Bung Nesare tidak bisa membedakan  agama dengan isme?

Am Wed, 12 Oct 2016
08:48:03 -0400 schrieb "nesa...@yahoo.com [GELORA45]"
<GELORA45@yahoogroups.com>:

> Setuju! Memang itulah perbedaan satu2nya antara chan dan Tatiana:
> ideologi yang berbeda.
> 
>  
> 
> Persoalan burjuosi vs proletar itu jelas perbedaannya dalam teori.
> Tetapi ketika kita lihat dari praktek didunia riil sekarang ini, baik
> borjuosi maupun proletar sudah sama2 menjalani kehidupan kapitalisme.
> Baik borjuosi maupun proletar bisa bersikap anti rakyat ketika menang
> dan berkuasa. Kedua belah pihak bisa bertindak menurut kehendaknya
> masing2 tanpa memikirkan doktrin burjuosi maupun proletar.
> 
>  
> 
> Begitu juga agama. Para agamais selalu mengatakan agama adalah nomor
> 1. Begitu juga kalangan non agamais mengatakan agama tidak ada dan
> tidak penting. Tetapi kedua2nya menerapkan hal yang tidak berkaitan
> dengan ajaran agama dan atau apapun yang mereka yakini dan atau tidak
> mereka yakini. Kedua pelaku ini bisa bersikap menurut kehendaknya
> masing2 tanpa memikirkan dogma agama atau non agama.
> 
>  
> 
> Salam
> 
> Nesare
> 
>  
> 
> From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
> Sent: Wednesday, October 12, 2016 7:36 AM
> To: Hsin Hui Lin ehh...@gmail.com [GELORA45]
> <GELORA45@yahoogroups.com>; nasional-l...@yahoogroups.com; GELORA_In
> <GELORA45@yahoogroups.com> Cc: hk. Chan Chung Tak
> <sa...@netvigator.com>; Tatiana Lukman <jetaimemuc...@yahoo.com>
> Subject: Re: [GELORA45] Fwd: Re: Siauw Giok Tjhan, PKI dan
> Sosialismese
> 
>  
> 
>   
> 
> Kalau saya melihat diskusi ini makin mendalam dan jelas meninjau dan
> membuktikan secara transparan perbedaannya, baik sikap hidup maupun
> pandangan filosofinya. Maksud saya; burjuasi bersikukuh memperjuangkan
> pandangan penghisapan klasnya, kaum proletar berjuang memenangkan
> pandangan filsafat pembebasan klas poletar dan klas tertindas lainnya
> dari filsafat penghisapan manusia atas manusia dari klas borjuasi.
> Perjuangan yang dimulai sejak Komune Paris akan terus berlangsung
> dalam jangka waktu yang sangat panjang sampai suatu masyarakat
> manusia tanpa perbedaan klas tercapai. 
> 
> Am Tue, 11
> Oct 2016 19:32:37 +0530 schrieb "Hsin Hui Lin ehh...@gmail.com
> <mailto:ehh...@gmail.com> [GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com
> <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> >:
> 
> > Bg Chan,
> > Saya ndak akan ikut berdebat antara anda dan TL, sudah ber_tele2.
> > Yang jelas tugas seorang seorang pimpinan yg baik dan tepat yalah:
> > disamping menjamin keutuhan dan keselamatan negara dan rakyatnya dan
> > meningkatkan taraf hidup rakyat, pimpinan Tkk telah berhasil dari
> > chairman Mao dan seangkatanny yg berjuang bahu membahu
> > mempertahankan keutuhan Tkk sebagai negara,,pembebasan rakyat Tkk
> > dan pimpinan selanjutnya dimulai dgn Deng hingga kini telah
> > berhasil Tkk modern dgn kekuatan bersenjatanya,ekonomi dan
> > meningkatakan taraf kehidupan rakyat. Tkk dibawah Xi dan teamnya
> > malah menyebarkan konsep itu dgn One Road One Belt Program agar ke
> > majuan ekonomi, kesejahteraan rakyat banyak negera2 didunia maju
> > lebih lanjut dan terjaminnya kedaulatan masing negara atas dasar
> > saling dihormati, setara dan saling membantu dan maju bersama untuk
> > meningkatkan kesejahteraan rakyat bebas dari kekuasaan hegomoni
> > negara manapun. Pada mummy2 hidup yg ngotot pd ideologinya yg
> > membeku itu dan menjadikan buku2 klasik ttg teori ML sebagai bantal
> > dan guling tanpa hendak mengakui bahwa teori apapun, pure science
> > atau teori sosial, bukanlah bahan mati, mummuy, tetapi berkembang
> > terus. Marilah kita nyanyikan lagu tua yg sudah dilupakan: BURUNG
> > KAKAK TUA MENCLOK DIJENDELA. NENEK SUDAH TUA, GIGINYA TINGGAL
> > DUA .....tapi masih bisa ngotot menggigit...percuma aja.....hahaha!
> > Lin ---------- Forwarded message ---------- From: "Chan CT"
> > <sa...@netvigator.com <mailto:sa...@netvigator.com> > Date: Oct 11,
> > 2016 12:26 PM Subject: Re: Siauw Giok Tjhan, PKI dan Sosialisme
> > To: "Tatiana Lukman" <jetaimemuc...@yahoo.com
> > <mailto:jetaimemuc...@yahoo.com> >, "Lusi D." <lus...@rantar.de
> > <mailto:lus...@rantar.de> > Cc: "Yahoogroups"
> > <temu_er...@yahoogroups.com <mailto:temu_er...@yahoogroups.com> >,
> > "DISKUSI FORUM HLD" < diskusifo...@googlegroups.com
> > <mailto:diskusifo...@googlegroups.com> >, "Roeslan"
> > <roesla...@googlemail.com <mailto:roesla...@googlemail.com> >,
> > "Daeng" <menakjin...@t-online.de <mailto:menakjin...@t-online.de>
> > >, "Gol" <gogo...@gmail.com <mailto:gogo...@gmail.com> >, "Mitri" <
> > >scorpio200...@yahoo.de <mailto:scorpio200...@yahoo.de> >, "Rachmat
> > >Hadi-Soetjipto" <nc-hadis...@netcologne.de
> > ><mailto:nc-hadis...@netcologne.de> >, "Harry Singgih"
> > ><harrysing...@gmail.com <mailto:harrysing...@gmail.com> >,
> > >"Jonathan Goeij" < jonathango...@yahoo.com
> > ><mailto:jonathango...@yahoo.com> >, "Ronggo A."
> > ><ronggo...@gmail.com <mailto:ronggo...@gmail.com> >, "Lingkar
> > >Sitompul" <lingkarsitom...@gmail.com
> > ><mailto:lingkarsitom...@gmail.com> >, "Ajeg" <ajegil...@yahoo.com
> > ><mailto:ajegil...@yahoo.com> >,
> > "Mang Broto" <alimoe...@hotmail.com <mailto:alimoe...@hotmail.com>
> > >, "Marsiswo Dirgantoro" <mdirgant...@yahoo.com
> > ><mailto:mdirgant...@yahoo.com> >, "Hsin Hui Lin" <ehh...@gmail.com
> > ><mailto:ehh...@gmail.com> >, "Kristian
> > Ginting" < kristiangintin...@gmail.com
> > <mailto:kristiangintin...@gmail.com> >, "GELORA_In"
> > <gelora45@yahoogroups.com <mailto:gelora45@yahoogroups.com> >,
> > "Billy Gunadi" <billyguna...@rogers.com
> > <mailto:billyguna...@rogers.com> >, "Bilven-Ultimus" <
> > sandalista1...@yahoo.com <mailto:sandalista1...@yahoo.com> >, "Boni
> > Triyana" <bonnie.triy...@gmail.com
> > <mailto:bonnie.triy...@gmail.com> >, "Wuting301"
> > <wuting...@sina.com <mailto:wuting...@sina.com> >,
> > <nasional-l...@yahoogroups.com
> > <mailto:nasional-l...@yahoogroups.com> >
> > 
> > Weleeeh, benar-benar saya sedang berhadapan dengan seorang nenek
> > kutu buku, segala sesuatu harus dicocok-cocokan dengan rumusan yang
> > ada dalam buku. Dan celakanya, tidak berani menggunakan otak sendiri
> > untuk berpikir, dan berani melihat kenyataan perkembangan jaman yang
> > sudah jauh berkembang dan berubah dibanding dengan hampir 100 tahun
> > yl, dijaman Lenin mengobarkan Revolusi Oktober!
