Tapi, ... bagaimana mungkin kematian ikan dalam sekejab 120 ton itu akibat 
kekurangan oksigen??? Bukan akibat polusi yang terjadi didanau Maninjau itu?

Tapi lagi, kenapa peternak ikan juga dibilang petani, bukan nelayan?


-----原始郵件----- 
From: 'j.gedearka' via GELORA45 
Sent: Tuesday, February 15, 2022 2:43 AM 
To: [email protected] ; Sahala Silalahi 
Subject: [GELORA45] Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi hingga 
Rp2,6 miliar 





https://www.antaranews.com/berita/2703957/ikan-mati-di-danau-maninjau-bertambah-petani-rugi-hingga-rp26-miliar?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home



Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi hingga Rp2,6 miliar

Selasa, 15 Februari 2022 00:59 WIB

Bangkai ikan mengapung di Danau Maninjau. (Antarasumbar/Yusrizal)
Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton pada 
Senin sore dengan ukuran siap panen
Lubukbasung (ANTARA) -  Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, 
Sumatera Barat, mencatat kematian ikan di Danau Maninjau secara massal 
bertambah menjadi 130 ton dengan kerugian petani mencapai Rp2,6 miliar.

"Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton pada 
Senin sore dengan ukuran siap panen," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan 
Pangan Agam Rosva Deswira di Lubukbasung, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

Ia mengatakan ke 120 ton ikan itu berada di Rambai, Nagari Koto Malintang, 
sebanyak 50 ton tersebar di 76 petak keramba jaring apung milik 30 petani. 
Setelah itu di Linggai, Nagari Duo Koto, sebanyak 80 ton tersebar di 100 petak 
keramba jaring apung milik 15 petani.

"Kematian ikan itu terus bertambah dan penyuluh perikanan Kecamatan Tanjungraya 
sedang melakukan pendataan," katanya.

Dengan kejadian itu, kata dia, menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar 
Rp2,6 miliar karena harga ikan tingkat petani sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Baca juga: Menteri Trenggono tawarkan budi daya air tenang di Danau Maninjau

Untuk itu ia mengimbau petani agar memanen ikan secara dini dan dipindahkan ke 
kolam air tenang, agar tidak ikut mati.

"Ini untuk mengantisipasi kerugian material cukup banyak," katanya.

Ia mengatakan ikan ini mati akibat kekurangan oksigen semenjak Jumat (11/2) 
sore, setelah curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu cukup 
tinggi.

Setelah itu ikan mengalami pusing dan mengapung ke permukaan danau. Beberapa 
jam kemudian ikan menjadi mati dan mengapung.

"Bangkai ikan mengapung di permukaan Danau Maninjau," katanya.

Ia mengatakan kematian ikan secara massal ini merupakan perdana pada 2022. 
Sedangkan selama 2021 sebanyak 1.764 ton dengan kerugian sekitar Rp35,28 miliar.

Baca juga: Kerugian matinya ikan Danau Maninjau capai Rp35,28 miliar





Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

    TAGS:
    ikan danau maninjau
    ikan mati
    keramba ikan







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220214194337.a4478f9f1e16a9d7a4430d60%40upcmail.nl.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4645B7178CA94F1DBCF5D7A2A33D77D6%40A10Live.

Reply via email to