Ha....ha...Sudah bertahun-tahun antek remo, Siauw Giok Tjing alias Chan ini, 
menunjukkan logikanya sama sekali tidak jalan normal!!! Untuk kesekian kalinya 
dia tunjukkan lagi dengan jawaban terhadap tulisan saya di Sulindo itu. Orang 
yang logikanya jalan, pasti tahu apa tema pokok yang saya bicarakan dalam 
tulisan saya itu. Pertama, tentang kontradiksi dan perjuangan kelas dalam PKT 
dan Tiongkok sosialis yang terus menerus dicanangkan oleh Mao, tapi oleh 
dedengkot remo Liu, ditolak. Saya tunjukkan dan buktikan kemunafikan kaum remo 
dan kenyataan restorasi kapitalis. Kedua, tentang generasi muda Maois kiri, 
kesadarannya dan perjuangannya untuk bergabung dengan kaum buruh yang menuntut 
hak mendirikan Serikat Buruh independen, karena jelas Serikat buruh resmi lebih 
banyak berpihak kepada kaum kapItalis dari pada kaum buruh, makanya sampai 
terjadi bunuh diri buruh. Lucunya, si antek Chan ngeyel, seolah-olah buruh bisa 
dengan bebas mogok tanpa penindasan dari polisi!! Itu betul-betul mimpi yang 
ada diotak kaum remo...seperti Deng xiaoping yang diwarisi oleh anteknya ini. 

Dalam jawabannya, sang antek remo sama sekali tak menyentuh dan membantah 
tema-tema tersebut . Karena memang tidak ada argumentasi untuk membantah 
KENYATAAN YANG SAYA AJUKAN. Frustrasi Dan kejengkelannya itu kemudian 
disalurkan dengan menyerang pribadi saya. Disuruhnya saya introspeksi!!! Sudah 
tentu kaum remo dan penjilat pantat rezim kaisar Xi sama sekali tidak senang 
dengan tulisan yang membongkar kepalsuan dan kebusukannya.  Tulisan saya itu 
dibaca oleh ratusan orang di Indonesia!!!Sulindo tidak hanya terbit secara 
digital, tapi juga disebarkan melalui koran cetak, dan itu sampai ke 
daerah-daerah!!! Si Tjing mengukur orang lain dengan ukurannya 
sendiri..Dikiranya orang lain seperti dirinya sendiri yang otaknya tidak jalan 
dan bersedia jadi anjing jaga klik remo China!!
Tjing juga mau mendikte apa yang hrs saya kerjakan untuk rakyat Indonesia!!??? 
Ha...ha...Dia sudah lupa bahwa dirinyalah yang menganggap paling M-L, mau 
pulang membangun daerah basis, mimpin tentara rakyat,,,Pikiran dan nasihat yang 
bagaimana yang bisa diharapkan dari anjing penjilat rezim kapitalis-imperialis 
Xi jin ping???Mana tahu dia hubungan antara perjuangan rakyat sedunia melawan 
penghisapan dan penindasan  dengan pembelejetan kejahatan kaum revisionis 
Tiongkok???Biar saja si Tjing terus mimpi dengan sosialisme ciri Tkk, yang 
jelas dan nyata di mana-mana terus dilancarkan pendidikan (dalam bahsa Inggris, 
Spanyol, Perancis!!!) untuk menunjukkan kejahatan remo Tkk dalam menghancurkan 
sosialisme di Tiongkok dan memutar balik fakta sejarah seperti dalam webinar 
terakhir memperingatai 100 tahun PKT. MANA TAHU ANTEK REMO INI HUBUNGAN ANTARA 
PERJUANGAN PEMBEBASAN REVOLUSIONER MELAWAN IMPERIALISME DENGAN PERJUANGAN 
MELAWAN REVISIONISME MODERN!!?? KARENA DIRINYA SENDIRI REMO,  DIA TIDAK  MAU 
MENGAKUI BAHWA PERJUANGAN RAKYAT AKAN GAGAL KALAU DIBIMBING OLEH REVISIONISME. 
UNTUK ITU ORANG YANG SERIUS INGIN BERJUANG HARUS TAHU BAHAYA DARI REVISIONISME. 
MAO SENDIRI SUDAH MENGATAKAN REVISIONISME LEBIH BERBAHAYA DARI PADA 
DOGMATISME!!! MAKA HARUS DILANCARKAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME MODERN 
TIONGKOK SUPAYA PERJUANGAN MELAWAN IMPERIALISME DUNIA TIDAK DISELEWENGKAN!!!

Si Tjing berkoar-koar tentang perjuangan Mao melawan KMT dan imperialisme.. 
Siapa sih yang minta dia menguraikan sejarah itu??? Yang jelas saya sama sekali 
tidak perlu obrolan antek remo. SAYA SUDAH DAPAT KULIAH DARI KAWAN-KAWAN 
TIONGKOK LANGSUNG TENTANG SEJARAH PERJUANGAN PKT, DAN FIKIRAN MAO 
TSETUNG...GURU-GURU SAYA ADALAH PELAKU LANGSUNG DALAM PERJUANGAN PEMBEBASAN 
TIONGKOK! .PIDATOLAH KAU DI DEPAN TEMAN-TEMANMU SESAMA REMO PENJILAT PANTAT 
KAISAR XI, HANYA MEREKALAH YANG AKAN MENDENGARKAN DAN PERCAYA PADA PEPESAN 
KOSONG YANG TERUS KAU JAJAKAN!!!


Sent from Mail for Windows

From: Lusi D.
Sent: Wednesday, August 11, 2021 10:11 AM
To: Chan CT
Cc: Tatiana Lukman; GELORA45_In; nasional-list; chalik.hamid
Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

Saya merasakan ada yang tidak logis dalam penjelasan yang disimpulkan
oleh Chiang Kaisek ini.