> > 
> > Saya tidak tahu sampai dimana kebenaran data, perkembangan ekonomi
> > yang ditampilkan dari ahli-ahli Tiongkok yang sekarang menetap
> > diluar negeri itu, tapi yang pasti, TIDAK ada data resmi yang
> > dikeluarkan pemerintah RRT jaman Mao yang begitu ketat
> > merahasiakan, bahkan dijaman sekarang setelah Deng yang sedikit
> > terbuka, juga banyak ahli ekonomi jadi masih kebingungan, sulit
> > menganalisa perkeembangan ekonomi Tiongkok dari data-data yang
> > dibocorkan keluar itu. Karena tidak sesuai dengan kenyataan
> > sebenarnya! Itulah salah satu sebab banyak ahli-ahli ekonom-barat
> > meleset bahkan selalu SALAH dalam memprediksi perkembangan ekonomi
> > Tiongkok sekarang ini. Sudah berulang kali mereka berteriak
> > gelembung balon sabun segera meledak dan ekonomi Tiongkok tiba
> > saatnya PASTI Collaps, pasti akan bankrut, buyar berantakan, ...!
> > Tapi, ... kenyataan TIDAK juga terjadi! Sekalipun dalam belasan
> > tahun ini GDB menurun sampai hanya sekitar 6% lebih, tetap
> > merupakan SATU negara yang berkemampuan tinggi malang-melintang
> > didunia, bahkan banyak negara-negara maju di Eropah dan Amerika
> > harus merunduk mempererat kerjasama nya dengan RRT, untuk
> > menyelamatkan ekonomi dari krisis yang dihadapi!
> > 
> > Namun demikian, sayapun TIDAK menyangkal KEBERHASILAN RRT dimasa Mao
> > dalam membangun dasar ekonomi Tiongkok, dalam usahanya
> > menegembangkan industri, khususnya industri baja dan minyak yg
> > ketika itu merupakan dasar hitungan kekuatan satu negara, dan
> > tentunya juga industri PERTAHANAN! Dari keberhasilan RRT meledakkan
> > bom-atom, bom-nuklir, ... sampai peluncuran satelite pertama
> > ditahun 1971, dengan mengumandangkan lagu “Dong Fang Hong” (= Merah
> > Diufuk Timur) diangkasa raya! Karena memang disinilah titik berat
> > tugas pembangunan diletakkan oleh Mao! Lebih dahulu harus
> > menghadapi blokade sejagad AS dan juga ditariknya “bantuan” Sovyet,
> > dengan semangat BERDIKARI harus membangun Tiongkok! Keteguhan Mao
> > menjalankan politik BERDIKARI melawan imperialisme AS inilah yang
> > BERHASIL membawa 700 juta rakyat Tiongkok mencapai kemenangan
> > menjebol politik blokade sejagadnya AS itu! BETUL-BETUL harus
> > diakui, TANPA MAO tidak ada Tiongkok BARU sekarang ini! Sekalipun
> > dalam kenyataan juga terjadi KESALAHAN-KESALAHAN yang mengakibatkan
> > banyak korban jatuh, bahkan rakyat banyak harus hidup dalam
> > penderitaan dan kemiskinan, ... bahkan ada yang mati kelaparan!
> > 
> > Jadi, pada saat kita hendak menilai kekurangan dan kesalahan Mao
> > yang terjadi, jangan kebablasan menjadi menghujat dan menegasi JASA
> > dan KEBERHASILAN Mao dalam membawa Tiongkok MERDEKA dan maju! Harus
> > ingat, tanpa keberhasilan Mao membangun dasar ekonomi yang baik,
> > tidak mungkin Deng bisa melancarkan politik terbuka, “Reformasi dan
> > Keterbukaan” nya dengan perkembangan ekonomi yang begitu dahsyatnya!
> > Yang terjadi ya seperti di Indonesia sekarang inilah, akibat politik
> > “bapak Pembangunan” Soeharto yang HANYA menggadaikan kekayaan
> > bumi-alam Nusantara pada AS-Jepang, dengan tidak mengutamakan
> > pembangunan dasar-ekonomi dan membiarkan rakyat banyak tetap hidup
> > dalam kemiskinan, pemerintah berikut tentu sulit untuk menarik
> > keluar ekonomi Indonesia dari keterpurukan! Baru Jokowi sekarang
> > memulai menitik beratkan pembangunan infrasturktur, berusaha
> > melepas jerat cakar AS yang selama ini mencekik RI!
> > 
> > Kembali pada tanpa ada data konkrit, bagaimana kita menilai
> > perkembangan ekonomi Tiongkok dimasa Mao? Coba kita lihat data
> > bocoran yang ada di internet sekarang ini, sampai dimana
> > kebenarannya saya juga tidak tahu, cukup sebagai bahan pertimbangan
> > saja saya tampilkan beberapa tahun saja perkembangan peoduksi
> > PERTANIAN. 1950 naik 23%; 1953 naik 30,3%; 1959 naik 19,5%; 1960
> > naik 5,4%; 1961 turun –31%; 1962 turun –10.1%; 1964 naik 17,6%;
> > 1967 turun –9.6%; 1968 turun –4,2%; 1969 naik 23%; 1971 naik
> > 12,2%, ... bisa diperkirakan begitu semangatnya PETANI berproduksi
> > setelah mendapatkan tanah utk digarap, bisa mencapai kenaikan 23%
> > dan ditahun 1953 bahkan mencapai 30,3%! Tapi begitu berubah keb
> > ijaksanaan membangun Komune Rakyat dengan merampas kembali tanah
> > yang sudah dibagikan itu, ditahun 1959 kenaikan merosot menjadi
> > 19,5% saja. Lalu menjadi turun –31%, tentu saat itu menghadapi
> > bencana-alam berat berturut-turut 3 tahun 1959-1961. Tidak
> > sepenuhnya akibat kemerosotan setelah dibentuk Komune Rakyat! Dan
> > dampaknya, ditahun 1965 saya di Beijing masih bisa terasa,
> > sekalipun tidak langsung menimpa diri saya tentunya. Apa itu?
> > 
> > Karena kesulitan mencukupi kebutuhan sandang-pangan bagi 700 juta
> > rakyat Tiongkok, pemerintah terpaksa keluarkan kupon-beras/terigu,
> > kupon-kain dan kupon-minyak untuk rakyatnya. Jadi, kalau mau makan
> > dikedai disamping kita harus punya duit juga harus keluarkan
> > kupan-beras/trigu sesuai berapa mangkok nasi atau mantou (bakpao
> > tanpa isi) atau bakmie yang kita pesan! Begitu juga kalau kita beli
> > kain untuk bikin baju, harus bisa keluarkan juga kupon yg
> > diperlukan. Ketika itu ditahun-tahun 1965-1967, di ibukota Beijing
> > dimana-mana juga hanya terlihat orang berbaju biru/hitam saja,
> > dengan mudah bisa terlihat orang berbaju tambal-tambalan apalagi
> > yang dinamakan baju kapas dimusim dingin, seringkali sudah sulit
> > menerka mana yang kain-asli lagi, ... begitu penuhnya potongan kain
> > tambal! Ketika itu orang akan sulit menemukan orang Tionghoa
> > berbaju dengan warna lain kecuali orang asing. ITULAH KENYATAAN
> > HIDUP yang yang diakui! Sekalipun anda TIDAK merasakan sendiri,
> > sebagai tamu-asing selalu mendapatkan layanan istimewa dan mewah!
