapitalis > > > dan penggusuran selalu mendapat penindasan polisi, tentara dan > > > centeng-centengnya. Jangan lupa penindasan Tian An Men, 1989! > > > > > > Di abad ke-21, seiring dengan meningkatnya kesadaran di kalangan > > > buruh, mahasiswa dan intelektual, pembungkaman dan penindasan > > makin > > > intensif. Tahun 2012, beberapa situs yang memuat tulisan dan > > komentar > > > yang berseberangan dengan terompet penguasa ditutup. Antara lain > > > situs Utopia, maozedongflag.net, chineseworkers.net dan masih > > banyak > > > lagi. Ketika itu, Bo Xilai, pejabat partai tertinggi Chongqing, > > yang > > > mempopulerkan lagu-lagu zaman Mao, ditangkap dan masuk penjara > > dengan > > > tuduhan korupsi. Kawan-kawannya pun dicopot dari jabatannya. > > Desember > > > 2015, sejumlah besar organisasi dan LSM pendukung buruh menjadi > > > sasaran serangan aparat kepolisian. Dalam penindasan yang > > dinamakan > > > “709” (9 Juli), sekitar 200 pengacara dan aktivis HAM ditangkap. > > > Beberapa di antaranya didakwa “subversi kekuasaan negara” dan > > dituduh > > > berkolaborasi dengan “kekuatan asing”. > > > > > > Kaum Marxis-Leninis-Maois-Kiri > > > > > > Ini foto mahasiswa dan aktivis yang terlibat dalam aksi-aksi > > protes > > > dan solidaritas dengan buruh pabrik yang memproduksi peralatan > > las > > > dengan teknologi Jasic di Shenzhen. Mereka yang disorot dengan > > warna > > > merah ditangkap. Para siswa inilah yang disebut “ > > > Marxis-Leninis-Maois Kiri”. > > > > > > > > > > > > Kita lihat di foto pemudi dan pemuda umur 20-an. Banyak di antara > > > mereka berasal dari keluarga kaya, karena biaya pendididkan > > > universitas mahal. Mereka belajar di universitas-universitas elite > > > terkenal seperti Universitas Peking, Tsinghua, Universitas Rakyat. > > Di > > > situ mereka jadi anggota grup-grup studi “Marxist Society”. Di > > > samping mempelajari dan mendiskusikan marxisme, banyak yang terjun > > > langsung dan bekerja di pabrik. Di situlah mereka mengenal dan > > > merasakan sendiri penghisapan brutal yang diderita kaum buruh. > > > > > > Misalnya, siswa yang pakai nama samaran Luke, cerita bahwa ia > > menjadi > > > marxis berkat pengalaman bekerja dengan 20 orang buruh muda di > > sebuah > > > workshop di pinggiran kota Peking. Mereka merakit kotak-kotak > > karton > > > selama 12 jam di ruangan di bawah titik beku tanpa pemanas. Ia > > sangat > > > terkejut melihat tangan para pekerja perempuan yang tinggal di > > > workshop itu, “bengkak seperti lobak” karena kedinginan. Semua > > mereka > > > tak dapat menyelesaikan pendidikannya. Majikan mendatangkan mereka > > > dari pedesaan dan tidak tahu kapan bisa kembali. Luke berkata: > > “Cara > > > produksi kapitalis ini dapat mengubah manusia menjadi budak-budak > > > feodal”. Sejak itu, Luke, bersama dengan siswa kiri lainnya, > > > mengorganisasi, bicara dalam pertemuan, mendukung tukang sapu, > > tukang > > > sampah, tukang masak, penjaga dan pekerja lain yang bekerja di > > kampus. > > > > > > Juni 2015, Shen Mengyu tamat jurusan Mathematics and Computational > > > Science di Universitas Sun Yatsen. Bukannya cari pekerjaan di > > > perusahaan IT, ia malah masuk pabrik dan bekerja di jalur > > perakitan. > > > > > > Sebagai siswa, ia sudah sering mendengar cerita bagaimana buruh > > > dilindas roda pembangunan, tentang buruh pabrik Foxconn yang > > lompat > > > dari gedung asrama atau pabrik, 40 ribu jari-jari putus setiap > > tahun > > > di Pearl River Delta, 280 juta buruh migran yang mengorbankan masa > > > remajanya untuk membangun kota tapi tidak bisa tinggal di kota, > > > tentang penyakit yang disebabkan karena pekerjaan, seperti > > keracunan > > > benzol, leukemia, pneumoconiosis yang membuat penderita sesak > > nafas > > > dan ingin lebih cepat mati. Kaum buruh membangun kota-kota dengan > > > darah dan keringatnya, tapi kemudian digilas dan diusir