 

Am Wed, 11 Aug 2021 10:47:17
+0800 schrieb "Chan CT" <[email protected]>:

> Daripada pikiran dan energi dipusatkan membongkar kepalsuan dan
> kebusukan remo Tiongkok dengan dasar kebencian berlebih begitu yang
> TIDAK ada artinya sedikitpun, tak ada orang yang bisa mempercayai
> obrolan tanpa DASAR! Dan PASTI TIDAK akan berhasil menghambat gerak
> kemajuan apalagi menghancurkan keberhasilan perjuangan 1,4 milyar
> Rakyat Tiongkok yang telah bertekad menempuh Jalan Sosialisme
> Berkarakter Tiongkok, ... Kenapa sinenek tidak berusaha introspeksi,
> memeriksa dimana kesalahan sendiri sehingga sampai sekarang TIDAK
> JUGA berhasil tegak berdiri kembali! Menangkan perjuangan RAKYAT
> Indonesia yang sampai sekarang masih saja kelimpungan, ...! Lhaa, ...
> AS super power adidaya didunia ini yang masih diakui berkekuatan
> besar sudah belasan tahun, sejak Obama, Trump yang menggempur
> gila-gilan dan berlanjut dengan Biden sekarang berusaha menghambat
> kemajuan RRT yang dianggap “ANCAMAN” terberat nampaknya juga masih
> kewahalan, kok!
> 
> Cobalah BELAJAR bagaimana Chiang Kaisek berusaha menyimpulkan sebab2
> KEKALAHAN menghadapi Mao Tsetung/PKT, dari tahun 1946, semula
> kekuatan tentara dari jumlah 5-6 X lebih banyak dan dengan
> kecanggihan persenjataan yang jauh lebih unggul, TETAP saja kalah
> telak??? Apa dan dimana KESALAHAN terjadi di KMT??? Dari catatan
> harian Chiang yang diungkap VOA (Link dibawah ini, sekalipun dalam
> bhs. Tionghoa, mestinya nenek Tatiana tetap bisa mengerti dengan
> baik!) cukup menarik diperhatikan: antara lain Chiang menyatakan: 1.
> Tidak boleh bersandar pada BANTUAN Amerika! Karena kenyataan, setelah
> beda pendapat dengan AS, Chiang hendak bertahan kuasai kedaulatan
> wilayah Tiongkok, sedang AS yang hendak wujudkan perjanjian Yalta
> (ditahun 1945, AS-Soviet-Inggris, bersepakat membagi wilayah Tiongkok
> menjadi utara untuk PKT dan selatan sungai Yang Tse untuk KMT),
> hentikan dan tidak melanjutkan perang usaha membasmi komunis PKT! 2.
> Dekadensi, kemerosotan moral pejabat/tokoh KMT, berebutan kekuasaan,
> harta rampasan perang Jepang dan saat perang berlanjut, lebih dahulu
> memikirkan keselamatan jiwa dan harta pribadi kalau kalah perang
> melawan PKT! 3. TIDAK mendapat dukungan rakyat luas, sebaliknya PKT
> yang berorientasi pada rakyat, melancarkan landreform didesa-desa
> mendapat dukungan kuat rakyat banyak. Membuat PKT dalam waktu singkat
> berhasil dengan kecepatan tinggi penambahan jumlah tentara, sedang
> jumlah tentara KMT terus merosot dengan kecepatan tinggi akibat
> kesulitan merekrut tentara yang luka dan mati! 
> 
> Tentu Chiang sekalipun berhasil simpulkan kesalahan sendiri, dia
> TETAP saja GAGAL merubah dan memperbaiki langkah sampai ajalnya, ...
> karena PENDIRIAN Chiang yang egoistis dan otoriter melulu untuk
> kepentingan diri sendiri, keluarga dan klik nya saja, sedang PKT
> berprinsip kepemimpinan kolektif yang terus disempurnakan dan melulu
> untuk kepentingan rakyat banyak. Begitulah PKT dalam perjalanan 100
> tahun telah membuktikan KEBERHASILAN membangun masyarakat adil-makmur
> dan mendapatkan dukungan kuat rakyat Tiongkok, ...!
> 
> 
> 解密时刻:日记中的蒋介石—宋庆龄和傅作义的反毛隐秘 (完整版)
> https://www.youtube.com/watch?v=2YQOMNkkMIg
> 
> 
> 
> From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
> Sent: Tuesday, August 10, 2021 3:23 PM
> To: Chan CT ; GELORA45_In 
> Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
> Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan Klik Revisionis Modern Tiongkok
> (Bagian 2)
> 
> 4 April 2021 | 20:17
> 
> Ilustrasi perbandingan Tiongkok di bawah Xi Jinping setelah restorasi
> kapitalisme dan di bawah Mao Zedong dengan sosialisme/The Economist
> 
> Koran Sulindo – William Hinton, dalam Mao, Rural Development, and
> Two-Line Struggle menulis bahwa seruan Liu Shaoqi untuk
> mengkonsolidasi “sistem demokrasi baru”, pada 50-an, dalam praktik,
> sebenarnya merupakan seruan untuk membangun kapitalisme. Mula-mula
> Hinton melihat perbedaan pandangan antara Mao dan Liu berkaitan
> dengan jalan terbaik menuju sosialisme. Namun akhirnya ia menjadi
> sadar bahwa perbedaan pandangan itu bersifat kelas. Masing-masing
> mewakili pandangan kelas yang antagonis.
