Kelihatannya masih ada perbedaan visi-misi. 
Presiden memprioritaskan pembangunan infrastruktursedangkan mendes ingin 
pemberdayaan masyarakat.

   --- SADAR@... wrote:

Ada laporan yang pernah terbaca, ... hanya lupa nama desa yang di dekat 
Salatiga (kalau tak salah ingat?), menjadi desa maju dengan kembangkan usaha 
tamasya, ... Bukan berarti saya menentang usaha-usaha yang bisa didorong maju, 
tapi dana bantuan pemerintah yang sangat terbatas itu seharusnya digelontorkan 
untuk membantu mengembangkan usaha banyak orang (PETANI didesa) dan akan lebih 
baik kalau digelontorkan pada desa yang mendesak lebih membutuhkan, yang paling 
terbelakang dan miskin! Jadi, TIDAK dibagi rata pada semua desa! Tapi 
Pemerintah harus pandai dan bijaksana memilih dari sekian banyak desa yang ada, 
menentukan mana yang harus didahulukan untuk maju dengan dana BANTUAN 
pemerintah itu, ... Kalau saja dana bantuan Pemerintah yg hanya 46T harus 
dibagi rata pada hampir 75 ribu desa sebegitu banyaknya, saya kuatir jadinya 
akan sia-sia! Sekalipun kemungkinan dana itu dilego juga dicegah dengan baik, 
... Tapi, kalau dana yang terbatas itu digunakan untuk lebih dahulu bangkitkan 
desa-desa tertentu yg lebih butuh, akan lebih bermanfaat dan efektif dalam 
mengembangkan desa-desa terbelakang! Ini pertama. Kedua, prinsip yang harus 
diperhatikan, Pemeerintah dalam membantu itu bukan memberi ikan, tapi 
memberikan kail pada petani untuk tumbuh berkembang sendiri dalam usaha 
pertaniannya. Membebaskan tenaga produktif seluas mungkin, agar mereka bisa 
mandiri mengembangkan kreatifitas dan kerja giatnya, dan setelaqh BERHASIL 
panen bisa meembayar kembali kredit pinjaman yang diberikan pemerintah! Begitu 
seharusnya mendidik rakyat, ... untuk mandiri dan tridak minta disuapin saja. 
Salam,ChanCT

From: Karma, I NengahSaya belum pernah dengar perkembangan dana desa yang 
digelontorkan pemrintah ke desa-desa. Kira-kira sudah berapa % kemajuan petani, 
nelayan, pedagang dll dengan dana desa ini. Katanya ada website spesial untuk 
pemasaran online dari pemerintah bagaimana juga keefektifan dari web ini 
terhadap ekonoimi desa. Hal ini perlu dikaji, sudah berapa persen program ini 
membantu mansyaraka, jika tidak jalan benahi dan cari alternatif lain Karena 
sudah setahun lebih jika tidak ada perkembangan lebih baik program ini di close 
saja, begitu juga program bebas visa.
From: Chan CTFrom: j.gedearka
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/09/27
/oe4e7p383-63-persen-desa-di-indonesia-masuk-kategori-tertinggal  Selasa, 27 
September 2016, 00:27 WIB 
63 Persen Desa di Indonesia Masuk Kategori Tertinggal
 Red: Nidia Zuraya Antara   Salah satu desa tertinggal di Kalimantan.  
REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan 
Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyebutkan bahwa 63 persen desa di Indonesia 
masuk dalam kategori tertinggal sehingga perlu penanganan khusus. Sesuai data, 
dari 74.574 desa yang ada di Indonesia sebanyak 63 persen di antaranya masuk 
kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

"Untuk itu pemerintah telah menganggarkan dana hingga Rp 46 triliun pada 2016 
guna memberikan penanganan khusus tentang desa tersebut, termasuk desa 
berkategori daerah tertinggal," ujar Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dalam 
kunjungan kerjanya di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin 
(26/9).

Dengan dana yang mencapai triliunan rupiah tersebut, masing-masing desa bisa 
memerima dana desa berkisar antara Rp 600 juta-Rp 800 juta. Ia menjelaskan, 
agar keluar dari kategori tertinggal dan sangat tertinggal, diperlukan dua 
penanganan di desa. Yakni pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan 
ekonomi masyarakat desanya.

"Karenanya kami meminta dana desa yang diberikan ke masing-masing desa jangan 
untuk infrastruktur saja, namun juga digunakan untuk pemberdayaan 
masyarakatnya," kata dia.

Di antaranya dengan melakukan pelatihan-pelatihan maupun menambah sarana 
kegiatan pertanian dan usaha warga desa lainnya yang dapat meningkatkan 
ekonomi. "Pemenuhan sarana pompa air dan penjemuran dalam kegiatan petanian 
desa bisa dibantu dari dana desa. Asal semua pemakaian dan laporannya jelas. 
Semua tinggal kreativitas kepala desanya masing-masing," terangnya.

Selain pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi, pemerintah desa juga 
didorong untuk membentuk BUMDes agar desa, terlebih desa yang tertinggal, 
semakin maju dan mandiri.  Sumber : Antara

   

Kirim email ke