Harus ikut his master will. On Mon, Mar 7, 2022 at 10:08 AM Sunny ambon <[email protected]> wrote:
> > Sebagai tambahan dapat diberitahukan bahwa keputusan (resolusi) Sidang > Umum PBB berbeda dengan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan (Security > Council) PBB. Resolusi Sidang Umum "not binding" (tidak mengikat) dan > tidak mempunyai dasar hukum mengikat (binding), sedangkan keputusan Dewan > Keamanan mengikat dan harus dipatuhi (binding) oleh anggota PBB. > > On Mon, Mar 7, 2022 at 1:35 AM Chan CT <[email protected]> wrote: > >> Membuktikan pemerintah RI, BUKAN Pemerintah Rakyat yang mengutamakan dan >> mendahulukan kepentingan/keselamatan rakyat banyak! >> Lhaa, ... ekonomi sedang kempas-kempis masih juga gelontorkan puluhan >> milyar dollar beli pesawat tempur, apa keamanaan nasional sedang gawat >> menghadapi ancaman agresi asing? Bukankah jauh lebih baik dan bermanfaat >> kalau puluhan milyar dollar itu digelontorkan untuk mendukung bangkitkan >> ekonomi nasional yang sedang krisis digempur pandemi dan, ... jauh sebagian >> lagi digunakan membantu rakyat miskin yang sedang terhimpit kesulitan >> pangan, ...!!! >> >> >> *From:* BILLY GUNADIE >> *Sent:* Monday, March 7, 2022 5:37 AM >> *To:* j.gedearka ; 'j.gedearka' via GELORA45 ; Sahala Silalahi >> *Subject:* Re: [GELORA45] Guru Besar UI Sayangkan RI Setujui Resolusi >> PBB soal Rusia: Ngekor ke AS dkk >> >> Serba sulit....beli pesawat Tempur...20milyar USD ....Dari member >> NATO...... >> >> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android >> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature> >> >> On Sun., Mar. 6, 2022 at 4:31 p.m., 'j.gedearka' via GELORA45 >> <[email protected]> wrote: >> >> >> >> >> >> https://news.detik.com/berita/d-5966346/guru-besar-ui-sayangkan-ri-setujui-resolusi-pbb-soal-rusia-ngekor-ke-as-dkk >> >> >> Guru Besar UI Sayangkan RI Setujui Resolusi PBB soal Rusia: Ngekor ke AS >> dkk >> >> Arief Ikhsanudin - detikNews >> >> Kamis, 03 Mar 2022 08:21 WIB >> 322 komentar >> BAGIKAN >> URL telah disalin >> Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi Warga >> Tanpa Warga Negara di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016) >> Hikmahanto (Ari Saputra/detikcom) >> Jakarta - >> >> Guru besar hukum internasional UI, Hikmahanto Juwana, mengomentari pihak >> Indonesia menyetujui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meminta >> Rusia menyetop invasi ke Ukraina. Hikmahanto menyayangkan keputusan ini. >> >> "Patut disayangkan posisi yang diambil oleh Indonesia karena empat >> alasan," jelas Hikmahanto dalam keterangannya, Kamis (3/3/2022). >> >> Alasan pertama, Hikmahanto merasa seolah-olah Indonesia berada dalam >> posisi sebagai hakim terkait serangan Rusia. Hikmahanto menyebut, secara >> tak langsung, Indonesia menentukan tindakan invasi Rusia sebagai salah. >> >> "Padahal dua negara yang berseteru pasti memiliki justifikasi berdasarkan >> Piagam PBB dan hukum internasional. Satu hal yang pasti Rusia tidak akan >> menyatakan dirinya melakukan perang agresi atau serangan terhadap >> integritas wilayah negara lain," kata Hikmahanto. >> >> Hal tersebut dikarenakan perang agresi pasca-Perang Dunia II dilarang. >> Hikmahanto menyebut perang hanya boleh bila dimandatkan oleh PBB atau dalam >> rangka membela diri. >> Baca juga: >> 15 Ribu Warga Ukraina Mengungsi di Stasiun Metro Kiev >> >> "Kedua, dengan posisi mendukung berarti Indonesia