> 
> Kesimpulan Mao bahwa kontradiksi antagonis yang menghalangi
> pembangunan sosialis terdapat di dalam partai komunis sendiri, sangat
> mengejutkan Hinton. Mao adalah pemimpin komunis pertama di dunia yang
> mengemukakan hal itu. Banyak orang kiri, bahkan komunis, yang
> menganggap Mao “gila” menempatkan kawan-kawan seperjuangan lama
> sebagai musuh Revolusi Besar Kebudayan Proletar (RBKP). Bukan Mao
> yang “gila”, melainkan merekalah yang tidak mengerti dan menolak
> mengakui kebenaran kata-kata Mao, 1957:” Masih ada sisa-sisa tuan
> tanah dan klas komprador yang sudah digulingkan, masih ada borjuasi
> dan pengubahan terhadap borjuis kecil baru saja dimulai. Perjuangan
> klas antara proletariat dan borjuasi, antara berbagai kekuatan
> politik dan antara proletariat dan borjuasi di bidang ideologi akan
> makan waktu panjang, berliku-liku dan kadang-kadang bahkan sangat
> tajam. Kaum proletariat berusaha mengubah dunia menurut pandangan
> dunianya sendiri dan begitu juga kaum borjuasi. Dalam hal ini,
> masalah siapa yang akan menang, sosialisme atau kapitalisme masih
> belum sungguh-sungguh dipecahkan”.
> 
> Setelah reform kapitalis Deng menghancurkan basis ekonomi sosialis,
> baru Hinton sadar dan mengerti apa yang dimaksud Mao dengan “jalan
> kapitalis” dan “pengambil jalan kapitalis”.
> 
> Perjuangan Kelas dan Kemunafikan Kaum Revisionis
> 
> 
> Salah satu pelajaran penting dari RBKP adalah kesadaran bahwa selama
> periode pembangunan sosialis masih terus ada perjuangan kelas yang
> tercermin dalam perjuangan dua garis dalam PKT. Kemenangan Revolusi
> Demokrasi Baru (RDB) yang melahirkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT),
> 1949, tidak menghilangkan kontradiksi antara garis Mao yang konsekwen
> maju di jalan sosialis dan garis Liu Shaoqi yang ingin membangun
> kapitalisme. Partai lahir dan hidup dalam sebuah masyarakat berkelas,
> maka perjuangan ideologi melawan borjuasi merupakan perjuangan kelas
> yang masih harus dilancarkan. Lahirlah slogan Maois “Jangan pernah
> melupakan perjuangan kelas”.
> 
> Bandingkan dengan laporan politik Liu Shaoqi  kepada Kongres PKT ke
> VIII  1956, yang menegaskan bahwa perjuangan yang menentukan antara
> sosialisme dan kapitalisme sekarang telah berakhir. Sedangkan Deng
> dalam pidatonya di depan sidang CCPKT tahun 80-an berkata,
> ”Mengatakan bahwa perjuangan klas masih belum selesai? Itulah fikiran
> Revolusi Kebudayaan..”
> 
> Sementara itu, Mobo Gao berpendapat Deng Xiaoping dan konco-konconya
> sebetulnya bukan marxis. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang
> nasionalis revolusioner yang turut serta dalam RDB karena itu
> merupakan satu-satunya jalan guna mencapai martabat dan persatuan
> rakyat Tiongkok. Ketika itu, nasionalisme dan perjuangan kelas
> bergandengan tangan. Tapi, setelah pembebasan 1949, kedua tema itu
> tidak bisa lagi jalan bersama.
> 
> Jangan pernah melupakan perjuangan kelas! Qiān wàn bùyào wàngjì jiējí
> dòuzhēng
> 
>  
> 
> Setelah merasa kekuasaannya terkonsolidasi, Deng dengan terbuka
> mengajukan garis “modernisasi, keterbukaan”, teori “kucing putih
> kucing hitam”, “menghentikan” perjuangan kelas dan mengutamakan
> pembangunan ekonomi. Tapi, benarkah kaum revisionis yang berkuasa itu
> menghentikan perjuangan kelas? Yang mereka hentikan adalah Revolusi
> Kebudayaan yang merupakan perjuangan kelas yang dilancarkan kelas
> proletariat melawan kaum revisionis dalam partai yang mengambil jalan
> kapitalis.
> 
> Adanya perjuangan kelas tidak tergantung pada pengakuan siapapun. Ia
> ada secara objektif. Penyangkalan Liu dan Deng tidak berarti
> perjuangan kelas atau kontradiksi kelas itu hilang.
> 
> Tiap kontradiksi mengandung dua aspek yang bertentangan. Tahun 1953,
> Mao mengemukakan kontradiksi pokok antara klas proletariat dan klas
> borjuasi. Tahun 60-an, selama RBKP berlangsung, Mao menunjukkan
> sasaran atau aspek yang harus ditundukkan adalah kaum revisionis
> reaksioner yang berkuasa dalam partai dan mengambil jalan kapitalis.
> Celakanya, aspek inilah akhirnya yang berdominasi melalui kudeta
> 1976! Jadi sebenarnya klik revisionis Deng melancarkan perjuangan
> kelas sengit melawan kaum Maois dan berhasil menang!
> 
> Setelah berkuasa, mereka sama sekali tidak mengendorkan perjuangan
> kelas! Perlawanan buruh, tani dan penduduk menentang reform kapitalis
> dan penggusuran selalu mendapat penindasan polisi, tentara dan
> centeng-centengnya. Jangan lupa penindasan Tian An Men, 1989!
> 
> Di abad ke-21, seiring dengan meningkatnya kesadaran di kalangan
> buruh, mahasiswa dan intelektual, pembungkaman dan penindasan makin
> intensif. Tahun 2012, beberapa situs yang memuat tulisan dan komentar
> yang berseberangan dengan terompet penguasa ditutup. Antara lain
> situs Utopia, maozedongflag.net, chineseworkers.net dan masih banyak
> lagi. Ketika itu, Bo Xilai, pejabat partai tertinggi Chongqing, yang
> mempopulerkan lagu-lagu zaman Mao, ditangkap dan masuk penjara dengan
> tuduhan korupsi. Kawan-kawannya pun dicopot dari jabatannya. Desember
> 2015, sejumlah besar organisasi dan LSM pendukung buruh menjadi
> sasaran serangan aparat kepolisian. Dalam penindasan yang dinamakan
> “709” (9 Juli), sekitar 200 pengacara dan aktivis HAM ditangkap.
> Beberapa di antaranya didakwa “subversi kekuasaan negara” dan dituduh
> berkolaborasi dengan “kekuatan asing”.
