Saya merasakan ada yang tidak logis dalam penjelasan yang disimpulkan
oleh Chiang Kaisek ini.
 

Am Wed, 11 Aug 2021 10:47:17
+0800 schrieb "Chan CT" <[email protected]>:

> Daripada pikiran dan energi dipusatkan membongkar kepalsuan dan
> kebusukan remo Tiongkok dengan dasar kebencian berlebih begitu yang
> TIDAK ada artinya sedikitpun, tak ada orang yang bisa mempercayai
> obrolan tanpa DASAR! Dan PASTI TIDAK akan berhasil menghambat gerak
> kemajuan apalagi menghancurkan keberhasilan perjuangan 1,4 milyar
> Rakyat Tiongkok yang telah bertekad menempuh Jalan Sosialisme
> Berkarakter Tiongkok, ... Kenapa sinenek tidak berusaha introspeksi,
> memeriksa dimana kesalahan sendiri sehingga sampai sekarang TIDAK
> JUGA berhasil tegak berdiri kembali! Menangkan perjuangan RAKYAT
> Indonesia yang sampai sekarang masih saja kelimpungan, ...! Lhaa, ...
> AS super power adidaya didunia ini yang masih diakui berkekuatan
> besar sudah belasan tahun, sejak Obama, Trump yang menggempur
> gila-gilan dan berlanjut dengan Biden sekarang berusaha menghambat
> kemajuan RRT yang dianggap “ANCAMAN” terberat nampaknya juga masih
> kewahalan, kok!
> 
> Cobalah BELAJAR bagaimana Chiang Kaisek berusaha menyimpulkan sebab2
> KEKALAHAN menghadapi Mao Tsetung/PKT, dari tahun 1946, semula
> kekuatan tentara dari jumlah 5-6 X lebih banyak dan dengan
> kecanggihan persenjataan yang jauh lebih unggul, TETAP saja kalah
> telak??? Apa dan dimana KESALAHAN terjadi di KMT??? Dari catatan
> harian Chiang yang diungkap VOA (Link dibawah ini, sekalipun dalam
> bhs. Tionghoa, mestinya nenek Tatiana tetap bisa mengerti dengan
> baik!) cukup menarik diperhatikan: antara lain Chiang menyatakan: 1.
> Tidak boleh bersandar pada BANTUAN Amerika! Karena kenyataan, setelah
> beda pendapat dengan AS, Chiang hendak bertahan kuasai kedaulatan
> wilayah Tiongkok, sedang AS yang hendak wujudkan perjanjian Yalta
> (ditahun 1945, AS-Soviet-Inggris, bersepakat membagi wilayah Tiongkok
> menjadi utara untuk PKT dan selatan sungai Yang Tse untuk KMT),
> hentikan dan tidak melanjutkan perang usaha membasmi komunis PKT! 2.
> Dekadensi, kemerosotan moral pejabat/tokoh KMT, berebutan kekuasaan,
> harta rampasan perang Jepang dan saat perang berlanjut, lebih dahulu
> memikirkan keselamatan jiwa dan harta pribadi kalau kalah perang
> melawan PKT! 3. TIDAK mendapat dukungan rakyat luas, sebaliknya PKT
> yang berorientasi pada rakyat, melancarkan landreform didesa-desa
> mendapat dukungan kuat rakyat banyak. Membuat PKT dalam waktu singkat
> berhasil dengan kecepatan tinggi penambahan jumlah tentara, sedang
> jumlah tentara KMT terus merosot dengan kecepatan tinggi akibat
> kesulitan merekrut tentara yang luka dan mati! 
> 
> Tentu Chiang sekalipun berhasil simpulkan kesalahan sendiri, dia
> TETAP saja GAGAL merubah dan memperbaiki langkah sampai ajalnya, ...
> karena PENDIRIAN Chiang yang egoistis dan otoriter melulu untuk
> kepentingan diri sendiri, keluarga dan klik nya saja, sedang PKT
> berprinsip kepemimpinan kolektif yang terus disempurnakan dan melulu
> untuk kepentingan rakyat banyak. Begitulah PKT dalam perjalanan 100
> tahun telah membuktikan KEBERHASILAN membangun masyarakat adil-makmur
> dan mendapatkan dukungan kuat rakyat Tiongkok, ...!
> 
> 
> 解密时刻:日记中的蒋介石—宋庆龄和傅作义的反毛隐秘 (完整版)
> https://www.youtube.com/watch?v=2YQOMNkkMIg
> 
> 
> 
> From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
> Sent: Tuesday, August 10, 2021 3:23 PM
> To: Chan CT ; GELORA45_In 
> Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
> Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan Klik Revisionis Modern Tiongkok
> (Bagian 2)
> 
> 4 April 2021 | 20:17
> 
> Ilustrasi perbandingan Tiongkok di bawah Xi Jinping setelah restorasi
> kapitalisme dan di bawah Mao Zedong dengan sosialisme/The Economist
> 
> Koran Sulindo – William Hinton, dalam Mao, Rural Development, and
> Two-Line Struggle menulis bahwa seruan Liu Shaoqi untuk
> mengkonsolidasi “sistem demokrasi baru”, pada 50-an, dalam praktik,
> sebenarnya merupakan seruan untuk membangun kapitalisme. Mula-mula
> Hinton melihat perbedaan pandangan antara Mao dan Liu berkaitan
> dengan jalan terbaik menuju sosialisme. Namun akhirnya ia menjadi
> sadar bahwa perbedaan pandangan itu bersifat kelas. Masing-masing
> mewakili pandangan kelas yang antagonis.