dari kota. > > > > > > Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling > > > umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di > > > Tiongkok > > > > > > > > > > > > Shen mulai mempelajari undang-undang dan peraturan perburuhan dan > > > pergi ke daerah industri dan kampung-kampung buruh di kota, untuk > > > mengenal dan mengerti kehidupan serta kesulitan-kesulitan yang > > mereka > > > hadapi. Kalau turun hujan, garasi bawah tanah di mana buruh > > tinggal, > > > tergenang air, pakaian dan tempat tidur basah kuyup. Shen > > menjelaskan > > > peraturan dan undang-undang perburuhan, namun kata-kata hitam di > > atas > > > putih tidak dapat memberi mereka kontrak kerja. Di pabrik sepatu > > > Dongguan Yuyuan, Shen mendengar buruh yang sudah kerja 10 tahun > > lebih > > > dan hampir pensiun, baru tahu bahwa pabrik tidak membayar bagian > > dari > > > jaminan sosial yang merupakan kewajibannya. > > > > > > Shen jadi bingung dan syok! Kekuasaan macam apa ini yang membuat > > > undang-undang sama sekali tak berguna? Dihadapkan pada kenyataan > > > kejam itu, Shen jadi sadar buruh lahir miskin akan mati miskin > > pula. > > > Akhirnya Shen bekerja di pabrik suku cadang Guangzhou Rihong > > > Electromechanical Co. Ltd. yang dimodali Jepang. Jadilah dia buruh > > > industri. > > > > > > Hari pertama Shen masuk kerja di workshop, bunyi raungan mesin > > > seperti memecahkan gendang telinganya, bau minyak dan debu metal > > > memenuhi seluruh workshop. Peringatan bahaya benzol dan bahan > > kimia > > > lainnya sangat menakutkan. Buruh mengenakan masker sekali pakai > > yang > > > tidak dapat secara efektif memblokir debu atau menyaring gas > > beracun, > > > dan beberapa bahkan tidak memiliki masker sekali pakai. Ruang > > kerja > > > itu panas sepanjang tahun, dan sudah sangat panas di bulan Mei. > > Itu > > > normal ketika panas 35 derajat atau lebih, dan di beberapa tempat > > > bahkan mendekati 50 derajat. Intensitas kerja dan keringat deras > > > membuat masker yang tipis basah dan membuat orang merasa tercekik, > > > apalagi masker tebal yang tertutup rapat. > > > > > > Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan > > > loncat dari gedung pabrik > > > > > > > > > > > > Ini sertifikat yang diterima Rihong sebagai ”pemasok unggul” suku > > > cadang untuk Dongfeng Honda, Guanqi Honda dan Nissan > > > > > > > > > > > > Lebih mengenaskan lagi keadaan buruh perempuan yang hamil, karena > > > mereka harus lebih keras bekerja guna mencapai target produksi, > > > sampai harus mengorbankan hak libur perempuan hamil. Xiaomei, > > rekan > > > kerja Shen, selalu keguguran tiap kali hamil selama bekerja di > > pabrik > > > itu. Akhirnya ia keluar. > > > > > > Itulah yang disebut pabrik suku cadang mobil “berupah tinggi”, di > > > mana buruh mengorbankan kesehatannya untuk apa yang disebut “upah > > > tinggi”. Banyak rekan kerja Shen yang menderita rhinitis dan > > > bronkitis karena bekerja lama di lingkungan yang keras itu, serta > > > kehilangan pendengaran dan penurunan sel darah putih. Harga yang > > > harus dibayar buruh untuk melahirkan sertifikat “pemasok unggul” > > > tentu tidak menarik perhatian pengagum “Sosialisme dengan ciri > > > Tiongkok”. > > > > > > Pengalaman bekerja sebagai buruh itulah yang membuat Shen Mengyu > > > sadar akan perlunya berjuang untuk perubahan, tidak bisa hanya > > > mengeluh saja. Buruh kehilangan martabat dan haknya sebagai > > manusia. > > > > > > Para buruh migran ini pasti termasuk dalam “jutaan yang telah > > > diangkat dari kemiskinan”! Alangkah baiknya kalau antek remo serta > > > para pengagum “pembangunan” bekerja di pabrik seperti itu. Mereka > > > tidak akan jadi marxis, tapi setidaknya akan tahu bagaimana buruh > > > harus bekerja untuk masuk dalam kategori “bebas dari kemiskinan” > > yang > > > dipropagandakan kaum penguasa remo serta para centengnya dengan > > > bangga. > > > > > > Kasus Jasic di Shenzhen > > > > > > > > > April 2018, sekitar 89 buruh dan aktivis di pabrik Jasic mencoba > > > mendirikan serikat buruh independen. Mengapa buruh merasakan > > perlunya > > > sebuah serikat buruh independen? Sudah terbukti, dalam setiap > > konflik > > > dengan majikan, serikat buruh resmi selalu berpihak kepada > > kapitalis. > > > Ditanya mengapa serikat buruh resmi berpihak kepada kaum > > kapitalis, > > > seorang pejabat komunis berkata, di mana-mana kita dapat temukan > > > buruh, tapi kapitalis sedikit. Bayangkan, itulah pendapat orang > > > “komunis” Tiongkok tentang buruh dan kapitalis. > > > > > > 10 Agustus, 2018, anggota Grup Pendukung Solidaritas Buruh Jasic, > > > menyerahkan surat terbuka menuntut Kejaksaan Distrik Pingshan > > > Shenzhen supaya melakukan investigasi terhadap penangkapan yang > > > melanggar hukum. Dari kiri ke kanan: Zheng Yongming, Shen Mengyu, > > Xu > > > Zhongliang dan Yue Xin. > > > > > > Akibat dari tindakan mencoba mendirikan serikat buruh independen, > > > beberapa buruh dipecat. > > > > > > Akhir Juli, konflik meluas, ketika 20 buruh dan seorang aktivis > > > mahasiswa ditangkap karena memprotes perlakuan brutal polisi. > > Awal > > > Agustus, Shen Mengyu, Yue Xin dan simpatisan lain nya dari > > > Universitas Peking, Tsinghua, Nanjing dan Sun Yatsen membentuk > > Grup > > > Pendukung Solidaritas Buruh Jasic. Mereka cerminkan dukungannya > > > melalui surat terbuka, tulisan di media sosial, menyebar luaskan > > foto > > > dan video pidato dan manifestasi damai di depan pabrik Jasic dan > > > kantor polisi. Koalisi buruh-mahasiswa itu menuntut pembebasan > > tanpa > > > syarat semua buruh yang ditahan, hukuman bagi polisi dan preman > > yang > > > memukuli buruh dan mempekerjakan kembali buruh yang dipecat. > > > > > > Memperingati Hari Meninggalnya dan Kelahiran Mao > > > > > > > > > Para mahasiswa kiri dari berbagai universitas, buruh dan aktivis > > > pendukung buruh Jasic juga terlibat dalam aksi bulan September > > untuk > > > memperingati 42 tahun meninggalnya Mao, dan Desember 2018, 125 > > tahun > > > kelahirannya, di Shaosan, provinsi Hunan. Di sini terbelejeti lagi > > > kemunafikan rezim kapitalis Xi Jinping. Bukannya mendukung > > anak-anak > > > muda yang ingat kepada Mao, malah aparat polisi dikerahkan untuk > > > menangkap mereka dengan alasan membuat keributan. > > > > > > Spanduk paling bawah:”Buruh Jasic memberi penghormatan kepada > > Ketua > > > Mao’; Spanduk kedua di belakangnya: ‘Buruh dan mahasiswa muda > > > berkumpul di Shaoshan, Pikiran Mao selamanya bersinar’; Yang > > ketiga: > > > ‘Jadilah murid Mao yang baik untuk selamanya’; Yang paling > > belakang: > > > ‘Universitas Peking, Universitas Nanjing, Universitas Rakyat, > > Studi > > > Luar Negeri dari Universitas Peking, Universitas Bahasa dan Budaya > > > Peking, Universitas Kedokteran Tiongkok, Nanjing’ > > > > > > > > > > > > Qiu Zhanxuan, ketua Marxism Study Society di Universitas Peking, > > > ditangkap polisi berbaju sipil, dalam perjalanannya menuju > > peringatan > > > ulang tahun Mao. Shen Mengyu dan Yue Xin, setelah dibebaskan dari > > > penangkapan yang pertama, diculik, dalam perjalanan menuju > > Shenzhen > > > untuk mendukung buruh Jasic. Setelah mereka hilang, sejumlah > > > mahasiswa Universitas Peking membentuk “Gerakan mencari Yue” untuk > > > melobi kebebasannya. Tak lama kemudian, diberitakan salah seorang > > > organisatornya, Zhang Shengye, hilang. [Tatiana Lukman] > > > > > > > > > > > > > > > > > > Sent from Mail for Windows 10 > > > > > > > > > > > > From: Chan CT > > > Sent: Tuesday, August 10, 2021 4:53 AM > > > To: Tatiana Lukman; GELORA45_In > > > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > > > > > > > > > Entah nenek yang satu ini pernah tidak memperhatikan tradisi > > Tionghoa > > > dalam ungkapan kuno: “Seribu kawan masih