> 
> Kaum Marxis-Leninis-Maois-Kiri
> 
> Ini foto mahasiswa dan aktivis yang terlibat dalam aksi-aksi protes
> dan solidaritas dengan  buruh pabrik yang memproduksi peralatan las
> dengan teknologi Jasic di Shenzhen. Mereka yang disorot dengan warna
> merah ditangkap. Para siswa inilah yang disebut “
> Marxis-Leninis-Maois Kiri”.
> 
>  
> 
> Kita lihat di foto pemudi dan pemuda umur 20-an. Banyak di antara
> mereka berasal dari keluarga kaya, karena biaya pendididkan
> universitas mahal. Mereka belajar di universitas-universitas elite
> terkenal seperti Universitas Peking, Tsinghua, Universitas Rakyat. Di
> situ mereka jadi anggota grup-grup studi “Marxist Society”. Di
> samping mempelajari dan mendiskusikan marxisme, banyak yang terjun
> langsung dan bekerja di pabrik. Di situlah mereka mengenal dan
> merasakan sendiri penghisapan brutal yang diderita kaum buruh.
> 
> Misalnya, siswa yang pakai nama samaran Luke, cerita bahwa ia menjadi
> marxis berkat pengalaman bekerja dengan 20 orang buruh muda di sebuah
> workshop di pinggiran kota Peking. Mereka merakit kotak-kotak karton
> selama 12 jam di ruangan di bawah titik beku tanpa pemanas. Ia sangat
> terkejut melihat tangan para pekerja perempuan yang tinggal di
> workshop itu, “bengkak seperti lobak” karena kedinginan. Semua mereka
> tak dapat menyelesaikan pendidikannya. Majikan mendatangkan mereka
> dari pedesaan dan tidak tahu kapan bisa kembali. Luke berkata: “Cara
> produksi kapitalis ini dapat mengubah manusia menjadi budak-budak
> feodal”. Sejak itu, Luke, bersama dengan siswa kiri lainnya,
> mengorganisasi, bicara dalam pertemuan, mendukung tukang sapu, tukang
> sampah, tukang masak, penjaga dan pekerja lain yang bekerja di kampus.
> 
> Juni 2015, Shen Mengyu tamat jurusan Mathematics and Computational
> Science di Universitas Sun Yatsen. Bukannya cari pekerjaan di
> perusahaan IT, ia malah masuk pabrik dan bekerja di jalur perakitan.
> 
> Sebagai siswa, ia sudah sering mendengar cerita bagaimana buruh
> dilindas roda pembangunan, tentang buruh pabrik Foxconn yang lompat
> dari gedung asrama atau pabrik, 40 ribu jari-jari putus setiap tahun
> di Pearl River Delta, 280 juta buruh migran yang mengorbankan masa
> remajanya untuk membangun kota tapi tidak bisa tinggal di kota,
> tentang penyakit yang disebabkan karena pekerjaan, seperti keracunan
> benzol, leukemia, pneumoconiosis yang membuat penderita sesak nafas
> dan ingin lebih cepat mati. Kaum buruh membangun kota-kota dengan
> darah dan keringatnya, tapi kemudian digilas dan diusir dari kota.
> 
> Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling
> umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di
> Tiongkok
> 
>  
> 
> Shen mulai mempelajari undang-undang dan peraturan perburuhan dan
> pergi ke daerah industri dan kampung-kampung buruh di kota, untuk
> mengenal dan mengerti kehidupan serta kesulitan-kesulitan yang mereka
> hadapi. Kalau turun hujan, garasi bawah tanah di mana buruh tinggal,
> tergenang air, pakaian dan tempat tidur basah kuyup. Shen menjelaskan
> peraturan dan undang-undang perburuhan, namun kata-kata hitam di atas
> putih tidak dapat memberi mereka kontrak kerja. Di pabrik sepatu
> Dongguan Yuyuan, Shen mendengar buruh yang sudah kerja 10 tahun lebih
> dan hampir pensiun, baru tahu bahwa pabrik tidak membayar bagian dari
> jaminan sosial yang merupakan kewajibannya.
> 
> Shen jadi bingung dan syok! Kekuasaan macam apa ini yang membuat
> undang-undang sama sekali tak berguna? Dihadapkan pada kenyataan
> kejam itu, Shen jadi sadar buruh lahir miskin akan mati miskin pula.
> Akhirnya Shen bekerja di pabrik suku cadang Guangzhou Rihong
> Electromechanical Co. Ltd. yang dimodali Jepang. Jadilah dia buruh
> industri.
> 
> Hari pertama Shen masuk kerja di workshop, bunyi raungan mesin
> seperti memecahkan gendang telinganya, bau minyak dan debu metal
> memenuhi seluruh workshop. Peringatan bahaya benzol dan bahan kimia
> lainnya sangat menakutkan. Buruh mengenakan masker sekali pakai yang
> tidak dapat secara efektif memblokir debu atau menyaring gas beracun,
> dan beberapa bahkan tidak memiliki masker sekali pakai. Ruang kerja
> itu panas sepanjang tahun, dan sudah sangat panas di bulan Mei. Itu
> normal ketika panas 35 derajat atau lebih, dan di beberapa tempat
> bahkan mendekati 50 derajat. Intensitas kerja dan keringat deras
> membuat masker yang tipis basah dan membuat orang merasa tercekik,
> apalagi masker tebal yang tertutup rapat.
> 
> Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan
> loncat dari gedung pabrik
> 
>  
> 
> Ini sertifikat yang diterima Rihong sebagai ”pemasok unggul” suku
> cadang untuk Dongfeng Honda, Guanqi Honda dan Nissan
> 
>  
> 
> Lebih mengenaskan lagi keadaan buruh perempuan yang hamil, karena
> mereka harus lebih keras bekerja guna mencapai target produksi,
> sampai harus mengorbankan hak libur perempuan hamil. Xiaomei, rekan
> kerja Shen, selalu keguguran tiap kali hamil selama bekerja di pabrik
> itu. Akhirnya ia keluar.