> 
> Kesimpulan Mao bahwa kontradiksi antagonis yang menghalangi
> pembangunan sosialis terdapat di dalam partai komunis sendiri, sangat
> mengejutkan Hinton. Mao adalah pemimpin komunis pertama di dunia yang
> mengemukakan hal itu. Banyak orang kiri, bahkan komunis, yang
> menganggap Mao “gila” menempatkan kawan-kawan seperjuangan lama
> sebagai musuh Revolusi Besar Kebudayan Proletar (RBKP). Bukan Mao
> yang “gila”, melainkan merekalah yang tidak mengerti dan menolak
> mengakui kebenaran kata-kata Mao, 1957:” Masih ada sisa-sisa tuan
> tanah dan klas komprador yang sudah digulingkan, masih ada borjuasi
> dan pengubahan terhadap borjuis kecil baru saja dimulai. Perjuangan
> klas antara proletariat dan borjuasi, antara berbagai kekuatan
> politik dan antara proletariat dan borjuasi di bidang ideologi akan
> makan waktu panjang, berliku-liku dan kadang-kadang bahkan sangat
> tajam. Kaum proletariat berusaha mengubah dunia menurut pandangan
> dunianya sendiri dan begitu juga kaum borjuasi. Dalam hal ini,
> masalah siapa yang akan menang, sosialisme atau kapitalisme masih
> belum sungguh-sungguh dipecahkan”.
> 
> Setelah reform kapitalis Deng menghancurkan basis ekonomi sosialis,
> baru Hinton sadar dan mengerti apa yang dimaksud Mao dengan “jalan
> kapitalis” dan “pengambil jalan kapitalis”.
> 
> Perjuangan Kelas dan Kemunafikan Kaum Revisionis
> 
> 
> Salah satu pelajaran penting dari RBKP adalah kesadaran bahwa selama
> periode pembangunan sosialis masih terus ada perjuangan kelas yang
> tercermin dalam perjuangan dua garis dalam PKT. Kemenangan Revolusi
> Demokrasi Baru (RDB) yang melahirkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT),
> 1949, tidak menghilangkan kontradiksi antara garis Mao yang konsekwen
> maju di jalan sosialis dan garis Liu Shaoqi yang ingin membangun
> kapitalisme. Partai lahir dan hidup dalam sebuah masyarakat berkelas,
> maka perjuangan ideologi melawan borjuasi merupakan perjuangan kelas
> yang masih harus dilancarkan. Lahirlah slogan Maois “Jangan pernah
> melupakan perjuangan kelas”.
> 
> Bandingkan dengan laporan politik Liu Shaoqi  kepada Kongres PKT ke
> VIII  1956, yang menegaskan bahwa perjuangan yang menentukan antara
> sosialisme dan kapitalisme sekarang telah berakhir. Sedangkan Deng
> dalam pidatonya di depan sidang CCPKT tahun 80-an berkata,
> ”Mengatakan bahwa perjuangan klas masih belum selesai? Itulah fikiran
> Revolusi Kebudayaan..”
> 
> Sementara itu, Mobo Gao berpendapat Deng Xiaoping dan konco-konconya
> sebetulnya bukan marxis. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang
> nasionalis revolusioner yang turut serta dalam RDB karena itu
> merupakan satu-satunya jalan guna mencapai martabat dan persatuan
> rakyat Tiongkok. Ketika itu, nasionalisme dan perjuangan kelas
> bergandengan tangan. Tapi, setelah pembebasan 1949, kedua tema itu
> tidak bisa lagi jalan bersama.
> 
> Jangan pernah melupakan perjuangan kelas! Qiān wàn bùyào wàngjì jiējí
> dòuzhēng
> 
>  
> 
> Setelah merasa kekuasaannya terkonsolidasi, Deng dengan terbuka
> mengajukan garis “modernisasi, keterbukaan”, teori “kucing putih
> kucing hitam”, “menghentikan” perjuangan kelas dan mengutamakan
> pembangunan ekonomi. Tapi, benarkah kaum revisionis yang berkuasa itu
> menghentikan perjuangan kelas? Yang mereka hentikan adalah Revolusi
> Kebudayaan yang merupakan perjuangan kelas yang dilancarkan kelas
> proletariat melawan kaum revisionis dalam partai yang mengambil jalan
> kapitalis.
> 
> Adanya perjuangan kelas tidak tergantung pada pengakuan siapapun. Ia
> ada secara objektif. Penyangkalan Liu dan Deng tidak berarti
> perjuangan kelas atau kontradiksi kelas itu hilang.
> 
> Tiap kontradiksi mengandung dua aspek yang bertentangan. Tahun 1953,
> Mao mengemukakan kontradiksi pokok antara klas proletariat dan klas
> borjuasi. Tahun 60-an, selama RBKP berlangsung, Mao menunjukkan
> sasaran atau aspek yang harus ditundukkan adalah kaum revisionis
> reaksioner yang berkuasa dalam partai dan mengambil jalan kapitalis.
