Sekarang anda mencatut Ariel Heryanto?
 Orang lain yg anda bilang "dilahan/tanah orang lain" itu siapa?
 

 ---
Nesare: Ane dan ariel gak ada pengertian penggusuran dalam kasus kampong pulo 
dll itu. Gak ada!
 Wong orang menduduki, mendirikan bangunan dilahan/tanah orang lain, terus 
diusir, koq disebut digusur?
 

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Jonathan: anda lucu sekali kalau anda berpendapat yg sama tentang penggusuran 
apa yg jadi masalah?
 Nesare: lagi ngomong apa ini? lucunya apa?
  
 Ariel hanya bilang titik terlemah ahok tidak bisa memuaskan sebagian kecil 
orang miskin. Tetapi ente nulis ariel Heryanto kelihatannya juga melihat 
masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu
  
 Seluruh tulisan ariel gak ada yg bilang tentang penggusuran! Dia ndak menulis 
kata “penggusuran” dan “gusur”!
 Koq lucu gimana ente bisa ambil kesimpulan ada masalah “penggusuran”.
  
 Ente tanya ane “menurut anda siapa yg dimaksud Ariel Heryanto disini "lapisan 
kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya"?
 Ane jawab digusur dalam tanda petik: ”Yang dimaksud Ariel Heryanto sebagai 
“lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya” adalah sangat 
jelas mereka yang katanya “digusur” dari kampong pulo dll.
  
 Ane dan ariel gak ada pengertian penggusuran dalam kasus kampong pulo dll itu. 
Gak ada!
 Wong orang menduduki, mendirikan bangunan dilahan/tanah orang lain, terus 
diusir, koq disebut digusur?
 Gimana logikanya? Gimana hukumnya?
 Sudah ane tulis sebelumnya, kalo tanah engkongmu diserobot orang, terus yg 
nyerobot bikin toko jualan, ente diam saja ya?! Hehehehehe
  
 Ente ini coba2 pake’ artikel orang lain utk mendukung pendapat pribadi ente 
secara subjektif. Ini namanya memelintir, menuduh dan memfitnah!!!!!
  
 CARI SANA DIMANA DIARTIKEL ITU, ARIEL HERYANTO MENULIS KATA PENGGUSURAN!!!!!
  
  
 Nesare
  
  
  
  
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 25, 2016 12:44 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik


  
  
  
 anda lucu sekali kalau anda berpendapat yg sama tentang penggusuran apa yg 
jadi masalah? sekarang anda katakan saya memotong, ada2 lagi jelas pada awal 
posting saya cantumkan kalimat Ariel secara utuh, ini saya ulangi lagi ya awal 
posting:

  

  

 Ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg tidak 
ditangani dengan baik itu. Heran juga kenapa kok Ahok bersikukuh tidak memberi 
ganti rugi atau uang kerohiman yang layak, selain para tergusur itu memang 
layak menerima (dan memang sudah seharusnya begitu) juga hal itu tidak begitu 
sukar dilakukan. Ahok seakan menciptakan lubang kelemahan dirinya sendiri. 





 ---





  





 Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya memuaskan 
sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan 
tata-kotanya. 
  





 
---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Yang dimaksud Ariel Heryanto sebagai “lapisan kelas bawah yang menjadi korban 
kebijakan tata-kotanya” adalah sangat jelas mereka yang katanya “digusur” dari 
kampong pulo dll.
  
 Emangnya kenapa nanya begini?
  
 Hehehehe mau maen Bahasa ya?
  
 Ente mau ngomong ariel heryanto bilang ahok salah ya telah menggusur orang2 
miskin itu ya? Hehehehe.
 Buktikan dimana dalam dalam artikel itu ariel ngomong begitu?
 Kan ini yg ente mau katakan. Ente menggunakan ariel. Ente menuduh ariel. 
  
 Ini yg ane bilang ente salah. Ente goblok. Ente pengecut!
  