> 
> Itulah yang disebut pabrik suku cadang mobil “berupah tinggi”, di
> mana buruh mengorbankan kesehatannya untuk apa yang disebut “upah
> tinggi”. Banyak rekan kerja Shen yang menderita  rhinitis dan
> bronkitis karena bekerja  lama di lingkungan yang keras itu, serta
> kehilangan pendengaran dan penurunan sel darah putih. Harga yang
> harus dibayar buruh untuk melahirkan sertifikat “pemasok unggul”
> tentu tidak menarik perhatian pengagum “Sosialisme dengan ciri
> Tiongkok”.
> 
> Pengalaman bekerja sebagai buruh itulah yang membuat Shen Mengyu
> sadar akan perlunya berjuang untuk perubahan, tidak bisa hanya
> mengeluh saja. Buruh kehilangan martabat dan haknya sebagai manusia.
> 
> Para buruh migran ini pasti termasuk dalam “jutaan yang telah
> diangkat dari kemiskinan”! Alangkah baiknya kalau antek remo serta
> para pengagum “pembangunan” bekerja di pabrik seperti itu. Mereka
> tidak akan jadi marxis, tapi setidaknya akan tahu bagaimana buruh
> harus bekerja untuk masuk dalam kategori “bebas dari kemiskinan” yang
> dipropagandakan kaum penguasa remo serta para centengnya dengan
> bangga.
> 
> Kasus Jasic di Shenzhen
> 
> 
> April 2018, sekitar 89 buruh dan aktivis di pabrik Jasic mencoba
> mendirikan serikat buruh independen. Mengapa buruh merasakan perlunya
> sebuah serikat buruh independen? Sudah terbukti, dalam setiap konflik
> dengan majikan, serikat buruh resmi selalu berpihak kepada kapitalis.
> Ditanya mengapa serikat buruh resmi berpihak kepada kaum kapitalis,
> seorang pejabat komunis berkata, di mana-mana kita dapat temukan
> buruh, tapi kapitalis sedikit. Bayangkan, itulah pendapat orang
> “komunis” Tiongkok tentang buruh dan kapitalis.
> 
> 10 Agustus, 2018, anggota Grup Pendukung Solidaritas Buruh Jasic,
> menyerahkan surat terbuka menuntut Kejaksaan Distrik Pingshan
> Shenzhen supaya melakukan investigasi terhadap penangkapan yang
> melanggar hukum. Dari kiri ke kanan: Zheng Yongming, Shen Mengyu, Xu
> Zhongliang dan Yue Xin.
> 
> Akibat dari tindakan mencoba mendirikan serikat buruh independen,
> beberapa buruh dipecat.
> 
> Akhir Juli, konflik meluas, ketika 20 buruh dan seorang aktivis
> mahasiswa ditangkap karena  memprotes perlakuan brutal polisi. Awal
> Agustus, Shen Mengyu, Yue Xin dan simpatisan lain nya dari
> Universitas Peking, Tsinghua, Nanjing dan Sun Yatsen membentuk Grup
> Pendukung Solidaritas Buruh Jasic. Mereka cerminkan dukungannya
> melalui surat terbuka, tulisan di media sosial, menyebar luaskan foto
> dan video pidato dan manifestasi damai di depan pabrik Jasic dan
> kantor polisi. Koalisi buruh-mahasiswa itu menuntut pembebasan tanpa
> syarat semua buruh yang ditahan, hukuman bagi polisi dan preman yang
> memukuli buruh dan mempekerjakan kembali  buruh yang dipecat.
> 
> Memperingati Hari Meninggalnya dan Kelahiran Mao
> 
> 
> Para mahasiswa kiri dari berbagai universitas, buruh dan aktivis
> pendukung buruh Jasic juga terlibat dalam aksi bulan September untuk
> memperingati 42 tahun meninggalnya Mao, dan Desember 2018, 125 tahun
> kelahirannya, di Shaosan, provinsi Hunan. Di sini terbelejeti lagi
> kemunafikan rezim kapitalis Xi Jinping. Bukannya mendukung anak-anak
> muda yang ingat kepada Mao, malah aparat polisi dikerahkan untuk
> menangkap mereka dengan alasan membuat keributan.
> 
> Spanduk paling bawah:”Buruh Jasic memberi penghormatan kepada Ketua
> Mao’; Spanduk kedua di belakangnya: ‘Buruh dan mahasiswa muda
> berkumpul di Shaoshan, Pikiran Mao selamanya bersinar’; Yang ketiga:
> ‘Jadilah murid Mao yang baik untuk selamanya’; Yang paling belakang:
> ‘Universitas Peking, Universitas Nanjing, Universitas Rakyat, Studi
> Luar Negeri dari Universitas Peking, Universitas Bahasa dan Budaya
> Peking, Universitas Kedokteran Tiongkok, Nanjing’
> 
>  
> 
> Qiu Zhanxuan, ketua Marxism Study Society di Universitas Peking,
> ditangkap polisi berbaju sipil, dalam perjalanannya menuju peringatan
> ulang tahun Mao. Shen Mengyu dan Yue Xin, setelah dibebaskan dari
> penangkapan yang pertama, diculik, dalam perjalanan menuju Shenzhen
> untuk mendukung buruh Jasic. Setelah mereka hilang, sejumlah
> mahasiswa Universitas Peking membentuk “Gerakan mencari Yue” untuk
> melobi kebebasannya. Tak lama kemudian, diberitakan salah seorang
> organisatornya, Zhang Shengye, hilang. [Tatiana Lukman]
> 
>  
> 
>  
> 
> Sent from Mail for Windows 10
> 
>  
> 
> From: Chan CT
> Sent: Tuesday, August 10, 2021 4:53 AM
> To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
> Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>  
> 
> Entah nenek yang satu ini pernah tidak memperhatikan tradisi Tionghoa
> dalam ungkapan kuno: “Seribu kawan masih kurang, Satu musuh sudah
> berlebih!”, lalu coba kaitkan dengan “perjuangan klas” yang dalam
> kenyataan ada dan harus dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat. PASTI
> tidak selalu harus diantagoniskan menjadi pertarungan klas yang tidak
> terdamaikan dan digempur hancur-hancuran, baik dengan pemogokan buruh
> maupun REVOLUSI! TIDAK, ... begitu! Sebaliknya, kedua-belah pihak
> harus berusaha sedapat mungkin berdamai, menemukan titik temu untuk
> maju bersama dan menang bersama! TETAP bersahabat dan tidak
> bermusuhan yang merugikan kedua belah pihak itu! Begitu terhadap
> kapitalis perseorangan dalam mengatasi, menyelesaikan pertikaian
> dengan buruh, karyawan yang selama ini terjadi. Selalu berusaha
> diselesaikan secara damai, termasuk dengan demo dan mogok buruh yang
> terjadi.