> Celakanya, aspek inilah akhirnya yang berdominasi melalui kudeta
> 1976! Jadi sebenarnya klik revisionis Deng melancarkan perjuangan
> kelas sengit melawan kaum Maois dan berhasil menang!
> 
> Setelah berkuasa, mereka sama sekali tidak mengendorkan perjuangan
> kelas! Perlawanan buruh, tani dan penduduk menentang reform kapitalis
> dan penggusuran selalu mendapat penindasan polisi, tentara dan
> centeng-centengnya. Jangan lupa penindasan Tian An Men, 1989!
> 
> Di abad ke-21, seiring dengan meningkatnya kesadaran di kalangan
> buruh, mahasiswa dan intelektual, pembungkaman dan penindasan makin
> intensif. Tahun 2012, beberapa situs yang memuat tulisan dan komentar
> yang berseberangan dengan terompet penguasa ditutup. Antara lain
> situs Utopia, maozedongflag.net, chineseworkers.net dan masih banyak
> lagi. Ketika itu, Bo Xilai, pejabat partai tertinggi Chongqing, yang
> mempopulerkan lagu-lagu zaman Mao, ditangkap dan masuk penjara dengan
> tuduhan korupsi. Kawan-kawannya pun dicopot dari jabatannya. Desember
> 2015, sejumlah besar organisasi dan LSM pendukung buruh menjadi
> sasaran serangan aparat kepolisian. Dalam penindasan yang dinamakan
> “709” (9 Juli), sekitar 200 pengacara dan aktivis HAM ditangkap.
> Beberapa di antaranya didakwa “subversi kekuasaan negara” dan dituduh
> berkolaborasi dengan “kekuatan asing”.
> 
> Kaum Marxis-Leninis-Maois-Kiri
> 
> Ini foto mahasiswa dan aktivis yang terlibat dalam aksi-aksi protes
> dan solidaritas dengan  buruh pabrik yang memproduksi peralatan las
> dengan teknologi Jasic di Shenzhen. Mereka yang disorot dengan warna
> merah ditangkap. Para siswa inilah yang disebut “
> Marxis-Leninis-Maois Kiri”.
> 
>  
> 
> Kita lihat di foto pemudi dan pemuda umur 20-an. Banyak di antara
> mereka berasal dari keluarga kaya, karena biaya pendididkan
> universitas mahal. Mereka belajar di universitas-universitas elite
> terkenal seperti Universitas Peking, Tsinghua, Universitas Rakyat. Di
> situ mereka jadi anggota grup-grup studi “Marxist Society”. Di
> samping mempelajari dan mendiskusikan marxisme, banyak yang terjun
> langsung dan bekerja di pabrik. Di situlah mereka mengenal dan
> merasakan sendiri penghisapan brutal yang diderita kaum buruh.
> 
> Misalnya, siswa yang pakai nama samaran Luke, cerita bahwa ia menjadi
> marxis berkat pengalaman bekerja dengan 20 orang buruh muda di sebuah
> workshop di pinggiran kota Peking. Mereka merakit kotak-kotak karton
> selama 12 jam di ruangan di bawah titik beku tanpa pemanas. Ia sangat
> terkejut melihat tangan para pekerja perempuan yang tinggal di
> workshop itu, “bengkak seperti lobak” karena kedinginan. Semua mereka
> tak dapat menyelesaikan pendidikannya. Majikan mendatangkan mereka
> dari pedesaan dan tidak tahu kapan bisa kembali. Luke berkata: “Cara
> produksi kapitalis ini dapat mengubah manusia menjadi budak-budak
> feodal”. Sejak itu, Luke, bersama dengan siswa kiri lainnya,
> mengorganisasi, bicara dalam pertemuan, mendukung tukang sapu, tukang
> sampah, tukang masak, penjaga dan pekerja lain yang bekerja di kampus.
> 
> Juni 2015, Shen Mengyu tamat jurusan Mathematics and Computational
> Science di Universitas Sun Yatsen. Bukannya cari pekerjaan di
> perusahaan IT, ia malah masuk pabrik dan bekerja di jalur perakitan.
> 
> Sebagai siswa, ia sudah sering mendengar cerita bagaimana buruh
> dilindas roda pembangunan, tentang buruh pabrik Foxconn yang lompat
> dari gedung asrama atau pabrik, 40 ribu jari-jari putus setiap tahun
> di Pearl River Delta, 280 juta buruh migran yang mengorbankan masa
> remajanya untuk membangun kota tapi tidak bisa tinggal di kota,
> tentang penyakit yang disebabkan karena pekerjaan, seperti keracunan
> benzol, leukemia, pneumoconiosis yang membuat penderita sesak nafas
> dan ingin lebih cepat mati. Kaum buruh membangun kota-kota dengan
> darah dan keringatnya, tapi kemudian digilas dan diusir dari kota.
