Sebenarnya saya hanya mengungkap pemahaman Prof Mahfud yang membedakan
ekstremisme dengan radikalisme sesuai kehendak Kepala BNPT dan Presiden
Jokowi yang ketiganya merupakan sahabat saya. Mohon dimaafkan jika ungkapan
saya membingungkan para pihak tertentu padahal niat saya sebenarnya bukan
membingungkan namun sekedar mengungkap pemahaman Prof Mahfud, Kepala BNPT
dan Presiden Jokowi yang membedakan ekstremisme dengan radikalisme apalagi
terorisme. Sekali lagi mohon maaf atas kesembronoan saya yang semoga tidak
dipolisikan.

On Sun, 6 Feb 2022 at 22.26 nesare hotmail <[email protected]> wrote:

> Saya jadi bingung kenapa bung berkesimpulan seakan2 mahfud ngikutin kepala
> BNPT?
>
> Emangnya apa perbedaan arti/definisi ekstrimisme vs radikalisme menurut
> BNPT dan mahfud?
>
> Artikel ini tdk menyebutkan sama sekali istilah radikalisme, Mahfud hanya
> menerangkan arti ekstrimisme saja.
>
> Sebelum bung tahu pendapat Mahfud dan BNPT ttg ektrimisme dan radikalisme,
> bung jelas salah menarik kesimpulan seakan2 mahfud menyetujui pendapat BNPT
> itu.
>
>
>
> Ini yg saya ketahui bedanya antara ektrimisme vs radikalisme itu:
> radikalisme itu proses dan ekstrimisme itu hasil prosesnya yaitu:
> belief/kepercayaan.
>
> Jadi kalau orang yg msh dlm proses radikalisasi, dia sedang belajar dan
> belum sepenuhnya percaya, tetapi kalau sdh jadi ekstrimis artinya dia sdh
> percaya.
>
> Setelah berkeyakinan ini dia bisa bertindak/melakukan sesuatu utk
> mewujudkan keyakinannya ini. Kalau seorang radikal yg masih dalam proses
> belum tentu dia akan mengeksekusi krn belum percaya penuh.
>
>
>
> Memang orang awam menggunakan istilah radikalisasi dan ekstrimisme ini utk
> merujuk ke gerakannya/hasilnya, tetapi pengertian dasarnyya hrs dimengerti
> dulu terutama dalam konteks ilmu politik dan ilmu social. Repot kalau tidak
> krn opininya akan salah krn pengertiannya salah koq.
>
>
>
> Akhir kata bagi saya ekstrimisme itu jauh lebih berbahaya drpd
> radikalisasi krn ekstrimisme sudah matang dan siap bertindak sedangkan
> radikalisasi baru dlm proses belajar.
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] <[email protected]> *On
> Behalf Of *Jaya Suprana
> *Sent:* Saturday, February 5, 2022 10:05 PM
> *To:* Chan CT <[email protected]>
> *Cc:* GELORA45_In <[email protected]>
> *Subject:* Re: [GELORA45] Mahfud sampaikan tiga ekstremisme yang mengarah
> pada terorisme
>
>
>
> *Bagus Prof Mahfud sudah tidak menggunakan istilah radikalisme sesuai
> kehendak Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme serta perintah
> Presiden Jokowi.*
>
>
>
> Pada tanggal Min, 6 Feb 2022 pukul 08.00 Chan CT <[email protected]>
> menulis:
>
> Mahfud sampaikan tiga ekstremisme yang mengarah pada terorisme
>
> * Sabtu, 5 Februari 2022 20:03 WIB*
>
> [image: Mahfud sampaikan tiga ekstremisme yang mengarah pada terorisme]
>
> *Tangkapan layar unggahan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan
> Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengenai tiga jenis ekstremisme dalam
> akun instagram pribadinya dengan nama pengguna mohmahfudmd yang terpantau
> di Jakarta, Sabtu (5/2/2022). ANTARA/Putu Indah Savitri*
>
> Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
> (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebutkan tiga jenis ekstremisme yang dapat