> 
>  
> 
> Memang di UU-Buruh Tiongkok, pasal hak mogok buruh dicabut,
> ditiadakan saat UU-Buruh Pekerja tahun 1992, tapi TIDAK berarti hak
> mogok buruh dilarang! TIDAK, ...! Karena TETAP ada jaminan bagi
> setiap Buruh, karyawan mengajukan pengaduan, tuntutan ketidak adilan
> yang dirasakan, baik melalui Serikat Buruh maupun langsung ke Dept.
> Perburuhan berbagai tingkat! Dam, ... kenyataan berapa kali
> aksi-mogok cukup besar juga terjadi berbagai propinsi, dan berhasil
> menangkan TUNTUTAN Buruh! Jadi, aksi-mogok dalam kenyataan sekalipun
> “hak aksi buruh mogok” sudah ditiadakan. Dan ingat, ternyata di
> Tiongkok buruh diberi hak membentuk Serikat Buruh nya sendiri, ada
> belasan serikat buruh yang terbentuk di Tiongkok selatan. Jadi,
> kebebasan berorganisasi, bersuara sudah jauh lebih BEBAS ketimbang
> ditahun 50-70-an!
> 
>  
> 
> Begitu juga sikap ketua Mao dalam menghadapi permusuhan dengan
> blok-barat, khususnya AS! Coba saja perhatikan, di Des. tahun 1970,
> Harian Rakyat menampilkan foto Ketua Mao bersama Edgar Snow di atas
> Tian An Men saat 1 Oktober 1970, untuk menunjukkan Tiongkok tetap
> bersahabat dengan Rakyat Amerika!. Kemudian tahun 1971 terjadi
> rombongan ping-pong AS datang ke Beijing melangsungkan pertandingan
> persahabat, ... menyusul kehadiran Henrry Kissinger berkunjung secara
> rahasia di Beijing sehubungan dengan kunjungan resmi Presiden Nixon
> di awal Februari 1972, bersalaman dengan ketua Mao! Apa makna disitu?
> 
>  
> 
>    ini Foto di BBC
> 
>  
> 
> Jelas kondisi bermusuhan dengan embargo dan blokade yang dijalankan
> AS terhadap RRT sejak awal 1950 sangat TIDAK menguntungkan Tiongkok
> dan juga AS sendiri, ...! Pihak RRT lebih dahulu tayangkan dan usaha
> membuka persahabatan kedua rakyat, Tiongkok-Amerika! Kemudian
> ditingkatkan kepersahabatan kedua negara. Sampai akhirnya membuka
> hubungan diplomatik dan perluas hubungan perdagangan, ... yang
> kemudian setelah melihat kemajuan dahsyat RRT, oleh Trump dianggap
> ancaman bverat yang harus digempur dan berlanjut oleh Biden sekarang
> ini. Pertarungan jadi makin sengit, kedua belah pihak belum juga
> menemukan titik temu yang lebih baik. Sekalipun kedua belah pihak
> sudah merasakan KERUGIAN yang diderita akibat perang dagang yang
> terjadi, ...
> 
>  
> 
> Jadi, seandainya saja Mao hidup lebih pangjang belasan tahun, PASTI
> juga akan sejakan dengan Deng yang prakmatis itu! Kelanjutan
> persahabatan RRT-AS itu dengan hubungan dagang yang lebih luas dan
> terbuka setelah jalankan “Reformasi dan Keterbukaan” tahun 1980!
> Masuknya modal-AS, termasuk IMF/BankDunia yang oleh Deng digunakan
> sebaik-baiknya untuk BELAJAR mengerjakan sendiri! Bukan memebiarkan
> rakyat Tiongkok hanya menjual tenaga kerja-murah pada modal-asing,
> tapi merebut kesempatan untuk belajar dan bisa BERDIKARI, mengerjakan
> sendiri bahkan lebih baik!
> 
>  
> 
> Itulah jalan Deng untuk mencapai kemakmuran masyarakat, ... BUKAN
> dengan jalan meratakan kemiskinan yang ada, tapi lebih dahulu
> meningkatkan kemakmuran masyarakat lebih dahulu, mengentaskan lebih
> 700 juta rakyat dari kemiskinan absolut menjadi sejahtera, cukup
> sandang-pangan. Dan, seiring dengan lebih lanjut meningkatkan
> kemakmuran masyarakat mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi,
> untuk meratakan kemakmuran! 
> 
> Itulah sosialisme dalam arti sesungguhnya yang hendak diwujudkan
> Tiongkok, meratakan kemakmuran bukan meratakan kemiskinan!
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
> 
> Sent: Monday, August 9, 2021 6:10 PM
> 
> To: Jaya Suprana 
> 
> Cc: Lusi D. ; Chan CT ; GELORA45_In 
> 
> Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>  
> 
> REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah
> perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat
> penyelewengan/perubahan/revisi terhadap  prinsip-prinsip pokok
> M-L-M.  Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip
> perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan
> kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak
> lagi. 