> > Bahkan Cai Shensan, seorang jenderal Kuomintang yg tidak hendak
> > menyingkir ke Taiwan dan melancarkan perang gerilya didaratan
> > Tiongkok, ... ditangkap dan dijebloskan dalam penjara selama 25
> > tahun, setelah dilepas ke HK baru tahu diperlakukan begitu baik dan
> > manusiawinya oleh KOMUNIS! Seorang jenderal Kuomintang yang
> > ANTI-KOMUNIS saja bisa mengakui KENYATAAN, jadi terharu dan
> > BERTERIMAKASIH pada KOMUNIS Tiongkok yang begitu baik memperlakukan
> > tawanannya! Saat kemiskinan melanda, rakyatnya bukan saja sebulan
> > lebih tidak pernah makan daging-hewan, bahkan tidak sedikit yang
> > mati kelaparan, ... tapi jenderal Kuomintang didalam penjara setiap
> > kali makan tetap ada daging, ada ikan! Sedang anda sebaliknya!
> > Haaiiyaaa, .... sungguh sangat ironis!
> > 
> > Masalah Kontradiksi pokok. Sebetulnya pernah saya jawab, sejak
> > 1949, 1 Oktober memproklamasikan kemerdekaan RRT, keluar
> > kontradiksi pokok Tiongkok dan Imperialisme AS TETAP tidak berubah
> > sampai sekarang! Hanya BENTUK perjuangannya saja yang beda sesuai
> > dengan perubahan sikap AS. Kalau dulu RRT menghadapi AS yang
> > melancarkan politik blokade sejagad, berusaha mencekik mati bayi
> > RRT, setelah 1972 Nixon datang ke Beijing berjabatan tangan dengan
> > Mao, lalu mengakui RRT sebagai satau-satunya Tiongkok didunia ini,
> > hubungan diplomatik dilangsungkan, bentuk perjuangan jadi “bersatu
> > dan berjuang”, TIDAK lagi antagonis yang bermusuhan, tapi
> > dilangsungkan secara diplomatis dan meneruskan perjuangan khususnya
> > dibidang ekonomi dan moneter didunia internasional! Sedang kedalam,
> > semula Mao ditahun 1956, memulai melancarkan Revolusi sosialisme,
> > dengan menetapkan kontradiksi pokok buruh-kapitalis, menjadikan
> > kapitalis musuh yang harus dibabat, ... setelah Deng ditahun 1980
> > kembali memperkenankan kapitalis hidup dan berkembang! Kontradiksi
> > pokok bukan lagi PERJUANGAN KLAS, tapi mengembangkan
> > tenaga-produksi, meningkatkan kesejahteraan rakyat! Titik beratnya
> > pada pembangunan ekonomi. Membangun dengan lebih baik dan cepat
> > infrastruktur ekonomi, itu jalur KA-Cepat dalam belasan tahun ini
> > sudah lebih 20 ribu Km! Orang dahulu bilang KA-Cepat itu hanya
> > untuk segelintir orang kaya dan PASTI akan bankrut rugi, ternyata
> > sekarang disambut rakyat banyak dengan gembiranya! Mendapatkan
> > kemudahan, kenyamanan dan sangat menyingkat waktu perjalanan,
> > termasuk pulang kampung saat tahun Baru Imlek!
> > 
> > Sekalipun kemajuan ekonomi di TIongkok sekarang sudah jauh lebih
> > tinggi ketimbang 30 tahun sebelumnya, apalagi Tiongkok ditahun 1956,
> > dan taraf kesejahteraan rakyat umumnya juga sudah meningkat banyak,
> > menurut saya TETAP BELUM tiba saatnya melancarkan revolusi
> > sosialisme yang menetapkan kapitalis sebagai sasaran revolusi yang
> > harus babat, ... bahkan juga di negara-negara kapitalis termaju
> > didunia ini BELUM BISA! Dijaman kapitalis dimana harus kita lalui
> > didunia ini, masih tetap harus memperkenankan kapitalis hidup,
> > tumbuh dan berkembang. Pemerintah yang berkuasa dengan dukungan dan
> > TUNTUTAN rakyat banyak cukup menjinakkan kapitalis berbuat sesuai
> > HUKUM dan ketentuan UU yang berlaku, jangan biarkan
> > kapitalis-kapitalis itu mengumbar keserakahannya saja!
> > 
> > Revolusi sosialisme dengan membabat kapitalis itu kalian cobalah
> > laksanakan disatu negara didunia ini untuk BUKTIKAN KEBENARAN jalan
> > pikiran anda yang utopis itu! Dan hanya bisa terjadi dalam mimpi
> > disiang hari bolong itu! Revolusi sosialisme hanya bisa ditunda saja
> > setelah kesejahteraan masyarakat dinegara itu mencapai kemakmuran
> > yang jauh lebih baik, setelah didalam masyarakat itu muncul dan
> > tumbuh hubungan produksi baru yang bisa dinamakan hubungan produksi
> > sosialis, ...! HARUS BERSABAR, mengikuti perkembangan yang sejalan
> > sesuai dengan hukum perkembangan masyarakat, bukan memaksakan
> > kehendak subjektive sendiri yang sudah keburu nafsu dan kebelet
> > sekarang juga mesti memasuki masyarakat sosialis. TIDAK AKAN BISA!
> > 
> > Salam,
> > ChanCT
> > 
> > 
> > 
> > 
> > *From:* Tatiana Lukman
> > *Sent:* Sunday, October 9, 2016 11:26 PM
> > *To:* Chan CT ; Lusi D.
> > *Cc:* Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Roeslan ; Daeng ; Gol ;
> > Mitri ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Jonathan Goeij ;
> > Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Ajeg ; Mang Broto ; Marsiswo
> > Dirgantoro ; Hsin Hui Lin ; Kristian Ginting ; GELORA_In ; Billy
> > Gunadi ; Bilven-Ultimus ; Boni Triyana ; Wuting301 ;
> > nasional-l...@yahoogroups.com
> > <mailto:nasional-l...@yahoogroups.com>  *Subject:* Re: Siauw Giok
> > Tjhan, PKI dan Sosialisme
> > 
> > Di bawah ini jawaban saya tentang perbedaan antara NEP dengan reform
> > kapitalisnya Deng xiao ping. Di sini tidak ada hubungannya dengan
> > falonggung. Yang berhubungan dengan falonggung adalah soal
> > 'de-maonisasi". Jangan mencampur aduk. Apa yang anda ajukan di atas
> > ini sudah saya jawab di bawah ini. Bahkan sudah saya tunjukkan Lenin
> > yang menginstruksikan supaya langkah mundur dihentikan. Ajukan
> > dokumen yang memperlihatkan instruski Stalin untuk menghentikan
> > NEP!! Dalam waktu 11 tahun sudah berhasil mencapai tujuan NEP.
> > Bandingkan dengan kapitalisme Tkk yang sudah lebih 30 tahun, kapan
> > berhenti, dan mana unsur-unsur sosialisnya?
> > 
> > Dasar dan alasan saya untuk menolak perbandingan dan digunakannya
> > NEP untuk MEMBENARKAN RESTORASI KAPITALIS KAUM REVISIONIS TKK,
> > SEPERTI SUDAH SAYA AJUKAN DALAM “jawaban terakhir kepada Chan”
> > adalah sebagai berikut.
> > 
> > *Keadaan situasi ekonomi Soviet ketika Lenin mengajukan NEP, sama
> > sekali tidak sama dengan situasi Tkk ketika Deng mengadakan reform
> > kapitalis guna membongkar struktur sosialis.*
> > 
> > Bulan Mei 1921, Lenin menggambarkan situasi ketika itu sebagai
> > berikut: "Owing to our present deplorable conditions, proletarians
> > are obliged to earn a living by methods which are not proletarian
> > and are not connected with large-scale industry. They are obliged to
> > procure goods by petty bourgeois profiteering methods either by
> > stealing, or by making them for themselves in a publicly owned
> > factory, in order to barter them for agricultural produce -- and
> > that is the main economic danger, jeopardizing the existence of the
> > Soviet system.". (CW Vol. 32, p. 411). “Deplorable conditions “ itu
> > adalah kehancuran ekonomi Soviet setelah keluar dari PD Pertama,
> > kemudian diteruskan dengan perang sipil melawan koalisi
> > negeri-negeri imperialis yang mendukung sepenuhnya tentara putih di
> > dalam negeri. Kekuasaan Soviet baru berumur EMPAT tahun.
