Didalam wayang cengblong versi Bali katanya kacang tanah tidak laku saat ini 
mengingaat penyakit asam aurat berserakan, tapi tanah kacang baru laris 
dikavling-kavling.
Dan saat ini pula sudah saatnya ini berbicara Sorga, kata pepatah bagi 
bapak-bapak surga ada diantara kaki kanan dan kaki kiri ibu.

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, October 11, 2016 6:04 AM
To: Edy Loekmono; [email protected]; kh djie
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok


Pada aurat ada urat untuk dibedakan dengan otot, sekali pun dalam otot ada 
urat. hahahaha


From: Edy Loekmono<mailto:[email protected]>
Sent: Monday, October 10, 2016 4:16 PM
To: [email protected]<mailto:[email protected]> ; kh 
djie<mailto:[email protected]> ; Sunny<mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok

Yang dimaksud mungkin "aurat" bukan urat. dua kata ini beda jauh artinya. aurat 
artinya kemaluan. Sedangkan urat adalah otot. trima kasih.

On Sunday, October 9, 2016 3:22 PM, "'Sunny' 
[email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45]" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:


Dalam tenda urat tidak perlu ditutup, kata konsultan langitan. hahahaha

From: kh djie<mailto:[email protected]>
Sent: Sunday, October 9, 2016 6:40 AM
To: Sunny<mailto:[email protected]>
Cc: Gelora45<mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok

Jadi kalau dalam tenda, boleh lain.......?

2016-10-09 6:29 GMT+02:00 Sunny <[email protected]<mailto:[email protected]>>:
Sangat praktis, kalau tutup aurat itu di padang pasir suatu hal yang musti, 
karena banyak debu dan air sangat terbatas untuk membersihkan, jadi harus hemat 
pemakaian air, maka oleh sebab itu dari pada report-repot dibilang perintah 
dari Atas.

Kapan-kapan kalau ada yang punya kesempatan berada di wilayah yang ada gurun 
pasir akan sendiri bisa mengalami debu dan pasir melekat di badan, rambut, 
masuk kuping,dan hidung bila angin bertiup.



From: mailto:[email protected]
Sent: Sunday, October 9, 2016 6:09 AM
To: Gelora45<mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok


Lha, ini kan praktis tidak berpakaian, aurat tidak ditutupi, melebihi pemilihan 
ratu kecantikan yang diprotes keras ?
72 bidadari yang tetap perawan. Bagaimana mungkin dipakai bergantian tetap 
perawan, ya ? Jangan2 boneka seks ?

2016-10-09 5:46 GMT+02:00 'Sunny' [email protected]<mailto:[email protected]> 
[GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>:

[https://wikiislam.net/wiki/images/9/9b/72-houris.jpg]<wlmailhtml:%7b2EFCDF5F-8D5E-4676-B9B9-14F6475341F2%7dmid://00000590/>
An artist impression of the 72 virgins. The Qur'an, hadith and Islamic scholars 
all mention that virgins will be awarded to Muslim men in Paradise.

From: mailto:[email protected]
Sent: Sunday, October 9, 2016 12:10 AM
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok


Bung Marco,
Bung sama seperti saya, tidak tahu Bahasa Arab. Untuk mengetahui isi Al-Qur'an 
mesti baca yang terjemahan dari Depag.Namun selama membaca itu saya tidak 
temukan kalimat yang mengatakan bahwa kalau masuk sorga dapat 72 bidadari 
cantik. Dalam surat apa dan ayat berapa tentang 72 bidadari itu? Sebab setahu 
saya (karena membaca) waktu sebelum banjir Nuh, sebagian maklaekat di sorga 
melihat kebumi dan mendapati gadis-gadis dibumi cantik-cantik, lalu malekat itu 
turun kebumi dan memperistri perempuan-perempuan manusia itu, dan melahirkan 
anak-anak yang disebut Nephilim yang kuat perkasa dan berbuat segala kejahatan 
dibumi. Inilah sebabnya Tuhan membuat banjir besar karena bumi sudah dipenuhi 
dengan segala macam kejahatan........... itu yang saya pernah baca dalam 
alkitab.......Apakah hal itu ada tertulis juga di AlQuran?