 Ariel bilang: “Bahkan ketika ingin menyerang Ahok, mereka tidak bisa menyerang 
Ahok tanpa kemasan-kemasan yang sudah lazim, termasuk bahasa rasis atau kutukan 
keagamaan. Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya 
memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban 
kebijakan tata-kotanya. ”
  
 Ente penggal kalimatnya dan menulis “lapisan kelas bawah yang menjadi korban 
kebijakan tata-kotanya”. Seakan2 ariel bilang ahok salah telah menggusur. 
Hehehehe ente itu mulai mau berubah dari pejuang HAM menjadi politikus 
kampungan kaya’ siajeg ya?!! Hehehehe ndak ada tampangnya sama sekali ente sbg 
politikus. Nulis saja ndak becus. Baca saja ndak mudeng.
  
 Weleh…weleh…
  
 Nesare
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 24, 2016 1:13 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik


  
  
  
 menurut anda siapa yg dimaksud Ariel Heryanto disini "lapisan kelas bawah yang 
menjadi korban kebijakan tata-kotanya"?

  

 
---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Salahnya karena ariel heryanto dalam artikelnya tidak ngomong begitu.
 Yang ngomong begitu ente. Artinya ente menuduh ariel yg enggak2.
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 23, 2016 3:29 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik


  
  
 memangnya apa yg salah dgn kata2 ini "Ariel Heryanto kelihatannya juga melihat 
masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu"

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :

 Ane ulangi lagi jawaban ane yang bilang ente ngomong sembarangan dan menuduh 
ariel bilang ahok menelantarkan para tergusur:

  

 Ariel hanya bilang titik terlemah ahok tidak bisa memuaskan sebagian kecil 
orang miskin. Ente berani2nya ambil kesimpulan bilang ariel kelihatannya 
masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu. Gimana hubungan antara 
2 kalimat ini?

 Seluruh artikelnya sangat objektif dan ariel melihat masalah ahok adalah 
masalah rakyat sudah muak dengan kemasan politikus indonesia.

 Kalau mau bilang kelihatan: kelihatannya ariel simpati sama ahok makanya 
membeberkan sebetulnya apa yg terjadi masalah ahok sbg tersangka itu.

  

 Baca yg bener! Jangan menggunakan tulisan orang utk mendukung pendapat ente yg 
subjektif!

  

 Ini tulisan ariel diakhir artikelnya:

 Bagaimana menjelaskan popularitas Ahok di kalangan pendukungnya? Menurut saya 
mereka tidak semata-mata menyukai cara berpolitik-telanjang Ahok. Mereka hanya 
jenuh dan muak dengan berbagai kemasan berlapir-lapis yang dipakai berbagai 
politikus sebelumnya, tanpa isi. Seperti pepes kosong. 

Pemerintahan Jokowi selama ini diuntungkan dan menguntungkan Ahok. Pemerintah 
ini menghadapi berbagai serangan terakhir terhadap Ahok dan istana dengan 
kemasan hukum. Tidak bertelanjang. Merestui ketetapan Ahok sebagai tersangka 
merupakan sebentuk kemasan hukum yang mereka pilih dengan penuh perhitungan 
politik. 

Tapi ini baru kemasan. Tidak lebih. Jadi jangan terburu cemas atau lega. Ada 
apa persisnya di balik kemasan itu, akan menjadi jelas dalam beberapa bulan ke 
depan.

  

 Lalu ini ane ulangi juga ente bilang/nulis begini:

 “Ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg tidak 
ditangani dengan baik itu. Heran juga kenapa kok Ahok bersikukuh tidak memberi 
ganti rugi atau uang kerohiman yang layak, selain para tergusur itu memang 
layak menerima (dan memang sudah seharusnya begitu) juga hal itu tidak begitu 
sukar dilakukan. Ahok seakan menciptakan lubang kelemahan dirinya sendiri. “

  

 Berani2nya mengklaim ariel bilang ahok salah dalam masalah penggusuran!!!!
mau lari kemana?

 Dasar pengecut!