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Dan NEP terdiri dari tiga tahap: pertama, mundur ke kapitalisme,
> > kedua, konsolidasi dan tahap terakhir, ofensif baru menuju
> > SOSIALISME. Di bawah ini penjelasan Martin Nicolaus.
> > “ The NEP period of Soviet history comprised three broad phases:
> > *the retreat in the direction of capitalism,* *the consolidation*
> > *and* *the new offensive toward socialism.* *All three phases, and
> > not only the retreat, formed part of the NEP design. Taken as a
> > whole, NEP was the policy of transforming the capitalist (and even
> > precapitalist)* *economic foundation of the USSR into a socialist
> > foundation; it was the policy of laying "the economic foundation
> > for the political gains of the Soviet state"* (CW, Vol. 33, p. 73);
> > it was the policy of transition during the period when "capitalism
> > has been smashed but socialism has not yet been built." (CW, Vol.
> > 30, p. 513) As Lenin said in one of his last speeches, in November
> > 1922, "NEP Russia will become socialist Russia." (CW, Vol. 33, p.
> > 443).
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Lenin sendiri menyatakan NEP adalah kebijakan transisi di mana
> > “kapitalisme sudah dihancurkan tapi sosialisme belum dibangun” (CW,
> > Vol. 30, p. 513). Dan November 1922, Lenin menulis:”Rusia dengan NEP
> > akan menjadi Rusia sosialis” (CW, Vol. 33, p. 443).
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Juga Lenin sendiri, dalam sambutan dan laporan politiknya pada
> > Kongres Partai XI, Maret 1922, yang menyatakan tahap pertama dari
> > NEP sudah harus dihentikan. Hubungan antara ekonomi baru Negara
> > dengan ekonomi tani, sebagai target NEP secara keseluruhan, memang
> > belum berdiri, masih dalam proses pembangunannya. Sudah tiba
> > saatnya untuk masuk ke tahap kedua NEP, yaitu “menyusun kekuatan
> > kita sendiri”.
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > “Dalam tahap kedua dan ketiga dari NEP, pedagang dan industri kecil
> > dilenyapkan, sehingga padapertengahan tahun 20-an, bagian swasta
> > dalam perdagangan menurun, sedangkan bagian Negara naik. Di bidang
> > industri manufaktur di mana tadinya seperdelapan dari buruh Rusia
> > bekerja di perusahaan-perusahaan swasta, pada tahun 1932, bagian
> > swasta sudah berkurang menjadi kurang dari 1%. Pada tahun yang
> > sama, para pedagang yang disebut “NEPmen” sudah hilang
> > semua.”(Martin Nicolaus “The Restoration of Capitalism in Russia”)
> > Di sini jelas unsur-unsur sosialis berkompetisi sengit dengan
> > unsur-unsur kapitalis. Dalam kompetisi inilah kaum komunis belajar
> > ekonomi dan administrasi guna mengalahkan dan mengatasi unsur-unsur
> > kapitalis. Sedangkan yang terjadi di Tkk kapitalis adalah
> > sebaliknya. Tidak ada unsur-unsur sosialis karena sudah dihancurkan
> > oleh reformnya Deng. Saya tanya bolak balik kepada Chan dan S.
> > Suroso untuk menunjukkan unsur-unsur sosialis itu, kalau memang
> > ada. Jawabannya: membisu
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Kesimpulan: Dalam waktu 11 tahun Soviet sudah berhasil mengatasi
> > kesulitan stagnasi ekonomi tahun 20-an dan terus membangun
> > sosialisme sampai menjadi kekuatan yang mampu mengalahkan fasisme
> > Hitler! Cobalah rendah hati sedikit, jangan ikut-ikut kaum
> > revisionis Soviet yang menegasi hasil-hasil sosialisme Lenin dan
> > Stalin!!! Apalagi memalsu dan memutar balik kenyataan sejarah
> > Soviet! Persis seperti Suharto memalsu dan memutar balik sejarah
> > Indonesia dan peran PKI.
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Sekarang simak gambaran ekonomi Tkk yang diberikan oleh Dong Pinghan
> > sampai tahun 70-an SEBELUM reform kapitalis Deng.
> > 
> > “Ketika Republik Rakyat didirikan, basis industrinya lebih kecil
> > dari Belgia, negeri yang sangat kecil. Output industrinya per kapita
> > kurang dari seperlima belas dari Belgia.*Tetapi* *pada jaman* *Mao,
> > output industri* *Tiongkok* *meningkat 38 kali dan bagian industri
> > berat**nya* *meningkat
> > 90 kali.* *Dari tahun 1950 sampai 1977, output industri*
> > *Tiongkok**meningkat rata-rata 13,5 persen per tahun*. Kecepatan
> > industrialisasi ini lebih cepat dari negeri manapun dalam periode
> > yang sebanding. Ia melampaui kinerja Jerman, Jepang, dan Uni Soviet
> > selama periode perkembangan yang sebanding. Dari tahun 1880 sampai
> > 1914, output industri Jerman naik 33 persen setiap sepuluh tahun dan
> > peningkatan per kapita-nya adalah 17 persen. Dari 1874-1929, output
> > industri Jepang meningkat 43 persen setiap sepuluh tahun dan
> > peningkatan per kapita-nya adalah 28 persen. Antara 1928 dan 1958,
> > output industri Soviet meningkat 54 persen setiap sepuluh tahun dan
> > peningkatan per kapita-nya adalah 44 persen. Sebagai perbandingan,
> > antara tahun 1952 dan 1972, output industri Tiongkok meningkat 64,5
> > persen setiap sepuluh tahun dan peningkatan per kapita-nya adalah 34
> > per cent.[ Maurice Meisner yang dikutip oleh Dong Pinghan:”
> > Celebrate 50 years of the Great Proletarian Cultural Revolution” ]
> > “Selama plan lima tahun ketiga dan keempat, Tiongkok
> > menginvestasikan 316.642 miliar yuan dalam infrastruktur, dan aset
> > industri meningkat sebesar 215.740 miliar yuan.Pada tahun 1979, ada
> > 355.000 perusahaan, 2,25 kali jumlah pada tahun 1965. Pada umumnya,
> > perusahaan milik negara ini terus diperluas Di antara
> > perusahaan-perusahaan tersebut, perusahaan besar dan menengah
> > berjumlah 4,500.[ Hu Sheng yang dikutip oleh Dong Pinghan dalam
> > artikel yang sama] “Di bidang energi, antara tahun 1967 dan 1976,
> > output minyak Tiongkok meningkat rata-rata 18,6 persen per tahun.
> > Pada tahun 1978, produksi minyak bumi per tahunmencapai 100 juta
> > ton, berarti meningkat lima kali lipat dibanding tahun 1965. Selama
> > 10 tahun Revolusi Kebudayaan, Tiongkok mempertahankan pertumbuhan
> > 9,2 persen per tahun dalam output batubara, bahan kimia, dan
> > listrik.” [Maurice Meisner].
