Tarik perut dan urut perut dibolehkan. 
https://www.youtube.com/watch?annotation_id=annotation_1035457171&feature=iv&index=10&list=PLkDKFASlNZialJ6MCR5qkqxj7HF_RBD0I&src_vid=Yd0q08-cpJU&v=qG4BfoO0AS8

Ini Polynesa tari perut : 
57171&feature=iv&index=10&list=PLkDKFASlNZialJ6MCR5qkqxj7HF_RBD0I&src_vid=Yd0q08-cpJU&v=qG4BfoO0AS8


From: mailto:[email protected] 
Sent: Monday, October 10, 2016 4:29 PM
To: Edy Loekmono ; Gelora45 
Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok

  


Dalam islam, aurat bagi wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali kedua telapak 
tangan dan muka, sedangkan untuk pria adalah antara pusar hingga lutut, artinya 
pusar dan lutut sendiri bukanlah aurat.
Jadi tari perut tidak boleh ?

2016-10-10 16:16 GMT+02:00 Edy Loekmono <[email protected]>:

  Yang dimaksud mungkin "aurat" bukan urat. dua kata ini beda jauh artinya. 
aurat artinya kemaluan. Sedangkan urat adalah otot. trima kasih.



  On Sunday, October 9, 2016 3:22 PM, "'Sunny' [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:




    
  Dalam tenda urat tidak perlu ditutup, kata konsultan langitan. hahahaha

  From: kh djie 
  Sent: Sunday, October 9, 2016 6:40 AM
  To: Sunny 
  Cc: Gelora45 
  Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok

  Jadi kalau dalam tenda, boleh lain.......?

  2016-10-09 6:29 GMT+02:00 Sunny <[email protected]>:

    Sangat praktis, kalau tutup aurat itu di padang pasir suatu hal yang musti, 
karena banyak debu dan air sangat terbatas untuk membersihkan, jadi harus hemat 
pemakaian air, maka oleh sebab itu dari pada report-repot dibilang perintah 
dari Atas.

    Kapan-kapan kalau ada yang punya kesempatan berada di wilayah yang ada 
gurun pasir akan sendiri bisa mengalami debu dan pasir melekat di badan, 
rambut, masuk kuping,dan hidung bila angin bertiup. 



    From: mailto:[email protected] 
    Sent: Sunday, October 9, 2016 6:09 AM
    To: Gelora45 
    Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok

      
    Lha, ini kan praktis tidak berpakaian, aurat tidak ditutupi, melebihi 
pemilihan ratu kecantikan yang diprotes keras ?
    72 bidadari yang tetap perawan. Bagaimana mungkin dipakai bergantian tetap 
perawan, ya ? Jangan2 boneka seks ?

    2016-10-09 5:46 GMT+02:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

        
       
      An artist impression of the 72 virgins. The Qur'an, hadith and Islamic 
scholars all mention that virgins will be awarded to Muslim men in Paradise. 

      From: mailto:[email protected] 
      Sent: Sunday, October 9, 2016 12:10 AM
      To: [email protected] 
      Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok

        
      Bung Marco, 
      Bung sama seperti saya, tidak tahu Bahasa Arab. Untuk mengetahui isi 
Al-Qur'an mesti baca yang terjemahan dari Depag.Namun selama membaca itu saya 
tidak temukan kalimat yang mengatakan bahwa kalau masuk sorga dapat 72 bidadari 
cantik. Dalam surat apa dan ayat berapa tentang 72 bidadari itu? Sebab setahu 
saya (karena membaca) waktu sebelum banjir Nuh, sebagian maklaekat di sorga 
melihat kebumi dan mendapati gadis-gadis dibumi cantik-cantik, lalu malekat itu 
turun kebumi dan memperistri perempuan-perempuan manusia itu, dan melahirkan 
anak-anak yang disebut Nephilim yang kuat perkasa dan berbuat segala kejahatan 
dibumi. Inilah sebabnya Tuhan membuat banjir besar karena bumi sudah dipenuhi 
dengan segala macam kejahatan........... itu yang saya pernah baca dalam 
alkitab.......Apakah hal itu ada tertulis juga di AlQuran? 