> mengarah pada tindakan terorisme, yakni ekstremisme jihadis, ekstremisme
> takfiri, dan ekstremisme ideologis.
>
> “Tiga jenis ekstremisme yang dapat mengarah pada tindakan terorisme dan
> intoleransi, serta berpotensi memecah belah persatuan bangsa yaitu jihadis,
> takfiri, dan ekstremisme ideologis,” kata Mahfud MD dalam akun instagram
> pribadinya dengan nama pengguna mohmahfudmd yang terpantau di Jakarta,
> Sabtu.
>
> Ekstremisme jihadis, kata Mahfud, adalah yang paling ekstrem. Ekstremisme
> ini melakukan pembunuhan kepada orang lain yang tidak sepaham atau bahkan
> membunuh orang dan kelompok tertentu yang dianggap menghalang-halangi
> terwujudnya paham mereka.
>
> “Ekstremisme ini contohnya adalah ISIS (Islamic State of Iraq and Syria)
> dan beberapa kelompok terorisme di Indonesia. Mereka tidak hanya menyerang
> kelompok yang dianggap sebagai lawan, tetapi juga pihak yang dipandang
> menghalangi tujuan mereka,” ucap Mahfud.
>
> *Baca juga: **Mahfud MD: HMI bangun Indonesia berdasar Pancasila yang
> sejahtera*
> <https://www.antaranews.com/berita/2686069/mahfud-md-hmi-bangun-indonesia-berdasar-pancasila-yang-sejahtera>
> *Baca juga: **Mahfud MD: Pemerintah terus berupaya mencegah ekstremisme
> beragama*
> <https://www.antaranews.com/berita/2682277/mahfud-md-pemerintah-terus-berupaya-mencegah-ekstremisme-beragama>
> *Baca juga: **Mahfud MD ajak masyarakat jadikan Imlek momentum jaga
> perdamaian*
> <https://www.antaranews.com/berita/2677673/mahfud-md-ajak-masyarakat-jadikan-imlek-momentum-jaga-perdamaian>
>
> Selanjutnya adalah ekstremisme takfiri. Ekstremisme ini adalah paham yang
> menganggap paham lain, walaupun satu agama, adalah paham yang sesat, kafir,
> yang tidak saja harus dijauhi, tetapi harus dimusuhi.
>
> “Identifikasi kelompok tidak hanya pada level pemikiran, tetapi juga pada
> simbol-simbol tertentu,” tutur dia.
>
> Jenis ketiga adalah ekstremisme ideologis. Ekstremisme ini merupakan jenis
> yang lunak namun tetap berbahaya.
>
> Mereka yang terlibat dengan ekstremisme ini memiliki paham tertentu yang
> dianggap paling benar dan menyalahkan paham yang dianut orang lain, bahkan
> paham nasional seperti Pancasila pun disebut sesat.
>
> “Mereka berupaya mengubah Pancasila dengan memengaruhi pemikiran melalui
> lembaga pendidikan dan diskusi, serta brosur-brosur penyusupan bahwa
> Pancasila salah dan harus diganti,” kata Mahfud.
>
> Pewarta: Putu Indah Savitri
> Editor: M Arief Iskandar
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/31259B484EF74D31B032D39B88758C61%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/31259B484EF74D31B032D39B88758C61%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected]
>
> .
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPSMf2jPkLWWBdCbLiYv%3D2y0ZLADaypbp7U%3D0qea0b-dGA%40mail.gmail.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPSMf2jPkLWWBdCbLiYv%3D2y0ZLADaypbp7U%3D0qea0b-dGA%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB544149DDA31A44043C3B0750F02B9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB544149DDA31A44043C3B0750F02B9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPS70OAMDN01BkCffeZ1Dozm3%2BibbHgcAD9%3DP9c_ELW_Kg%40mail.gmail.com.

Reply via email to