> 
> Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling
> umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di
> Tiongkok
> 
>  
> 
> Shen mulai mempelajari undang-undang dan peraturan perburuhan dan
> pergi ke daerah industri dan kampung-kampung buruh di kota, untuk
> mengenal dan mengerti kehidupan serta kesulitan-kesulitan yang mereka
> hadapi. Kalau turun hujan, garasi bawah tanah di mana buruh tinggal,
> tergenang air, pakaian dan tempat tidur basah kuyup. Shen menjelaskan
> peraturan dan undang-undang perburuhan, namun kata-kata hitam di atas
> putih tidak dapat memberi mereka kontrak kerja. Di pabrik sepatu
> Dongguan Yuyuan, Shen mendengar buruh yang sudah kerja 10 tahun lebih
> dan hampir pensiun, baru tahu bahwa pabrik tidak membayar bagian dari
> jaminan sosial yang merupakan kewajibannya.
> 
> Shen jadi bingung dan syok! Kekuasaan macam apa ini yang membuat
> undang-undang sama sekali tak berguna? Dihadapkan pada kenyataan
> kejam itu, Shen jadi sadar buruh lahir miskin akan mati miskin pula.
> Akhirnya Shen bekerja di pabrik suku cadang Guangzhou Rihong
> Electromechanical Co. Ltd. yang dimodali Jepang. Jadilah dia buruh
> industri.
> 
> Hari pertama Shen masuk kerja di workshop, bunyi raungan mesin
> seperti memecahkan gendang telinganya, bau minyak dan debu metal
> memenuhi seluruh workshop. Peringatan bahaya benzol dan bahan kimia
> lainnya sangat menakutkan. Buruh mengenakan masker sekali pakai yang
> tidak dapat secara efektif memblokir debu atau menyaring gas beracun,
> dan beberapa bahkan tidak memiliki masker sekali pakai. Ruang kerja
> itu panas sepanjang tahun, dan sudah sangat panas di bulan Mei. Itu
> normal ketika panas 35 derajat atau lebih, dan di beberapa tempat
> bahkan mendekati 50 derajat. Intensitas kerja dan keringat deras
> membuat masker yang tipis basah dan membuat orang merasa tercekik,
> apalagi masker tebal yang tertutup rapat.
> 
> Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan
> loncat dari gedung pabrik
> 
>  
> 
> Ini sertifikat yang diterima Rihong sebagai ”pemasok unggul” suku
> cadang untuk Dongfeng Honda, Guanqi Honda dan Nissan
> 
>  
> 
> Lebih mengenaskan lagi keadaan buruh perempuan yang hamil, karena
> mereka harus lebih keras bekerja guna mencapai target produksi,
> sampai harus mengorbankan hak libur perempuan hamil. Xiaomei, rekan
> kerja Shen, selalu keguguran tiap kali hamil selama bekerja di pabrik
> itu. Akhirnya ia keluar.
> 
> Itulah yang disebut pabrik suku cadang mobil “berupah tinggi”, di
> mana buruh mengorbankan kesehatannya untuk apa yang disebut “upah
> tinggi”. Banyak rekan kerja Shen yang menderita  rhinitis dan
> bronkitis karena bekerja  lama di lingkungan yang keras itu, serta
> kehilangan pendengaran dan penurunan sel darah putih. Harga yang
> harus dibayar buruh untuk melahirkan sertifikat “pemasok unggul”
> tentu tidak menarik perhatian pengagum “Sosialisme dengan ciri
> Tiongkok”.
> 
> Pengalaman bekerja sebagai buruh itulah yang membuat Shen Mengyu
> sadar akan perlunya berjuang untuk perubahan, tidak bisa hanya
> mengeluh saja. Buruh kehilangan martabat dan haknya sebagai manusia.
> 
> Para buruh migran ini pasti termasuk dalam “jutaan yang telah
> diangkat dari kemiskinan”! Alangkah baiknya kalau antek remo serta
> para pengagum “pembangunan” bekerja di pabrik seperti itu. Mereka
> tidak akan jadi marxis, tapi setidaknya akan tahu bagaimana buruh
> harus bekerja untuk masuk dalam kategori “bebas dari kemiskinan” yang
> dipropagandakan kaum penguasa remo serta para centengnya dengan
> bangga.
> 
> Kasus Jasic di Shenzhen
> 
> 
> April 2018, sekitar 89 buruh dan aktivis di pabrik Jasic mencoba
> mendirikan serikat buruh independen. Mengapa buruh merasakan perlunya
> sebuah serikat buruh independen? Sudah terbukti, dalam setiap konflik
> dengan majikan, serikat buruh resmi selalu berpihak kepada kapitalis.
> Ditanya mengapa serikat buruh resmi berpihak kepada kaum kapitalis,
> seorang pejabat komunis berkata, di mana-mana kita dapat temukan
> buruh, tapi kapitalis sedikit. Bayangkan, itulah pendapat orang
> “komunis” Tiongkok tentang buruh dan kapitalis.
> 
> 10 Agustus, 2018, anggota Grup Pendukung Solidaritas Buruh Jasic,
> menyerahkan surat terbuka menuntut Kejaksaan Distrik Pingshan
> Shenzhen supaya melakukan investigasi terhadap penangkapan yang
> melanggar hukum. Dari kiri ke kanan: Zheng Yongming, Shen Mengyu, Xu
> Zhongliang dan Yue Xin.
> 
> Akibat dari tindakan mencoba mendirikan serikat buruh independen,
> beberapa buruh dipecat.