------ Original Message ------
From: "Marco 45665 [email protected]<mailto:[email protected]> 
[GELORA45]" <[email protected]<mailto:[email protected]>>
To: "GELORA_In" <[email protected]<mailto:[email protected]>>; 
"Sunny" <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Cc: "Chan CT" <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Sent: Sunday, 9 Oct, 2016 At 7:40 AM
Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok





Saya tidak bisa berbahasa Arab ....tetapi jika saya membaca Ayat2 QORAN  YANG 
DITERJEMAHKAN DALAM BAHSA INDONESIA  dan mencoba menyesuluri Kliamat per 
Kalimat  dan mencoba mengunyah  dan menr=yerat ARTI DAN ATAU MAKSUD  AYAT2 tsb 
( yang sudah diterjemakan dalam Sususan bahas Indoneisa ynag serba Kaku dan 
diterjemahkan kata per  kata
(Tidak Pemegrtia Filofois dibelakng Kalmat2 atau ayat2mya ..... ) maka terus 
saya dapat kesimpulna yang satu : SANGAT CONFUSING DAN TIDAK MEYAKINKAN ISINYA 
dan apabila diterpakan pada SISTUASI DAN SIKON KEHIDU[AN MANUSIA didunia dewasa 
kini ....... saya mendapat kesan yang
RASANYA SULIT untuk BISA DIJADIKAN suatu Yang bisa PAS BERLAKU DIMASA KINI......

2016-10-08 13:45 GMT+02:00 'Sunny' [email protected]<mailto:[email protected]> 
[GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>:






Boleh memilih kafir berarti melanggar  wahyu Allah. Pelanggaran ini adalah  
kecelakaan besar yang berakibat tidak  bisa masuk surga untuk duduk besantai  
dan berinteraksi dengan  malakeat-malaekat cantik nan sexy di taman firdaus 
yang indah penuh kelimpahan  abadi. hahahahahaha Amin!

From: mailto:[email protected]
Sent: Saturday, October 8, 2016 11:47 AM
To: GELORA_In<mailto:[email protected]>
Subject: Fw: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih  Ahok




From: Yoseph T 
Taher<wlmailhtml:%7b2EFCDF5F-8D5E-4676-B9B9-14F6475341F2%7dmid://00000590/>
Sent: Saturday, October 8, 2016 2:53 PM


Dari Dokumen Simpanan:  YTTaher:


Inilah Penjelasan Bahwa Sesungguhnya Muslim
Boleh Pilih  Ahok
Senin,
14 Maret  
2016<wlmailhtml:%7b2EFCDF5F-8D5E-4676-B9B9-14F6475341F2%7dmid://00000590/> 
berita<wlmailhtml:%7b2EFCDF5F-8D5E-4676-B9B9-14F6475341F2%7dmid://00000590/>,
islami<wlmailhtml:%7b2EFCDF5F-8D5E-4676-B9B9-14F6475341F2%7dmid://00000590/>

Artikel ini Dikutip  dari tulisan Adrianto  Idea

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil  orang-orang Yahudi dan 
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka  adalah pemimpin bagi 
sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi  
pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya  
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” ( Al Quran surah 
Al  Maidah 51)

Ayat di atas sedang menjadi populer sekarang. Ayat itu selalu  populer ketika 
menjelang pemilu. Dalam hal pilkada DKI yang salah satu calon  kuatnya adalah 
Nasrani, ayat ini menjadi semakin kuat lagi  bergema.

Akan tetapi apakah ayat ini mengenai pemilu? Apakah ini  ayat mengenai 
pemilihan gubernur? Menurut saya bukan.

Sejarah Islam tidak pernah mengenal adanya pemilu atau  pemilihan umum. Juga 
tidak pernah ada pemilihan gubernur atau kepala daerah.  Satu-satunya pemilihan 
yang pernah terjadi adalah pemilihan khalifah. Itu pun  hanya 5 kali, dan hanya 
melibatkan sekelompok orang yang tinggal di Madinah.  Gubernur khususnya adalah 
pejabat yang ditunjuk oleh khalifah. Tak pernah  dipilih.

Jadi sebenarnya ayat ini tentang apa? Wali atau awliya itu  soal pemimpin 
wilayah atau daerahkah? Bukan. Bagaimana mungkin ada ayat yang  mengatur 
tentang pemilihan pemimpin, padahal pemilihan itu tidak pernah  terjadi?

Jadi, apakah yang dimaksud? Apa makna wali atau awliya?  Wali artinya pelindung,
atau sekutu. Ketika Nabi ditekan di Mekah, beliau  menyuruh kaum muslimin hijrah
ke Habasyah (Ethopia).

