Jadi gak usah ujian, gak ada orang sekolahan, gak ada nekolim!

Hehehehehehe

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, December 12, 2016 7:59 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Kelompok "Korporasi" Di Balik Jokowi dan Ahok

 

  

Banyak ujian, satu tujuan: mencetak gelombang kuli berijazah 



untuk kepentingan korporasi nekolim.

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

Banyak sekali ujian-nya, ada ujian nasional setelah itu ujian masuk perguruan 
tinggi lagi. Apa ujiannya sama/mirip2 atau beda sama sekali?

 

--- ajegilelu@... wrote :

 

UN mengakibatkan bimbingan belajar jadi laris memang tak terelakan.

 

Yang seru kalau bimbingan belajar yang menyebabkan diadakannya UN..

Tapi yah dua-duanya sejalan saja sebagai fabrikasi pendukung semangat

korporatif: bisnis yang menguntungkan :)

 

Madrasah dan SMK juga kena UN, wong yang diuji cuma 3 mata pelajaran 'pokok' 
yaitu, Bahasa Indonesia, Matematik, dan Bahasa Inggris!

 

Untuk tingkat SMA/sederajat ditambah mata pelajaran jurusan / kejuruan seperti 
Kimia; Sosiologi; Sastra; Mesin; atau Fiqh untuk madrasah.

 

Masuk perguruan tinggi ada lagi tesnya, walau yang lebih menentukan 

diterima-tidaknya adalah jawaban meyakinkan dari soal-soal yang 

menjurus ke kekuatan finansial ortu, hahaha....! Bedebah betul kalau

tujuan pendidikan hanya untuk menjadikan sekolahan sebagai toko ijazah.

 

Barangkali setelah 10 tahun disemai dan ditanam rezim SBY-JK, para 

cukong menanggap di era Jokowi-JK-Ahok ini Indonesia sudah memiliki 

generasi awal yang kooperatif sebagai pendukung mekanisme korporasi.

Setidaknya sebagai kuli berijazah merangkap pasar / konsumen.

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

kelihatannya UN itu cuman bikin laris bisnis bimbingan belajar, apakah begitu?

 

Di US juga ada test SAT biasanya utk masuk perguruan tinggi, dan tidak 
menentukan kelulusan SMA.

 

Apakah madrasah juga harus UN?

 

--- ajegilelu@... wrote :

 

Betul, ujian nasional bukan cuma mengakibatkan stress

pada siswa secara nasional tapi sudah sampai ke

tahap bunuhdiri - tahun ini kalau tidak salah menimpa

pelajar SMP di Jawatengah.

 

Selain itu, standar 'nasional' dinilai tidak masuk akal 

mengingat kualitas guru serta prasarana pendidikan 

yang tidak/belum merata di semua daerah. MA & MK

memerintahkan UN dihentikan sebelum pemerintah 

memenuhi persyaratan standar di seluruh Indonesia.

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

Sebenarnya bagaimana kasus ujian nasional itu? saya kok kurang begitu paham. 
apakah kalau sso tidak lulus UN itu artinya tidak lulus SMA biarpun misalnya 
menurut nilai rapor seharusnya lulus?

 

--- ajegilelu@... wrote :

 

Ujian nasional yang sejak jaman SBY saja sudah dilarang 

oleh MA & MK tetap mau diteruskan Jokowi.

 

Bayangkan, membangkang putusan lembaga-lembaga 

hukum tertinggi itu kan sama saja pembangkangan 

terhadap konstitusi. Kalau dirinya tidak mau patuh 

pada hukum (dan cuma pandai meniru IMF) ya jangan 

salahkan orang lain yang juga tidak mau patuh pada hukum 

dan belajar meniru pemerintah.

 

Bukan begitu?











Kirim email ke