saya membaca beberapa tulisan sekitar 2 th lalu saat ulang tahun ke 25 
runtuhnya tembok berlin.
---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

Bung Jonathan bisa menyebutkan sumber hipotese bung ttg angka "Yg
terjadi di Jerman tidak terlalu panjang, terjadi pemerataan kemakmuran
dan juga kemelaratan utk kemudian maju bersama."?


Am Wed,
16 Nov 2016 19:03:34 +0000 (UTC) schrieb "Jonathan Goeij
jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]>:


> Yg terjadi di Jerman tidak terlalu panjang, terjadi pemerataan
> kemakmuran dan juga kemelaratan utk kemudian maju bersama. SDA yg
> kaya mungkin merupakan blessing tetapi lebih banyak curse in
> disguise. Jangan terlalu mengandalkan atau membanggakan SDA, belajar
> dari California yg justru SDM-nya meningkat drastis setelah emas
> ludes habis2an yg kemudian mampu merubah silicon (baca: pasir)
> menjadi sangat berharga sekali. Kesuksesan California terjadi karena
> migrasi skilled labour secara besar2an dari berbagai penjuru US atau
> bahkan dunia yg kemudian bahkan merubah state itu dari termiskin jadi
> terkaya bahkan seandainya merupakan negara sendiri merupakan kekuatan
> ekonomi ke 6 terbesar didunia. ---In [email protected],
> <ajegilelu@...> wrote :
> 
> Iya, dan bisa jadi butuh waktu yang sangat panjang.Keburu kawasan di
> sepajang jalur KCIC penuh warga tetangga dan SDA ludes, hehe...
> 
> 
> --- jonathangoeij@... wrote:
> sepanjang yg saya pahami kekurangan human resources Indonesia
> terutama sekali skill (dan mungkin juga etos kerja), dengan dibukanya
> pasar skilled labour maka akan terjadi pemerataan skill akan ada
> proses pembelajaran besar2an. awalnya akan terjadi gap gaji yg cukup
> besar tetapi secara bertahap akan berkurang diiringi dgn peningkatan
> skill hm indonesia. selain itu migrasi skilled labour juga berarti
> migrasi kreativitas, modal, penyebaran pengetahuan, dan kegiatan
> ekonomi yg lain. kalau kita umpamakan seperti air yg mengalir dari
> tempat tinggi ketempat rendah sehingga akhirnya rata, demikianlah
> kurang lebih yg akan terjadi pada MEA pada akhirnya akan merata.
> sebagai contoh bisa dilihat dgn robohnya tembok berlin pada akhirnya
> jadi merata. --- ajegilelu@... wrote :
> 
> Menguntungkan Indonesia? Jelas enggak, karena daya saing 
> yang dimiliki sejauh ini cuma SDA. Itupun jumlahnya semakinmenipis.
> Sedangkan kualitas SDM maupun produknya tidak /belum berdaya.
> 
> --- jonathangoeij@... wrote:
> kalau kita kaitkan MEA dgn maraknya berita TKA Tiongkok yg
> membanjiri, saya rasa ada 2 hal disini bisa jadi benar masuknya TKA
> Tiongkok dalam jumlah besar mengingat banyaknya proyek yg dibiayai
> Tiongkok dgn persyaratan tertentu seperti bahan baku ataupun tenaga
> kerja (contoh proyek KA Cepat ataupun proyek2 lain) ataupun juga TKA
> dari Vietnam, Kamboja, Thailand, Philipina yg juga mempunyai wajah
> khas Asia dan berbahasa asing sehingga disini menimbulkan kesan
> banjir.
> 
> tentang MEA saya rasa seandainya ditingkatkan seperti EU dimana bisa
> tinggal dan bekerja dimana saja demikian juga dgn arus barang bagi
> Indonesia akan lebih menguntungkan daripada merugikan. ---
> ajegilelu@... wrote :
> 
> Sama. Saya malah nggak paham untuk apa MEA ini. 
> Apa mau meniru MEE di Eropa yang kemudian 
> ber-evolusi menjadi EU dengan mata-uang tunggal?
> 
> Barangkali perlu juga dipikirkan untuk indonexit... :p
> 
> / hari ini 
> 1 USD = Rp 13.414,-
> --- jonathangoeij@... wrote:
> saya kurang begitu paham dengan MEA ini, apakah seorang TKA
> katakanlah dari Vietnam bisa dengan bebas bekerja di Indonesia tanpa
> visa kerja cukup dgn pasport saja (demikian juga sebaliknya dgn TKI
> yg bekerja diluar tentunya)?--- ajegilelu@... wrote : Itulah yang
> sedang saya & jonathan obrolkan, pemerintah awalnya menyatakan tidak
> ada pekerja asal RRC. Lalu mengaku ada tapi tidak dalam jumlah besar.
> Lalu dikatakan hanya tenaga ahli. 
> 
> Buktinya, sering ditemukan banyak pekerja ilegal asal RRC di 
> berbagai bidang kerja yang tidak memerlukan keahlian khusus.
> --- inengahk@... wrote:
> 
> Buktinya banyak TKA masuk ke indonesia tanpa visa From: ajeg Usul
> yang bagus.Setahu saya bebas visa ke Indonesia itu untuk
> wisatawan,dan berlaku 30 hari. Bagaimana menurut medsos, apa ada
> perobahan? --- inengahk@... wrote: Sekali lagi saya usul agar setiap
> 3 bulan atau 6 bulan sekali bebas visa harus dievaluasi.Sejauh mana
> tingkat ekonomi masyarakat jika bebas visa diberlakukan, kalau tidak
> menguntungkan di tutup sajaKarena kalau bebas visa, banyak warga
> asing masuk keindonesia seenak udelnya seperti adanya PSK dari luar
> negeri masuk ke Indonesia, adanya bule menjadi pengemis dibali,
> adanya bule jahat kawin dengan orang kampung lalu mencuri motor untuk
> modal dllMenurut info de medsos banyak warga negara  asing masuk
> keindonesia dengan mencetak KTP di negaranya lalu dibawa
> Indonesia.Begitu juga menurut media masa dibali, tingkat ekonomi
> masyarakat bali tidak dipengaruhi oleh bebas visa, malah rakyat bali
> semakin menderita dengan banyaknya lapangan kerja di ambil alih oleh
> tenaga asing.Bagusnya bebas visa diberlakukan 3 hari untuk visa
> touris atau bebas visa selama 3 bulan diberlakukan jika yang
> bersangkutan membawa uang yang cukup banyak banyak sejenis jaminan
> tinggal di Indonesia.
> 
>

Kirim email ke