kurang, Satu musuh sudah > > > berlebih!”, lalu coba kaitkan dengan “perjuangan klas” yang dalam > > > kenyataan ada dan harus dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat. > > PASTI > > > tidak selalu harus diantagoniskan menjadi pertarungan klas yang > > tidak > > > terdamaikan dan digempur hancur-hancuran, baik dengan pemogokan > > buruh > > > maupun REVOLUSI! TIDAK, ... begitu! Sebaliknya, kedua-belah pihak > > > harus berusaha sedapat mungkin berdamai, menemukan titik temu > > untuk > > > maju bersama dan menang bersama! TETAP bersahabat dan tidak > > > bermusuhan yang merugikan kedua belah pihak itu! Begitu terhadap > > > kapitalis perseorangan dalam mengatasi, menyelesaikan pertikaian > > > dengan buruh, karyawan yang selama ini terjadi. Selalu berusaha > > > diselesaikan secara damai, termasuk dengan demo dan mogok buruh > > yang > > > terjadi. > > > > > > > > > > > > Memang di UU-Buruh Tiongkok, pasal hak mogok buruh dicabut, > > > ditiadakan saat UU-Buruh Pekerja tahun 1992, tapi TIDAK berarti > > hak > > > mogok buruh dilarang! TIDAK, ...! Karena TETAP ada jaminan bagi > > > setiap Buruh, karyawan mengajukan pengaduan, tuntutan ketidak > > adilan > > > yang dirasakan, baik melalui Serikat Buruh maupun langsung ke > > Dept. > > > Perburuhan berbagai tingkat! Dam, ... kenyataan berapa kali > > > aksi-mogok cukup besar juga terjadi berbagai propinsi, dan > > berhasil > > > menangkan TUNTUTAN Buruh! Jadi, aksi-mogok dalam kenyataan > > sekalipun > > > “hak aksi buruh mogok” sudah ditiadakan. Dan ingat, ternyata di > > > Tiongkok buruh diberi hak membentuk Serikat Buruh nya sendiri, ada > > > belasan serikat buruh yang terbentuk di Tiongkok selatan. Jadi, > > > kebebasan berorganisasi, bersuara sudah jauh lebih BEBAS ketimbang > > > ditahun 50-70-an! > > > > > > > > > > > > Begitu juga sikap ketua Mao dalam menghadapi permusuhan dengan > > > blok-barat, khususnya AS! Coba saja perhatikan, di Des. tahun > > 1970, > > > Harian Rakyat menampilkan foto Ketua Mao bersama Edgar Snow di > > atas > > > Tian An Men saat 1 Oktober 1970, untuk menunjukkan Tiongkok tetap > > > bersahabat dengan Rakyat Amerika!. Kemudian tahun 1971 terjadi > > > rombongan ping-pong AS datang ke Beijing melangsungkan > > pertandingan > > > persahabat, ... menyusul kehadiran Henrry Kissinger berkunjung > > secara > > > rahasia di Beijing sehubungan dengan kunjungan resmi Presiden > > Nixon > > > di awal Februari 1972, bersalaman dengan ketua Mao! Apa makna > > disitu? > > > > > > > > > > > > ini Foto di BBC > > > > > > > > > > > > Jelas kondisi bermusuhan dengan embargo dan blokade yang > > dijalankan > > > AS terhadap RRT sejak awal 1950 sangat TIDAK menguntungkan > > Tiongkok > > > dan juga AS sendiri, ...! Pihak RRT lebih dahulu tayangkan dan > > usaha > > > membuka persahabatan kedua rakyat, Tiongkok-Amerika! Kemudian > > > ditingkatkan kepersahabatan kedua negara. Sampai akhirnya membuka > > > hubungan diplomatik dan perluas hubungan perdagangan, ... yang > > > kemudian setelah melihat kemajuan dahsyat RRT, oleh Trump dianggap > > > ancaman bverat yang harus digempur dan berlanjut oleh Biden > > sekarang > > > ini. Pertarungan jadi makin sengit, kedua belah pihak belum juga > > > menemukan titik temu yang lebih baik. Sekalipun kedua belah pihak > > > sudah merasakan KERUGIAN yang diderita akibat perang dagang yang > > > terjadi, ... > > > > > > > > > > > > Jadi, seandainya saja Mao hidup lebih pangjang belasan tahun, > > PASTI > > > juga akan sejakan dengan Deng yang prakmatis itu! Kelanjutan > > > persahabatan RRT-AS itu dengan hubungan dagang yang lebih luas dan > > > terbuka setelah jalankan “Reformasi dan Keterbukaan” tahun 1980! > > > Masuknya modal-AS, termasuk IMF/BankDunia yang oleh Deng digunakan > > > sebaik-baiknya untuk BELAJAR mengerjakan sendiri! Bukan > > memebiarkan > > > rakyat Tiongkok hanya menjual tenaga kerja-murah