> 
> Akhir Juli, konflik meluas, ketika 20 buruh dan seorang aktivis
> mahasiswa ditangkap karena  memprotes perlakuan brutal polisi. Awal
> Agustus, Shen Mengyu, Yue Xin dan simpatisan lain nya dari
> Universitas Peking, Tsinghua, Nanjing dan Sun Yatsen membentuk Grup
> Pendukung Solidaritas Buruh Jasic. Mereka cerminkan dukungannya
> melalui surat terbuka, tulisan di media sosial, menyebar luaskan foto
> dan video pidato dan manifestasi damai di depan pabrik Jasic dan
> kantor polisi. Koalisi buruh-mahasiswa itu menuntut pembebasan tanpa
> syarat semua buruh yang ditahan, hukuman bagi polisi dan preman yang
> memukuli buruh dan mempekerjakan kembali  buruh yang dipecat.
> 
> Memperingati Hari Meninggalnya dan Kelahiran Mao
> 
> 
> Para mahasiswa kiri dari berbagai universitas, buruh dan aktivis
> pendukung buruh Jasic juga terlibat dalam aksi bulan September untuk
> memperingati 42 tahun meninggalnya Mao, dan Desember 2018, 125 tahun
> kelahirannya, di Shaosan, provinsi Hunan. Di sini terbelejeti lagi
> kemunafikan rezim kapitalis Xi Jinping. Bukannya mendukung anak-anak
> muda yang ingat kepada Mao, malah aparat polisi dikerahkan untuk
> menangkap mereka dengan alasan membuat keributan.
> 
> Spanduk paling bawah:”Buruh Jasic memberi penghormatan kepada Ketua
> Mao’; Spanduk kedua di belakangnya: ‘Buruh dan mahasiswa muda
> berkumpul di Shaoshan, Pikiran Mao selamanya bersinar’; Yang ketiga:
> ‘Jadilah murid Mao yang baik untuk selamanya’; Yang paling belakang:
> ‘Universitas Peking, Universitas Nanjing, Universitas Rakyat, Studi
> Luar Negeri dari Universitas Peking, Universitas Bahasa dan Budaya
> Peking, Universitas Kedokteran Tiongkok, Nanjing’
> 
>  
> 
> Qiu Zhanxuan, ketua Marxism Study Society di Universitas Peking,
> ditangkap polisi berbaju sipil, dalam perjalanannya menuju peringatan
> ulang tahun Mao. Shen Mengyu dan Yue Xin, setelah dibebaskan dari
> penangkapan yang pertama, diculik, dalam perjalanan menuju Shenzhen
> untuk mendukung buruh Jasic. Setelah mereka hilang, sejumlah
> mahasiswa Universitas Peking membentuk “Gerakan mencari Yue” untuk
> melobi kebebasannya. Tak lama kemudian, diberitakan salah seorang
> organisatornya, Zhang Shengye, hilang. [Tatiana Lukman]
> 
>  
> 
>  
> 
> Sent from Mail for Windows 10
> 
>  
> 
> From: Chan CT
> Sent: Tuesday, August 10, 2021 4:53 AM
> To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
> Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>  
> 
> Entah nenek yang satu ini pernah tidak memperhatikan tradisi Tionghoa
> dalam ungkapan kuno: “Seribu kawan masih kurang, Satu musuh sudah
> berlebih!”, lalu coba kaitkan dengan “perjuangan klas” yang dalam
> kenyataan ada dan harus dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat. PASTI
> tidak selalu harus diantagoniskan menjadi pertarungan klas yang tidak
> terdamaikan dan digempur hancur-hancuran, baik dengan pemogokan buruh
> maupun REVOLUSI! TIDAK, ... begitu! Sebaliknya, kedua-belah pihak
> harus berusaha sedapat mungkin berdamai, menemukan titik temu untuk
> maju bersama dan menang bersama! TETAP bersahabat dan tidak
> bermusuhan yang merugikan kedua belah pihak itu! Begitu terhadap
> kapitalis perseorangan dalam mengatasi, menyelesaikan pertikaian
> dengan buruh, karyawan yang selama ini terjadi. Selalu berusaha
> diselesaikan secara damai, termasuk dengan demo dan mogok buruh yang
> terjadi.
> 
>  
> 
> Memang di UU-Buruh Tiongkok, pasal hak mogok buruh dicabut,
> ditiadakan saat UU-Buruh Pekerja tahun 1992, tapi TIDAK berarti hak
> mogok buruh dilarang! TIDAK, ...! Karena TETAP ada jaminan bagi
> setiap Buruh, karyawan mengajukan pengaduan, tuntutan ketidak adilan
> yang dirasakan, baik melalui Serikat Buruh maupun langsung ke Dept.
> Perburuhan berbagai tingkat! Dam, ... kenyataan berapa kali
> aksi-mogok cukup besar juga terjadi berbagai propinsi, dan berhasil
> menangkan TUNTUTAN Buruh! Jadi, aksi-mogok dalam kenyataan sekalipun
> “hak aksi buruh mogok” sudah ditiadakan. Dan ingat, ternyata di
> Tiongkok buruh diberi hak membentuk Serikat Buruh nya sendiri, ada
> belasan serikat buruh yang terbentuk di Tiongkok selatan. Jadi,
> kebebasan berorganisasi, bersuara sudah jauh lebih BEBAS ketimbang
> ditahun 50-70-an!
