Ya, seingat saya tahun 2013 itu PD, Golkar, dan PDIP, adalah partai-partai yang menolak melanjutkan pembahasan revisi UU Pilpres sehingga pemilu serentak 2014 pun ditunda. Jadi, PDIP ikut andil dalam penundaan pemilu serentak. Mengenai pilpres 2014, suasana yang terbangun saat itu sangat kental dengan isu anti-Orba. Ke sanalah harapan orang tertumpah. Nah, dalam perjalanan 2 tahun ini, sudahkah presiden terpilih memenuhi harapan tsb?
Kalau hanya dari pemilihan, dengan sistem yang diberlakukan (de jure), ya memang memenuhi. Tetapi de facto, ada ratusan juta Rakyat yang tidak memilih Jokowi. Bahkan dari daftar pemilih saja terhitung sekitar 117-an juta pemilih yang tidak memberikan suaranya untuk Jokowi. Pendapat saya, Jokowi, Prabowo, atau siapapun yang ikut pemilihandengan sistem yang diberlakukan sekarang tidak akan pernah memenuhi harapan Rakyat, mayoritas Rakyat. --- jonathangoeij@... wrote: Paragraph pertama itu sukar dibilang karena yg berkuasa waktu itu pemerintahan SBY, mungkin beliau hendak melempar bola panas kepemerintahan berikutnya saja. Kualifikasi dalam hal terpilih jelas memenuhi, tetapi apakah memerintah sesuai yg diharapkan itu tergantung siapa yg mengharap. Pilpres 2014 lalu dgn capres hanya Prabowo vs. Jokowi menimbulkan faktor asal bukan Prabowo yg besar. Seandainya yg maju waktu itu tokoh lain yg tidak terlibat pelanggaran HAM berat itu mungkin lain lagi hasilnya. --- ajegilelu@... wrote : Ya, itu yang sedang diupayakan, pemilu serentak. Dan masih terus dikaji kemungkinan menyerentakkan pileg-pilpres dan pilkada, walau menurut saya pilpres-pilkada serentak agak sulit. Pemilu (pileg-pilpres) serentak mestinya sudah berjalan pada 2014. Kenapa ditunda, konon biar sejarah mencatat pemilu serentak itu produk Jokowi, hehe... Terlepas soal keserentakan pemilu, dari perjalanan 2 tahun ini bagaimana menurut Anda, apakah pemenang pilpres 2014 sudah memenuhi kualifikasi sebagai presiden? --- jonathangoeij@... wrote: Ngomong apa adanya hakekatnya memang begitu tidak bisa dicegah, seorang gubernur yg masih menjabat memang sedang naik daun. Anggap saja gubernur itu memenuhi masa pemerintahannya penuh, itu artinya setelah 2-3 th tidak menjabat baru bisa maju jadi capres sedang umumnya masyarakat itu pelupa dus setelah sekian lama ya artinya peluangnya jadi kandas. Maksud saya disini jadwal pilpres dan pilgub yg berbeda inilah yg mengakibatkan batu loncatan itu, seandainya sama tentu tidak akan terjadi. Sedang seorang kepala daerah harus mundur dulu kalau nyalon didaerah lain itu peraturan absurd yg hanya menguntungkan incumbent yg maju kembali, seperti yg baru saja terjadi kita bisa lihat yg punya peluang bersaing ketat dgn Ahok ya Risma itu tapi khan jelas tidak mau melepas burung ditangan atas kemauan sendiri terkecuali atas perintah Megawati itu lain ceritanya karena akan dipersiapkan jalan mundurnya kalau kalah. Contoh paling gres di US ya President Obama yg jadi senator belum genap sudah ditinggal. On Sunday, October 2, 2016 12:03 AM, ajeg wrote: Maksud saya, kegubernuran Ahok sekarang bukanlah karena orang memilih dia menjadi gubernur, melainkan akibat darilowongnya posisi gubernur. Umumnya, petahana memang punyapeluang lebih besar untuk bertahan. Akibat dari lompatnya Walikota Solo menjadi Gubernur DKIlantas Gubernur DKI itu lompat menjadi presiden adalah timbulnyapemahaman seolah DKI-1 hanya sebagai batu loncatan untukmenjadi RI-1. Sistem kutu loncat, menjabat setengah-setengah begini, apa jugamenjadi trend di AS? --- jonathangoeij@... wrote: Saya kira seorang incumbent gubernur mempunyai peluang yg cukup besar jadi presiden, dgn jadwal yg seperti sekarang pilpres dan pilgub waktunya berbeda dimasa yad akan makin banyak gubernur yg setengah jalan karena terpilih jadi presiden. Keadaan seperti ini bukan hanya di Indonesia tetapi juga di US, saya kasih contoh George W. Bush terpilih kembali jadi Gubernur Texas th 1998, baru menjabat ditengah jalan sudah berhenti karena terpilih jadi presiden th 2000. --- ajegilelu@... wrote : Bagaimanapun, jabatan Gubernur Jokowi harusnyabaru berakhir pada 2017. Kegubernuran Ahok hanyalah akibat dari sistem yng diberlalukan. Selain penggusuran, "program Ahok" lainnya (termasukSumber Waras dan reklamasi pulau 'G') juga dibeking penuholeh Jokowi. Demi melayani masyarakat? Tidak. Ada aromapolitik sandera yang cukup nyaring di sini. --- jonathangoeij@... wrote: kelihatannya gusur dan rusun itu warisan Jokowi yg diteruskan Ahok. --- ajegilelu@... wrote : Seperti inikah? [ 'yang minta ganti rugi itu komunis' ] [ Kalau ngotot itu ideologi komunis ] [ sudah miskin kok belagu ] [ tidak bisa menggratiskan ] dsb.
