Saya tidak bisa berbahasa Arab ....tetapi jika saya membaca Ayat2 QORAN YANG DITERJEMAHKAN DALAM BAHSA INDONESIA dan mencoba menyesuluri Kliamat per Kalimat dan mencoba mengunyah dan menr=yerat ARTI DAN ATAU MAKSUD AYAT2 tsb ( yang sudah diterjemakan dalam Sususan bahas Indoneisa ynag serba Kaku dan diterjemahkan kata per kata (Tidak Pemegrtia Filofois dibelakng Kalmat2 atau ayat2mya ..... ) maka terus saya dapat kesimpulna yang satu : SANGAT CONFUSING DAN TIDAK MEYAKINKAN ISINYA dan apabila diterpakan pada SISTUASI DAN SIKON KEHIDU[AN MANUSIA didunia dewasa kini ....... saya mendapat kesan yang RASANYA SULIT untuk BISA DIJADIKAN suatu Yang bisa PAS BERLAKU DIMASA KINI......
2016-10-08 13:45 GMT+02:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > *Boleh memilih kafir berarti melanggar wahyu Allah. Pelanggaran ini > adalah kecelakaan besar yang berakibat tidak bisa masuk surga untuk duduk > besantai dan berinteraksi dengan malakeat-malaekat cantik nan sexy di > taman firdaus yang indah penuh kelimpahan abadi. hahahahahaha Amin!* > > *From:* mailto:[email protected] <[email protected]> > *Sent:* Saturday, October 8, 2016 11:47 AM > *To:* GELORA_In <[email protected]> > *Subject:* Fw: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok > > > > > > *From:* Yoseph T Taher > *Sent:* Saturday, October 8, 2016 2:53 PM > > > *Dari Dokumen Simpanan: YTTaher:* > > > > Inilah Penjelasan Bahwa Sesungguhnya Muslim > Boleh Pilih Ahok > > Senin, > 14 Maret 2016 berita, > islami > > > > *Artikel ini Dikutip dari* *tulisan Adrianto Idea* > > > “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi > dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah > pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil > mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan > mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang > zalim.” ( Al Quran surah Al Maidah 51) > > Ayat di atas sedang menjadi populer sekarang. Ayat itu selalu populer > ketika menjelang pemilu. Dalam hal pilkada DKI yang salah satu calon > kuatnya adalah Nasrani, ayat ini menjadi semakin kuat lagi bergema. > > > Akan tetapi apakah ayat ini mengenai pemilu? Apakah ini ayat mengenai > pemilihan gubernur? Menurut saya bukan. > > > Sejarah Islam tidak pernah mengenal adanya pemilu atau pemilihan umum. > Juga tidak pernah ada pemilihan gubernur atau kepala daerah. Satu-satunya > pemilihan yang pernah terjadi adalah pemilihan khalifah. Itu pun hanya 5 > kali, dan hanya melibatkan sekelompok orang yang tinggal di Madinah. > Gubernur khususnya adalah pejabat yang ditunjuk oleh khalifah. Tak pernah > dipilih. > > > Jadi sebenarnya ayat ini tentang apa? Wali atau awliya itu soal pemimpin > wilayah atau daerahkah? Bukan. Bagaimana mungkin ada ayat yang mengatur > tentang pemilihan pemimpin, padahal pemilihan itu tidak pernah terjadi? > > > Jadi, apakah yang dimaksud? Apa makna wali atau awliya? Wali artinya > pelindung, > atau sekutu. Ketika Nabi ditekan di Mekah, beliau menyuruh kaum muslimin > hijrah > ke Habasyah (Ethopia). > > > Rajanya yang seorang Nasrani, menerima orang-orang yang hijrah itu, > melindungi mereka dari kejaran Quraisy Mekah. Inilah yang disebut wali, > orang yang melindungi. Kejadian ini direkam dalam surat Al-Maidah juga, > ayat 82 yang Artinya: > > Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya > terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang > musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya > dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: > “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena > di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan > rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. (5: > 82) > > > Berdasarkan berbagai riwayat sejarah, pada tahun ke 5 pengangkatan Nabi > Muhammad Saw, sekelompok kaum Muslimin melakukan hijrah dari Mekah ke > Habasyah untuk menyelamatkan akidah dan jiwa mereka dari siksaan kaum > Musyrikin. > > > Najasyi, Raja Habasyah saat itu adalah pemeluk Kristen yang taat. Karena > itu raja menyambut kedatangan kaum Muslimin tersebut dengan hangat dan > tidak bersedia menyerahkan mereka kepada wakil orang-orang Musyrik Mekah. > > > Selain itu, ketika melihat Raja Najasyi menangis saat mendengarkan > ayat-ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh Jakfar bin Abi Thalib as selaku > ketua rombongan, para pendeta akhirnya juga ikut mendukung dan melindungi > umat Islam. > > > Adapun ayat 51 yang melarang orang menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai > pelindung itu adalah soal persekutuan dalam perang. Tidak ada sama sekali > kaitannya dengan pemilihan pemimpin. Ini sudah pernah saya bahas, dan juga > dibahas banyak orang. > > > Pagi ini, bangun tidur saya menyaksikan berita pilu. Orang-orang Arab dari > Syiria dan Irak masih terus mengungsi. Ke mana kah mereka mengungsi? Ke > Eropa. Siapa orang-orang Eropa itu? Muslimkah mereka? Sebagian besar tidak. > > > Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, adalah Nasrani, atau atheis > (musyrik). Tapi kini mereka menjadi pelindung bagi orang-orang muslim, > persis seperti ketika kaum muslim hijrah ke Habasyah. > > > Jadi, cobalah orang-orang yang rajin melafalkan ayat Al-Maidah 51 itu > berkhotbah kepada para pengungsi itu. Katakan kepada mereka bahwa meminta > perlindungan kepada Nasrani, menjadikan mereka wali atau awliya itu haram > hukumnya. Bisakah? > > > Ironisnya, dari siapa mereka lari? Apakah dari kaum kafir? Bukan. > > > Mereka justru lari karena ditindas oleh pemimpin-pemimpin mereka sendiri, > kaum muslim. Kaum muslim yang berebut kekuasaan. Utamanya Sunni melawan > Syiah. > > > Tahukah Anda bahwa bibit konflik Sunni-Syiah itu sudah terbentuk sejak > Rasul wafat? Ketika orang-orang mulai kasak-kusuk untuk mencari siapa yang > akan jadi khalifah, padahal jenazah Rasul belum lagi diurus. Permusuhan itu > abadi, mengalirkan darah jutaan kaum muslimin sepanjang sejarah ribuan > tahun, kekal hingga kini. > > > Tidakkah kita sebagai kaum muslim malu ketika saudara-saudara kita > dizalimi oleh saudara kita yang lain, mereka meminta perlindungan kepada > kaum Nasrani dan kafir? > > > Tapi pada saat yang sama mulut kita fasih mengucap ayat-ayat yang memusuhi > orang-orang Nasrani, memelihara permusuhan kepada mereka. > > > Ingatlah, musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan Nasrani, melainkan > rasa permusuhan itu sendiri. > > > Rasa permusuhan itulah yang telah mengalirkan banyak darah kaum muslimin, > mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. Sesama saudara pun bisa > saling berbunuhan kalau ada permusuhan di antara mereka. Kenapa mereka > berbunuhan? Karena Politik & Perebutan kekuasaan. > > > Itulah yang sedang dilakukan banyak orang dengan Al-Maidah ayat 51. > Berebut kekuasaan politik dengan mengobarkan permusuhan. > > > Mereka sedang mengabadikan kebodohan yang sudah berlangsung 15 abad. > > > Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? Saya tidak. Karena saya tidak > mau menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syiria itu. # > sudutpandanglain > > > > > > > > > > > > > > > > > > >