pada modal-asing, > > > tapi merebut kesempatan untuk belajar dan bisa BERDIKARI, > > mengerjakan > > > sendiri bahkan lebih baik! > > > > > > > > > > > > Itulah jalan Deng untuk mencapai kemakmuran masyarakat, ... BUKAN > > > dengan jalan meratakan kemiskinan yang ada, tapi lebih dahulu > > > meningkatkan kemakmuran masyarakat lebih dahulu, mengentaskan > > lebih > > > 700 juta rakyat dari kemiskinan absolut menjadi sejahtera, cukup > > > sandang-pangan. Dan, seiring dengan lebih lanjut meningkatkan > > > kemakmuran masyarakat mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi, > > > untuk meratakan kemakmuran! > > > > > > Itulah sosialisme dalam arti sesungguhnya yang hendak diwujudkan > > > Tiongkok, meratakan kemakmuran bukan meratakan kemiskinan! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 > > > > > > Sent: Monday, August 9, 2021 6:10 PM > > > > > > To: Jaya Suprana > > > > > > Cc: Lusi D. ; Chan CT ; GELORA45_In > > > > > > Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > > > > > > > > > REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah > > > perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat > > > penyelewengan/perubahan/revisi terhadap prinsip-prinsip pokok > > > M-L-M. Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip > > > perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan > > > kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak > > > lagi. > > > > > > > > > > > > Ada revisionisme klasik dan revisionisme modern. Ketika orang > > bicara > > > tentang revisionisme klasik, ia menunjuk pada tokoh utamanya, > > Eduard > > > Berstein, pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Intinya tidak > > mengakui > > > perjuangan kelas , berkolaborasi dengan kaum borjuasi, tidak > > mengakui > > > perlunya Kediktaturan proletariat untuk membangun sosialisme. > > > Hasilnya adalah sosial demokrasi (sosdem) yang sekarang banyak > > > dianut oleh Partai sosialis dan komunis (revisionis) di > > negara-negara > > > Welfare state di Eropa Barat. > > > > > > > > > > > > Revisionisme Modern muncul dengan penyelewengan yang dilakukan > > oleh > > > tokoh utamanya, Nikita Khrushchov, tahun 1956. Teori revisionis > > yang > > > dijajakan antara lain peralihan secara damai ke sosialisme, Partai > > > dan Negara seluruh rakyat yang berarti tidak mengakui adanya > > > perjuangan kelas dalam masyarakat sosialis, koexistensi damai > > dengan > > > imperialisme yang berarti melarang /tidak mendukung rakyat > > melakukan > > > perjuangan termasuk yang bersenjata melawan imperialisme yang > > > dikepalai AS. > > > > > > > > > > > > Klasik atau modern, inti dari revisionisme adalah melanggar > > > prinsip-prinsip dasar Marxisme. > > > > > > > > > > > > Sekarang, coba simak ajaran Mao yang berkaitan dengan > > Revisionisme. > > > > > > > > > > > > Both dogmatism and revisionism run counter to Marxism. Marxism > > must > > > certainly advance; it must develop along with the development of > > > practice and cannot stand still. It would become lifeless if it > > > remained stagnant and stereotyped. However, the basic principles > > of > > > Marxism must never be violated, or otherwise mistakes will be > > made. > > > It is dogmatism to approach Marxism from a metaphysical point of > > view > > > and to regard it as something rigid. It is revisionism to negate > > the > > > basic principles of Marxism and to negate its universal truth. > > > Revisionism is one form of bourgeois ideology. The revisionists > > deny > > > the differences between socialism and capitalism, between the > > > dictatorship of the proletariat and the dictatorship of the > > > bourgeoisie. What they advocate is in fact not the socialist line > > but > > > the capitalist line. In present circumstances, revisionism is more > > > pernicious than dogmatism. One of our current important tasks on > > the > > > ideological