Selain Indonesia menjadi sasaran penjualan produk luar negeri, juga dari dulu 
Indonesia menjadi sasaran produksi dari luar negeri. Indonesia yang kaya raya 
dan subur adalah tempat produksi komoditas premier. Inilah yang menjadikan 
Indonesia sasaran kolonialisme.

 

Inilah konsep dasar dari comparative advantage dalal ekonomi yang membentuk 
perdagangan internasional.

 

Tidak bisa tidak perdagangan internasional akan selalu ada karena ada kebutuhan 
dan keinginan manusia atas barang ekonomis. Masalah kolonialisme dan 
imperialisme itu bukan berasal dari ekonomi walaupun ekonomi bisa menciptakan 
kolonialisme dan imperialisme. Itu masalah politik dan masalah kekuasaan.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 11, 2016 7:58 AM
To: [email protected]; GELORA_In <[email protected]>
Cc: DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>; Wuting301 
<[email protected]>; Hsin Hui Lin <[email protected]>; Daeng 
<[email protected]>; Gol <[email protected]>; Mitri 
<[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>; 
Jonathan Goeij <[email protected]>; Harry Singgih 
<[email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; Lusi.D 
<[email protected]>; Roeslan <[email protected]>; Lingkar Sitompul 
<[email protected]>; Ajeg <[email protected]>; Marsiswo Dirgantoro 
<[email protected]>
Subject: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Bos Alibaba: Indonesia adalah Target Pasar 
Kami

 

  

Dari dulu kedudukan Indonesia hanya jadi pasar produk negeri lain. Semua 
megainfrastruktur hanya akan mengabdi kepada pelancaran dan fasilitasi 
transport produk dari luar yang akan terus mematikan usaha menengah dan 
kecil/ekonomi nasional dan produk dari dalam negeri (terutama bahan 
baku/pertambangan) untuk memenuhi kebutuhan industri dan kantong para 
multinasional asing. Inilah kebanggaan para pendukung Jokowi, bukan? Mendukung 
jalan sutera Tkk berarti menjadi antek imperialis Tkk yang sedang berkembang 
yang berusaha mengembalikan kejayaan feodalnya.

 

On Friday, November 11, 2016 8:13 AM, "'Chan CT' [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [temu_eropa]" <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > wrote:

 

  

Bos Alibaba: Indonesia adalah Target Pasar Kami

Jumat, 11 November 2016 | 14:06 WIB

KOMPAS.com/Aprillia Ika Vice Chairman Alibaba Joe Tsai 

Terkait

· Ajang 11.11 Alibaba Segera Hadir di Indonesia 

· Ajang 11.11 Alibaba Tahun Ini Akan Glamor, Global, dan Digital 

· Mengenal 11.11, Pesta "E-Commerce" Terbesar dari Alibaba 

· G20 Jadikan Alibaba Sebagai Contoh Geliat E-commerce 

SHENZEN, KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang jadi target pasar Alibaba 
Group untuk Asia Tenggara. Untuk itu, Alibaba akan serius menggarap pasar 
Indonesia melalui Lazada.

Hal itu ditegaskan oleh Joe Tsai, Vice Chairman Alibaba, pada pidato menjelang 
dibukanya ajang 11.11 Global Shopping Online di Shenzen, China, Kamis 
(10/11/2016).

Menurut Tsai, ada beberapa faktor utama dari Indonesia yang melebihi negara 
Asia Tenggara lain.

Pertama, populasi Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Lebih 
penting lagi, usia konsumen Indonesia lebih muda dibanding China yang saat ini 
rata-rata konsumennya di bawah 35 tahun.

Kedua, unik dari Indonesia yakni lebih banyak pengguna mobile untuk melakukan 
pembelian online ketimbang menggunakan PC. "Ini sangat menarik bagi Alibaba," 
ujar Tsai. 

Sementara itu menurut Kadin Indonesia, pasar e-commerce Indonesia sejak 
2012-2016 diperkirakan bertambah sekitar 39 persen. Dan mungkin akan terus 
meningkat hingga tahun depan. Angka pertumbuhan ini merupakan yang terbesar di 
Asia Tenggara.

Jumlah pengguna internet yang tinggi jadi faktor yang menarik bagi e-commerce 
Indonesia. 
Berdasarkan data pemerintah, pengguna internet Indonesia di 2016 sudah mencapai 
80 juta pengguna atau sepertiga dari jumlah populasi di Indonesia.

Hingga 2020 jumlah pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 215 
juta pengguna.

[Non-text portions of this message have been removed]

 



Kirim email ke