Rajanya yang seorang Nasrani, menerima orang-orang yang  hijrah itu, melindungi 
mereka dari kejaran Quraisy Mekah. Inilah yang disebut  wali, orang yang 
melindungi. Kejadian ini direkam dalam surat Al-Maidah juga,  ayat 82 yang 
Artinya:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling  keras permusuhannya terhadap 
orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi  dan orang-orang musyrik. Dan 
sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat  persahabatannya dengan orang-orang 
yang beriman ialah orang-orang yang berkata:  “Sesungguhnya kami ini orang 
Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di  antara mereka itu 
(orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan  rahib-rahib, (juga) karena 
sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. (5:  82)

Berdasarkan berbagai riwayat sejarah, pada tahun ke 5  pengangkatan Nabi 
Muhammad Saw, sekelompok kaum Muslimin melakukan hijrah dari  Mekah ke Habasyah 
untuk menyelamatkan akidah dan jiwa mereka dari siksaan kaum  Musyrikin.

Najasyi, Raja Habasyah saat itu adalah pemeluk Kristen yang  taat. Karena itu 
raja menyambut kedatangan kaum Muslimin tersebut dengan hangat  dan tidak 
bersedia menyerahkan mereka kepada wakil orang-orang Musyrik  Mekah.

Selain itu, ketika melihat Raja Najasyi menangis saat  mendengarkan ayat-ayat 
suci al-Quran yang dibacakan oleh Jakfar bin Abi Thalib  as selaku ketua 
rombongan, para pendeta akhirnya juga ikut mendukung dan  melindungi umat Islam.

Adapun ayat 51 yang melarang orang menjadikan Yahudi dan  Nasrani sebagai 
pelindung itu adalah soal persekutuan dalam perang. Tidak ada  sama sekali 
kaitannya dengan pemilihan pemimpin. Ini sudah pernah saya bahas,  dan juga 
dibahas banyak orang.

Pagi ini, bangun tidur saya menyaksikan berita pilu.  Orang-orang Arab dari 
Syiria dan Irak masih terus mengungsi. Ke mana kah mereka  mengungsi? Ke Eropa. 
Siapa orang-orang Eropa itu? Muslimkah mereka? Sebagian  besar tidak.

Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, adalah  Nasrani, atau atheis 
(musyrik). Tapi kini mereka menjadi pelindung bagi  orang-orang muslim, persis 
seperti ketika kaum muslim hijrah ke  Habasyah.

Jadi, cobalah orang-orang yang rajin melafalkan ayat  Al-Maidah 51 itu 
berkhotbah kepada para pengungsi itu. Katakan kepada mereka  bahwa meminta 
perlindungan kepada Nasrani, menjadikan mereka wali atau awliya  itu haram 
hukumnya. Bisakah?

Ironisnya, dari siapa mereka lari? Apakah dari kaum kafir?  Bukan.

Mereka justru lari karena ditindas oleh pemimpin-pemimpin  mereka sendiri, kaum 
muslim. Kaum muslim yang berebut kekuasaan. Utamanya Sunni  melawan Syiah.

Tahukah Anda bahwa bibit konflik Sunni-Syiah itu sudah  terbentuk sejak Rasul 
wafat? Ketika orang-orang mulai kasak-kusuk untuk mencari  siapa yang akan jadi 
khalifah, padahal jenazah Rasul belum lagi diurus.  Permusuhan itu abadi, 
mengalirkan darah jutaan kaum muslimin sepanjang sejarah  ribuan tahun, kekal 
hingga kini.

Tidakkah kita sebagai kaum muslim malu ketika  saudara-saudara kita dizalimi 
oleh saudara kita yang lain, mereka meminta  perlindungan kepada kaum Nasrani 
dan kafir?

Tapi pada saat yang sama mulut kita fasih mengucap  ayat-ayat yang memusuhi 
orang-orang Nasrani, memelihara permusuhan kepada  mereka.

Ingatlah, musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan  Nasrani, melainkan rasa 
permusuhan itu sendiri.

Rasa permusuhan itulah yang telah mengalirkan banyak darah  kaum muslimin, 
mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. Sesama saudara  pun bisa saling 
berbunuhan kalau ada permusuhan di antara mereka. Kenapa mereka  berbunuhan? 
Karena Politik & Perebutan kekuasaan.

Itulah yang sedang dilakukan banyak orang dengan Al-Maidah  ayat 51. Berebut 
kekuasaan politik dengan mengobarkan  permusuhan.

Mereka sedang mengabadikan kebodohan yang sudah berlangsung  15 abad.

Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? Saya tidak.  Karena saya tidak mau 
menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syiria itu.   # sudutpandanglain

























Kirim email ke