Nesare: Tidak bisa tidak perdagangan internasional akan selalu ada karena ada kebutuhan dan keinginan manusia atas barang ekonomis. Masalah kolonialisme dan imperialisme itu bukan berasal dari ekonomi walaupun ekonomi bisa menciptakan kolonialisme dan imperialisme. Itu masalah politik dan masalah kekuasaan.
Marco: Menurut Hemat saya justru terbalik , bahwa KOLONIALISME dan IMPERIALISME itu justru lahir dari KEPENTINGAN DAN TUJUAN YANG PALING DASAR > yaitu KEPENTINGAN dan PENGUASAAN EKONOMI dan PERDAGANGAN atau KAWASAN terkait yang menjadi OBJEKT INTEREST EKONOMI (termasuk TRADE) Nesare: setuju kepentingan ekonomi sebagai triggering factor yg paling utama bagi imperialism dan kolonialisme terutama dijaman sekarang ini. Itu sudah saya tulis sebelumnya dan saya kutip lagi seperti diatas yg saya kuningi. Tetapi factor ekonomi nya sendiri bukanlah pencipta imperialism dan kolonialisme. Yang menciptakan imperialisme dan kolonialisme itu adalah politiknya yaitu politik akan kepentingan yang berlebihan. Kalau kita pelajari banyak teori2 imperialisme dan kolonialisme. Biasanya penyebabnya adalah: ekonomi, nasionalisme (bahwa bangsa saya lebih hebat shg mau dipaksakan ke negara lain), balance of power (terjadi di eropa krn harus mencapai satu tingkat balance of power dengan negara tetangga dalam persaingan), peradaban/civilization (merasa lebih beradab lalu dipaksakan kenegara yg kurang beradab), demokrasi (menyebar demokrasi), agama (menyebar agama) dll. Ekonomi itu hanya salah satu penyebab imperialisme dan kolonialisme. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, November 11, 2016 9:57 AM To: GELORA_In <[email protected]>; NESARE <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Bos Alibaba: Indonesia adalah Target Pasar Kami (2016-11-11 14:42 GMT+01:00 [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] [email protected] <mailto:[email protected]> ) Nesare: Selain Indonesia menjadi sasaran penjualan produk luar negeri, juga dari dulu Indonesia menjadi sasaran produksi dari luar negeri. Indonesia yang kaya raya dan subur adalah tempat produksi komoditas premier. Inilah yang menjadikan Indonesia sasaran kolonialisme. Marco : Anda Benar !! dan Faktanya memang demikian Tambahan: > justru oleh karena itu dari sudut pandang Ekonomi maka Kita sering mengklasifikasikan System (Ketergantungan) Politik R.I sebagai Semi Feodal atau Semi KOLONIAL , justru karena karena ketergantungannya pada Import Produksi LN ( pada Pemasaran Peduksi Barang2 LN dipasaran dalam Negri ) dan menjadi Sumber Produksi atas produkt Kapital Asing (LN) yang beropersi di Indonesia ( dengan kata lain sebaliknya menajsi Sumber Export dari Produksi LN atau lebih jelasnya lagi sebagai Exportir Brang2 Produksi dari Kapiatal/perusahaan Asing) Nesare: Inilah konsep dasar dari comparative advantage dalam ekonomi yang membentuk perdagangan internasional. Tidak bisa tidak perdagangan internasional akan selalu ada karena ada kebutuhan dan keinginan manusia atas barang ekonomis Marco : Dalam hal inipun Anda sangat benar !! Sedangkan Perdagangan itu sendiri selalu timbul karena adanya kebutuhan hidup dan keinginan dari setiap pihal untuk saling tukar-menukar Barang Jasa dan Produksi serta karena adanya Keinginan bekerja sama dalam segala bentuk kebutuhan ekonomi > terutama Perdagangan dan Produksi serta Kerja sama yang saling menguntungkan dalam segala entuknya( Investement , Cooperation , Producing sharing, Capital share , Holding ,dsb) ( Prinsipal of Mutual division of labor and cooperation on Labour and Production and Trade ) Nesare : Masalah kolonialisme dan imperialisme itu bukan berasal dari ekonomi walaupun ekonomi bisa menciptakan kolonialisme dan imperialisme. Itu masalah politik dan masalah kekuasaan. Marco : Bung Nesare , maaf , tapi mungkin dalam hal ini saya akan mengecewakan Anda. Menurut Hemat saya justru terbalik , bahwa KOLONIALISME dan IMPERIALISME itu justru lahir dari KEPENTINGAN DAN TUJUAN YANG PALING DASAR > yaitu KEPENTINGAN dan PENGUASAAN EKONOMI dan PERDAGANGAN atas KAWASAN terkait yang menjadi OBJEKT INTEREST EKONOMI (termasuk TRADE) . >> SEdangkan POLITIK adalah ALAT KEKUASAAN untuk mencapai atau demi untuk mencapai TUJUANNYA > yaitu bagi KEPENTINGAN DAN PENGUASAAN EKONOMI dan PERADAGANGAN . NOTE : Dalam Percaturan Politik Praktis Dunia ( diluar Politik Diplomatis dan Idiologi ) pada umumnya KONFLIKT2 POLITIK selalu dilatarbelakangi oleh INTERST yang Kuat dan Besar tetapi tersembunyi dibelakang dan yang akan tampil lebih jelas dan lebih nyata , dimana Konflikt Politik tsb Tidak terselesaikan dan atau tidak bisa diselesaikan , baik dalam usha penyelesaian Diplomatik ataupun melalui Perundingan2 Tingkat Tinggi (Poliitis) .... yang jika tidak terselesaikan dan memuncak pada Ketegangan yang semakin memuncak dan masing2 Pihak bertahan atas Posisinya masing2 , ...maka Puncak dari KONFLIKT TSB ( Politis) Cepat atau lambat akan mengarah ke KONFLIKT TERBUKA ....