front is to unfold criticism of revisionism. > > > > > > > > > > > > Agen remo selalu menggunakan dalih “zaman berubah”, “kenyataan > > > berubah”, etc dan menuduh saya seolah-olah saya ngeloni > > “dogma”atau > > > teori-teori yang dia anggap sdh usang. Mao mengingatkan > > > “prinsip-prinsip dasar Marxisme selama-lamanya tidak boleh > > > dilanggar”. Dengan jelas Mao mengajukan bahwa Revisionisme adalah > > > satu bentuk ideologi borjuis. Mereka tidak membedakan kediktaturan > > > proletar > > > > > > dengan kediktaturan borjuis. > > > > > > > > > > > > Kediktaturan apa yang ada di tiongkok sekarang? Proletar atau > > > borjuis? Kalau proletar, mengapa UU dan peraturan yang dulu > > berlaku > > > dipreteli? Dulu buruh punya hak mogok, punya sida, artinya 4 > > > kebebasan: bebas mengexpresikan pendapat, bebas berdiskusi, bebas > > > menulis koran dinding berhuruf besar… Dulu buruh punya hak libur, > > > layanan kesehatan dan Pendidikan gratis…Kenapa semua itu sekarang > > > tidak ada?? 6 juta buruh yang menderita penyakit karena > > pekerjaannya > > > sama sekali tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai dan > > > gratis!! Kenapa sampai ada buruh yang bunuh diri karena tidak > > tahan > > > lagi dengan rezim kerja yang ada dipabriknya?? > > > > > > > > > > > > Mao juga mengajukan bahwa dala keadaan sekarang, revisionisme > > lebih > > > berbahaya dari pada dogmatism!! > > > > > > > > > > > > Ini Mao lagi bicara tentang revisionsime. > > > > > > > > > > > > Revisionism, or Right opportunism, is a bourgeois trend of thought > > > that is even more dangerous than dogmatism. The revisionists, the > > > Right opportunists, pay lip-service to Marxism; they too attack > > > "dogmatism". But what they are really attacking is the > > quintessence > > > of Marxism. They oppose or distort materialism and dialectics, > > oppose > > > or try to weaken the people's democratic dictatorship and the > > leading > > > role of the Communist Party, and oppose or try to weaken socialist > > > transformation and socialist construction. After the basic victory > > of > > > the socialist revolution in our country, there are still a number > > of > > > people who vainly hope to restore the capitalist system and fight > > the > > > working class on every front, including the ideological one. And > > > their right-hand men in this struggle are the revisionists. > > > > > > > > > > > > Sekali lagi Mao bilang revisionisme lebih berbahaya dari pada > > > dogmatism. Yang diserang kaum revisionis adalah inti sari > > Marxisme. > > > Mereka memutarbalik materialism dan dialektika. Mao mengingatkan > > > “setelah kemenangan revolusi sosialis di negeri kita, masih ada > > orang > > > yang berharap merestorasi system kapitalis dan menyerang kelas > > buruh > > > di tiap front termasuk di bidang ideologi.” > > > > > > Celakanya Mao sudah meninggal, ketika kaum revisionis berhasil > > > mengalahkan kaum Marxis-Leninis-Maois dan akhirnya merestorasi > > > kapitalisme!!! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Sent from Mail for Windows 10 > > > > > > > > > > > > From: Jaya Suprana > > > Sent: Sunday, August 8, 2021 4:55 AM > > > To: Tatiana Lukman > > > Cc: Lusi D.; Chan CT; GELORA45_In > > > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > > > > > > > > > MOHON PENCERAHAN TENTANG APA SEBENARNYA ARTI ISTILAH REMO. > > > > > > Salam hormat dari jaya suprana > > > > > > > > > > > > Pada tanggal Sab, 7 Agu 2021 pukul 23.23 'Tatiana Lukman' via > > > GELORA45 <[email protected]> menulis: > > > > > > Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam > > > hubungannya dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir > > saja!! > > > Betapa tidak!!! Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya > > rakyat > > > tiongkok di bawah pimpinan Mao dalam membangun Sosialisme dengan > > > mengkwalifikasinya sebagai “meratakan kemiskinan”, kadang-kadang > > > terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian palsu terhadap Mao. > > Menuduh > > > Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, “terlalu cepat > > membangun > > > komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju melompat kedepan > > > salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 1949 > > yang > > > tidak dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa > > > rakyat Tiongkok mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT > > > MEMBENCI MAO, MAKA PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA > > > 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, KOMUNE RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI > > > GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! MASIH KURANG BUKTI TKK > > > KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI SELESAI DISKUSI > > > WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN > > FILIPINA!! > > > > > > > > > > > > Sent from Mail for Windows 10 > > > > > > > > > > > > From: Lusi D. > > > Sent: Saturday, August 7, 2021 2:41 PM > > > To: Chan CT > > > Cc: GELORA45_In; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid > > > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > > > > > > > > > Saya memandangnya bukan karena sangkaan yang bung persamakan > > itu. > > > Tapi > > > > > > dari segi patriotisme. Apa ada mirip-miripnya. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Am Sat, 7 Aug 2021 20:03:16 +0800 > > > > > > schrieb "Chan CT" <[email protected]>: > > > > > > > > > > > > > Memang kenapa harus sama dengan Lieus, ... hanya karena > > > > sama-sama > > > > > > > Tionghoa? Lalu, bung yang Jawa juga sama dengan Soeharto yang > > > > Jawa? > > > > > > > Hehehee, ... > > > > > > > > > > > > > > -----原始郵件----- > > > > > > > From: Lusi D. > > > > > > > Sent: Saturday, August 7, 2021 5:17 PM > > > > > > > To: nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid > > > > > > > Subject: Fw: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > > > > > > > > > > > Maksud kalimat bung ". . . hati saya masih saja melekat > > > > tertinggal di > > > > > > > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan." apa maunya > > > > seperti > > > > > > > Lieus Sungkharisma ini? > > > > > > > https://www.youtube.com/watch?v=z3Ae4nDYgVw > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Beginn der weitergeleiteten Nachricht: > > > > > > > > > > > > > > Datum: Sat, 7 Aug 2021 10:30:59 +0800 > > > > > > > Von: "Chan CT" <[email protected]> > > > > > > > An: "Jaya Suprana" <[email protected]>, "GELORA45_In" > > > > > > > <[email protected]> Betreff: Re: [GELORA45] Lencana > > > > Ketua > > > > > > > Mao > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan > > > > bangsa > > > > > > > Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu > > > > > > > WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di > > > > > > > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela > > > > keadilan > > > > > > > dan kebenaran! Itulah yang sesungguhnya! > > > > > > > > > > > > > > Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya! > > > > Hehehee, ... > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: Jaya Suprana > > > > > > > Sent: Saturday, August 7, 2021 8:57 AM > > > > > > > To: Chan CT > > > > > > > Cc: GELORA45_In > > > > > > > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > > > > > > > > > > > > > Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan > > > > membela > > > > > > > negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan ! > > > > > > > > > > > > > > On Sat, 7 Aug 2021 at 07.42 Chan CT <[email protected]> > > > > wrote: > > > > > > > > > > > > > > Lencana Ketua Mao > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi > > > > Pembalap-sepeda > > > > > > > Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi > > > peringatan > > > > bisa > > > > > > > membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan > > > > Lencana > > > > > > > Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya > > > melanggar > > > > > > > ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya? > > > > > > > > > > > > > > Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan > > > > peringatan > > > > > > > panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi > > > > perhatian > > > > > > > saya: Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, > > > saat > > > > > > > Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat, > > > > polisi AS > > > > > > > menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika > > > yang > > > > > > > compang-camping kelapangan, > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana > > > > Menteri > > > > > > > Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar > > > > Jepang > > > > > > > berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade, > > > > Jepang > > > > > > > mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di > > > > Olimpiade > > > > > > > Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang > > > > sesungguhnya! > > > > > > > Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika > > > atlet > > > > dari > > > > > > > berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan > > > > bendera > > > > > > > nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga > > > > POPLITIK! > > > > > > > Lalu, dimana salahnya??? > > > > > > > > > > > > > > Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya > > > adalah > > > > lagu > > > > > > > anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah > > > > Komite > > > > > > > Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? > > > Lagu > > > > > > > kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili > > > sejarah > > > > > > > berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang > > > > jelas, > > > > > > > apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK! > > > > > > > > > > > > > > Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu > > > > ditakuti, ... > > > > > > > Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa > > > > dicintai > > > > > > > dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka > > > > jalan > > > > > > > kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini, > > > > kenapa > > > > > > > kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima > > > > > > > Medali-emas! Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang > > > > Nasional > > > > > > > RRT tidak ada salahnya! Yang mempermasalahkan itulah > > > > “politisasi” > > > > > > > usaha nyata anti-Tiongkok! -- Anda menerima pesan ini karena > > > > > > > berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti > > > > > > > berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > > > > email ke > > > > > > > mailto:gelora1945%[email protected]. Untuk > > > melihat > > > > diskusi ini > > > > > > > di web, kunjungi > > > > > > > > > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > > > > > > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" > > > dari Google Grup. > > > > > > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari > > grup > > > ini, kirim email ke > > mailto:gelora1945%[email protected]. > > > > > > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > > > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s. > > > > > > > > > > > > > > -- > > > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di > > > Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima > > email > > > dari grup ini, kirim email ke > > > [email protected]. Untuk melihat diskusi ini > > di > > > web, kunjungi > > > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com. > > > > > > > > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210812110242.66763fb0%40lilik-ThinkPad-T420s.
