Mungkin saja ikan-ikan itu dihinggapi Covid-19, jadi karena tidak ada
vaksin untuk mereka, maka mereka dipanggil pulang oleh yang Maha ESA:
Semoga arwah-arwah mereka juga bisa masuk taman Firdaus. Amin.!

On Tue, Feb 15, 2022 at 1:26 PM Chan CT <[email protected]> wrote:

> Mestinya yang berurusan dengan pertanian pekerjanya dinamakan PETANI, yang
> berusan dengan ikan pekerjanya dinamakan NELAYAN, dong!
>
> Bahwa cara mengerjakan ikan ditangkap, dipancing, dijala, bahkan sekarang
> banyak jenis ikan-udang diternak didanau, sungai dan laut sama saja
> pekerjanya dinamakan nelayan. Begitu dalam bhs. Tionghoa.
>
> Sekadar ngobrol saja, entah bagaimana semestinya dipandang dari bhs.
> Indonesia! Atau mungkin lebih cocok dengan peternak ikan, ayam, babi dsb.,
> ...?
>
>
>
> *From:* BILLY GUNADIE
> *Sent:* Tuesday, February 15, 2022 11:08 AM
> *To:* [email protected] ; j.gedearka ; GELORA45_In
> *Subject:* Re: [GELORA45] Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani
> rugi hingga Rp2,6 miliar
>
> Danau Maninjau itu tenang, kadang petmukaannya seperti kaca.. ...
> Danau Singkarak itu beriak...gelombang..
>
> Kemungkinan kebanyakan bubu atau kerambah.....
>
> Nelayan itu yang berlayar ..nankep dengan Jala.....ikat Di Alam bebas..
> Kalau petani bertani...aktive Dalam pertanian... Tumbuh tumbuhan.
>
> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android
> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
>
> On Mon., Feb. 14, 2022 at 7:02 p.m., Chan CT
> <[email protected]> wrote:
> Tapi, ... bagaimana mungkin kematian ikan dalam sekejab 120 ton itu akibat
> kekurangan oksigen??? Bukan akibat polusi yang terjadi didanau Maninjau itu?
>
> Tapi lagi, kenapa peternak ikan juga dibilang petani, bukan nelayan?
>
>
> -----原始郵件-----
> From: 'j.gedearka' via GELORA45
> Sent: Tuesday, February 15, 2022 2:43 AM
> To: [email protected] ; Sahala Silalahi
> Subject: [GELORA45] Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi
> hingga Rp2,6 miliar
>
>
>
>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/2703957/ikan-mati-di-danau-maninjau-bertambah-petani-rugi-hingga-rp26-miliar?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home
>
>
>
> Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi hingga Rp2,6 miliar
>
> Selasa, 15 Februari 2022 00:59 WIB
>
> Bangkai ikan mengapung di Danau Maninjau. (Antarasumbar/Yusrizal)
> Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton
> pada Senin sore dengan ukuran siap panen
> Lubukbasung (ANTARA) -  Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten
> Agam, Sumatera Barat, mencatat kematian ikan di Danau Maninjau secara
> massal bertambah menjadi 130 ton dengan kerugian petani mencapai Rp2,6
> miliar.
>
> "Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton
> pada Senin sore dengan ukuran siap panen," kata Kepala Dinas Perikanan dan
> Ketahanan Pangan Agam Rosva Deswira di Lubukbasung, Sumatera Barat
> (Sumbar), Senin.
>
> Ia mengatakan ke 120 ton ikan itu berada di Rambai, Nagari Koto Malintang,
> sebanyak 50 ton tersebar di 76 petak keramba jaring apung milik 30 petani.
> Setelah itu di Linggai, Nagari Duo Koto, sebanyak 80 ton tersebar di 100
> petak keramba jaring apung milik 15 petani.
>
> "Kematian ikan itu terus bertambah dan penyuluh perikanan Kecamatan
> Tanjungraya sedang melakukan pendataan," katanya.
>
> Dengan kejadian itu, kata dia, menyebabkan petani mengalami kerugian
> sekitar Rp2,6 miliar karena harga ikan tingkat petani sekitar Rp20 ribu per
> kilogram.
>
> Baca juga: Menteri Trenggono tawarkan budi daya air tenang di Danau
> Maninjau
>
> Untuk itu ia mengimbau petani agar memanen ikan secara dini dan
> dipindahkan ke kolam air tenang, agar tidak ikut mati.
>
> "Ini untuk mengantisipasi kerugian material cukup banyak," katanya.
>
> Ia mengatakan ikan ini mati akibat kekurangan oksigen semenjak Jumat
> (11/2) sore, setelah curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu
> cukup tinggi.
>
> Setelah itu ikan mengalami pusing dan mengapung ke permukaan danau.
> Beberapa jam kemudian ikan menjadi mati dan mengapung.
>
> "Bangkai ikan mengapung di permukaan Danau Maninjau," katanya.
>
> Ia mengatakan kematian ikan secara massal ini merupakan perdana pada 2022.
> Sedangkan selama 2021 sebanyak 1.764 ton dengan kerugian sekitar Rp35,28
> miliar.
>
> Baca juga: Kerugian matinya ikan Danau Maninjau capai Rp35,28 miliar
>
>
>
>
>
> Pewarta: Altas Maulana
> Editor: Risbiani Fardaniah
> COPYRIGHT © ANTARA 2022
>
>     TAGS:
>     ikan danau maninjau
>     ikan mati
>     keramba ikan
>
>
>
>
>
>
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220214194337.a4478f9f1e16a9d7a4430d60%40upcmail.nl
> .
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4645B7178CA94F1DBCF5D7A2A33D77D6%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4645B7178CA94F1DBCF5D7A2A33D77D6%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/454C908DDE0C4670B40E152973F93CC1%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/454C908DDE0C4670B40E152973F93CC1%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BUeSPJEShTP4rWbFqLGwNQNR%2BOcB7%2B2Jv6%2BjzQR3c1Kw%40mail.gmail.com.

Reply via email to