> 
>  
> 
> Begitu juga sikap ketua Mao dalam menghadapi permusuhan dengan
> blok-barat, khususnya AS! Coba saja perhatikan, di Des. tahun 1970,
> Harian Rakyat menampilkan foto Ketua Mao bersama Edgar Snow di atas
> Tian An Men saat 1 Oktober 1970, untuk menunjukkan Tiongkok tetap
> bersahabat dengan Rakyat Amerika!. Kemudian tahun 1971 terjadi
> rombongan ping-pong AS datang ke Beijing melangsungkan pertandingan
> persahabat, ... menyusul kehadiran Henrry Kissinger berkunjung secara
> rahasia di Beijing sehubungan dengan kunjungan resmi Presiden Nixon
> di awal Februari 1972, bersalaman dengan ketua Mao! Apa makna disitu?
> 
>  
> 
>    ini Foto di BBC
> 
>  
> 
> Jelas kondisi bermusuhan dengan embargo dan blokade yang dijalankan
> AS terhadap RRT sejak awal 1950 sangat TIDAK menguntungkan Tiongkok
> dan juga AS sendiri, ...! Pihak RRT lebih dahulu tayangkan dan usaha
> membuka persahabatan kedua rakyat, Tiongkok-Amerika! Kemudian
> ditingkatkan kepersahabatan kedua negara. Sampai akhirnya membuka
> hubungan diplomatik dan perluas hubungan perdagangan, ... yang
> kemudian setelah melihat kemajuan dahsyat RRT, oleh Trump dianggap
> ancaman bverat yang harus digempur dan berlanjut oleh Biden sekarang
> ini. Pertarungan jadi makin sengit, kedua belah pihak belum juga
> menemukan titik temu yang lebih baik. Sekalipun kedua belah pihak
> sudah merasakan KERUGIAN yang diderita akibat perang dagang yang
> terjadi, ...
> 
>  
> 
> Jadi, seandainya saja Mao hidup lebih pangjang belasan tahun, PASTI
> juga akan sejakan dengan Deng yang prakmatis itu! Kelanjutan
> persahabatan RRT-AS itu dengan hubungan dagang yang lebih luas dan
> terbuka setelah jalankan “Reformasi dan Keterbukaan” tahun 1980!
> Masuknya modal-AS, termasuk IMF/BankDunia yang oleh Deng digunakan
> sebaik-baiknya untuk BELAJAR mengerjakan sendiri! Bukan memebiarkan
> rakyat Tiongkok hanya menjual tenaga kerja-murah pada modal-asing,
> tapi merebut kesempatan untuk belajar dan bisa BERDIKARI, mengerjakan
> sendiri bahkan lebih baik!
> 
>  
> 
> Itulah jalan Deng untuk mencapai kemakmuran masyarakat, ... BUKAN
> dengan jalan meratakan kemiskinan yang ada, tapi lebih dahulu
> meningkatkan kemakmuran masyarakat lebih dahulu, mengentaskan lebih
> 700 juta rakyat dari kemiskinan absolut menjadi sejahtera, cukup
> sandang-pangan. Dan, seiring dengan lebih lanjut meningkatkan
> kemakmuran masyarakat mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi,
> untuk meratakan kemakmuran! 
> 
> Itulah sosialisme dalam arti sesungguhnya yang hendak diwujudkan
> Tiongkok, meratakan kemakmuran bukan meratakan kemiskinan!
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
> 
> Sent: Monday, August 9, 2021 6:10 PM
> 
> To: Jaya Suprana 
> 
> Cc: Lusi D. ; Chan CT ; GELORA45_In 
> 
> Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>  
> 
> REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah
> perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat
> penyelewengan/perubahan/revisi terhadap  prinsip-prinsip pokok
> M-L-M.  Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip
> perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan
> kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak
> lagi. 
> 
>  
> 
> Ada revisionisme klasik dan revisionisme modern. Ketika orang bicara
> tentang revisionisme klasik, ia menunjuk pada tokoh utamanya, Eduard
> Berstein, pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Intinya tidak mengakui
> perjuangan kelas , berkolaborasi dengan kaum borjuasi, tidak mengakui
> perlunya Kediktaturan proletariat untuk membangun sosialisme.
> Hasilnya adalah sosial demokrasi  (sosdem) yang sekarang banyak
> dianut oleh Partai sosialis dan komunis (revisionis) di negara-negara
> Welfare state di Eropa Barat. 
> 
>  
> 
> Revisionisme Modern muncul dengan penyelewengan yang dilakukan oleh
> tokoh utamanya, Nikita Khrushchov, tahun 1956. Teori revisionis yang
> dijajakan antara lain peralihan secara damai ke sosialisme, Partai
> dan Negara seluruh rakyat yang berarti tidak mengakui adanya
> perjuangan kelas dalam masyarakat sosialis, koexistensi damai dengan
> imperialisme yang berarti melarang /tidak mendukung rakyat melakukan
> perjuangan termasuk yang bersenjata melawan imperialisme yang
> dikepalai AS.
> 
>  
> 
> Klasik atau modern, inti dari revisionisme adalah melanggar
> prinsip-prinsip dasar Marxisme.
> 
>  
> 
> Sekarang, coba simak ajaran Mao yang berkaitan dengan Revisionisme.
