*Yang LEBIH PENTING LAGI dari sekedar CAPITAL INFLOW * adalah* MENTAL &
SPIRITUAL INFLOW  dalam  BENTUK dan  PENGERTIAN yang Kongkret - Yaitu:
KNOW-HOW & MANAGEMENT SKILLED ,CAPABILITY and RESPONSIBILITY , MARKETING
and INVANTION skilled dengan sendirinya **Scientific **Research atas Dasar
Apa sutuatu Konsepsi Ekonomi dan Capital Inflow DIARAHKAN dan DIGUNAKAN
secara INTENSIVE dan EFFEKTIVE.*



2016-11-17 12:36 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Pendapat dede ini tidak sama dengan pendapat jonathan dan ajeg yg pengin
> rupiah menguat dan bilang Indonesia tidak dilirik negara asing krn
> competitiveness terpuruk dll. Ini diskusi kita belum lama ini.
>
>
>
> Dede: "Saya lebih pilih rupiah yang melemah, karena kita akan pindah dari
> negara berbasis sumber daya mentah ke manufaktur. Problem kita sekarang
> rupiah terlalu kuat, itu ’membunuh’ manufaktur,"
>
> Dede: Indonesia adalah negara paling menarik untuk investor, di tengah
> kondisi global yang kurang baik saat ini. Apalagi, Jepang dan Uni Eropa
> masih mempertahankan suku bunga negatif yang akan sulit menarik minat
> investasi.
>
>
>
> Nesare
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Thursday, November 17, 2016 6:11 AM
> *To:* Undisclosed-Recipient:;
> *Subject:* [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini
>
>
>
>
>
> http://id.beritasatu.com/macroeconomics/chatib-capital-
> inflow-2017-tak-sederas-tahun-ini/152790
>
>
>
> Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini
> Kamis, 17 November 2016 | 15:19
>
> [image: CHATIB BASRI. Foto: Investor Daily/EMRAL]CHATIB BASRI. Foto:
> Investor Daily/EMRAL
>
> Berita Terkait
>
>    - Ekonomi RI Cukup Kuat Membendung Capital Outflow
>    - BI: Hingga Akhir Oktober, Capital Inflow Rp 157 Triliun
>    - BI: Dana Asing Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah 2017
>    - BI: Dana Asing Masuk Capai Rp 97 Miliar
>    - Modal Asing Masuk Diprediksi Makin Deras
>
> *JAKARTA* - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri memperkirakan,
> modal asing masuk (*capital inflow*) ke Indonesia pada 2017 tidak akan
> sederas tahun ini, mengingat kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal
> Reserve (The Fed).
>
> Dalam Seminar Prospek Ekonomi 2017 oleh UOB Indonesia di Jakarta, Rabu
> (17/11), Chatib mengatakan, The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga
> acuannya, jika presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump benar-benar
> mengekspansi belanja fiskal yang mengakibatkan pelebaran defisit anggaran.
>
> "Kita mungkin akan masuk ke sebuah era yang berbeda, di mana jika Trump
> melakukan ekspansi fiskal, suku bunga akan naik maka mungkin dana asing ke 
> *emerging
> markets* tidak akan sebesar yang terjadi di dalam sembilan bulan
> terakhir," kata dia.
>
> Chatib memperkirakan, The Fed akan menahan level suku bunga acuannya di
> 0,25-0,5% pada tahun ini. Bank Sentral AS tersebut diperkirakan baru akan
> menaikkan suku bunga acuan setelah pemerintahan Trump memutuskan untuk
> mencari pendanaan di pasar keuangan guna menutupi defisit anggaran akibat
> ekspansifnya belanja fiskal.
>
> Setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya, maka suku bunga instrumen
> keuangan di pasar pun akan ikut terkerek naik, sehingga mampu menarik
> pelaku pasar untuk berinvestasi.
>
> Ketika modal asing ke Indonesia tidak sederas tahun ini, Chatib mengakui,
> kemungkinan akan terjadi penyesuaian nilai tukar rupiah terhadap mata uang
> asing. Namun menurut dia, level nilai tukar rupiah saat ini memang lebih
> baik terdepresiasi untuk memacu ekspor.
>
> "Saya lebih pilih rupiah yang melemah, karena kita akan pindah dari negara
> berbasis sumber daya mentah ke manufaktur. Problem kita sekarang rupiah
> terlalu kuat, itu ’membunuh’ manufaktur," kata dia dalam sesi diskusi.
>
> Namun, Chatib meyakini, Indonesia tidak akan ditinggalkan oleh para
> investor ketika suku bunga di AS naik. Menurut dia, Indonesia adalah negara
> paling menarik untuk investor, di tengah kondisi global yang kurang baik
> saat ini. Apalagi, Jepang dan Uni Eropa masih mempertahankan suku bunga
> negatif yang akan sulit menarik minat investasi.
>
> "Jadi sepertinya masih ada *inflow *walau tidak sebesar atau sesignifikan
> seperti bulan-bulan lalu," ujar dia seperti dikutip *Antara*.
>
> Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal masuk dari Januari hingga
> Oktober 2016 telah mencapai Rp 157 triliun. Jumlah itu sudah lebih tinggi
> dibanding modal masuk sepanjang 2015 yang jumlahnya tidak mencapai Rp 80
> triliun. *(ns) *
>
> 
>

Kirim email ke