> AGRESI BERSENJATA sebagai Pameran Kekuatan [ Show of Forces ] agar bisa melaksanakan TUJUAN AKHIRNYA > yaitu PENGUASAAN EKONOMI ( dng sendirinya termasuk Monopol Exploitasi, Produksi dan Export Kekayaan Alam-nya), PERDAGANGANnya dan Nonetheless adalah HEGEMONI KEKUASAAN POLITIKNYA. SEKIAN SINGKATNYA CONTRIBUSI OPINI SAYA, Salam hangat, Marc ( Macro Economi - Foreign Trade & Inter.Relation) From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected] <mailto:[email protected]> ] Sent: Friday, November 11, 2016 7:58 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; GELORA_In <[email protected] <mailto:[email protected]> > Cc: DISKUSI FORUM HLD <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Wuting301 <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Hsin Hui Lin <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Daeng <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Gol <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Mitri <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Jonathan Goeij <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Harry Singgih <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ronggo A. <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lusi.D <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Roeslan <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lingkar Sitompul <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ajeg <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Marsiswo Dirgantoro <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Bos Alibaba: Indonesia adalah Target Pasar Kami Dari dulu kedudukan Indonesia hanya jadi pasar produk negeri lain. Semua megainfrastruktur hanya akan mengabdi kepada pelancaran dan fasilitasi transport produk dari luar yang akan terus mematikan usaha menengah dan kecil/ekonomi nasional dan produk dari dalam negeri (terutama bahan baku/pertambangan) untuk memenuhi kebutuhan industri dan kantong para multinasional asing. Inilah kebanggaan para pendukung Jokowi, bukan? Mendukung jalan sutera Tkk berarti menjadi antek imperialis Tkk yang sedang berkembang yang berusaha mengembalikan kejayaan feodalnya. On Friday, November 11, 2016 8:13 AM, "'Chan CT' [email protected] <mailto:[email protected]> [temu_eropa]" <[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote: Bos Alibaba: Indonesia adalah Target Pasar Kami Jumat, 11 November 2016 | 14:06 WIB KOMPAS.com/Aprillia Ika Vice Chairman Alibaba Joe Tsai Terkait · Ajang 11.11 Alibaba Segera Hadir di Indonesia · Ajang 11.11 Alibaba Tahun Ini Akan Glamor, Global, dan Digital · Mengenal 11.11, Pesta "E-Commerce" Terbesar dari Alibaba · G20 Jadikan Alibaba Sebagai Contoh Geliat E-commerce SHENZEN, KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang jadi target pasar Alibaba Group untuk Asia Tenggara. Untuk itu, Alibaba akan serius menggarap pasar Indonesia melalui Lazada. Hal itu ditegaskan oleh Joe Tsai, Vice Chairman Alibaba, pada pidato menjelang dibukanya ajang 11.11 Global Shopping Online di Shenzen, China, Kamis (10/11/2016). Menurut Tsai, ada beberapa faktor utama dari Indonesia yang melebihi negara Asia Tenggara lain. Pertama, populasi Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Lebih penting lagi, usia konsumen Indonesia lebih muda dibanding China yang saat ini rata-rata konsumennya di bawah 35 tahun. Kedua, unik dari Indonesia yakni lebih banyak pengguna mobile untuk melakukan pembelian online ketimbang menggunakan PC. "Ini sangat menarik bagi Alibaba," ujar Tsai. Sementara itu menurut Kadin Indonesia, pasar e-commerce Indonesia sejak 2012-2016 diperkirakan bertambah sekitar 39 persen. Dan mungkin akan terus meningkat hingga tahun depan. Angka pertumbuhan ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Jumlah pengguna internet yang tinggi jadi faktor yang menarik bagi e-commerce Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, pengguna internet Indonesia di 2016 sudah mencapai 80 juta pengguna atau sepertiga dari jumlah populasi di Indonesia. Hingga 2020 jumlah pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 215 juta pengguna. [Non-text portions of this message have been removed]
