memangnya apa yg salah dgn kata2 ini "Ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu" ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Ane ulangi lagi jawaban ane yang bilang ente ngomong sembarangan dan menuduh ariel bilang ahok menelantarkan para tergusur: Ariel hanya bilang titik terlemah ahok tidak bisa memuaskan sebagian kecil orang miskin. Ente berani2nya ambil kesimpulan bilang ariel kelihatannya masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu. Gimana hubungan antara 2 kalimat ini?Seluruh artikelnya sangat objektif dan ariel melihat masalah ahok adalah masalah rakyat sudah muak dengan kemasan politikus indonesia.Kalau mau bilang kelihatan: kelihatannya ariel simpati sama ahok makanya membeberkan sebetulnya apa yg terjadi masalah ahok sbg tersangka itu. Baca yg bener! Jangan menggunakan tulisan orang utk mendukung pendapat ente yg subjektif! Ini tulisan ariel diakhir artikelnya:Bagaimana menjelaskan popularitas Ahok di kalangan pendukungnya? Menurut saya mereka tidak semata-mata menyukai cara berpolitik-telanjang Ahok. Mereka hanya jenuh dan muak dengan berbagai kemasan berlapir-lapis yang dipakai berbagai politikus sebelumnya, tanpa isi. Seperti pepes kosong. Pemerintahan Jokowi selama ini diuntungkan dan menguntungkan Ahok. Pemerintah ini menghadapi berbagai serangan terakhir terhadap Ahok dan istana dengan kemasan hukum. Tidak bertelanjang. Merestui ketetapan Ahok sebagai tersangka merupakan sebentuk kemasan hukum yang mereka pilih dengan penuh perhitungan politik. Tapi ini baru kemasan. Tidak lebih. Jadi jangan terburu cemas atau lega. Ada apa persisnya di balik kemasan itu, akan menjadi jelas dalam beberapa bulan ke depan. Lalu ini ane ulangi juga ente bilang/nulis begini:“Ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu. Heran juga kenapa kok Ahok bersikukuh tidak memberi ganti rugi atau uang kerohiman yang layak, selain para tergusur itu memang layak menerima (dan memang sudah seharusnya begitu) juga hal itu tidak begitu sukar dilakukan. Ahok seakan menciptakan lubang kelemahan dirinya sendiri. “ Berani2nya mengklaim ariel bilang ahok salah dalam masalah penggusuran!!!! mau lari kemana?Dasar pengecut! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 23, 2016 3:15 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik saya ulangi lagi ya:Memang saya memandang yg dimaksud Ariel Heryanto "lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya" adalah para tergusur itu. Seandainya anda berpendapat lain sampaikan saja. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Apanya yang setuju?Ente ambil kesimpulan salah dan berani2nya mengatakan ariel berpandangan ahok menelantarkan para tergusur. Ini yg perlu ente tidak setujui dan terima salah!Jangan lari! Jangan lari kalau salah dan bener2in ariel. Ini sifat pengecut! Baca saja ndak becus, suka goblok2in orang lain! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 23, 2016 2:42 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik Saya setuju dan tidak melihat adanya masalah atau perlu diberi penekanan pada point2 lain yg diangkat Ariel Heryanto. Ada banyak hal2 yg bagus dan berhasil dalam kepemimpinan Ahok, walaupun saya memahami pentingnya revitalisasi sungai dalam pencegahan banjir tetapi penggusuran2 dengan pendekatan kekuasaan tanpa ganti rugi atau kerohiman itu adalah se-mena2. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya. Ariel hanya bilang titik terlemah ahok tidak bisa memuaskan sebagian kecil orang miskin. Ente berani2nya ambil kesimpulan bilang ariel kelihatannya masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu. Gimana hubungan antara 2 kalimat ini?Seluruh artikelnya sangat objektif dan ariel melihat masalah ahok adalah masalah rakyat sudah muak dengan kemasan politikus indonesia.Kalau mau bilang kelihatan: kelihatannya ariel simpati sama ahok makanya membeberkan sebetulnya apa yg terjadi masalah ahok sbg tersangka itu. Baca yg bener! Jangan menggunakan tulisan orang utk mendukung pendapat ente yg subjektif! Ini tulisan ariel diakhir artikelnya:Bagaimana menjelaskan popularitas Ahok di kalangan pendukungnya? Menurut saya mereka tidak semata-mata menyukai cara berpolitik-telanjang Ahok. Mereka hanya jenuh dan muak dengan berbagai kemasan berlapir-lapis yang dipakai berbagai politikus sebelumnya, tanpa isi. Seperti pepes kosong. Pemerintahan Jokowi selama ini diuntungkan dan menguntungkan Ahok. Pemerintah ini menghadapi berbagai serangan terakhir terhadap Ahok dan istana dengan kemasan hukum. Tidak bertelanjang. Merestui ketetapan Ahok sebagai tersangka merupakan sebentuk kemasan hukum yang mereka pilih dengan penuh perhitungan politik. Tapi ini baru kemasan. Tidak lebih. Jadi jangan terburu cemas atau lega. Ada apa persisnya di balik kemasan itu, akan menjadi jelas dalam beberapa bulan ke depan. Ente jangan menuduh ariel sembarangan!Ariel bukan seperti ente jalan pikirannya! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 23, 2016 1:34 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik Memang saya memandang yg dimaksud Ariel Heryanto "lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya" adalah para tergusur itu. Seandainya anda berpendapat lain sampaikan saja. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Ariel: Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya. Jonathan: ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik ituNesare: apakah ente ambil kesimpulan karena tulisan ariel diatas ini? kalau iya, sembarangan saja mengambil kesimpulan begitu!Koq bisa2nya menulis “kelihatannya”. Jangan pake’ ariel utk bikin kesimpulan sembarangan! Belajar baca! Jangan hanya asbun saja! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 23, 2016 12:29 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik Ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu. Heran juga kenapa kok Ahok bersikukuh tidak memberi ganti rugi atau uang kerohiman yang layak, selain para tergusur itu memang layak menerima (dan memang sudah seharusnya begitu) juga hal itu tidak begitu sukar dilakukan. Ahok seakan menciptakan lubang kelemahan dirinya sendiri. --- Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya. ... PROFILE Ariel Heryanto - Profesor di Australian National University Kolom Ahok, Penista Kemasan Politik | | | Ahok, Penista Kemasan Politik - Kursi Panas DKI 1 CNN Indonesia Sikap politik Ahok tanpa basa-basi membuat muak lawan politiknya, yang menggunakan kemasan politik semu. Agama d... | | | Ariel HeryantoKamis, 17/11/2016 09:11 WIB - Sebarkan: - - - Sikap politik Ahok tanpa basa-basi membuat muak lawan politiknya, yang menggunakan kemasan politik semu. Agama dan suku menjadi titik serang paling ampuh. (CNN Indonesia/Safir Makki)Jakarta, CNN Indonesia -- Penetapan Ahok sebagai tersangka tidak sepenuhnya mengejutkan banyak pihak. Juga pihak-pihak yang saling bertentangan dalam menilai tuduhan penistaan agama olehnya. Sebagian pihak yakin Ahok memang bersalah. Maka status tersangka dianggap wajar. Sebagian lain yakin Ahok tidak bersalah. Tapi menetapkan Ahok sebagai tersangka dipahami sebagai sebuah siasat politik yang cerdik dari pemerintah Jokowi. Penetapan status itu mengembosi sebagian, jika tidak sepenuhnya, daya tarik dan kewibawaan demonstrasi lanjutan (jika ada) terhadap Ahok dan istana. Keputusan yang sama membebaskan polisi dan Presiden dari tanggung-jawab atas kasus itu. Kini dialihkan ke kejaksaan. Proses hukum selanjutnya atas kasus ini bisa makan waktu tahunan, tanpa sedikit pun mengurangi hak Ahok bertanding dalam Pilkada DKI. Juga tidak ada jaminan tersangka pada akhirnya akan dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Tapi berbagai penilaian itu bersifat sangat sementara. Ada dua persoalan besar yang belum jelas. Pertama, sulit dipastikan bagaimana proses hukum ini akan berlanjut dan sulit dipastikan apakah Ahok akan dinyatakan bersalah atau tidak bersalah oleh pengadilan. Kedua, bagaimana berbagai faktor non-legal ikut berpengaruh pada yang pertama, baik secara terbuka atau tertutup. Dalam bentuk tekanan eksternal berjarak, atau langsung menerobos proses hukum itu sendiri. Sulit membayangkan semua ini sudah ada jawabnya tapi dirahasiakan, seakan-akan ada yang mengatur di balik layar. Peluang seperti itu hanya mungkin dalam situasi tertentu. Misalnya di puncak kejayaan rezim otoriterisme Orde Baru, dengan bangunan politik yang terpusat nyaris mutlak. Tidak sekarang, karena terpecah-pecahnya kekuatan politik serba oportunis yang siap berubah tingkah, sekutu dan siasat bila dianggap perlu. (Message over 64 KB, truncated)
