Mestinya yang berurusan dengan pertanian pekerjanya dinamakan PETANI, yang 
berusan dengan ikan pekerjanya dinamakan NELAYAN, dong! 

Bahwa cara mengerjakan ikan ditangkap, dipancing, dijala, bahkan sekarang 
banyak jenis ikan-udang diternak didanau, sungai dan laut sama saja pekerjanya 
dinamakan nelayan. Begitu dalam bhs. Tionghoa. 

Sekadar ngobrol saja, entah bagaimana semestinya dipandang dari bhs. Indonesia! 
Atau mungkin lebih cocok dengan peternak ikan, ayam, babi dsb., ...?



From: BILLY GUNADIE 
Sent: Tuesday, February 15, 2022 11:08 AM
To: [email protected] ; j.gedearka ; GELORA45_In 
Subject: Re: [GELORA45] Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi 
hingga Rp2,6 miliar

Danau Maninjau itu tenang, kadang petmukaannya seperti kaca.. ... 
Danau Singkarak itu beriak...gelombang..

Kemungkinan kebanyakan bubu atau kerambah.....

Nelayan itu yang berlayar ..nankep dengan Jala.....ikat Di Alam bebas..
Kalau petani bertani...aktive Dalam pertanian... Tumbuh tumbuhan. 

Sent from Rogers Yahoo Mail on Android


  On Mon., Feb. 14, 2022 at 7:02 p.m., Chan CT
  <[email protected]> wrote:
  Tapi, ... bagaimana mungkin kematian ikan dalam sekejab 120 ton itu akibat 
kekurangan oksigen??? Bukan akibat polusi yang terjadi didanau Maninjau itu?

  Tapi lagi, kenapa peternak ikan juga dibilang petani, bukan nelayan?


  -----原始郵件----- 
  From: 'j.gedearka' via GELORA45 
  Sent: Tuesday, February 15, 2022 2:43 AM 
  To: [email protected] ; Sahala Silalahi 
  Subject: [GELORA45] Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi hingga 
Rp2,6 miliar 





  
https://www.antaranews.com/berita/2703957/ikan-mati-di-danau-maninjau-bertambah-petani-rugi-hingga-rp26-miliar?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home



  Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi hingga Rp2,6 miliar

  Selasa, 15 Februari 2022 00:59 WIB

  Bangkai ikan mengapung di Danau Maninjau. (Antarasumbar/Yusrizal)
  Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton pada 
Senin sore dengan ukuran siap panen
  Lubukbasung (ANTARA) -  Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, 
Sumatera Barat, mencatat kematian ikan di Danau Maninjau secara massal 
bertambah menjadi 130 ton dengan kerugian petani mencapai Rp2,6 miliar.

  "Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton 
pada Senin sore dengan ukuran siap panen," kata Kepala Dinas Perikanan dan 
Ketahanan Pangan Agam Rosva Deswira di Lubukbasung, Sumatera Barat (Sumbar), 
Senin.

  Ia mengatakan ke 120 ton ikan itu berada di Rambai, Nagari Koto Malintang, 
sebanyak 50 ton tersebar di 76 petak keramba jaring apung milik 30 petani. 
Setelah itu di Linggai, Nagari Duo Koto, sebanyak 80 ton tersebar di 100 petak 
keramba jaring apung milik 15 petani.

  "Kematian ikan itu terus bertambah dan penyuluh perikanan Kecamatan 
Tanjungraya sedang melakukan pendataan," katanya.

  Dengan kejadian itu, kata dia, menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar 
Rp2,6 miliar karena harga ikan tingkat petani sekitar Rp20 ribu per kilogram.

  Baca juga: Menteri Trenggono tawarkan budi daya air tenang di Danau Maninjau

  Untuk itu ia mengimbau petani agar memanen ikan secara dini dan dipindahkan 
ke kolam air tenang, agar tidak ikut mati.

  "Ini untuk mengantisipasi kerugian material cukup banyak," katanya.

  Ia mengatakan ikan ini mati akibat kekurangan oksigen semenjak Jumat (11/2) 
sore, setelah curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu cukup 
tinggi.

  Setelah itu ikan mengalami pusing dan mengapung ke permukaan danau. Beberapa 
jam kemudian ikan menjadi mati dan mengapung.

  "Bangkai ikan mengapung di permukaan Danau Maninjau," katanya.

  Ia mengatakan kematian ikan secara massal ini merupakan perdana pada 2022. 
Sedangkan selama 2021 sebanyak 1.764 ton dengan kerugian sekitar Rp35,28 miliar.

  Baca juga: Kerugian matinya ikan Danau Maninjau capai Rp35,28 miliar





  Pewarta: Altas Maulana
  Editor: Risbiani Fardaniah
  COPYRIGHT © ANTARA 2022

      TAGS:
      ikan danau maninjau
      ikan mati
      keramba ikan







  -- 
  Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220214194337.a4478f9f1e16a9d7a4430d60%40upcmail.nl.
  -- 
  Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4645B7178CA94F1DBCF5D7A2A33D77D6%40A10Live.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/454C908DDE0C4670B40E152973F93CC1%40A10Live.

Reply via email to