Di usia kepala 7 sekarang ini Indonesia masih berkutat 
di episode kebutuhan dasar yaitu, sandang-pangan-papan.Bukan cuma kalangan 
miskin saja yang bermasalah 
dengan kebutuhan dasar itu, kalangan terdidik dan kaya 
juga merasa kekurangan akan sandang-pangan-papan 
yang mewah. Itu sebabnya korupsi merajalela.

Belum terlihat tanda-tanda dimulainya pembangunan untuk 
membawa Indonesia memasuki era produksi / industri 
secara nasional. Untuk memenuhi kebutuhan dasar itu saja 
masyarakat dikepung perusahaan / industri besar swasta.
--- jetaimemucho1@... wrote:
Selasa 11 Oct 2016, 07:10 WIB
Wawancara Khusus Kepala Perwakilan FAO

20 Juta Orang di RI Kekurangan Konsumsi Pangan
Muhammad Idris - detikFinanceJakarta - Di tengah ingar-bingar pembangunan dan 
pertumbuhan ekonomi, rupanya masih banyak penduduk Indonesia yang belum mampu 
memenuhi kebutuhan pangan mereka secara layak. Badan Pangan PBB (Food and 
Agriculture Organization of The United Nations/FAO) mengungkapkan, dari total 
250 juta orang jumlah penduduk Indonesia, 7,9% atau sekitar 20 juta orang masih 
kekurangan pangan.

Sebagian besar tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat 
(NTB), Papua Barat, dan Papua. Sementara sisanya berada di pulau-pulau kecil 
Sumatera dan sebagian Pulau Jawa.

Masalah tersebut tak semata berkutat pada kekurangan pangan, namun meluas pada 
masalah ketiadaan akses untuk pemenuhan makanan yang layak, sehingga berbuntut 
pada gizi buruk. Jika diuraikan benang kusutnya, maka kemiskinan menjadi 
penyebabnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah kekurangan konsumsi pangan ini, 
detikFinance berkesempatan mewawancarai Mark Smulders, Kepala Perwakilan FAO 
untuk Indonesia dan Timor Leste di kantornya, Menara Thamrin, Jakarta, Jumat 
(7/10/2016). Berikut petikan wawancaranya:

Berapa jumlah orang di dunia yang masih mengalami kekurangan konsumsi pangan?
Ada sekitar 800 juta orang masih kelaparan di dunia. Ini karena kekurangan 
makanan atau masih kelaparan saat mereka pergi tidur setiap malamnya, tidak 
cukup kalori. Karena makanan yang tidak cukup, tidak ada energi untuk bisa 
menjalankan aktivitasnya.

Bagaimana dengan Indonesia, berapa jumlah orang yang masih kekurangan konsumsi 
pangan?
Di Indonesia ada 7,9% dari 250 juta orang atau sekitar 20 juta orang mengalami 
kekurangan pangan. Tidak cukup protein, tidak cukup vitamin dan mineral, 
harusnya makan lebih banyak mengandung protein dan sayuran untuk melengkapi 
nasi putih.

Di Asia Tenggara ada 60 juta penduduk kekurangan makanan yang layak, dan 
sepertiganya ada di Indonesia yang tidak cukup mendapatkan makanan layak karena 
kemiskinan. Ini sebagian besar di NTT, NTB, Papua, Papua Barat.

Bank Dunia dan BPS (Badan Pusat Statistik) memperkirakan 11% populasi hidup di 
bawah kemiskinan, itu kira-kira 28 juta orang yang tidak punya cukup uang untuk 
membeli makanan. Hanya makan sekali, hanya makan dua kali karena tidak cukup 
uang.


|  |



Adakah temuan lainnya selain masalah kekurangan konsumsi pangan?
Sekitar 37% malnutrisi terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun. Khususnya di 
NTT, sebagian NTB, Papua, Papua Barat, kemudian di Sumatera Barat, Sumatera 
Utara, terutama di pulau-pulau kecil di wilayah itu. Pulau-pulau itu merupakan 
beberapa daerah yang sebelumnya terdampak tsunami.

Menurut FAO, apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah 
kekurangan konsumsi pangan ini? Sudahkah pemerintah melakukannya?
Pemerintah umumnya sudah punya kebijakan berupa komoditas strategis seperti 
beras, jagung, dan kedelai. Namun itu sebenarnya tak cukup hanya dengan usaha 
memproduksi makanan. Tapi sebenarnya lebih tepat dengan intensifikasi lahan. 
Lahan-lahan (pertanian) di Indonesia kecil-kecil, sehingga tak menghasilkan 
pendapatan yang cukup untuk petani.

Jadi kita dorong pemerintah lebih melakukan arah perbaikan manajemen, 
mengantisipasi perubahan iklim, dan program seperti intensifikasi dengan mina 
padi, karena produksinya menghasilkan pendapatan yang bagus.

Selain itu, kita juga mendorong untuk mengatasi malnutrisi. Ini terjadi karena 
sulitnya akses pada makanan yang higienis dan air bersih. Pemerintah perlu 
memperhatikan hal ini agar kualitas makanan terjaga. (hns/wdl)




   

Kirim email ke