  

 Nesare

  

  

 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 23, 2016 3:15 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik



  

  

  


 saya ulangi lagi ya:


 Memang saya memandang yg dimaksud Ariel Heryanto "lapisan kelas bawah yang 
menjadi korban kebijakan tata-kotanya" adalah para tergusur itu. Seandainya 
anda berpendapat lain sampaikan saja.


  


 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :


 Apanya yang setuju?


 Ente ambil kesimpulan salah dan berani2nya mengatakan ariel berpandangan ahok 
menelantarkan para tergusur.


  


 Ini yg perlu ente tidak setujui dan terima salah!


 Jangan lari! Jangan lari kalau salah dan bener2in ariel.


  


 Ini sifat pengecut!


  


 Baca saja ndak becus, suka goblok2in orang lain!


  


 Nesare


  


  


 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 23, 2016 2:42 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik




  


  


  



 Saya setuju dan tidak melihat adanya masalah atau perlu diberi penekanan pada 
point2 lain yg diangkat Ariel Heryanto.  



 Ada banyak hal2 yg bagus dan berhasil dalam kepemimpinan Ahok, walaupun saya 
memahami pentingnya revitalisasi sungai dalam pencegahan banjir tetapi 
penggusuran2 dengan pendekatan kekuasaan tanpa ganti rugi atau kerohiman itu 
adalah se-mena2. 



  



 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :





 Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya memuaskan 
sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan 
tata-kotanya. 



  



 Ariel hanya bilang titik terlemah ahok tidak bisa memuaskan sebagian kecil 
orang miskin. Ente berani2nya ambil kesimpulan bilang ariel kelihatannya 
masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu. Gimana hubungan antara 
2 kalimat ini?



 Seluruh artikelnya sangat objektif dan ariel melihat masalah ahok adalah 
masalah rakyat sudah muak dengan kemasan politikus indonesia.



 Kalau mau bilang kelihatan: kelihatannya ariel simpati sama ahok makanya 
membeberkan sebetulnya apa yg terjadi masalah ahok sbg tersangka itu.



  



 Baca yg bener! Jangan menggunakan tulisan orang utk mendukung pendapat ente yg 
subjektif!



  



 Ini tulisan ariel diakhir artikelnya:



 Bagaimana menjelaskan popularitas Ahok di kalangan pendukungnya? Menurut saya 
mereka tidak semata-mata menyukai cara berpolitik-telanjang Ahok. Mereka hanya 
jenuh dan muak dengan berbagai kemasan berlapir-lapis yang dipakai berbagai 
politikus sebelumnya, tanpa isi. Seperti pepes kosong. 

Pemerintahan Jokowi selama ini diuntungkan dan menguntungkan Ahok. Pemerintah 
ini menghadapi berbagai serangan terakhir terhadap Ahok dan istana dengan 
kemasan hukum. Tidak bertelanjang. Merestui ketetapan Ahok sebagai tersangka 
merupakan sebentuk kemasan hukum yang mereka pilih dengan penuh perhitungan 
politik. 

Tapi ini baru kemasan. Tidak lebih. Jadi jangan terburu cemas atau lega. Ada 
apa persisnya di balik kemasan itu, akan menjadi jelas dalam beberapa bulan ke 
depan.



  



 Ente jangan menuduh ariel sembarangan!



 Ariel bukan seperti ente jalan pikirannya!



  



 Nesare



  



  



 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 23, 2016 1:34 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik





  



  



  




 Memang saya memandang yg dimaksud Ariel Heryanto "lapisan kelas bawah yang 
menjadi korban kebijakan tata-kotanya" adalah para tergusur itu. Seandainya 
anda berpendapat lain sampaikan saja.




  




 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :







 Ariel: Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya 
memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban 
kebijakan tata-kotanya. 




 Jonathan: ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg 
tidak ditangani dengan baik itu




 Nesare: apakah ente ambil kesimpulan karena tulisan ariel diatas ini? kalau 
iya, sembarangan saja mengambil kesimpulan begitu!




 Koq bisa2nya menulis “kelihatannya”. Jangan pake’ ariel utk bikin kesimpulan 
sembarangan!




 
(Message over 64 KB, truncated)









































 
  

Kirim email ke