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Jadi kondisi dan situasi ekonomi Tkk pada tahun 1976-77 SAMA SEKALI
> > tidak membutuhkan KEBIJAKAN MUNDUR dan MENGAMBIL MEKANISME
> > KAPITALIS. Ketika Deng melakukan reform kapitalis, Tkk sudah
> > melewati dan menyelesaikan tahap Revolusi Demokrasi Baru dari tahun
> > 1949 sampai tahun 50-an (52/54). Dalam periode inilah Tkk
> > menerapkan KAPITALISME NEGARA. Usia RRT ketika Deng mulai
> > membongkar struktur ekonomi sosialis sudah LIMA BELAS tahun! Hal
> > ini dijelaskan oleh Hongsheng Jiang sbb: “Tahun 1949, setelah
> > hampir 30 tahun berlangsung kekerasan revolusioner melawan berbagai
> > macam musuh, penjajah Jepang dan rejim Kuomintang, PKT akhirnya
> > merebut kerkuasaan Negara dan mendirikan RRT. Sebelum didirikannya
> > RRT, PKT bersama beberapa “partai demopkratik dan organisasi
> > rakyat” membuat “program umum Konferensi konsultatif politik rakyat
> > Tiongkok yang disyahkan dalam sidang pleno Konferensi Konsultatif
> > Politik Rakyat Tkk, tanggal 29 September, 1949. Program ini
> > berfungsi sebagai konstitusi sementara yang memproklamasikan “RRT
> > adalah sebuah Demokrasi Baru atau Negara demokrasi rakyat”.
> > *“Kediktaturan demokrasi rakyat adalah kekuasaan Negara front
> > persatuan demokrasi rakyat: klas buruh, kaum tani, kaum borjuis
> > kecil, borjuasi nasional dan unsur-unsur patriotic dan demokratis
> > lainnya*”. Dinyatakan juga tujuannya adalah “melindungi kepentingan
> > ekonomi dan kepemilikan pribadi dari kaum buruh, tani, borjuis
> > kecil dan borjuasi nasional” dan “mengembangkan ekonomi rakyat
> > Demokrasi Baru dan akan mengembangkan Tkk agraria menjadi Tkk
> > industri” (“The Paris Commune in Shanghai” oleh Hongsheng Jiang).
> > Sekali lagi harus ditekankan d*alam* *periode inilah* diterapkan
> > KAPITALISME NEGARA dan borjuasi nasional bukan musuh revolusi. Jadi
> > di Tkk Mao juga menerapkan KAPITALISME NEGARA. Mao tidak melompati
> > tahap Revolusi Borjuis Demokratis.
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Setelah Mao meninggal tahun 1976, kaum revisionis MENGEMBALIKAN DAN
> > MEMUNDURKAN Tkk ke dalam periode RDB yang sebetulnya sudah lama
> > selesai, dengan cara membongkar Komune Rakyat, menghapus status
> > buruh tetap, sistim kerja 8 jam, hak mogok buruh, hak-hak
> > demokratis yang didapat sebagai hasil RBKP, yaitu 4 Besar: Da ming
> > (speeking freely), Da fang (airing vieuws fully), Da zi bao
> > (writing big character posters), Da bian lun (holding big debates),
> > pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis dan jaminan social
> > lainnya. KEMUNDURAN KE TAHAP “RDB” ini sebetulnya adalah apa yang
> > disebut RESTORASI KAPITALISME. Dan inilah yang oleh kaum revisionis
> > diselubungi dengan nama “tahap awal sosialis” dan anda menggunakan
> > nama “RDB”. Anda ingin menunjukkan seolah-olah ingin menerapkan RDB
> > nya Mao, padahal RDB nya Mao sudah lama selesai. Dan dari dulu
> > sampai sekarang anda tetap tidak bisa menjawab pertanyaan saya
> > nomer 4, yaitu “Anda bilang periode revolusi Tkk sekarang adalah
> > Rev. Demokrasi Baru. Siapa musuh dan kawan atau sekutu dalam RDB
> > sekarang? Tolong bandingkan dengan RDB Mao yang sudah selesai pada
> > tahun 50-an. Dalam RDB-nya Mao, musuhnya adalah kaum tuan tanah,
> > kapitalis birokrat dan komprador dan kaum imperialis. Lantas apa
> > nama periode revolusi sejak PKT didirikan sampai Mao meninggal
> > tahun 1976? Apa cara produksi (mode of production) di Tkk sekarang,
> > yaitu di “Sosialisme dengan ciri Tkk”?
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Mengapa tidak bisa jawab? Jawabannya sederhana saja. Karena
> > memang*tidak mungkin* dan absurd menamakan periode dari 1976 sampai
> > sekarang sebagai periode RDB!!!! Bayangkan RDB anda sudah
> > berlangsung selama 40 tahun!!! Inikah perkembangan Marxisme oleh
> > Deng? Seperti sudah saya bilang berkali-kali: musuh RDBnya Mao
> > justru berubah menjadi PENGUASA Tiongkok sekarang dan SEKUTU dalam
> > periode RDBnya kaum revisionis seperti anda!!! Mereka adalah kaum
> > kabir, kapitalis komprador dan kaum imperialis!!! Tapi ini anda
> > tutupi dengan alasan jaman sudah berubah, kelihaian diplomasi Tkk
> > dan tuduhan kepada saya sebagai orang yang mandeg, tidak melihat
> > kenyataan dan sebagainya….Dan herannya, anda masih punya muka untuk
> > mengklaim menjunjung FMTT dan menjalankan RDBnya Mao!!! Ini kan
> > betul-betul pemalsuan dan penipuan! RDBnya Mao yang hanya
> > berlangsung kurang lebih 5-6 tahun setelah RRT didirikan, anda
> > sulap menjadi 40 tahun dan tidak tahu kapan selesainya!!!!
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Akhirnya memang masalahnya, seperti juga berkali-kali bung Sie tik
> > katakan, ada pada pendirian kelas dan pada kelas mana orang
> > memihak.Dalam diskusi dengan Lusi atau Roeslan pun tampak jelas
> > bahwa anda SELALU BERPIHAK KEPADA KAUM MAJIKAN, KAUM KAPITALIS, KAUM
> > PENGUASA. Oleh karena itu KOLABORASI KELAS kaum revisionis Tkk bagi
> > anda adalah kelihaian diplomasi Tkk.
> > Salah satu tujuan NEP adalah memperbaiki dan memperkuat aliansi
> > antara kaum buruh dan kaum tani. Karena dalam “War Communism”,
> > kebijakan yang diterapkan sejak 1918, selama berlangsung perang
> > sipil, adalah untuk menghadapi agresi negeri-negeri imperialis dan
> > kekuatan tentara putih dalam negeri yang ingin mencekik Soviet.
> > Negara menguasai semua sector produksi, baik pertanian maupun
> > industry dan distribusi diabdikan pertama-tama untuk usaha melawan
> > serangan musuh luar dan dalam negeri. Dapat dibayangkan penderitaan
> > dan pengorbanan kaum tani, kaum buruh dan sector penduduk lainnya.
> > Kelaparan memang terjadi dalam periode itu. Setelah kekuasaan Soviet
> > berhasil dipertahankan dan musuh dikalahkan, maka Lenin mengambil
> > NEP, disamping untuk menstimulasi ekonomi yang dalam keadaan hancur,
> > juga memajukan aliansi buruh tani melalui terjalinnya ekonomi tani
> > dengan ekonomi baru Negara.
> > 
> > <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> > <!--[endif]-->
> > Kebijakan lain dalam pertanian selama berlangsung NEP yang harus
> > diingat adalah dimulainya proses kolektivisasi. Hal ini juga
> > diajukan oleh AA, yaitu pendirian (KOLHOZ) dan pertanian negara
> > (SOLHOZ). Artinya Soviet ketika itu kembali mengambil mekanisme
> > kapitalis tapi bersamaan dengan itu juga menuju ke Sosialisme,
> > yaitu dengan kolektivisasi dalam pertanian. Nah, sekarang
> > bandingkan dengan apa yang diperbuat Deng dengan reform
> > kapitalisnya. Seperti kata prof. Wertheim, Komune Rakyat
> > dibubarkan! Apa ini tidak bertentangan dengan NEPnya Lenin dan
> > Stalin??? Mao berusaha meningkatkan kesadaran kaum tani supaya
> > meninggalkan cara produksi individualnya dan dengan demikian
> > memupuk perasaan dan semangat kolektif. Dari pembentukan tim saling
> > bantu sampai Komune rakyat. Tapi Deng malah membubarkannya!!!Apa
> > arti pembubaran Komune rakyat? Artinya hubungan dan aliansi antara
> > kaum buruh dan kaum tani dihancurkan!!! Apa tidak kelihatan jelas
> > perbedaan fundamental antara NEP dan reform kapitalisnya Deng!