> 
>  
> 
> Both dogmatism and revisionism run counter to Marxism. Marxism must
> certainly advance; it must develop along with the development of
> practice and cannot stand still. It would become lifeless if it
> remained stagnant and stereotyped. However, the basic principles of
> Marxism must never be violated, or otherwise mistakes will be made.
> It is dogmatism to approach Marxism from a metaphysical point of view
> and to regard it as something rigid. It is revisionism to negate the
> basic principles of Marxism and to negate its universal truth.
> Revisionism is one form of bourgeois ideology. The revisionists deny
> the differences between socialism and capitalism, between the
> dictatorship of the proletariat and the dictatorship of the
> bourgeoisie. What they advocate is in fact not the socialist line but
> the capitalist line. In present circumstances, revisionism is more
> pernicious than dogmatism. One of our current important tasks on the
> ideological front is to unfold criticism of revisionism.
> 
>  
> 
> Agen remo selalu menggunakan dalih “zaman berubah”, “kenyataan
> berubah”, etc dan menuduh saya seolah-olah saya ngeloni “dogma”atau
> teori-teori yang dia anggap sdh usang. Mao mengingatkan
> “prinsip-prinsip dasar Marxisme selama-lamanya tidak boleh
> dilanggar”. Dengan jelas Mao mengajukan bahwa Revisionisme adalah
> satu bentuk ideologi borjuis. Mereka tidak membedakan kediktaturan
> proletar
> 
> dengan kediktaturan borjuis. 
> 
>  
> 
> Kediktaturan apa yang ada di tiongkok sekarang? Proletar atau
> borjuis? Kalau proletar, mengapa UU dan peraturan yang dulu berlaku
> dipreteli? Dulu buruh punya hak mogok, punya sida, artinya 4
> kebebasan: bebas mengexpresikan pendapat, bebas berdiskusi, bebas
> menulis koran dinding berhuruf besar… Dulu buruh punya hak libur,
> layanan kesehatan dan Pendidikan gratis…Kenapa semua itu sekarang
> tidak ada?? 6 juta buruh yang menderita penyakit karena pekerjaannya
> sama sekali tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai dan
> gratis!! Kenapa sampai ada buruh yang bunuh diri karena tidak tahan
> lagi dengan rezim kerja yang ada dipabriknya??
> 
>  
> 
> Mao juga mengajukan bahwa dala keadaan sekarang, revisionisme lebih
> berbahaya dari pada dogmatism!!
> 
>  
> 
> Ini Mao lagi bicara tentang revisionsime.
> 
>  
> 
> Revisionism, or Right opportunism, is a bourgeois trend of thought
> that is even more dangerous than dogmatism. The revisionists, the
> Right opportunists, pay lip-service to Marxism; they too attack
> "dogmatism". But what they are really attacking is the quintessence
> of Marxism. They oppose or distort materialism and dialectics, oppose
> or try to weaken the people's democratic dictatorship and the leading
> role of the Communist Party, and oppose or try to weaken socialist
> transformation and socialist construction. After the basic victory of
> the socialist revolution in our country, there are still a number of
> people who vainly hope to restore the capitalist system and fight the
> working class on every front, including the ideological one. And
> their right-hand men in this struggle are the revisionists. 
> 
>  
> 
> Sekali lagi Mao bilang revisionisme lebih berbahaya dari pada
> dogmatism. Yang diserang kaum revisionis adalah inti sari Marxisme.
> Mereka memutarbalik materialism dan dialektika. Mao mengingatkan
> “setelah kemenangan revolusi sosialis di negeri kita, masih ada orang
> yang berharap merestorasi system kapitalis dan menyerang kelas buruh
> di tiap front termasuk di bidang ideologi.”
> 
> Celakanya Mao sudah meninggal, ketika kaum revisionis berhasil
> mengalahkan kaum Marxis-Leninis-Maois dan akhirnya merestorasi
> kapitalisme!!!
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Sent from Mail for Windows 10
> 
>  
> 
> From: Jaya Suprana
> Sent: Sunday, August 8, 2021 4:55 AM
> To: Tatiana Lukman
> Cc: Lusi D.; Chan CT; GELORA45_In
> Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>  
> 
> MOHON PENCERAHAN TENTANG APA SEBENARNYA ARTI ISTILAH REMO. 
> 
> Salam hormat dari jaya suprana
> 
>  
> 
> Pada tanggal Sab, 7 Agu 2021 pukul 23.23 'Tatiana Lukman' via
> GELORA45 <[email protected]> menulis:
> 
>   Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam
> hubungannya dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir saja!!
> Betapa tidak!!!  Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya rakyat
> tiongkok di bawah pimpinan Mao dalam membangun Sosialisme dengan
> mengkwalifikasinya sebagai “meratakan kemiskinan”, kadang-kadang
> terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian palsu terhadap Mao. Menuduh
> Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, “terlalu cepat membangun
> komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju melompat kedepan
> salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 1949 yang
> tidak dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa
> rakyat Tiongkok mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT
> MEMBENCI MAO, MAKA PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA
> 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, KOMUNE RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI
> GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! MASIH KURANG BUKTI TKK
> KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI SELESAI DISKUSI
> WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN FILIPINA!!
> 
>    
> 
>   Sent from Mail for Windows 10
> 
>    
> 
>   From: Lusi D.