> 
>  
> 
> Ada revisionisme klasik dan revisionisme modern. Ketika orang bicara
> tentang revisionisme klasik, ia menunjuk pada tokoh utamanya, Eduard
> Berstein, pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Intinya tidak mengakui
> perjuangan kelas , berkolaborasi dengan kaum borjuasi, tidak mengakui
> perlunya Kediktaturan proletariat untuk membangun sosialisme.
> Hasilnya adalah sosial demokrasi  (sosdem) yang sekarang banyak
> dianut oleh Partai sosialis dan komunis (revisionis) di negara-negara
> Welfare state di Eropa Barat. 
> 
>  
> 
> Revisionisme Modern muncul dengan penyelewengan yang dilakukan oleh
> tokoh utamanya, Nikita Khrushchov, tahun 1956. Teori revisionis yang
> dijajakan antara lain peralihan secara damai ke sosialisme, Partai
> dan Negara seluruh rakyat yang berarti tidak mengakui adanya
> perjuangan kelas dalam masyarakat sosialis, koexistensi damai dengan
> imperialisme yang berarti melarang /tidak mendukung rakyat melakukan
> perjuangan termasuk yang bersenjata melawan imperialisme yang
> dikepalai AS.
> 
>  
> 
> Klasik atau modern, inti dari revisionisme adalah melanggar
> prinsip-prinsip dasar Marxisme.
> 
>  
> 
> Sekarang, coba simak ajaran Mao yang berkaitan dengan Revisionisme.
> 
>  
> 
> Both dogmatism and revisionism run counter to Marxism. Marxism must
> certainly advance; it must develop along with the development of
> practice and cannot stand still. It would become lifeless if it
> remained stagnant and stereotyped. However, the basic principles of
> Marxism must never be violated, or otherwise mistakes will be made.
> It is dogmatism to approach Marxism from a metaphysical point of view
> and to regard it as something rigid. It is revisionism to negate the
> basic principles of Marxism and to negate its universal truth.
> Revisionism is one form of bourgeois ideology. The revisionists deny
> the differences between socialism and capitalism, between the
> dictatorship of the proletariat and the dictatorship of the
> bourgeoisie. What they advocate is in fact not the socialist line but
> the capitalist line. In present circumstances, revisionism is more
> pernicious than dogmatism. One of our current important tasks on the
> ideological front is to unfold criticism of revisionism.
> 
>  
> 
> Agen remo selalu menggunakan dalih “zaman berubah”, “kenyataan
> berubah”, etc dan menuduh saya seolah-olah saya ngeloni “dogma”atau
> teori-teori yang dia anggap sdh usang. Mao mengingatkan
> “prinsip-prinsip dasar Marxisme selama-lamanya tidak boleh
> dilanggar”. Dengan jelas Mao mengajukan bahwa Revisionisme adalah
> satu bentuk ideologi borjuis. Mereka tidak membedakan kediktaturan
> proletar
> 
> dengan kediktaturan borjuis. 
> 
>  
> 
> Kediktaturan apa yang ada di tiongkok sekarang? Proletar atau
> borjuis? Kalau proletar, mengapa UU dan peraturan yang dulu berlaku
> dipreteli? Dulu buruh punya hak mogok, punya sida, artinya 4
> kebebasan: bebas mengexpresikan pendapat, bebas berdiskusi, bebas
> menulis koran dinding berhuruf besar… Dulu buruh punya hak libur,
> layanan kesehatan dan Pendidikan gratis…Kenapa semua itu sekarang
> tidak ada?? 6 juta buruh yang menderita penyakit karena pekerjaannya
> sama sekali tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai dan
> gratis!! Kenapa sampai ada buruh yang bunuh diri karena tidak tahan
> lagi dengan rezim kerja yang ada dipabriknya??
> 
>  
> 
> Mao juga mengajukan bahwa dala keadaan sekarang, revisionisme lebih
> berbahaya dari pada dogmatism!!
> 
>  
> 
> Ini Mao lagi bicara tentang revisionsime.
> 
>  
> 
> Revisionism, or Right opportunism, is a bourgeois trend of thought
> that is even more dangerous than dogmatism. The revisionists, the
> Right opportunists, pay lip-service to Marxism; they too attack
> "dogmatism". But what they are really attacking is the quintessence
> of Marxism. They oppose or distort materialism and dialectics, oppose
> or try to weaken the people's democratic dictatorship and the leading
> role of the Communist Party, and oppose or try to weaken socialist
> transformation and socialist construction. After the basic victory of
> the socialist revolution in our country, there are still a number of
> people who vainly hope to restore the capitalist system and fight the
> working class on every front, including the ideological one. And
> their right-hand men in this struggle are the revisionists. 
> 
>  
> 
> Sekali lagi Mao bilang revisionisme lebih berbahaya dari pada
> dogmatism. Yang diserang kaum revisionis adalah inti sari Marxisme.
> Mereka memutarbalik materialism dan dialektika. Mao mengingatkan
> “setelah kemenangan revolusi sosialis di negeri kita, masih ada orang
> yang berharap merestorasi system kapitalis dan menyerang kelas buruh
> di tiap front termasuk di bidang ideologi.”
> 
> Celakanya Mao sudah meninggal, ketika kaum revisionis berhasil
> mengalahkan kaum Marxis-Leninis-Maois dan akhirnya merestorasi
> kapitalisme!!!
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Sent from Mail for Windows 10
> 
>  
> 
> From: Jaya Suprana
> Sent: Sunday, August 8, 2021 4:55 AM
> To: Tatiana Lukman
> Cc: Lusi D.; Chan CT; GELORA45_In
> Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>  
> 
> MOHON PENCERAHAN TENTANG APA SEBENARNYA ARTI ISTILAH REMO. 
> 
> Salam hormat dari jaya suprana
> 
>  
> 
> Pada tanggal Sab, 7 Agu 2021 pukul 23.23 'Tatiana Lukman' via
> GELORA45 <[email protected]> menulis:
> 
>   Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam
> hubungannya dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir saja!!