> > 
> > 
> > 
> > On Sunday, October 9, 2016 3:54 PM, Chan CT <sa...@netvigator.com
> > <mailto:sa...@netvigator.com> > wrote:
> > 
> > 
> > *Tatiana:*
> > *Saya bilang Liu-Deng revisionis, pengkhianat usaha sosialisme,
> > pengkhianat FMTT berdasarkan pada sepak terjang dan teorinya sendiri
> > yang sudah saya ajukan dengan panjang lebar. Tapi semuanya itu sama
> > sekali tidak anda sentuh!!! Apakah pembongkaran Komune rakyat dan
> > penghapusan semua hak-hak kaum buruh itu (sudah bolak balik saya
> > ajukan) bukan fakta? Jelaskan alasan anda untuk menolak bahwa
> > Liu-deng dan anda sendiri bukan penempuh jalan kapitalisme? Berikan
> > bantahan bahwa Liu-Deng tidak merevisi esensi Sosialisme? *
> > 
> > *ChanCT:*
> > Saya juga sudah berulang kali mengajukan argumentasi dengan
> > menyangkal data yang kalian gunakan itu TIDAK AKURAT, bahkan dari
> > Falungong! Apanya yang tidak disentuh, ...??? Bukan kalian yang
> > tidak membacanya dengan baik-baik apa yang saya ajukan?!
> > 
> > Masih di sekitar tgl 22-23 Sept. saat memperbincangkan “Kapitalisme
> > Negara” nya Lenin, dibawah ini apa yang pernah saya menyatakan dan
> > tidak anda tanggapi, ...:
> > 
> > Lenin dengan berani menyebutkan “kapitalisme negara” masih dibawah
> > diktatur proletariat, karena tali kendali ekonomi nasional tetap
> > dipegang oleh NEGARA, dengan menggunakan BUMN-BUMN nya. Sedang Deng,
> > menyatakan ekonomi sosialis mempunyai ekonomi pasar nya sendiri,
> > dengan tetap mempertahankan keunggulan ekonomi sosialis dengan
> > mengambil keunggulan ekonomi pasar! Membuang bagian-bagian ekonomi
> > sosialis berencana yang terlalu tersentralisasi, artinya berikan
> > kebebasan daerah juga ikut menentukan sendiri pengembangan ekonomi
> > daerah sesuai kebutuhan dan kondisi konkritnya. Sedang ekonomi pasar
> > juga dijalankan secara terbatas saja, tidak dibiarkan berkeembang
> > liar apalagi menjadi neolibralisme! Dan kenyataan yang dijalan RRT,
> > tali kendali ekonomi nasional TETAP dipegak erat-erat oleh NEGARA!
> > Tidak bedanya dengan pemikiran Lenin.
> > 
> > Jadi, nampak jelas, yang SALAH adalah Stalin, yang kata Fuwa
> > Tetsiro, setelah 5 tahun Lenin meninggal, keputusan Lenin NEP nya
> > itu dicabut, membatalkan meneruskan “kepitalisme negara” dibawah
> > diktatur propletariat! Dan itulah yang kemudian juga diikuti oleh
> > Mao setelah tahun 1956 di Tiongkok. Jadi ikutan SALAH! TENTU,
> > menyatakan Stalin dan Mao salah dalam hal membabat kapitalis,
> > jangan kebablasan menjadi menghujat bahkan menegasi jasa-jasanya
> > yang luar biasa besarnya bagi RAKYAT Rusia dan RAKYAT Tiongkok!
> > Begitu sikap Deng terhadap kesalahan Mao dan dengan TEGAS
> > menyalahkan sikap Krushchove yang menghujat Stalin dan anti-Stalin!
> > 
> > Begitu juga dengan Deng membubarkan komune rakyat ditahun 1980 itu,
> > dia tidak anti-komune rakyat secara prinsip. Tidak! Yang disalahkan,
> > dilaksanakan terlalu cepat, karena KESADARAN petani di TIongkok
> > belum sampai kekesadaran sepenuhnya kerja kolektif, usaha
> > meningkatkan KESADARAN rakyat itu TIDAK bisa dipaksakan apalagi
> > gunakan KEKERASAN! Harus dilakukan dengan SABAR melalui proses
> > kehidupan dan kerja yang cukup panjang, agar mereka sendiri
> > mencapai kekesadaran KERJA KOLEKTIF sebagai KEHARUSAN! Itulah yang
> > saya perhatikan mengapa desa Xiao Gang yang dipilih dan diangkat
> > menjadi model desa reformasi yang BERHASIL, merubah desa miskin
> > terbelakang menjadi desa yang maju sekarang ini. Karena desa Xiao
> > Gang itulah yang menempuh jalan wajar sebagaimana proses kesadaran
> > PETANI yang terjadi. Setelah hak-guna tanah diserahkan kembali pada
> > setiap keluarga petani, kembali terjadi kerja petani secara
> > individual, sendiri-sendiri yang ternyata sulit untuk berkembang.
> > Muncullah 18 petani bertekad mensukseskan produksi pertaniannya,
> > menyatukan diri bekerjasama, dan kemudian membentuk koperasi kerja
> > dan kemudian ditingkatkan menjadi koperasi tingkat tinggi, yang
> > mengolah kebutuhan dan kepentingan warga desa Xiao Gang. Kalau
> > diperhatikan lebih lanjut, sekalipun belum menyebutkan diri komune
> > rakyat, hakekat koperasi-tingkat tinggi di Xiao Gang itu ya sudah
> > komune rakyat! Mengapa? Karena hak-guna tanah yang semula dibagikan
> > pada petani itu, semua sudah tergabung kembali dalam SAHAM koperasi
> > yang mereka bentuk, dan pembagian pekerjaan juga dilakukan oleh
> > barisan produksi yang mereka tentukan sendiri.
> > 
> > https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/194113
> > <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/194113?soc_src=mail
> > <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/194113?soc_src=mail&soc_trk=ma>
> > &soc_trk=ma> Tentu saja anda tidak pernah bisa berhasil memahami
> > yang diperjuangkan SGT adalah SOSIALISME, sekalipun dimasa hidupnya
> > di Indonesia, selama itu Siauw berjuang keras tetap mempertahankan
> > sistem kapitalis yang menjamin tumbuh/berkembangnya modal domestic.
> > Sama halnya anda tidak pernah bisa memahami pejuang-pejuang kawakan
> > macam Liu-Deng yang menyabung nyawa bersama Ketua Mao dalam
> > perjalanan Long March, hanya karena hendak tetap memperkenankan
> > kapitalis di TIongkok tumbuh berkembang, ... tetap memperkenankan
> > kapitalis ikut berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. Karena
> > anda TIDAK BERANI melihat kenyataan konkrit tingkat perjuangan
> > sekarang didunia ini, dimana masyarakat masih miskin, kapitalisme
> > baru tumbuh, klas BURUH masih minoritas dan lemah, ... tenaga
> > produksi masih terbelakang, mayoritas mutlak adalah PETANI, TIDAK
> > bisa membasmi KAPITALISME! Lenin yang BENAR ditahun 21, dengan
> > berani mengoreksi kesalahan semula membabati kapitalis yang baru
> > tumbuh di Rusia, menetapkan NEP, kembali memperkenankan kapitalis
> > tumbuh berkembang bahkan juga kapitalis-asing. Yang SALAH itu
> > Stalin, setelah 5 tahun Lenin meninggal mencabut keputusan NEP nya
> > Lenin, ...
