Setelah MA & MK memerintahkan UN dihentikan, apakah kemudian dihentikan atau diacuhkan begitu saja?Apakah sekarang kwalitas pendidikan sudah merata sehingga UN diadakan lagi? Saya baca di website kemendikbud "Hasil UN tidak digunakan untuk penentu kelulusan siswa. Namun fungsi UN tetap penting karena digunakan untuk mengukur kompetensi siswa dan salah satu dasar pertimbangan seleksi ke jenjang yang lebih tinggi." tetapi kenapa kok bisa terjadi murid yg tidak lulus sekolah gara2 UN? UN memang menciptakan peluang bisnis baru menciptakan juga lapangan kerja baru terutama dikalangan bisnis bimbingan belajar, dalam hal ini kalangan bisnis tidak perlu disalahkan mereka hanya memanfaatkan peluang yg ada, tetapi dilain pihak mereka2 yg secara finansial kurang mampu akan sukar mengikuti. Di California atau juga state2 yg lain ada yg namanya SBAC (Smarter Balanced Assessment Consortium) yang setiap tahun melakukan test bahkan mulai dari anak2 SD (mulai kelas 3 SD sampai SMA) yg tujuannya utk standarisasi dan ini tidak mempengaruhi nilai rapor ataupun kenaikan kelas sama sekali, diselenggarakan oleh masing2 state dgn masukan2 dari setiap school disctrict. Kalau kita perhatikan justru mirip2 dgn yg diusulkan Mendikbud Muhadjir Effendy yg ditolak itu. Disediakan juga website utk practice, setiap murid bisa mencoba latihan sendiri, coba disini pilih dulu gradenya (grade 3-12): https://login4.cloud1.tds.airast.org/student/V171/Pages/LoginShell.aspx?c=SBAC_PT
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Banyak ujian, satu tujuan: mencetak gelombang kuli berijazah untuk kepentingan korporasi nekolim. --- jonathangoeij@... wrote: Banyak sekali ujian-nya, ada ujian nasional setelah itu ujian masuk perguruan tinggi lagi. Apa ujiannya sama/mirip2 atau beda sama sekali? --- ajegilelu@... wrote : UN mengakibatkan bimbingan belajar jadi laris memang tak terelakan. Yang seru kalau bimbingan belajar yang menyebabkan diadakannya UN..Tapi yah dua-duanya sejalan saja sebagai fabrikasi pendukung semangatkorporatif: bisnis yang menguntungkan :) Madrasah dan SMK juga kena UN, wong yang diuji cuma 3 mata pelajaran 'pokok' yaitu, Bahasa Indonesia, Matematik, dan Bahasa Inggris! Untuk tingkat SMA/sederajat ditambah mata pelajaran jurusan / kejuruan seperti Kimia; Sosiologi; Sastra; Mesin; atau Fiqh untuk madrasah. Masuk perguruan tinggi ada lagi tesnya, walau yang lebih menentukan diterima-tidaknya adalah jawaban meyakinkan dari soal-soal yang menjurus ke kekuatan finansial ortu, hahaha....! Bedebah betul kalautujuan pendidikan hanya untuk menjadikan sekolahan sebagai toko ijazah. Barangkali setelah 10 tahun disemai dan ditanam rezim SBY-JK, para cukong menanggap di era Jokowi-JK-Ahok ini Indonesia sudah memiliki generasi awal yang kooperatif sebagai pendukung mekanisme korporasi.Setidaknya sebagai kuli berijazah merangkap pasar / konsumen. --- jonathangoeij@... wrote: kelihatannya UN itu cuman bikin laris bisnis bimbingan belajar, apakah begitu? Di US juga ada test SAT biasanya utk masuk perguruan tinggi, dan tidak menentukan kelulusan SMA. Apakah madrasah juga harus UN? --- ajegilelu@... wrote : Betul, ujian nasional bukan cuma mengakibatkan stresspada siswa secara nasional tapi sudah sampai ketahap bunuhdiri - tahun ini kalau tidak salah menimpapelajar SMP di Jawatengah. Selain itu, standar 'nasional' dinilai tidak masuk akal mengingat kualitas guru serta prasarana pendidikan yang tidak/belum merata di semua daerah. MA & MKmemerintahkan UN dihentikan sebelum pemerintah memenuhi persyaratan standar di seluruh Indonesia. --- jonathangoeij@... wrote: Sebenarnya bagaimana kasus ujian nasional itu? saya kok kurang begitu paham. apakah kalau sso tidak lulus UN itu artinya tidak lulus SMA biarpun misalnya menurut nilai rapor seharusnya lulus? --- ajegilelu@... wrote : Ujian nasional yang sejak jaman SBY saja sudah dilarang oleh MA & MK tetap mau diteruskan Jokowi. Bayangkan, membangkang putusan lembaga-lembaga hukum tertinggi itu kan sama saja pembangkangan terhadap konstitusi. Kalau dirinya tidak mau patuh pada hukum (dan cuma pandai meniru IMF) ya jangan salahkan orang lain yang juga tidak mau patuh pada hukum dan belajar meniru pemerintah. Bukan begitu?