        ------ Original Message ------
        From: "Marco 45665 [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]>
        To: "GELORA_In" <[email protected]>; "Sunny" <[email protected]>
        Cc: "Chan CT" <[email protected]>
        Sent: Sunday, 9 Oct, 2016 At 7:40 AM
        Subject: Re: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih Ahok

            
          
              
                            
        Saya tidak bisa berbahasa Arab ....tetapi jika saya membaca Ayat2 QORAN 
 YANG DITERJEMAHKAN DALAM BAHSA INDONESIA  dan mencoba menyesuluri Kliamat per 
Kalimat  dan mencoba mengunyah  dan menr=yerat ARTI DAN ATAU MAKSUD  AYAT2 tsb 
( yang sudah diterjemakan dalam Sususan bahas Indoneisa ynag serba Kaku dan 
diterjemahkan kata per  kata 
        (Tidak Pemegrtia Filofois dibelakng Kalmat2 atau ayat2mya ..... ) maka 
terus saya dapat kesimpulna yang satu : SANGAT CONFUSING DAN TIDAK MEYAKINKAN 
ISINYA dan apabila diterpakan pada SISTUASI DAN SIKON KEHIDU[AN MANUSIA didunia 
dewasa kini ....... saya mendapat kesan yang 
        RASANYA SULIT untuk BISA DIJADIKAN suatu Yang bisa PAS BERLAKU DIMASA 
KINI......

        2016-10-08 13:45 GMT+02:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

                        
              
            
                
                              

          Boleh memilih kafir berarti melanggar  wahyu Allah. Pelanggaran ini 
adalah  kecelakaan besar yang berakibat tidak  bisa masuk surga untuk duduk 
besantai  dan berinteraksi dengan  malakeat-malaekat cantik nan sexy di taman 
firdaus yang indah penuh kelimpahan  abadi. hahahahahaha Amin!

          From: mailto:[email protected]  
          Sent: Saturday, October 8, 2016 11:47 AM
          To: GELORA_In 
          Subject: Fw: [GELORA45] Sesungguhnya Muslim Boleh Pilih  Ahok

              


          From: Yoseph T Taher 
          Sent: Saturday, October 8, 2016 2:53 PM


          Dari Dokumen Simpanan:  YTTaher:




          Inilah Penjelasan Bahwa Sesungguhnya Muslim
          Boleh Pilih  Ahok
          Senin,
          14 Maret  2016 berita,
          islami  

          Artikel ini Dikutip  dari tulisan Adrianto  Idea 

          “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil  orang-orang 
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka  adalah 
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka 
menjadi  pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. 
Sesungguhnya  Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” ( Al 
Quran surah Al  Maidah 51)

          Ayat di atas sedang menjadi populer sekarang. Ayat itu selalu  
populer ketika menjelang pemilu. Dalam hal pilkada DKI yang salah satu calon  
kuatnya adalah Nasrani, ayat ini menjadi semakin kuat lagi  bergema.

          Akan tetapi apakah ayat ini mengenai pemilu? Apakah ini  ayat 
mengenai pemilihan gubernur? Menurut saya bukan.

          Sejarah Islam tidak pernah mengenal adanya pemilu atau  pemilihan 
umum. Juga tidak pernah ada pemilihan gubernur atau kepala daerah.  
Satu-satunya pemilihan yang pernah terjadi adalah pemilihan khalifah. Itu pun  
hanya 5 kali, dan hanya melibatkan sekelompok orang yang tinggal di Madinah.  
Gubernur khususnya adalah pejabat yang ditunjuk oleh khalifah. Tak pernah  
dipilih.

          Jadi sebenarnya ayat ini tentang apa? Wali atau awliya itu  soal 
pemimpin wilayah atau daerahkah? Bukan. Bagaimana mungkin ada ayat yang  
mengatur tentang pemilihan pemimpin, padahal pemilihan itu tidak pernah  
terjadi?

          Jadi, apakah yang dimaksud? Apa makna wali atau awliya?  Wali artinya 
pelindung,
          atau sekutu. Ketika Nabi ditekan di Mekah, beliau  menyuruh kaum 
muslimin hijrah
          ke Habasyah (Ethopia).