> > 
> > Hari ini (29 Sept 2016) sayapun mendapatkan kabar gembira, rupanya
> > Xi-Li setelah memimpin 1000 hari, menetapkan perbaikan nasib bagi 9
> > kelompok warganya. Langkah konkrit dari program Kongres ke-18 PKT
> > dengan plan 5 Tahun ke-13 yang menargetkan menyelesaikan 70 juta
> > rakyat miskin yang tersisa dalam waktu 5 tahun kedepan, atau
> > konkritnya selesai di tahun 2020, Tiongkok bebas dari rakyat miskin!
> > Apakah ini bukan satu keberhasilan luar biasa dari PKT yang menempuh
> > jalan Sosialisme bercirikhas Tiongkok!
> > 
> > Bukankah ini SATU PRESTASI yang luar biasa dalam usaha mengentaskan
> > KEMISKINAN yang selama ini diderita 1,4 milyar RAKYAT Tiongkok!
> > Itulah jalan sosialisme yang ditempuh Tiongkok sekarang ini, ...
> > sudah ratusan juta lapisan klas menengah! Coba saja perhatikan
> > bagaimana rakyat TIongkok menggunakan hari liburnya untuk
> > bertamasya, tidak hanya didalam negeri ke kota-kota besar dan
> > daerah-daerah berpemandangan indah, laut dan gunung, juga keluar
> > negeri. Dan menjadi harapan banyak negara didunia untuk mengundang
> > masuk touris-tourist dari RRT, sekalipun dipihak lain banyak
> > penduduk setempat jadi jengkel dengan kejorokan dan kekasaran sikap
> > touris RRT itu, karena banyak diantara mereka memang asal PETANI yg
> > belum berkebudayaan! Jadi, disatu pihak kurang senang, tapi dipihak
> > lain tergiur dengan daya belanja yang kuat! Hehehee, ...
> > 
> > Salam,
> > ChanCT
> > 
> > 
> > *From:* Tatiana Lukman
> > *Sent:* Sunday, October 9, 2016 6:43 PM
> > *To:* Lusi D. ; Chan CT
> > *Cc:* Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Roeslan ; Daeng ; Gol ;
> > Mitri ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Jonathan Goeij ;
> > Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Ajeg ; Mang Broto ; Marsiswo
> > Dirgantoro ; Hsin Hui Lin ; Kristian Ginting ; GELORA_In ; Billy
> > Gunadi ; Bilven-Ultimus ; Boni Triyana ; Wuting301 ;
> > nasional-l...@yahoogroups.com
> > <mailto:nasional-l...@yahoogroups.com>  *Subject:* Re: Siauw Giok
> > Tjhan, PKI dan Sosialisme
> > 
> > Chan : Sangat baik untuk diikuti lebih seksama bagaimana seharusnya
> > melihat  
> > > masalah, melihat secara TEPAT sikap seorang PEJUANG yang telah
> > > menyabung nyawa dan mengorbankan segalanya demi RAKYAT BANYAK, ...
> > > hanya karena BEDA PENDAPAT, menentang kebijaksanaan Lenin, Stalin,
> > > Mao, ... PKI, lalu seenak udelnya mencap remo, penghianat,
> > > penempuh jalan kapitalisme, anti PKI, anti Sosialisme dan bahkan
> > > anti komunisme. Seolah-olah hanya dirinya sendirilah yang paling
> > > BENAR, paling MURNI dan paling SUCI didunia ini.   
> > 
> > *Tatiana:*
> > *Nah, beginilah selalu reaksi orang yang mengklaim dirinya“selalu
> > pakai otak sendiri”. Sama sekali tidak memperdulikan, apa lagi
> > menjawab argumentasi dan alasan yang saya ajukan . Saya bilang
> > Liu-Deng revisionis, pengkhianat usaha sosialisme, pengkhianat FMTT
> > berdasarkan pada sepak terjang dan teorinya sendiri yang sudah saya
> > ajukan dengan panjang lebar. Tapi semuanya itu sama sekali tidak
> > anda sentuh!!! Apakah pembongkaran Komune rakyat dan penghapusan
> > semua hak-hak kaum buruh itu (sudah bolak balik saya ajukan) bukan
> > fakta? Jelaskan alasan anda untuk menolak bahwa Liu-deng dan anda
> > sendiri bukan penempuh jalan kapitalisme? Berikan bantahan bahwa
> > Liu-Deng tidak merevisi esensi Sosialisme? Ajukan argumentasi anda
> > bahwa “Sosialisme dengan ciri Tkk” bukan penipuan dan tunjukkan
> > unsur-unsur sosialisnya! Jelaskan teori anda bahwa periode revolusi
> > Tkk sekarang adalah RDB!! Sampai sekarang anda tidak mampu menjawab
> > pertanyaan-pertanyaan itu, tapi kok masih punya muka untuk menuduh
> > seolah-olah saya menuduh asal menuduh. Kalau anda masih mau pakai
> > akar sehat, sebenarnya anda tidak bisa menuduh saya “mencap seenak
> > udelnya sendiri”, karena saya mengajukan bukti-buktinya. Bukan
> > tuduhan namanya, kalau orang bisa menampilkan bukti-buktinya. Memang
> > tidak ada gunanya berdiskusi dengan orang yang sudah tidak berpikir
> > sehat lagi!!! *
> > 
> > *Saya masih harus menunda jawaban terhadap STDjin, karena kekurangan
> > waktu. Soal SGT, PKI dan Sosialisme pun belum selesai. *
> > 
> > 
> > On Sunday, October 9, 2016 10:33 AM, Lusi D. <lus...@rantar.de
> > <mailto:lus...@rantar.de> > wrote:
> > 
> > 
> > Lha selama ini bung Chan menulis bukan pikirannya sendiri tokh?
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Am Sun, 9 Oct 2016 10:21:13 +0800
> > schrieb "Chan CT" <sa...@netvigator.com
> > <mailto:sa...@netvigator.com> >: 
> > > Nah, akhirnya S Tiong Djin berhasil meluangkan waktu menanggapi
> > > sendiri tulisan Tatiana sehubungan dengan buku tulisannya. Lihat
> > > tulisan dibawah ini.
> > >
> > > Sangat baik untuk diikuti lebih seksama bagaimana seharusnya
> > > melihat masalah, melihat secara TEPAT sikap seorang PEJUANG yang
> > > telah menyabung nyawa dan mengorbankan segalanya demi RAKYAT
> > > BANYAK, ... hanya karena BEDA PENDAPAT, menentang kebijaksanaan
> > > Lenin, Stalin, Mao, ... PKI, lalu seenak udelnya mencap remo,
> > > penghianat, penempuh jalan kapitalisme, anti PKI, anti Sosialisme
> > > dan bahkan anti komunisme. Seolah-olah hanya dirinya sendirilah
> > > yang paling BENAR, paling MURNI dan paling SUCI didunia ini.
> > >
> > > Salam,
> > > ChanCT
> > >
> > >
> > > From: Djin Siauw
> > > Sent: Sunday, October 9, 2016 12:14 AM
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Tatiana yang baik
> > >
> > >
> > >
> > > Apa kabar?
> > >
> > >
> > >
> > > Pertama saya ucapkan banyak terima kasih atas perhatian besar Anda
> > > atas tulisan-tulisan saya tentang SGT dan upaya Anda melakukan
> > > penelitian tentang sosok SGT dan jalan pikirannya.
> > >
> > >
> > >
> > > Saya terperanjat melihat diskusi Anda meluncur ke sebuah
> > > kesimpulan bahwa saya menyalah gunakan nama SGT untuk mengukuhkan
> > > sikap saya yang anti PKI dan pendukung kapitalisme. Entah dari
> > > mana kesimpulan ini lahir.