>   Sent: Saturday, August 7, 2021 2:41 PM
>   To: Chan CT
>   Cc: GELORA45_In; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid
>   Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
> 
>    
> 
>   Saya memandangnya bukan karena sangkaan yang bung persamakan itu.
> Tapi
> 
>   dari segi patriotisme. Apa ada mirip-miripnya.
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>   Am Sat, 7 Aug 2021 20:03:16 +0800
> 
>   schrieb "Chan CT" <[email protected]>:
> 
>    
> 
>   > Memang kenapa harus sama dengan Lieus, ... hanya karena
>   > sama-sama  
> 
>   > Tionghoa? Lalu, bung yang Jawa juga sama dengan Soeharto yang
>   > Jawa?  
> 
>   > Hehehee, ...   
> 
>   >   
> 
>   > -----原始郵件-----   
> 
>   > From: Lusi D.   
> 
>   > Sent: Saturday, August 7, 2021 5:17 PM   
> 
>   > To: nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid   
> 
>   > Subject: Fw: [GELORA45] Lencana Ketua Mao   
> 
>   >   
> 
>   > Maksud kalimat bung ". . . hati saya masih saja melekat
>   > tertinggal di  
> 
>   > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan." apa maunya
>   > seperti  
> 
>   > Lieus Sungkharisma ini?  
> 
>   > https://www.youtube.com/watch?v=z3Ae4nDYgVw  
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   > Beginn der weitergeleiteten Nachricht:  
> 
>   >   
> 
>   > Datum: Sat, 7 Aug 2021 10:30:59 +0800  
> 
>   > Von: "Chan CT" <[email protected]>  
> 
>   > An: "Jaya Suprana" <[email protected]>, "GELORA45_In"  
> 
>   > <[email protected]> Betreff: Re: [GELORA45] Lencana
>   > Ketua  
> 
>   > Mao  
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   > Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan
>   > bangsa  
> 
>   > Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu  
> 
>   > WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di  
> 
>   > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela
>   > keadilan  
> 
>   > dan kebenaran! Itulah yang sesungguhnya!   
> 
>   >   
> 
>   > Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya!
>   > Hehehee, ...  
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   > From: Jaya Suprana   
> 
>   > Sent: Saturday, August 7, 2021 8:57 AM  
> 
>   > To: Chan CT   
> 
>   > Cc: GELORA45_In   
> 
>   > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao  
> 
>   >   
> 
>   > Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan
>   > membela  
> 
>   > negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan !   
> 
>   >   
> 
>   > On Sat, 7 Aug 2021 at 07.42 Chan CT <[email protected]>
>   > wrote:  
> 
>   >   
> 
>   >   Lencana Ketua Mao  
> 
>   >   
> 
>   >       
> 
>   >   
> 
>   >   Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi
>   > Pembalap-sepeda  
> 
>   >   Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi peringatan
>   > bisa  
> 
>   >   membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan
>   > Lencana  
> 
>   >   Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya melanggar  
> 
>   >   ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya?  
> 
>   >   
> 
>   >   Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan
>   > peringatan  
> 
>   >   panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi
>   > perhatian  
> 
>   >   saya: Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, saat  
> 
>   >   Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat,
>   > polisi AS  
> 
>   >   menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika yang  
> 
>   >   compang-camping kelapangan,   
> 
>   >   
> 
>   >   
> 
>   >   Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana
>   > Menteri  
> 
>   >   Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar
>   > Jepang  
> 
>   >   berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade,
>   > Jepang  
> 
>   >   mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di
>   > Olimpiade  
> 
>   >   Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang
>   > sesungguhnya!  
> 
>   >   Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika atlet
>   > dari  
> 
>   >   berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan
>   > bendera  
> 
>   >   nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga
>   > POPLITIK!  
> 
>   >   Lalu, dimana salahnya???  
> 
>   >   
> 
>   >   Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya adalah
>   > lagu  
> 
>   >   anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah
>   > Komite  
> 
>   >   Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? Lagu  
> 
>   >   kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili sejarah  
> 
>   >   berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang
>   > jelas,  
> 
>   >   apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK!  
> 
>   >   
> 
>   >   Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu
>   > ditakuti, ...  
> 
>   >   Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa
>   > dicintai  
> 
>   >   dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka
>   > jalan  
> 
>   >   kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini,
>   > kenapa  
> 
>   >   kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima  
> 
>   > Medali-emas! Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang
>   > Nasional  
> 
>   > RRT tidak ada salahnya! Yang mempermasalahkan itulah
>   > “politisasi”  
> 
>   > usaha nyata anti-Tiongkok! -- Anda menerima pesan ini karena  
> 
>   > berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti  
> 
>   > berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
>   > email ke  
> 
>   >   mailto:gelora1945%[email protected]. Untuk melihat
>   > diskusi ini  
> 
>   > di web, kunjungi  
> 
>   >   
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.
>   
> 
>   >   
> 
>    
> 
>   -- 
> 
>   Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45"
> dari Google Grup.
> 
>   Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
> ini, kirim email ke mailto:gelora1945%[email protected].
> 
>   Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s.
> 
>    
> 
>   -- 
>   Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di
> Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email
> dari grup ini, kirim email ke
> [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di
> web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
> 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210811101055.613cd5bd%40lilik-ThinkPad-T420s.

Reply via email to