          Rajanya yang seorang Nasrani, menerima orang-orang yang  hijrah itu, 
melindungi mereka dari kejaran Quraisy Mekah. Inilah yang disebut  wali, orang 
yang melindungi. Kejadian ini direkam dalam surat Al-Maidah juga,  ayat 82 yang 
Artinya:

          Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling  keras permusuhannya 
terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi  dan orang-orang 
musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat  persahabatannya dengan 
orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:  “Sesungguhnya kami 
ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di  antara mereka itu 
(orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan  rahib-rahib, (juga) karena 
sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. (5:  82)

          Berdasarkan berbagai riwayat sejarah, pada tahun ke 5  pengangkatan 
Nabi Muhammad Saw, sekelompok kaum Muslimin melakukan hijrah dari  Mekah ke 
Habasyah untuk menyelamatkan akidah dan jiwa mereka dari siksaan kaum  
Musyrikin.

          Najasyi, Raja Habasyah saat itu adalah pemeluk Kristen yang  taat. 
Karena itu raja menyambut kedatangan kaum Muslimin tersebut dengan hangat  dan 
tidak bersedia menyerahkan mereka kepada wakil orang-orang Musyrik  Mekah.

          Selain itu, ketika melihat Raja Najasyi menangis saat  mendengarkan 
ayat-ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh Jakfar bin Abi Thalib  as selaku 
ketua rombongan, para pendeta akhirnya juga ikut mendukung dan  melindungi umat 
Islam.

          Adapun ayat 51 yang melarang orang menjadikan Yahudi dan  Nasrani 
sebagai pelindung itu adalah soal persekutuan dalam perang. Tidak ada  sama 
sekali kaitannya dengan pemilihan pemimpin. Ini sudah pernah saya bahas,  dan 
juga dibahas banyak orang.

          Pagi ini, bangun tidur saya menyaksikan berita pilu.  Orang-orang 
Arab dari Syiria dan Irak masih terus mengungsi. Ke mana kah mereka  mengungsi? 
Ke Eropa. Siapa orang-orang Eropa itu? Muslimkah mereka? Sebagian  besar tidak.

          Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, adalah  Nasrani, atau 
atheis (musyrik). Tapi kini mereka menjadi pelindung bagi  orang-orang muslim, 
persis seperti ketika kaum muslim hijrah ke  Habasyah.

          Jadi, cobalah orang-orang yang rajin melafalkan ayat  Al-Maidah 51 
itu berkhotbah kepada para pengungsi itu. Katakan kepada mereka  bahwa meminta 
perlindungan kepada Nasrani, menjadikan mereka wali atau awliya  itu haram 
hukumnya. Bisakah?

          Ironisnya, dari siapa mereka lari? Apakah dari kaum kafir?  Bukan.

          Mereka justru lari karena ditindas oleh pemimpin-pemimpin  mereka 
sendiri, kaum muslim. Kaum muslim yang berebut kekuasaan. Utamanya Sunni  
melawan Syiah.

          Tahukah Anda bahwa bibit konflik Sunni-Syiah itu sudah  terbentuk 
sejak Rasul wafat? Ketika orang-orang mulai kasak-kusuk untuk mencari  siapa 
yang akan jadi khalifah, padahal jenazah Rasul belum lagi diurus.  Permusuhan 
itu abadi, mengalirkan darah jutaan kaum muslimin sepanjang sejarah  ribuan 
tahun, kekal hingga kini.

          Tidakkah kita sebagai kaum muslim malu ketika  saudara-saudara kita 
dizalimi oleh saudara kita yang lain, mereka meminta  perlindungan kepada kaum 
Nasrani dan kafir?

          Tapi pada saat yang sama mulut kita fasih mengucap  ayat-ayat yang 
memusuhi orang-orang Nasrani, memelihara permusuhan kepada  mereka.

          Ingatlah, musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan  Nasrani, 
melainkan rasa permusuhan itu sendiri.

          Rasa permusuhan itulah yang telah mengalirkan banyak darah  kaum 
muslimin, mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. Sesama saudara  pun 
bisa saling berbunuhan kalau ada permusuhan di antara mereka. Kenapa mereka  
berbunuhan? Karena Politik & Perebutan kekuasaan.

          Itulah yang sedang dilakukan banyak orang dengan Al-Maidah  ayat 51. 
Berebut kekuasaan politik dengan mengobarkan  permusuhan.

          Mereka sedang mengabadikan kebodohan yang sudah berlangsung  15 abad.

          Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? Saya tidak.  Karena saya 
tidak mau menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syiria itu.   # 
sudutpandanglain

















                
                            
                      

              
                                       









Kirim email ke