> Betapa tidak!!!  Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya rakyat
> tiongkok di bawah pimpinan Mao dalam membangun Sosialisme dengan
> mengkwalifikasinya sebagai “meratakan kemiskinan”, kadang-kadang
> terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian palsu terhadap Mao. Menuduh
> Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, “terlalu cepat membangun
> komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju melompat kedepan
> salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 1949 yang
> tidak dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa
> rakyat Tiongkok mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT
> MEMBENCI MAO, MAKA PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA
> 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, KOMUNE RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI
> GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! MASIH KURANG BUKTI TKK
> KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI SELESAI DISKUSI
> WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN FILIPINA!!
> 
>    
> 
>   Sent from Mail for Windows 10
> 
>    
> 
>   From: Lusi D.
>   Sent: Saturday, August 7, 2021 2:41 PM
>   To: Chan CT
>   Cc: GELORA45_In; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid
>   Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>    
> 
>   Saya memandangnya bukan karena sangkaan yang bung persamakan itu.
> Tapi
> 
>   dari segi patriotisme. Apa ada mirip-miripnya.
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>   Am Sat, 7 Aug 2021 20:03:16 +0800
> 
>   schrieb "Chan CT" <[email protected]>:
> 
>    
> 
>   > Memang kenapa harus sama dengan Lieus, ... hanya karena
>   > sama-sama  
> 
>   > Tionghoa? Lalu, bung yang Jawa juga sama dengan Soeharto yang
>   > Jawa?  
> 
>   > Hehehee, ...   
> 
>   >   
> 
>   > -----原始郵件-----   
> 
>   > From: Lusi D.   
> 
>   > Sent: Saturday, August 7, 2021 5:17 PM   
> 
>   > To: nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid   
> 
>   > Subject: Fw: [GELORA45] Lencana Ketua Mao   
> 
>   >   
> 
>   > Maksud kalimat bung ". . . hati saya masih saja melekat
>   > tertinggal di  
> 
>   > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan." apa maunya
>   > seperti  
> 
>   > Lieus Sungkharisma ini?  
> 
>   > https://www.youtube.com/watch?v=z3Ae4nDYgVw  
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   > Beginn der weitergeleiteten Nachricht:  
> 
>   >   
> 
>   > Datum: Sat, 7 Aug 2021 10:30:59 +0800  
> 
>   > Von: "Chan CT" <[email protected]>  
> 
>   > An: "Jaya Suprana" <[email protected]>, "GELORA45_In"  
> 
>   > <[email protected]> Betreff: Re: [GELORA45] Lencana
>   > Ketua  
> 
>   > Mao  
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   > Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan
>   > bangsa  
> 
>   > Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu  
> 
>   > WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di  
> 
>   > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela
>   > keadilan  
> 
>   > dan kebenaran! Itulah yang sesungguhnya!   
> 
>   >   
> 
>   > Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya!
>   > Hehehee, ...  
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   > From: Jaya Suprana   
> 
>   > Sent: Saturday, August 7, 2021 8:57 AM  
> 
>   > To: Chan CT   
> 
>   > Cc: GELORA45_In   
> 
>   > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao  
> 
>   >   
> 
>   > Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan
>   > membela  
> 
>   > negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan !   
> 
>   >   
> 
>   > On Sat, 7 Aug 2021 at 07.42 Chan CT <[email protected]>
>   > wrote:  
> 
>   >   
> 
>   >   Lencana Ketua Mao  
> 
>   >   
> 
>   >       
> 
>   >   
> 
>   >   Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi
>   > Pembalap-sepeda  
> 
>   >   Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi peringatan
>   > bisa  
> 
>   >   membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan
>   > Lencana  
> 
>   >   Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya melanggar  
> 
>   >   ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya?  
> 
>   >   
> 
>   >   Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan
>   > peringatan  
> 
>   >   panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi
>   > perhatian  
> 
>   >   saya: Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, saat  
> 
>   >   Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat,
>   > polisi AS  
> 
>   >   menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika yang  
> 
>   >   compang-camping kelapangan,   
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   >   Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana
>   > Menteri  
> 
>   >   Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar
>   > Jepang  
> 
>   >   berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade,
>   > Jepang  
> 
>   >   mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di
>   > Olimpiade  
> 
>   >   Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang
>   > sesungguhnya!  
> 
>   >   Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika atlet
>   > dari  
> 
>   >   berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan
>   > bendera  
> 
>   >   nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga
>   > POPLITIK!  
> 
>   >   Lalu, dimana salahnya???  
> 
>   >   
> 
>   >   Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya adalah
>   > lagu  
> 
>   >   anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah
>   > Komite  
> 
>   >   Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? Lagu  
> 
>   >   kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili sejarah  
> 
>   >   berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang
>   > jelas,  
> 
>   >   apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK!  
> 
>   >   
> 
>   >   Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu
>   > ditakuti, ...  
> 
>   >   Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa
>   > dicintai  
> 
>   >   dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka
>   > jalan  
> 
>   >   kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini,
>   > kenapa  
> 
>   >   kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima  
> 
>   > Medali-emas! Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang
>   > Nasional  
> 
>   > RRT tidak ada salahnya! Yang mempermasalahkan itulah
>   > “politisasi”  
> 
>   > usaha nyata anti-Tiongkok! -- Anda menerima pesan ini karena  
> 
>   > berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti  
> 
>   > berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
>   > email ke  
> 
>   >   mailto:gelora1945%[email protected]. Untuk melihat
>   > diskusi ini  
> 
>   > di web, kunjungi  
> 
>   >   
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.
>   
> 
>   >   
> 
>    
> 
>   -- 
> 
>   Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45"
> dari Google Grup.
> 
>   Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
> ini, kirim email ke mailto:gelora1945%[email protected].
> 
>   Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s.
> 
>    
> 
>   -- 
>   Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di
> Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email
> dari grup ini, kirim email ke
> [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di
> web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
> 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210811101055.613cd5bd%40lilik-ThinkPad-T420s.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6113ca8b.1c69fb81.c9e68.1b04SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

Reply via email to