> > >
> > >
> > >
> > > Saya tidak akan berpanjang lebar dan secara terperinci menanggapi
> > > semua butir argumentasi yang Anda tuangkan di dalam
> > > tulisan-tulisan Anda di dunia maya. Secara singkat dan global
> > > saya yang akan mengemukakan beberapa hal sbb:
> > >
> > >
> > >
> > > 1. Saya dan saya yakin kakak saya, tidak pernah bersikap anti
> > > PKI, anti sosialisme maupun anti komunisme. Bahwa kami melihat
> > > perkembangan dunia dan bagaimana pemerintah seharusnya menjamin
> > > kesejahtraan rakyat dengan kaca mata berbeda dengan Anda, itu bisa
> > > saja. Dan kalau Anda mendukung paham demokrasi, sebenarnya
> > > perbedaan ini tidak perlu mengundang permusuhan atau perdebatan
> > > sengit yang tidak membangun.
> > >
> > >
> > >
> > > 2. Saya tidak pernah menyatakan di dalam tulisan-tulisan saya
> > > bahwa SGT anti PKI dan getol mendukung kapitalisme dalam arti yang
> > > Anda singgung. Itu tidak pernah tertuang di dalam tulisan-tulisan
> > > saya. Kutipan-kutipan yang Anda ambil dari tulisan-tulisan
> > > tersebut, menurut saya out of context. Entah apakah sebenarnya
> > > Anda sudah membaca buku saya tentang biografi politik SGT secara
> > > keseluruhan? Mungkin kalau Anda membaca buku tersebut dengan
> > > teliti dan dengan kepala dingin, Anda akan mencapai sebuah
> > > kesimpulan yang berbeda.
> > >
> > >
> > >
> > > Yang saya tegaskan dalam tulisan-tulisan itu adalah: SGT bukan
> > > anggota PKI. Akan tetapi dalam perjuangan mencapai sosialisme ala
> > > Indonesia, ia sepenuhnya sejalan dengan Soekarno, PKI dan
> > > partai-partai kiri lainnya.
> > >
> > >
> > >
> > > 3. Secara ringkas saya ulangi berbegai hasil penelitian saya ttg
> > > SGT:
> > >
> > >
> > >
> > > a. Ia adalah seorang Marxist yang mengangumi keberhasilan Mao Tse
> > > Tung dalam membangun masyarakat sosialisme di Tiongkok. Dalam
> > > konteks ini, ia tentu saja sangat dekat dengan banyak tokoh PKI
> > > dan tidak mungkin memiliki sikap anti PKI.
> > >
> > >
> > >
> > > b. Dekat dengan banyak tokoh PKI dan tidak anti PKI bukan berarti
> > > ia tidak pernah menentang beberapa kebijakan PKI dan sikap politik
> > > para tokohnya. Justru karena ia bukan anggota PKI, ia bisa bebas
> > > bersikap di luar disiplin partai.
> > >
> > >
> > >
> > > c. Hubungan dengan banyak tokoh PKI sudah terjalin sejak tahun
> > > 30-an dan sejak kegiatan politik di awal kemerdekaan pada waktu
> > > SGT turut memimpin Partai Sosialis.
> > >
> > >
> > >
> > > d. Akan tetapi SGT yang sejak FDR bubar pada tahun 1948, tidak
> > > lagi tergabung dalam partai apapun. Dan ini nampak dari sepak
> > > terjangnya di parlemen. Ia jelas tidak mengikuti disiplin partai
> > > apapun. Di zaman demokrasi parlementer (1949-1959), ia mendirikan
> > > dan memimpin Fraksi Nasional Progresif yang terdiri dari beberapa
> > > partai nasionalis dan beberapa tokoh tidak berpartai. Partai yang
> > > paling berpengaruh di fraksi ini adalah Murba, yang bisa
> > > dikategorikan “musuh politik” PKI sejak awal kemerdekaan.
> > >
> > >
> > >
> > > SGT-pun sangat dekat dengan tokoh-tokoh Murba. SGT berperan dalam
> > > mendorong Sukarni, ketua Murba, untuk menjadi dubes RI di RRT pada
> > > 1961. Ketika PKI memimpin gerakan mengganyang Murba di zaman
> > > Demokrasi Terpimpin, SGT menolak membawa Baperki turut melakukan
> > > pengganyangan tersebut. Sikap ini sangat dihargai oleh banyak
> > > tokoh Murba, terutama Adam Malik, sehingga selama SGT menjadi
> > > tapol, Adam Malik secara diam-diam berupaya membantunya – dengan
> > > kerap mengatur pemeriksaan kesehatan SGT di RSPAD. Dan Adam
> > > Malik-lah sebagai Wapres yang memungkinkan SGT memperoleh
> > > “exit-permit” untuk berobat di Belanda pada September 1978.
> > >
> > >
> > >
> > > e. Di zaman Demokrasi Parlementer, Berbagai RUU (Rancangan
> > > Undang-Undang) diperdebatkan di parlemen. Kerap terjadi perdebatan
> > > antara anggota-anggota Fraksi Nasional Progresif dengan
> > > anggota-anggota Fraksi PKI. Anda bisa mengikuti berbagai
> > > perdebatan ini di risalah-risalah dan ikhtisar-ikhtisar parlemen.
> > >
> > >
> > >
> > > f. Menurut saya kebijakan ekonomi PKI di zaman Demokrasi
> > > Parlementer berdeda dengan kebijakan ekonomi di zaman Demokrasi
> > > Terpimpin, terutama setelah 1963. SGT kerap memberi masukan ke
> > > para tokoh PKI, termasuk Njoto dan ayah Anda, dalam perumusan
> > > kebijakan ekonomi PKI, karena ia memang dianggap ahli ekonomi di
> > > kalangan politikus kiri (Utrech, yang juga berada di DPA bersama
> > > SGT, menyatakan kepada saya, bahwa berbagai rumusan ekonomi yang
> > > kemudian masuk dalam pidato2 Soekarno kerap diutarakan SGT dalam
> > > DPA).
> > >
> > >
> > >
> > > Jadi tidak mengherankan bahwa kebijakan-kebijakan PKI di zaman
> > > demokrasi terpimpoin seirama dengan apa yang SGT utarakan sejak
> > > zaman Demokrasi Parlementer, terutama yang berkaitan dengan
> > > pengembangan modal domestic. Apalagi setelah konsepsi ini masuk
> > > dalam Manipol, GBHN 1963 dan masuk pula dalam pidato kenegaraan
> > > Bung Karno. Kesemuanya ini didukung baik secara sungguh-sungguh
> > > maupun secara lip service oleh semua partai dan ormas politik di
> > > zaman itu. Dan kebijakan-kebijakan PKI yang Anda uraikan keluar di
> > > zaman itu pula. Mungkin Anda perlu memperhatikan kebijakan ekonomi
> > > PKI pada tahun 50-an.
> > >
> > >
> > >
> > > g. Salah satu contoh perbedaan konsep tentang “kapitalisme”
> > > antara SGT dan yang dianut oleh PKI bisa dilihat dalam perdebatan
> > > antara SGT dan Sakirman di parlemen pada 1951 tentang RUU Pedoman
> > > Baru – yang menghendaki semua kepemilkan perusahaan bis dan
> > > transportasi dialihkan ke tangan “golongan ekonomi lemah” –
> > > artinya non Tionghoa dan pengharusan semua perusahaan baru
> > > dimiliki oleh 75% WNI. SGT menentang kebijakan ini berdasarkan
> > > argumentasi bahwa perusahaan-perusahaan yang dimiliki para
> > > pedagang Tionghoa yang sudah berpengalaman sejak zaman penjajahan
> > > Belanda - apapun status kewarganegaraan-nya, seharusnya
> > > dilindungi dan dibantu perkembangannya, karena ini akan membantu
> > > pembangunan ekonomi nasional. Sakirman menentang SGT yang
> > > dianggapnya menginginkan dipertahankannya sistim kapitalisme yang
> > > merugikan pembangunan ekonomi.
> > >
> > >
> > >
> > > Saya ketengahkan pula dalam tulisan2 saya bahwa massa Baperki
> > > sebagian besar adalah pedagang-pedagang Tionghoa. Konsepsi
> > > “kapitalisme” yang didukung oleh SGT seirama dengan jati diri
> > > mereka. Komunisme yang dikenal pad   
> > ...  
> 
> 
> 

Kirim email ke