hanya mengekor AS dan >> kawan-kawan (dkk). Sebagai negara yang menjalankan kebijakan politik luar >> negeri yang bebas aktif seharusnya Indonesia menjaga jarak yang sama dalam >> perseteruan antara Ukraina dan Rusia," imbuh Hikmahanto. >> >> Indonesia, kata Hikmahanto, tidak perlu melibatkan diri dalam pertikaian >> dua negara layaknya AS dkk, yang cenderung berpihak pada Ukraina. >> >> "Ketiga, Indonesia seolah melupakan sejarah yang pernah dialami di masa >> lalu. Di masa lalu Indonesia pernah pada posisi seperti Rusia terkait >> status Timor Timur (Timtim)," tuturnya. >> >> Saat itu, jelas Hikmahanto, narasi yang digunakan oleh Indonesia adalah >> rakyat Timtim berkeinginan bergabung ke Indonesia. Namun oleh AS dkk >> dihakimi sebagai tindakan aneksasi. >> >> "Terakhir, posisi yang diambil oleh perwakilan Indonesia di PBB tidak >> sesuai dengan arahan dari Presiden," jelas Hikmahanto. >> >> Diberitakan sebelumnya, Indonesia bersama 140 negara lain menyetujui >> resolusi PBB yang meminta Rusia menghentikan serangannya ke Ukraina. >> >> Momen voting ditayangkan lewat siaran langsung di kanal YouTube PBB. >> Sidang dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid. Tepuk tangan >> bergemuruh, terlihat Wakil Tetap Ukraina di PBB Sergiy Kyslytsya berdiri >> dan bertepuk tangan, sedangkan Wakil Tetap Rusia di PBB Vasiliy Nebenzia >> duduk dengan masker turun ke bawah bibir. >> >> Berikut rincian jumlah negara yang menyetujui resolusi PBB: >> Setuju: 141 negara >> Tidak setuju: 5 negara >> Tak memberikan suara: 35 negara >> Baca juga: >> Saat AS-NATO Sepakat Ogah Perang dengan Rusia di Ukraina >> >> Dalam layar, terlihat Indonesia menjadi salah satu dari 141 negara yang >> menyetujui resolusi ini. Dari Asia Tenggara, ada pula Malaysia, Singapura, >> Timor Leste, Singapura, hingga Thailand yang juga menyetujui resolusi ini. >> Afghanistan yang kini dipimpin Taliban juga menyetujui resolusi untuk >> menghentikan invasi Rusia ke Ukraina ini. >> >> Simak Video 'Saat AS-NATO Sepakat Ogah Perang dengan Rusia di Ukraina': >> >> >> >> (isa/imk) >> ukraina >> pbb >> rusia >> invasi rusia ke ukraina >> >> Baca artikel detiknews, "Guru Besar UI Sayangkan RI Setujui Resolusi PBB >> soal Rusia: Ngekor ke AS dkk" selengkapnya >> https://news.detik.com/berita/d-5966346/guru-besar-ui-sayangkan-ri-setujui-resolusi-pbb-soal-rusia-ngekor-ke-as-dkk >> . >> >> Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ >> >> >> >> >> >> -- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari >> Google Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi >> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220306223059.424ce4d5bcdc7ac9b56fd373%40upcmail.nl >> . >> >> -- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi >> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1051708382.261253.1646602644930%40mail.yahoo.com >> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1051708382.261253.1646602644930%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer> >> . >> >> -- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi >> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6B3074E7AD9D47399779493867E9673B%40A10Live >> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6B3074E7AD9D47399779493867E9673B%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> >> . >> > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2ArrzWhbyGRbrHuHsQrSe%3DbECPROUg0jEG%2BB5pHWPkpdA%40mail.gmail.com.
